
15 menit kemudian Ambulance datang Abi segera membawa Yasmin kerumah sakit, didalam Ambulance Abi selalu memegang tangan Yasmin.
“Yasmin aku mohon bertahanlah demi aku, aku yakin kamu wanita yang kuat,” ucap Abi dalam hati lalu bercucuran air mata
Sampai dirumah sakit Yasmin segera dilarikan ke ruang operasi sementara Abi begitu resah dan gelisah menunggu kabardari Dokter.
“Ya Allah selamatkanlah Yasmin jika sampai Yasmin tidak bisa diselamatkan, aku tidak bisa memaafkan diri aku sendiri,” ucap Abi lalu sedih
Sementara itu Abi memberitahu kepada Damar tentang kondisi Yasmin, Abi juga memberitahu Istr dan keluarganya tentang kondisi Yasmin.
Damar segera pergi kerumah sakit lalu melihat Abi yang sedang menunggu kabar dari Dokter, Damar begitu marah dan kecewa dengan Abi.
“Apa Yang sudah kamu lakukan kepada Yasmin? Kenapa Yasmin bisa seperti ini?” Tanya Damar lalu emosi
Tidak lama kemudian pak Azhar dan Nabila datang mereka melihat Abi dan Damar yang sedang menunggu didepan ruang operasi.
“Abi Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Yasmin bisa tertusuk?” Tanya pak Azhar
“Ini semua salah aku Ayah, Yasmn sepert i ini karena dia menyelamatkan aku seharusnya aku yang terluka bukan Yasmin,” ucap Abi dengan penyesalan
“Kamu dan Yasmin melawan preman itu mas?” Tanya Nabila penasaran
“Iya Nabila dua preman itu ingin merampok aku tiba-tiba Yasmin datang dan ingin menyelamatkan aku dua preman itu juga ingin membunuhku tapi Yasmin menyelamatkan aku, dia tertusuk karena menghalangi dua preman itu yang ingin menusukku,” ucap Abi menjelaskan semuanya
Mendengar penjelasan Abi membuat Damar semakin marah lalu memukulnya dengan keras.
“Karena kamu Yasmin terluka gara-gara kamu Yasmin harus terbaring lemah diruang operasi,” ucap Damar emosi
“Maafkan aku Damar ini semua memang salah aku, karena aku Yasmin terluka,” jawab Abi lalu meminta maaf pada Damar
Tidak lama kemudian seorang Dokter keluar dari ruang operasi, beliau memberitahu tentang kondisi Yasmin.
“Bagaimana kondisi Yasmin Dok? Apa dia bisa diselamatkan?” Tanya Damar dengan khawatir
“Kondisi Mba Yasmin sangat kritis dia kehilangan banyak darah oleh sebab itu kita membutuhkan golongan Darah yang sama untuk menyelamatkan nyawa mba Yasmin,” ucap Dokter lalu pergi
“Darah Yasmin sama dengan Bu Shinta, “ ucap Damar
Tidak lama kemudian Bu Shinta datang karena mendapat kabar bahwa Yasmin masuk rumah sakit.
“Saya tidak bisa mendonorkan darah saya untuk Yasmin,” ucap Bu Shinta dengan tegas
“Mamah? Mah aku mohon tolong Yasmin dia seperti ini karena menyelamatkan nyawa Abi, aku mohon mah hanya mamah yang bisa menolong Yasmin,” ucap Abi lalu memohon didepan Bu Shinta
“Tidak Abi! Mamah kecewa sama Yasmin dia sudah berani mendekati kamu padahal kamu sudah menikah dan punya Istri, Mamah malu punya anak seperti Yasmin yang sudah menganggu rumah tangga kakaknya sendiri,” jawab Bu Shinta dengan bersandiwara
“Mah aku dan Yasmin tidak sengaja bertemu, aku mohon Mah berikan darah Mamah untuk Yasmin,” ucap Abi lalu memohon
“Sampai kapanpun Mamah tidak akan menolong Yasmin,” ucap Bu Shinta tetap dengan keputusannya
“Shinta! Ibu Macam apa kamu ini? Anak kamu sedang membutuhkan kamu tapi kamu tega bersikap seperti ini, dia butuh Darah kamu dan hanya kamu yang memiliki golongan darah yang sama seperti Yasmin,” ucap Pak Azhar merasa kesal dengan sikap Shinta
Bu Shinta memilih untuk pergi dan mengindari keributan dengan pak Azhar, melihat Bu Shinta pergi Pak Azhar segera mengejarnya.
