MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Bunga Untuk Yasmin


__ADS_3

Keesokan harinya Pak Yuda melihat bunga yang sangat indah di toko bunga, pak Yuda hndak membelinya untuk Yasmin.


“Bunga ini sangat bagus aku yakin Yasmin pasti suka dengan bunga ini,” ucap Pak Yuda lalu membeli bunganya


Setelah itu pak Yuda pergi kerumah sakit dan menemui Yasmin yang sedang terbaring lemah diranjang rumah sakit.


“Yasmin aku datang untuk kamu, aku sedih melihat kondisi kamu seperti ini, aku ingin kamu sembuh coba kamu lihat Yasmin aku bawa bunga yang sangat indah untuk kamu,” ucap Pak Yuda lalu meletak kan bunga tersebut di samping Yasmin


Setelah itu pak Yuda keluar dari ruangan Yasmin, saat pak Yuda pergi Damar datang dan membawa bunga untuk Yasmin juga.


Melihat ada bunga disamping Yasmin membuat Damar terkejut


“Bunga siapa ini? Apa mungkin Abi yang memberikan bunga itu?” Tanya Damar dalam hati lalu kembali melihat wajah Yasmin yang begitu pucat.


“Yasmin, aku sedih melihat kamu seperti ini aku rindu senyum indah kamu,” ucap Damar lalu memegang tangan Yasmin


“Aku sangat mencintai kamu dan aku selalu ada disini untuk kamu,” ucap Damar lalu berlinang air mata


Tiba-tiba saja Damar mendapat telfon dari kantor, ada pekerjaan yang harus ia selesaikan dengan sangat terpaksa Damar harus pergi meninggalkan Yasmin.


Pagi itu juga Abi sudah siap untuk berangkat ke kantor sebelum berangkat ke kantor Abi selalu memikirkan kondisi Yasmin.


“Bagaimana kondisi Yasmin? Aku sangat khawatir dengan kondisinya,” ucap Abi dalam hati lalu segera pergi kerumah sakit.


Melihat Abi yang begitu terburu-buru membuat Nabila penasaran dan mengikutinya dari belakang, sebelum kerumah sakit Abi mebeli sebuah bunga mawar untuk Yasmin.


“Entah kenapa aku ingin membeli bunga ini untuk Yasmin, semoga Yasmin suka dengan bunga yang aku bawa ini,” ucap Abi dalam hati lalu tersenyum


Setelah membeli bunga Abi melanjutkan perjalannya kerumah sakit sampai disana Abi segera menemui Yasmin yang masih terbaring lemah dirumah sakit.


Melihat wajah Yasmin membuat Abi hancur,


“Entah kenapa setiap melihat wajahnya aku merasa bahagia, perasaan ini tidak pernah aku rasakan saat bersama Nabila,” ucap Abi lalu mendekat dan semakin dekat dengan Yasmin.


Abi memegang tangan Yasmin dia merasakan sesuatu yang berbeda


“Tangan Yasmin rasanya tidak asing untuk aku, Ya Allah apa yang terjadi sama aku? tidak mungkin aku jatuh cinta dengan adik tiriku sendiri,” ucap Abi dalam hati lalu membelai rambut Yasmin.


Abi hendak mencium kening Yasmin dan hal itu terjadi Abi mencium kenaing Yasmin.


“Aku sayang kamu Yasmin,” bisik Abi ditelinga Yasmin


Dari luar Nabila melihat sikap Abi yang begitu romantis dengan Yasmin, hati Nabila begitu hancur menyaksikan smeua itu.


“Kamu jahat Abi! Meski kamu hilang ingatan tapi cinta kamu untuk Yasmin tidak pernah hilang, aku memang sudah mendapatkan kamu tapi tidak dengan hati kamu,” ucap Nabila dalam hati lalu pergi berlinangan air mata


Di dalam mobil Nabila menangis hatinya begitu hancur melihat sikap Abi mencium Yasmin.


“Abi apa aku salah mencintai kamu? kalian berdua tidak akn pernah bersatu aku tidak mau rumah tanggaku hancur, aku takut kehilangan Abi,” ucap Nabila lalu menangis


Setelah menjenguk Yasmin, Abi segera pergi dari rumah sakit dan meninggalkan bunganya disamping Yasmin.


