MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Kepergian Nilam


__ADS_3

Azhar merasa sangat kehilangan dengan kepergian Nilam dari dunia.


Hanya penyesalan yang adad didalam hatinya, Azhar selalu memandang foto pernikahan nya bersama Nilam.


“ Nilam aku menyesal telah menyakiti hati kamu, rasa nya aku juga ingin pergi bersamamu. “ ucap Azhar dalam hati lalu menangis.


Azhar masuk ke dalam kamar nya lalu membuka lemari baju nya dan ada satu baju Nilam .


Azhar segera memeluk baju Nilam penuh dengan air mata


“ Nilam aku merindukan mu sekarang hanya bajumu yang bisa aku peluk.”


“ aku menyesal sudah menyakiti hati kamu, Tuhan ambilah nyawaku agar aku bisa pergi bersama Nilam. “ ucap Azhar menangis sambil memeluk baju Nilam.


Azhar teringat saat diri nya menyakiti hati Nilam, saat Nilam menyambut diri nya didepan pintu Azhar selalu bersikap dingin.


Saat Nilam menyiapkan makan, Azhar selalu menolak nya bahkan saat Nilam menyuruh tidur disamping nya Azhar lebih memilih tidur seorang diri.


Semua itu membuat Azhar menyesal dengan sikap nya selama ini kepada Nilam.


Sementara Zidan merasa sedih dengan kepergian Nilam yang tak akan pernah kembali lagi.


“ Nilam aku sangat mencintai kamu, selamat jalan Nilam aku bahagia bisa menjadi suami kamu meski hanya sebentar. “


“ aku kecewa sama Azhar karena dia kamu menangis, karena dia kamu terluka seharusnya aku yang menjadi suami kamu bukan Azhar. “ ucap Zidan lalu memeluk foto Nilam dengan rasa yang begitu hancur.


Kepergian Nilam juga membuat Shinta sedih dan hancur


“ tak kusangka Mba Nilam akan pergi secepat ini, wanita yang begitu tulus harus merasakan sakit dalam cinta. “


“ Mba Nilam kamu adalah wanita yang tegar dan ikhlas dalam mencintai, meski Azhar menyakiti hati kamu tapi kamu tetap mencintai nya. “ ucap Shinta dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


Keesokan hari nya Azhar datang ke makam Nilam.


Membawa bunga mawar membuat hati Azhar hancur


“ Nilam rasa penyesalan ini akan selalu ada di dalam hati aku, seandai nya waktu bisa ku putar aku tidak akan pernah menyakiti hati kamu. “


“ rasa bersalah ini tidak bisa aku maafkan begitu saja, aku bukan pria yang baik dan aku sudah egois dalam mempertahankan cinta. “ ucap Azhar lalu menangis di atas batu nisan Nilam.


Saat Azhar menangis Zidan datang ke makam Nilam.


“ untuk apa kamu menangis Azhar ?” Tanya Zidan


“ aku menyesal Zidan sudah pernah menyakiti hati Nilam.” Jawab Azhar


“ penyesalan kamu sudah terlambat Azhar, Nilam sudah pergi dan tidak akan pernah kembali.”


“ ini semua salah kamu, Hidup Nilam begitu menderita saat bersamamu karena cinta mata dan hati kamu tertutup untuk Nilam.”


“ maafkan saya Zidan kamu benar saya sudah buta karena cinta, ambisiku dalam cinta sudah melukai hati seorang wanita yang begitu tulus mencintai diriku. “ jawab Azhar penuh dengan penyesalan.


“ saya kecewa sama kamu ! saya minta kamu pergi dan jangan pernah menginjak makam Nilam lagi.”


“ saya tidak sudi kamu datang ke makam Nilam ! saya benci sama kamu ! “ ucap Zidan mengusir Azhar dengan kasar


Azhar pun pergi dari makam Nilam.


Semenjak Nilam meninggal Azhar selalu melamun seperti orang gila.


Azhar begitu menyesal dan selalu menyalahkan diri nya sendiri dengan kepergian Nilam.


Sedangkan Zidan begitu merasa kehilangan dengan kepergian Nilam.

__ADS_1


Derai derai air mata selalu menghiasi hari hari nya, hanya foto pernikahan mereka yang mampu ia peluk untuk mengenang Nilam.


Saat Zidan sedih ada seorang suster yang menemui diri nya.


“ selamat siang Dok.” Ucap suster tersebut lalu tersenyum


“ siang suster ada apa ?” jawab Zidan lalu mengusap air mata


Suster tersebut membawa sebuah kado dan berkas-berkas penting untuk Zidan.


“ maaf Dok sebelum Bu Nilam meninggal dunia dia sempat menitipkan ini semua kepada saya.”


“ Bu Nilam menyuruh saya untuk memberikan nya kepada Dokter. “ ucap suster tersebut lalu memnyerahkan semua barang milik Nilam kepada Zidan.


“ terimakasih suster.” Jawab Zidan lalu membuka kado dari Nilam.


Suster tersebut pergi dari ruangan Zidan.


Sebuah kebaya putih pernikahan yang sangat indah dan sebuah surat dari Nilam.


Zidan segera membaca surat tersebut bercucuran air mata Zidan setelah membaca nya.


“ begitu besar cinta kamu kepada Azhar.” Ucap Zidan lalu meneteskan air mata.


Kado apakah yang Zidan terima dari Nilam ?


Kebaya untuk siapakah yang Nilam buat ?


Apa saja pesan terakhir Nilam untuk cinta ?


Ikuti terus cerita nya ya kak, jangan lupa like ya

__ADS_1


__ADS_2