
Setiap hari Yasmin selalu belajar dengan rajin demi mimpinya menjadi seorang guru.
Rasa lelahnya tak pernah ia hiraukan semua ia lakukan demi mimpi.
3 Bulan lagi Yasmin akan wisuda keinginan dia hanya satu Ibu nya bisa hadir diacara wisuda nya.
Selama ini sikap Shinta sangat ketus dengan Yasmin rasa benci melihat wajah Yasmin selalu ada di hatinya.
Setelah pulang kerja Yasmin selalu belajar untuk mempersiapkan ujian skripsinya, karena lelah Yasmin tertidur pulas di ruang tamu.
Melihat wajah Yasmin yang tertidur pulas membuat Shinta tak kuasa untuk menatapnya.
Air mata bercucuran membasahi pipi nya dan mengingat masa lalunya yang begitu menyakitkan.
“Setiap menatap wajahnya aku selalu teringat dengan Evan yang sudah menghancurkan pernikahanku dengan Azhar, rasanya aku wanita yang paling bodoh sudah kembali dengan cinta pertamaku yang akhirnya menghancurkan aku,” ucap Shinta dalam hati lalu pergi ke kamarnya.
Tak mudah untuk Shinta melupakan semuanya masa lalu yang begitu menyakitkan membuat Shinta membenci Yasmin.
Didalam kamar Shinta memandangi foto Abi waktu kecil, sudah dua puluh tahun lebih Shinta berpisah dengan putranya yang pergi bersama Azhar.
“Abi Mamah rindu sama Abi semenjak perpisahan itu Azhar membawa Abi pergi dari hidupku, semua itu karena Evan,” Ucap Shinta lalu menangis.
Mentari pun telah bersinar Yasmin sudah siap untuk berangkat ke kampus, sebelum itu Yasmin menemui Ibunya yang sedang makan di ruang makan.
Yasmin memberikan amplop yang berisi uang untuk Ibunya.
“Ibu ini ada sedikit Rezeki untuk Ibu, aku harap Ibu mau menerima nya, “ ucap Yasmin lalu tersenyum.
Setelah itu Yasmin mencium tangan Ibunya lalu pergi ke kampus.
Setelah Yasmin pergi hati Shinta rasanya sangat hancur, selama ini sikap dia ke Yasmin selalu kasar tapi Yasmin selalu membalasnya dengan baik.
“Sampai kapan aku seperti ini? membenci anak kandungku sendiri setiap melihat wajahnya aku teringat dengan Evan yang sudah menghancurkan Rumah tanggaku dengan Azhar,” Ucap Shinta lalu meneteskan air mata.
Sementara Yasmin dia berangkat ke kampus dengan menggunakan kereta. Sampai di stasiun Yasmin terburu-buru karena takut ketinggalan kereta, saat berjalan ada seseorang yang mendorongnya sehingga Yasmin terjatuh.
Buku yang dibawanya jatuh berserakan, kaki Yasmin mengalami luka. Saat dia terjatuh ada seorang pria yang dulu pernah menolongnya datang dan membangunkan Yasmin.
“Mari saya bantu berdiri,” Ucap pria itu lalu tersenyum.
Setelah itu Yasmin duduk di atas kursi melihat kaki Yasmin yang terluka pria itu langsung mengobati kaki Yasmin.
__ADS_1
“Kaki kamu terluka biar saya obati, ya luka di kaki kamu,” ucap pria itu lalu mengambil kotak P3K di dalam tasnya.
Pria itu mengobati kaki Yasmin dengan penuh perhatian, setelah selesai mengobati kaki Yasmin pria itu memperkenalkan dirinya.
“Sudah dua kali kita bertemu tapi aku tidak tahu siapa nama kamu?” ucap pria itu lalu berjabat tangan dengan Yasmin.
“Perkenalkan nama Saya Damar,” Ucap Damar lalu tersenyum menatapnya.
“Saya Yasmin,” Jawab Yasmin lalu tersenyum membalas tatapannya.
Damar begitu bahagia mengenal Yasmin meski Yasmin cacat tapi dia tetap gadis yang cantik di matanya.
“Terimakasih, ya Mas Damar sudah mau menolong saya,” Ucap Yasmin lalu tersenyum
“Sama-sama Yasmin saya senang bisa membantu kamu,” jawab Damar lalu menatap wajahnya.
Yasmin tersipu malu melihat tatapan mata Damar yang begitu tajam padanya.