Tanpa disadari didalam tidurnya Yasmin meneteskan air mata. beberapa saat setelah Abi pergi Bu Shinta datang lalu melihat kondisi Yasmin yang terbaring lemah.


Bu Shinta terkejut melihat ada tiga bunga disamping Yasmin.


“Siapa yang sudah kasih Yasmin bunga? Apa mungkin Abi?” Tanya Bu Shinta dalam hati lalu segera membuang tiga bunga tersebut ke tempat sampah


“Sampai kapanpun saya tidak rela jika kamu bahagia bagi saya kamu adalah anak cacat yang tidak tahu diri, karena kamu hidup saya jadi hancur,” ucap Bu Shinta membentak Yasmin dalam kondisi kritis,


Mendengar suara Bu Shinta membuat Yasmin membuka matanya.


“Ibu,” ucap Yasmin dalam kondisi lemah


“Kamu sudah sadar Yasmin? Kenapa sih kamu harus sadar? Padahal saya berharap kamu mati,” jawab Bu Shinta dengan ketus


Yasmin berusaha untuk memgang tangan Ibunya


“Ibu, aku sayang sama Ibu tolong Bu jangan benci aku hanya Ibu yang aku puya,” ucap yasmin dalam kondis lemah

__ADS_1


Bu Shinta segera melepaskan tangannya dari Yasmin,


“Seandainya kamu tidak lahir mungkin saya masih bisa kembali dengan Azhar, semuanya hancur semenjak kamu lahir hidup saya jadi hancur dan menderita karena kamu, sampai kapanpun saya tidak akan pernah memaafkan kamu,” jawab Bu Shinta lalu pergi meninggalkan Yasmin


“Ibu jangan tinggalkan aku,” ucap Yasmin lalu turun dari ranjang dan mengejar Ibunya yang pergi


Dalam kondisi lemah yasmin lari mengejar Bu Shinta,


“Ibu, jangan pergi Yasmin sayang sama Ibu,” ucap Yasmin lalu memegang tangan Bu Shinta yang hendak pergi


Bu Shinta menatap wajah Yasmin lalu berlinang air mata,


“Setiap melihat wajah kamu saya seperti melihat seorang penjahat gara-gara Ayah kamu hidup saya jadi hancur, karena kamu saya tidak bahagia dan hidup menderita,”


“BAGI SAYA KAMU ADALAH ANAK HARAM,” ucap Bu Shinta lalu segera mendorong Yasmin hingga terjatuh.


Bu Shinta pergi meninggalkan Yasmin dalam kondisi sakit,


“Ibu,” teriak Yasmin sambil memegang perutnya yang belum kering karena operasi


Dari jauh Nayla melihat Yasmin ada diluar, melihat Yasmin ada diluar Nayla segera menghampirinya.


“Kak Yasmin kenapa ada disini? Apa yang terjadi kak?” Tanya Nayla panik


“Nay, Ibuku pergi dia sangat marah sama aku,” ucap Yasmin lalu menangis


“Sudah kak, lebih baik kakak istirahat kondisi kakak masih sangat lemah,” jawab Nayla lalu membawa Yasmin keruang rawatnya


Yasmin segera diperika oleh Dokter, melihat kondisi Yasmin membuat Nayla khawatir.


“Bagaimana kondisi kak Yasmin Dok?” Tanya Nayla


“Alhamdulilah kondisi Mba Yasmin sudah membaik tinggal pemulihan saja, saya harap Mba Yasmin tidak banyak gerak karena luka operasinya belum kering,” ucap Dokter menasehatinya


Setelah Dokter pergi Nayla menghampiri Yasmin yang sedang melamun.


“Kak Yasmin kenapa? apa kakak masih memikirkan sikap Ibunya kakak?” Tanya Nayla


“Apapun akan aku berikan untuk Ibu, Aku ingin Ibu tahu kalau aku sayang sama Ibu,” ucap Yasmin lalu meneteskan air mata


“Kak Yasmin harus sabar aku yakin seiring berjalannya waktu Ibu Kak Yasmin pasti akan meyayangi kak Yasmin, dan Ibu kak Yasmin akan menjadi Ibu yang paling memiliki putri sebaik kak Yasmin,” ucap Nayla lalu tersenyum


Yasmin segera memeluk Nayla,


“Terimakasih Nay kamu benar Ibu pasti akan meyayangi aku seperti apa yang aku inginkan selama ini,” jawab Yasmin lalu tersenyum


Setelah itu Nayla memberitahu Damar bahwa Yasmin sudah siuman, Damar segera pergi ke rumah sakit.