“Tunggu Shinta, apa maksud kamu seperti tadi? Yasmin itu putri kamu, tidak pantas kamu membenci dia seperti ini,” ucap pak Azhar
“Dia bukan putriku aku benci sama dia karena dia hidup aku jadi hancur dan karena dia aku kehilangan kamu dan Abi,” jawab Bu Shinta lalu berlinang air mata
“Jadi karena itu kamu membenci Yasmin? Shinta apa yang terjadi sama kita itu semua bukan karena Yasmin tapi karena diri kamu sendiri. kamu yang memutuskan untuk pergi dari hidupku dan Abi setelah semua nya hancur kamu salahkan Yasmin begitu saja? Apa salah dia Shinta sampai kamu tega membencinya?” ucap Pak Azhar lalu menatapnya
“Karena dia lahir aku tidak bisa kembali sama kamu Azhar, padahal aku sangat mencintai kamu bahkan sampai detik ini aku masih cinta sama kamu,”
__ADS_1
“Karena dia juga Abi membenci aku mungkin jika Abi sudah ingat semuanya dia akan lebih membenci aku, apalagi jika dia tahu statusnya sudah berubah yaitu menjadi suami Nabila, tidak semudah itu Azhar melupakan kesalahan Yasmin yang sudah lahir didunia, bagiku dia anak haram!” ucap Bu Shinta dengan emosi lalu pergi meninggalkan pak Azhar seorang diri
“Shinta perlu kamu tahu meski cinta itu sudah hilang tapi sebenarnya hati keciku masih mengingkan kamu kembali, tapi jika ingat luka itu rasanya aku ingin pergi jauh dari hidupmu,”
“Aku tidak mau kamu membenci Yasmin, aku takut kamu akan menyesal Shinta membenci seorang putri yang begitu baik seperti Yasmin,” ucap pak Azhar lalu meneteskan ar mata
Melihat Sikap Bu Shinta membuat Damar sedih dan takut akan kehilangan Yasmin.
“Harus kemana aku cari donor darah untuk Yasmin?”Tanya Damar dalam hati
Seteah 1 jam Dokter kembali menemui Damar diruang tunggu,
“Bagaimana pak Apa dari pihak keluarga darahnya ada yang cocok dengan Mba Yasmin?” Tanya Dokter lalu tersenyum
“Tidak ada Dok Darah kami tidak ada yang cocok dengan Yasmin,” jawab Damar lalu sedih
“Tapi pak Mba Yasmin harus segera ditolong, Mba Yasmin kehilangan banyak Darah,” ucap Dokter
Tidak lama kemudian Nayla dan pak Yuda datang untuk melihat kondisi Yasmin.
“Saya bersedia Dok mendonorkan Darah saya untuk Yasmin,” ucap Yuda lalu menatap wajah Abi dan Damar
“Yuda, kamu..” ucap Damar terpotong
“Iya Damar Saya bersedia mendonorkan darah saya untuk Yasmin, kebetulan Darah saya dan Yasmin sama jadi izinkan saya untuk menolongnya,” jawab Pak Yuda lalu tersenyum
“Iya kak, Yuda mau mendonorkan darahnya untuk kak Yasmin, golongan darah Yuda dan Kak Yasmin itu sama,” ucap Nayla lalu tersenyum
Damar hanya terdiam dia meragukan kebaikan Yuda, dia takut Yuda akan kembali dengan Yasmin wanita yang sangat dia cintai.
