MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Wanita Terindah


__ADS_3

WANITA TERINDAH


Sampai di yogya Damar membawa Yasmin ke sebuah Rumah yang sudah ia beli jauh sebelum dia menikah dengan Yasmin.


Rumah yang megah dan mewah mebuat Yasmin terkejut melihatnya.


“Ini Rumah siapa Mas?” Tanya Yasmin kagum


“Ini Rumah kita, di sini kita akan mengabiskan waktu besama dengan anak-anak kita nanti,” jawab Damar lalu menatap wajah Yasmn dan memegang kedua tangannya


“Yasmin, Aku merasa pria yang paling beruntung bisa memiliki kamu. Aku janji akan menjadi suami terbaik untuk kamu, aku akan selalu membuat kamu bahagia bersamaku,” ucap Damar lalu tersenyum


“Terimaksih Mas, Terimakasih atas semua cinta dan kasih sayang kamu untuk aku. Bagiku kamu adalah pria terbaik dalam hidupku, disaat semua orang mejauhi aku kamu selalu bersamaku.”


Yasmin pun segera memeluk Damar dengan rasa bahagia.


“Kamu adalah wanita terindah dalam hidupku, aku janji di sini aku akan selalu mencintai kamu apapun yang terjadi,” ucap Damar lalu meneteskan air mata kebahagiaan.


Semenjak Yasmin pergi dari Jakarta membuat Abi merasa sedih dan kehilangan, rasa sedih dan kehlangan selalu ada di hati Abi.


“Yasmin, sedang apa kamu disana? Aku tidak tahu perasaan apa ini? Setiap di dekatmu aku merasa bahagia tapi jika ingat kesalahan itu membuat hatiku hancur dalam mengingatmu,” ucap Abi dalam hatinya lalu sedih


Setia hari Yasmin dan Damar slalu menghabiskan waktu bersama, Yasmin merasa bahagia di samping Damar begitu juga sebaliknya.


Saat Abi melamun tanpa di sadar Nabila melihat wajah Abi yang begitu sedih.


“Aku tahu Abi pasti sedih melihat Yasmin pergi, Ya Allah aku sedang hamil aku takut Abi akan mengingat semuanya dan dia akan meninggalkan aku,” ucap Nabila dalam hati lalu pergi


sambil bercucuran air mata


Nabila pergi ke kamar mandi lalu dia menagis di dalam kamar mandi.


“Aku takut jika Abi akan pergi meninggalkan aku dan anakku, bagaimana jika Abi tahu kalau pernikahan yang kita jalani semuanya ditas kebohongan. Aku takut jika Abi ingat semuanya dia akan marah besar,” ucap Nabila lalu menangis


Setelah itu Nabila pulang kerumah dengan wajah yang sedih, sampai di depan Rumah sudah ada Bu Shinta yang menunggunya.


“Nabila, kamu kenapa? Apa yang terjadi? Mamah dengar kamu hamil? Selamat ya Sebentar lagi kalian akan punya anak,” ucap Bu Shinta lalu tersenyum

__ADS_1


“Tapi kenapa kamu sedih?” Tanya Bu Shinta lagi


“Entahlah Mah apakah aku harus bahagia dengan kehamilanku ini? Aku takut jika suatu saat Abi ingat semuanya dia akan membenci aku, dan dia akan meninggalkan aku,” jawab Nabila lalu berlinang air mata


“Nabila, semua itu tidak akan pernah terjadi. Abi itu sangat mencintai kamu dan dia tidak akan pernah meninggalkan kamu,” ucap Bu Shinta


“Tapi aku tahu mah, kalau Abi sedih dengan pernikahan Damar dan Yasmin. Bahkan dia merasa kehilangan Yasmin, aku tahu cinta Abi untuk Abi tidak sepenuhnya hilang.”


“Aku takut jika suatu saat Abi akan ingat semuanya, dia akan pergi meninggalkan aku dan anakku,” ucap Nabila lalu sedih


“Tidak Nabila, Abi itu sudah benci dengan Yasmin. karena Mamah sudah berhasil membuat Yasmin pergi dari sini.”