“Yasmin, bagaimana kondisi kamu? Apa ada yang sakit?” Tanya Damar dengan khawatir


“Aku sudah sehat Mas kamu tidak perlu khawatir,” ucap Yasmin lalu tersenyum


Damar segera memeluk Yasmin dengan erat, Damar merasa bahagia melihat Yasmin sehat.


“Yasmin, Aku bahagia melihat kamu sadar dari masa kritis perlu kamu tahu Yasmin Aku sangat takut kehilangan kamu,” ucap Damar dalam pelukannya


Saat Damar memluk Yasmin Pak Yuda datang, terkejut Yuda melihat Damar dan Yasmin berpelukkan.


“Pak Yuda,” sapa Yasmin lalu segera melepaskan pelukannya


“Bagaimana kondisi Bu Yasmin?” Tanya pak Yuda lalu tersenyum


“Alhamdulilah pak kondisi saya sudah membaik, terimakasih pak Yuda saya sudah tahu dari Nayla kalau pak Yuda sudah mendonorkan darahnya untuk saya,” jawab Yasmin lalu tersenyum


“Bu Yasmin tidak perlu berteimaksih, sudah sepantasnya saya membantu Bu Yasmin bagaimanapun juga Bu Yasmin adalah sahabat saya,” ucap pak Yuda lalu tersenyum


Tidak lama kemudian Abi dan pak Azhar datang untuk menjenguk Yasmin.


“Yasmin, bagaimana kondisi kamu?” Tanya pak Azhar

__ADS_1


“Kondis aku sudah membaik Ayah, ini semua berkat doa dari kalian semua Aku bisa berhasil melewati masa kritisku,” jawab Yasmin lalu tersenyum


“Yasmin, Terimaksih atas semuanya kamu sudah menyelamatkan nyawa aku sampai kamu terluka seperti ini, au berhutang nyawa sama kamu Yasmin,” Ucap Abi lalu menatap mata Yasmin


“Sama-sama kak sebagai adik kamu aku tidak mau melihat kamu terluka,” jawab Yasmin lalu membalas tatapan mata Abi


Setelah itu Abi keluar lalu menghilangkan pemikirannya tentang Yasmin, dia tidak mau mengkhianati Nabila.


Smentara Nabila dia menangis dan atinya sangat hancur melihat sikap Abi yang begitu menyakitkan.


“Selama aku menjadi Istrinya Abi tidak pernah menyentuh aku, dia tidak memberikan hak nya untuk aku, karena cintanya untuk Yasmin begitu besar sampai dia lupa bahwa aku adalah Istrinya,” ucap Nabila lalu menangis


Malam pun telah tiba saatnya Abi pulang kerumah dengan kondisi badan yang sangat leah membuat Abi terasa lesu.


“Mas aku mau bicara sama kamu,” Tanya Nabila


“Mau bicara apa?” jawab Abi


“Aku mau minta hak aku sebagai istri mas, selama menikah kamu tidak pernah menyentuh aku, Aku mau kamu melaksanakan kewajiban kamu sebagai suami,” ucap Nabila


“Aku tidak bisa Nabila, aku belum siap melakukan itu maafkan aku yang belum bisa memberikan nafkah batin untuk kamu,” jawab Abi dengan acuh


“Kenapa mas? Apa kamu tidak mencintaiku? Apa kamu jatuh cinta dengan Yasmin? Ingat mas Aku ini istri kamu bukan benda mati yang tidak punya perasaan,”


“Aku tahu kamu mencium Yasmin disaat dia kritis bahkan kamu memberikan bunga untuk dia, Apa ini alasan kamu tidak mau menyentuhku? Karena kamu tidak mencintaiku,” ucap Nabila lalu meneteskan air mata


“Apa maksud kamu Nabila?” Tanya Abi gugup


“Maksud aku jelas Mas, kamu tidak pernah mencintai aku. untuk apa ada pernikahan diantara jika tidak ada cinta di hati kamu, Lebih baik kita pisah Mas aku tidak bisa hidup dngan suami yang tidak pernah mencintai aku,” ucap Nabila lalu pergi sambil menangis


Mendengar kata pisah dari mulut Nabila membuat Abi sedih dan bimbang.


