MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Cinta Dalam Hati


__ADS_3

Rasa yang begitu indah mulai bersemi diantara mereka, setiap pulang kerja Abi selalu mengantarkan Yasmin pulang. Dari dalam Rumah Bu Shinta melihat Yasmin pulang bersama seorang pria. Saat Yasmin hendak masuk kedalam Rumah Bu Shinta sudah menunggunya didepan pintu.


“Ibu belum tidur?” Tanya Yasmin terkejut.


“Dari mana kamu? siapa pria tadi?” Tanya Bu Shinta dengan rasa curiga.


“Dia teman aku Ibu,” jawab Yasmin merasa takut.


Bu Shinta semakin dekat lalu menatap wajah Yasmin dengan tajam.


“Ibu tidak akan pernah setuju jika kamu punya teman laki-laki, seharusnya kamu tahu diri kamu adalah gadis pincang yang tak bisa apa-apa,“ ucap  Bu Shinta.


“Tapi Ibu aku juga butuh teman, kenapa Ibu bersikap seperti ini sama aku? apa salah aku, Bu?” Tanya Yasmin lalu memegang tangan Ibunya.


“Jangan pernah sentuh tangan aku, sampai kapanpun aku benci sama kamu, sangat benci,” ucap Bu Shinta lalu melepaskan tangannya dari Yasmin.


Hancur hati Yasmin melihat sikap Ibunya yang sangat membenci dirinya


“Apa salahku Ya Allah? sampai Ibu kandungku sendiri membenci aku?” Tanya Yasmin dalam hati lalu berlinang air mata.


Didalam kamar Shinta merasa sangat membenci Yasmin, selama ini Shinta tidak pernah menganggap Yasmin sebagai anak kandungnya.


“Aku benci sama anak itu karena dia  hidup aku hancur, “ ucap Shinta lalu menangis.


Saat itu Shinta mengingat masa lalunya bersama Azhar, rasa penyesalan itu selalu ada dihati Shinta.


“Seandainya aku tidak mengambil keputusan itu mungkin detik ini aku dan Azhar masih bersama, tidak seperti ini hidup dengan anak haram itu, aku benci semua ini,” ucap Shinta dalam hati lalu menangis meratapi semuanya.


Selama hidupnya Shinta selalu menyalahkan Yasmin yang sudah merusak hidupnya, semenjak Evan meninggal Shinta selalu berfikir bahwa Yasmin adalah anak haram.


Keesokan harinya Yasmin bangun lebih awal, menyiapkan sarapan pagi untuk Ibunya.


“Ibu aku sudah masak untuk Ibu, aku harap Ibu mau makan,” ucap Yasmin lalu tersenyum.


“Kamu aja makan sendiri aku tidak sudi makan masakan kamu,” jawab Shinta dengan nada ketus.


“Baiklah Ibu jika Ibu tidak ingin makan,” ucap Yasmin lalu mencium tangan Ibunya.


“Aku berangkat kuliah dulu, ya Bu? Doakan Yasmin semoga Yasmin bisa selalu membahagiakan Ibu,” ucap Yasmin lalu pergi.


Shinta begitu terharu melihat sikapnya yang selalu ketus dengan Yasmin, air mata membasahi pipinya.


“Meski aku bersikap kasar padanya tapi Yasmin tetap bersikap baik sama aku, tapi aku belum bisa menerima dia sebagai ankku,” ucap Shinta dalam hati lalu merasa sedih.


Sampai dikampus Yasmin bertemu dengan Nayla yang sedang sedih ditaman kampus.


“Nayla kamu kenapa sedih?” Tanya Yasmin.


Nayla langsung memeluk Yasmin dan menumpahkan semua air matanya.


“Kak Damar sakit kak,” jawab Nayla lalu sedih.

__ADS_1


“Mas Damar sakit? dia sakit apa Nayla?” Tanya Yasmin terkejut.


“Dia sakit demam berdarah kak,”  ucap Nayla lalu meneteskan air mata.


Yasmin merasa sedih mendengar kondisi Damar yang sedang dirawat, pulang dari kampus Nayla mengajak Yasmin untuk menjenguk kakaknya. Melihat keadaan Damar yang terbaring  lemah di rumah sakit membuat Yasmin sedih.


“Mas Damar,” ucap Yasmin Damar yang tertidur membuka matanya mendengar suara Yasmin.


“Yasmin kamu ada disini?” ucap Damar lalu tersenyum.


“Mas Damar sakit apa? kenapa mas Damar tidak beritahu aku kalau mas Damar dirawat?” Tanya Yasmin khawatir.


“Sakit aku tidak parah Yasmin, kamu tidak perlu khawatir,” jawab Damar lalu tersenyum.


Semenjak Damar sakit Yasmin selalu merawatnya, melihat sikap Yasmin yang sangat perhatian membuat Damar sulit untuk melupakannya.


“Melihat senyumnya membuat aku semakin sulit untuk melupakannya, rasanya aku tidak mampu menyimpat cinta didalam hati ini untuknya,” ucap Damar dalam hati lalu menteskan air mata.


Yasmin terkejut melihat Damar meneteskan air mata.


“Kenapa mas Damar menangis? Apa ada yang sakit mas?” Tanya Yasmin dengan panik.


“Tidak Yasmin, aku bahagia kamu mau merawatku terimakasih atas semuanya,” ucap Damar lalu tersenyum.


“Mas Damar tidak perlu berterimaksih, dulu saat aku jatuh di stasiun Mas Damar juga mengobati luka aku, jadi sekarang giliran aku membalas kebaikan mas Damar, “ jawab Yasmin lalu tersenyum.