Setelah itu Yasmin melanjutkan untuk pergi ke kampus, hari ini dia ada ujian di kampusnya.
Untunglah Yasmin tidak terlambat berangkat ke kampus dan bisa mengikuti ujian dengan baik serta tepat waktu.
Selesai ujian Yasmin bertemu dengan Nayla junior di kampusnya.
Sampai di café Nayla ingin memperkenalkan kakaknya dengan Yasmin. Begitu terkejut Yasmin melihat Damar ada di café yang sama.
“ Mas Damar,” Ucap Yasmin terkejut.
“ Yasmin kamu ada disini?” Tanya Damar lalu tersenyum.
Nayla merasa bingung ternyata mereka sudah saling kenal.
“Jadi kak Damar dan kak Yasmin sudah saling kenal?” Tanya Nayla lalu tersenyum.
“Iya Nayla, Mas Damar ini sudah menolong saya tadi di stasiun,” Jawab Yasmin lalu tersenyum.
“Aku tidak menyangka ternyata kita bisa bertemu lagi, kebetulan Nayla adik kandungku selama ini Nayla sudah banyak cerita tentang kamu, “ ucap Damar lalu tersenyum.
“Iya kak selama ini aku ingin memperkenalkan kakak dengan kak Damar,” Ucap Nayla lalu tersenyum.
Setelah itu mereka duduk dan menghabiskan waktu bersama di café.
__ADS_1
“Jadi kamu satu kampus dengan Nayla ? kalau boleh tahu fakultas apa yang kamu ambil?” Tanya Damar dengan penasaran.
“Saya fakultas pendidikan cita-cita saya ingin menjadi seorang guru yang bisa berbagi ilmu dengan generasi bangsa,” Jawab Yasmin dengan bijak lalu tersenyum.
“Kenapa kamu tidak ambil fakultas hukum atau ekonomi? dengan begitu kamu bisa kerja di kantor jadi kamu tidak perlu mengajar, bukannya gaji seorang guru itu sedikit,” Ucap Damar lalu menatap wajah Yasmin.
Yasmin hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Damar.
“Orang yang sukses juga butuh guru jika semua orang kerja di kantor dan jadi pengusaha lalu siapa yang akan jadi guru? Bagi saya gaji itu bisa kita cari yang terpenting saya bisa berbagi ilmu dengan mereka yang membutuhkan,“ jawab Yasmin lalu tersenyum.
“Aku salut sama kak Yasmin, aku berharap semoga mimpi kak Yasmin bisa terwujud. Aku akan selalu mendukung kak Yasmin karena aku sayang sama kak Yasmin,” Ucap Nayla lalu memeluk Yasmin dengan erat.
Melihat mereka yang saling menyayangi membuat Damar tersenyum dan kagum dengan sikap Yasmin.
“Yasmin adalah wanita yang baik selain baik, dia adalah wanita pekerja keras mimpinya sangat mulia ingin menjadi seorang guru untuk masa depan bangsa,” Ucap Damar dalam hati lalu menatap wajah Yasmin yang ada didepannya.
Waktu sudah sangat siang Yasmin segera melihat jam di tangannya.
“Nayla, Mas Damar, maaf banget aku harus pergi hari ini aku harus berangkat lebih awal karena ada bos baru dikantor,“ ucap Yasmin lalu berdiri dan hendak pergi.
Damar langsung memegang tangan Yasmin.
“Tunggu Yasmin, biar saya antar kamu berangkat kerja,” Ucap Damar lalu menatapnya.
“Tidak Mas Damar saya bisa pakai kereta terimakasih dengan tawarannya,” Jawab Yasmin lalu segera pergi.
Damar hanya tersenyum melihat kepergian Yasmin
“Meski dia cacat tapi semangatnya untuk sukses sangatlah tinggi, Yasmin kamu adalah wanita yang sangat tangguh,” Ucap Damar dalam hati lalu tersenyum.
Melihat kakaknya tersenyum Nayla mulai menggodanya.
“Cieee ada yang tersenyum seperti orang kasmaran,” Ucap Nayla lalu tertawa puas.
“Apa sih kamu? selalu menggoda kakak,“ jawab Damar lalu pergi.
Sedangkan Yasmin begitu gugup takut terlambat berangkat ke kantor.
Dengan tongkatnya Yasmin berusaha untuk tepat waktu meski kakinya sakit tapi Yasmin berusaha untuk menahan rasa sakit di kakinya.
yuk ikuti terus ceritanya....
__ADS_1
jangan lupa koment dan like ya...