“Pak Damar tenang saja saya menolong Yasmin bukan karena cinta tapi karena Yasmin orang yang baik, sudah sepantasnya saya menolong dia,” ucap pak Yuda menyakinkan Damar
“Baiklah Yuda saya izinkan kamu mendonorkan darah untuk Yasmin,” jawab Damar laluu tersenyum
“Yasmin aku tidak ingin kamu terluka kamu harus bahagia apapun akan aku lakukan asal kamu bahagia, meski kita tak bisa bersama tapi bagiku kamu adalah wanita terbaik yang pernah aku kenal,” ucap Yuda Dalam hati lalu berlinang air mata
Selesai pengambilan darah Yasmin langsung dioperasi, kondisi Yuda sangat lemas karena darah yang diambil begitu banyak.
Saat Yuda merasa lmas Nayla datang membawakan makanan untuknya.
“Yuda tubuh kamu pasti terasa lemas, sekarang lebih baik kamu makan agar tubuh kamu kembali fit,” ucap Nayla lalu tersenyum
“Terimakasih Nay kamu selalu ada untuk aku,” jawab Yuda lalu tersenyum sambil menatapnya
“Sudah sepantasnya aku selalu ada untuk kamu karena apapun yang terjadi aku akan selalu ada untuk kamu,” ucap Nayla lalu tersenyum
Setelah itu Damar dan Abi begitu resah dan gelisah menunggu kabar dari Dokter, diruang operasi Yasmin berjuang antara hidup dan mati.
Denyut jantung Yasmin semakin lemah Dokter berusaha untuk menyelamatkan nyawa Yasmin.
Semantara Damar begitu khawatir dengan kondisi Yasmin ,
“Yasmin, kamu harus bertahan aku tidak mau kehilangan kamu, apapun yang terjadi aku akan selalu ada untuk kamu,” ucap Damar dalam hati lalu berlinang air mata
Begitu juga dengan Abi karena menyelamatkan dirinya Yasmin harus terluka, Abi merasa bersalah dengan kejadian ini.
“Ya Allah, selamatkan Yasmin aku tidak mau Yasmin terluka, Yasmin kamu harus bertahan, aku yakin kamu wanita yang kuat,” ucap Abi dalam hati lalu sedih
Denyut jantung Yasmin kembali normal Dokter segera memberitahu mereka tentang kondisi Yasmin.
Saat Dokter keluar Damar segera menghampirinya dan langsung menanyakan kondisi Yasmin.
__ADS_1
“Bagaimana kondisi Yasmin Dok?” Tanya Damar
“Alhamdulilah pak Mba Yasmin sudah berhasil melewati masa kritisnya dan sekarang tinggal pemulihan saja,” jawab Dokter lalu tersenyum
Damar dan Abi merasa lega mendangar kondisi Yasmin yang sudah berhasil melewati masa kritisnya, setelah itu Yasmin di pindahkan keruang rawat.
Dari luar Abi memandang wajah Yasmin yang terbaring lemah dan tangan yang penuh dengan infusan, bercucuran air mata Abi melihat kondisi Yasmin.
“Yasmin, aku tidak tahu perasaan apa ini? Setiap melihatmu terluka aku merasa sedih bahkan sakit jika boleh memilih aku ingin menggantikan posisimu,” ucap Abi dalam hati lalu berlinang air mata
Saat Abi sedih melihat kondisi Yasmin, Nabila melihatnya.