Saat mereka bersama membuat Nayla bahagia.


Yasmin selalu tersenyum didepan Damar melihat sikapnya membuat Damar semakin sulit untuk melupakan rasa cintanya kepada Yasmin


“Bagaimana caranya aku bisa melupakan dia? kenapa rasa ini harus tumbuh didalam hati aku? “ ucap Damar dalam hati lalu sedih.


“Mas Damar aku harus pergi ke kantor, obatnya jangan lupa diminum ya mas,“ ucap Yasmin lalu tersenyum.


“Terimakasih Yasmin kamu sudah mau merawatku,” jawab Damar lalu tersenyum.


“Iya kak terimakasih kakak sudah mau menjenguk kak Damar,” ucap Nayla lalu tersenyum.


Yasmin hanya tersenyum, lalu pamit untuk pergi tapi tiba-tiba Damar memegang tangannya


“Hati-hati di jalan Yasmin, salam untuk Abi,” jawab Damar lalu tersenyum.


“Iya Mas,” jawab Yasmin lalu pergi.


Melihat sikap kakaknya membuat Nayla semakin penasaran.


“Kak Damar jatuh cinta sama kak Yasmin?” Tanya Nayla penasaran


“Iya Kakak jatuh cinta sama Yasmin, tapi sepertinya rasa itu tidak akan pernah kakak ungkapkan didepan Yasmin,” ucap Damar lalu sedih.


“Loh kenapa kak? bukannya sebaiknya rasa itu diungkakan, jika kaka selalu memendam rasa itu bagimana kak Yasmin akan tahu?“ jawab Nayla.

__ADS_1


“Tapi rasa itu tidak pantas untuk kakak ungkapkan karena Yasmin sudah memlilih pria lain yaitu Abi, rekan bisnis kakak.”


“Nay kakak mohon sama kamu jangan bilang ini semua sama Yasmin, kakak tidak mau merusak kebahagiaan mereka,” ucap Damar lalu sedih.


“Tapi kenapa kak? Kak Yasmin harus tahu kalau kakak cinta sama dia,” jawab Nayla.


“Tidak Nay, cinta sejati itu tidak harus memiliki. Kakak tidak mau merusak kebahagiaan Abi bersama Yasmin, kakak tahu mereka saling mencintai,” ucap Damar lalu berlinang air mata.


Sebagai seorang adik Nayla merasa sedih melihat kakak nya harus merasakan cinta bertepuk sebelah tangan.


“Aku yakin kak jika kak Yasmin jodoh kakak Allah pasti akan mempertemukan kakak di jalan takdirnya,“ jawab Nayla lalu meneteskan air mata.


“Yasmin aku bahagia jika kamu merasa bahagia, meski hatiku hancur harus menahan semua ini tapi aku akan jauh lebih hancur jika aku memaksamu untuk mencintai aku,” ucap Damar dalam hati lalu sedih.


Sampai didepan kantor Abi melihat Yasmin datang terlambat.


“Dari mana kamu Yasmin?” Tanya Abi ketus.


“Dari rumah sakit pak,” jawab Yasmin.


“Ada apa kamu ke rumah saki?” Tanya Abi lagi.


“Mas Damar sakit pak, saya habis jenguk dia di rumah sakit,” jawab Yasmin.


Mendengar Damar sakit Abi segera menemui Damar di rumah sakit.


“Damar kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sakit?” ucap Abi khawatir.


“Kamu tenang Abi, sakit aku tidak parah kok lagi pula aku tidak mau menganggu waktu kamu dan Yasmin,” jawab Damar.


“Maksud kamu apa?” Tanya Abi salah tingkah.


“Aku tahu kamu mencintai Yasmin, aku bahagia akhirnya kamu mau merasakan cinta dan membuka hati kamu untuk wanita,” jawab Damar lalu tersenyum.


“Aku dan Yasmin tidak pacaran, kami hanya berteman,” ucap Abi jutek.


“Aku berharap Yasmin bisa mengajari kamu apa arti cinta yang sesungguhnya, aku juga berharap Yasmin akan menjadi cinta sejati kamu,” jawab Samar lalu tersenyum.


Mendengar itu Abi hanya terdiam.


“Abi aku bahagia jika kamu bisa mengenal cinta, aku tidak mau kamu selalu terpuruk dengan masa lalu, aku Yakin Yasmin adalah wanita terbaik untuk kamu,”  ucap Damar.


“Terimaksih Damar aku janji akan berusaha untuk mengenal sebuah rasa dalam cinta, terimakasih atas motivasi kamu untuk aku,” ucap Abi lalu tersenyum.


“Oh ya dua hari lagi aku ulang tahun, aku ingin buat pesta. Aku harap kamu sembuh dan bisa bantu aku untuk menyiapkan pesta ulang tahun aku,” ucap Abi.


“Iya aku pasti akan bantu kamu, kita kan Sahabat,” jawab Damar alu tersenyum.


Cinta bertepuk sebelah tangan tidak membuat Damar membenci Abi baginya cinta itu adalah hal yang saklar dan suci. Damar tidak ingin merusak harapan Abi dalam mengenal cinta, dia lebih memilih untuk mengalah karena dia tahu cinta sejati tidak harus memiliki.


Yuk ikuti terus ceritanya, tapi dukung aku dulu ya dengan cara like, komentar dan vote. Setiap dukungan mu adalah semangat untukku melanjutkan cerita selanjutnya. 😉😉

__ADS_1


__ADS_2