“Maafkan Aku Nabila aku juga tidak tahu kenapa aku seperti ini, rasa itu tidak pernah ada untuk kamu,” ucap Abi dalam hati lalu sedih


Tak sengaja pak Azar mendengar pertengkaran mereka, pak Azhar berusaha untuk menangkan hati Nabila.


Nabila begitu sedih melihat sikap Abi yang tidak bisa mencintainya. Nabila duduk seorang diri sambil merenungi masalahnya.


“Selama ini aku sudah cukup diam melihat sikap Mas Abi yang acuh tak acuh denganku, Cinta memang tidak bisa dibohongi meski dia ada disini tapi hati dan fikirannya bersama yang lain, bukan seperti ini pernikahan yang aku inginkan,” ucap Nabila dalam hati lalu menangis


Pak Azhar menemui Nabila yang sedang duduk seorang ditman,


“Nabila, Ayah tahu kamu kecewa sama sikap Abi tapi Ayah mohon jangan pisah sama Abi,” ucap pak Azhar dengan memohon


“Tapi Ayah aku tidak bisa hidup seperti ini, Aku tahu Mas Abi masih mencintai Yasmin meski dia hilang ingatan tapi cintanya untuk Yasmin tidak pernah hilang,” jawab Nabila


“Ayah yakin suatu hari nanti Abi pasti akan mencintai kamu, kamu harus harus sabar menunggu hati Abi, ini hanya soal waktu, Ayah tidak mau Abi dan Yasmin menikah karena cinta yang mereka miliki adalah cinta terlarang,” ucap pak Azhar lalu tersenyum


Nabila pun akhirnya memutuskan untuk bertahan dengan Abi, dia akan berusaha membuat Abi jatuh cinta.


“Baiklah Ayah, aku akan bertahan dan membuat Abi jatuh cinta padaku,” jawab Nabila lalu memeluk pak Azhar dengan erat


“Ya Allah jagalah Rumah tangga anakku, bantu anakku untuk bisa mencintai istrinya, Aku tidak mau apa yang terjadi padaku terjadi pada anakku,” ucap pak Azhar dalam hati lalu berlinang air mata


Keesokan harinya Yasmin diperbolehkan pulang oleh Dokter, Abi menyuruh Yasmin untuk tinggal dirumahnya namun Yasmin menolaknya dia tidak membuat Nabila cemburu karena sekarang status Abi adalah suami orang.


Setelah mengantar Yasmin pulang ke kontrakannya, Abi menemui Ibunya di rumah kontrakannya.


“Abi, kamu ada disni?” Tanya Bu Shinta lalu tersenyum


“Aku kecewa sama Mamah, aku fikir Mamah adalah Ibu terbaik untuk aku dan Yasmin tapi ternyata aku salah, Mamah Ibu yang kejam untuk Yasmin,” ucap Abi denan emosi


“Kenapa kamu bicara seperti itu? Apa salah Mamah Abi?” jawab Bu Shinta


“Disaat Yasmin butuh darah Mamah, Mamah tidak pernah peduli dengan kondisi Yasmin, padahal Yasmin juga anak mamah,”


“Apa ini sikap seorang Ibu disaat anaknya butuh pertolongan? Aku kecewa sama Mamah,” ucap Abi lalu pergi


“Ini semua gara-gara Yasmin, karena Yasmin Abi membenciku, aku akan membuat Yasmin menderita,” ucap Bu Shinta lalu kesal dengan Yasmin

__ADS_1


Bu Shinta ingin balas dendam dengan Yasmin, kira-kira apa yang akan ia lakukan untuk membuat Yasmin hancur dan dendamya terbalaskan?


Yuk ikuti terus cerita jangan lupa vote ya….


__ADS_2