“Abi begitu besar cinta kamu untuk Yasmin sampai kamu lupa status kamu,”ucap Nabila dalam hati lalu menghampiri Abi yang sedang berdiri didepan pintu ruang rawat Yasmin
“Mas ini sudah malam lebih baik kita pulang, kamu juga butuh istirahat,” ucap Nabila dengan lembut
“Tidak Nabila! Aku tidak mau pulang aku harus tetap disini menemani Yasmin, kalau kamu mau pulang silahkan,” jawab Abi dengan kesal
“Tapi Mas aku ini istri kamu dan aku mau pulang bersamamu,” ucap Nabila lalu memegang tangan Abi
“Apa kamu tidak lihat? Yasmin sedang sakit dia terbaring lemah dirumah sakit itu semua karena aku dia berkorban nyawa demi aku,"
“Kalau bukan karena Yasmin aku pasti terluka seharusnya kamu bisa seperti Yasmin yang mau berkorban,” jawab Abi dengan emosi
Mendengar kata-kata Abi membuat hati Nabila hancur.
“Cukup Mas! Aku ini istri kamu dan aku ingin kamu temani aku jangan pernah kamu bandingkan aku dengan Yasmin, “ ucap Nabila lalu pergi dengan hati yang sedih.
Saat keluar dari Rumah sakit Nabila berpapasan dengan Damar, terkejut Damar melihat Nabila bercucuran air mata.
“Nabila kamu kenapa?” Tanya Damar
“Aku kecewa sama Abi dia selalu membandingkan aku dengan Yasmin, Apa aku salah jika aku cemburu melihat suamiku selalu memperhatikan wanita lain selama ini aku sudah cukup sabar menghadapi Abi,” ucap Nabila lalu sedih
“Kamu harus sabar Nabila semua itu butuh waktu, cinta itu butuh waktu jika sikap kamu seperti ini Abi akan semakin menjauh dari kamu, aku yakin suatu hari nanti Abi pasti akan mencintai kamu,” jawab Damar lalu tersenyum
“Terimakasih Damar aku berharap Abi dan Yasmin bisa saling melupakan,” ucap Nabila
Setelah itu Damar pergi ke masjid untuk shalat, di dalam doa nya Damar selalu menyebut nama Yasmin.
“Ya Allah berikanlah kesembuhan untuk Yasmin aku ingin dia sembuh dan tersenyum kembali, aku sedih disaat dia sakit Bu Shinta tidak pernah peduli dengannya. Izinkanlah hamba untuk bisa membahagiakan Yasmin meski hamba tahu cinta Yasmin tidak sepenuhnya untuk aku, kabulkanlah doaku aminnn,” ucap Damar dalam doa nya
Selesai sahalat Damar melihat Abi yang sedang duduk seorang diri diruang tunggu. Melihat sikap Abi membuat Damar semakin terluka.
“Abi sampai kapan kamu akan seperti ini? Meski kamu hilang ingatan tapi cinta kamu untuk Yasmin tidak pernah hilang, aku yakin perasaan itu masih ada untuk Yasmin, perlu kamu tahu bi kalian berdua tidak akan mungkin bisa bersatu,” ucap Damar lalu meneteskan air mata
Keesokan harinya Abi pulang kerumah lalu melihat Nabila yang tertidur di sofa sambil memeluk foto pernikahannya, melihat itu Abi merasa bersalah dengan Nabila karena sudah menayakiti hatinya.
Abi pun membangunkan Nabila dengan suara lembutnya.
“Nabila bangun,” ucap Abi
“Mas Abi kamu sudah pulang? Kamu mau apa? aku buatkan kamu kopi ya?” jawab Nabila lalu hendak pergi
Abi segera mencegahnya lalu memegang kedua tangan Nabila.
“Nabila maafkan aku karena sikapku kamu terluka, bukan maksudku ingin membandingkan kamu dan Yasmin, aku hanya merasa bersalah karena aku Yasmin terluka,” ucap Abi lalu menatapnya
“Iya mas Abi aku sudah memaafkan kamu, ini juga salahku yang terlalu cemburu sama kamu,” jawab Nabila lalu tersenyum
Mereka pun akhirnya saling memaafkan satu sama lain. mereka sadar bahwa sikapnya selama ini salah.
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan kondisi Yasmin? Yuk ikuti terus ceritanya