
Nilam merasa sangat sedih harus menerima kenyataan ini,Azhar lebih memilh utuk berpisah darinya dan tidak akan memilih diantara mereka.
Keputusan itu membuat Nilam hancur dan kecewa, tapi sebagai istri Nilam selalu mendoakan yang terbaik untuk suaminya.
Dimalan yang dingin setelah shalat Nilam berdoa kepada Allah
“Ya Allah aku ikhlas jika ini menjadi sebuah keputusan yang terbaik untukku dan untuknya.
Jika dia bahagia dengan keputusan ini maka bantu aku untuk bisa menerima kenyataan yang begitu pahit ini.
Jagalah dia dimanapun dia berada sebagai istri aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk suamiku.
Sampaikanlah cintanya dijalan takdirmu wujudkan semua keinginannya.
Aminn ya robbal alamin“ doa Nilam lalu berlinang air mata.
Nilam mencoba untuk ikhlas menerima keputusan ini didalam hidupnya.Nilam menuliskan isi hati nya lewat tulisan di buku harianya
“Tak sedikit pun hatimu terketuk meski aku menangis tersedu-sedu Tak sedikitpun ibamu melihatku yang tak sedetik pun tanpa mementingkan hatimu
Aku merasa ini rasa tulusku hanya agar kau bahagia Sebuah keptusan pahit didalam hidupku harus aku terima dengan sepenuh hati“Nilam pun menangis setelah menulis dibuku hariannya.
__ADS_1
Setelah itu Nilam datang kerumah Azhar untuk bertemu Azhar untuk terakhir kali nya
“Ada apa kamu kesini?“ tanya Azhar dengan cuek
Nilam pun meneteskan air mata menatap wajah suami yang ada didepannya
“Azhar aku minta maaf sudah pernah hadir dalam hidup kamu, membuatmu menderita dan tersiksa“ucap Nilam lalu memegang tangannya
“Sudahlah Nilam ini sudah menjadi keputusan aku untuk pergi dari hidup kalian“
“Aku tidak akan memilih kamu dan aku juga tidak akan memilih Shinta, sudah cukup Cinta ini membuat luka diantara kita“ jawab Azhar sedih Nilam pun tersenyum lalu melepaskan tangannya dari Azhar
“Rasa itu sudah tidak berarti lagi dalam hidupku, sampai kapanpun Shinta tidak akan pernah mencintai aku” ucap Azhar lalu menatapnya
“Ini semua salah aku yang sudah hadir didalam hidup kamu dan Shinta“
“Tidak sepantasnya rasa ini hadir untuk kamu” jawab Nilam
“Aku tidak pernah menyalahkan kamu, tapi aku menyalahkan hati yang tidak pernah sejalan dengan rasa“ ucap Azhar
“Jangan salahkan hati Azhar, karena Hati hanya mengikuti rasa begitupun dengan sebaliknya”
__ADS_1
“Cinta itu hadir karena hati yang berharap untuk dihargai,disambut dan dirindukan. tidak ada cinta yang kehidrannya ingin di acuhkan dan di sakiti“ ucap Nilam lalu menangis
“Tapi cinta selalu membuat aku menangis dan tersiksa Nilam, seandainya aku bisa mencintai perempuan lain dan melupakan rasa yang tidak akan pernah sampai kepada dia mungkin aku bisa mencintai kamu“
“Aku tidak ingin menyakiti hati kamu lagi, aku lepaskan kamu untuk bahagia. sementara aku mungkin akan pergi jauh membawa rasa yang tak akan pernah sampais“ ucap Azhar.
Nilam sedih mendengar keputusan Azhar yang lebih memilih pergi dan berpisah dari nya
“Aku terima keputusan kamu Azhar aku berharap kelak nanti Shinta akan jadi milik kamu“
“Kamu pria yang baik dan selalu menunggu Shinta dijalan takdir, aku yakin kalian pasti akan bersatu“ ucap Nilam lalu pergi sambil menangis.
Tak sanggup hati Nilam melepaskan Azhar untuk wanita lain
“Aku tahu sulit rasanya begitu sulit melepaskan kamu tapi aku tidak mau kamu tersiksa dengan pernikahan ini“
“Aku sangat mencintai kamu Azhar“ ucap Nilam dalam hatinya lalu menangis.
Sebuah cinta yang indah harus saling melukai diantara mereka,cinta yang tak sejalan dengan hati dan rasa membuat Azhar tersiksa.
Cinta tulus Nilam harus terbalas dengan luka dan air mata.
__ADS_1