“Kamu masih ingat dengan kasus Yasmin? Itu semua rencana Mamah. Mamah melakukan semua ini agar kamu dan Abi bisa hidup bahagia,” ucap Bu Shinta lalu mengakui semuanya


“Jadi selama ini Yasmin tidak bersalah? Dan semau itu rencana Mamah? Kenapa Mamah tega memfitnah anak kandung Mamah sendiri?” Tanya Nabila tak percaya dengan semua ini


“Bagi saya Yasmin bukanlah anak yang saya harapkan. Karena dia hidup saya hancur, andai saat itu saya tidak hamil mungkin saya bisa kembali dengan Azhar dan Abi tidak membenci saya,” ucap Bu Shinta lalu meneteskan air mata


Mendengar itu Nabila hanya terdiam lalu menatap wajah Ibu mertuanya yang begitu hancur karena masa lalunya.


Malam pun telah tiba saat waktunya pulang kerja Abi memutuskan untuk tidak pulang ke Rumah, dia pergi ke sebuah tempat.


“Aku tidak tahu mengapa aku sangat sedih kehilangan Yasmin? Kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya, “ ucap Abi lalu meneteskan air mata


Tiba-tiba kepala Abi merasa pusing dan dada dia merasa sakit.


Abi segera pulang sambil memegang dadanya yang menahan rasa sakit. Sampai dirumah Abi langsung pingsan.


Terkejut Nabila dan Pak Azhar melihat Abi pingsan dan segera membawanya ke Rumah sakit.


Mereka menunggu kabar dari Dokter saat mereka menunggu kabar Bu Shinta datang mendengar kabar bahwa Abi pingsan.


“Bagaimana kondisi Abi?” Tanya Bu Shinta


“Abi sedang di tangani oleh Dokter,” jawab Pak Azhar


Tidak lama kemudian Dokter keluar dari ruang UGD.

__ADS_1


“Dokter bagaimana kondisi putra saya?” Tanya Bu Shinta sangat khawatir


“Kondisi pak Abi sangat lemah Bu, saya harus memberitahu soal penyakit pak Abi. Ada masalah di jantung pak Abi, maka dari itu pak Abi harus mendapatkan donor jantung,” ucap Dokter lalu sedih


“Suami saya sakit jantung Dok? Apa ada cara lain dok untuk bisa menyembuhkan suami saya?” Tanya Nabila lalu sedih


“Tidak ada Bu, untuk saat ini kami hanya bisa memberikan obat untuk penghilang rasa sakit saja Bu, untuk sembuh pak Abi harus mendapatkan donor jantung,” jawab Dokter lalu pergi


Bu Shinta dan Pak Azhar begitu sedih mendengar kondis Abi.


“Aku tidak mau Abi sakit aku tidak sanggup jika harus kehilangan Abi,” ucap pak Azhar lalu menemui Abi di ruangannya


Nabila begitu sedih melihat kondisi Abi yang terbaring lemah di Rumah sakit.


“Abi, kamu harus sembuh aku tidak mau kehilangan kamu,” ucap Nabila lalu memegang tangan Abi yang penuh dengan infusan


“Yasmin,” ucap Abi dalam tidurnya


Terkejut Nabila mendengar Abi menyebut nama Yasmin dalam tidurnya.


Perlahan-lahan Abi membuka matanya lalu melihat Nabila yang sedang menangis.


“Nabila, ada apa? kamu kenapa sedih? Kamu pasti sedih dengar aku sakit jantung?” Tanya Abi lalu tersenyum


“Jadi kamu sudah tahu kalau kamu sakit jantung?” Tanya Nabila


“Aku sudah tahu semuanya sebenarnya aku ingin menyembunyikan penyakit ini dari kalian semua,” ucap Abi lalu tersenyum


“Tidak Abi Ayah akan cari pendonor jantung untuk kamu, Ayah yakin kamu pasti sembuh,” ucap Pak Azhar


“Terimakasih Ayah, tapi jika nanti aku tidak ada umur aku minta Mamah dan Ayah jaga Nabila dan anakku ya,” jawab Abi lalu tersenyum


“Tidak Nak, kamu pasti sembuh Mamah akan cari pendonor yang cocok buat kamu, kamu harus bertahan ya,” ucap Bu Shinta lalu sedih melihat kondisi Abi


Sebagai seorang Ibu, Shinta sedih melihat kondisi Abi yang terbaring lemah di Rumah sakit, dia sangat takut kehilangan Abi.


Kini hanya obat obatan yang mampu membuat Abi bertahan dengan sakitnya.

__ADS_1


Apakah Abi akan sembuh dari penyakitnya? Yuk ikuti terus ceritanya


jangan lupa like ya😊😊


__ADS_2