MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Kesadaran Bu Shinta


__ADS_3

Semenjak Mentari tinggal dengan Abi, Abi begitu menyayangi Mentari seperti putri kandungnya sendiri.


suatu hari Abi mengajak Mentari keluar bersama Bi Mur ke taman.


“Mentari, Ayah janji akan selalu menyayangi kamu apapun yang terjadi. Karena di dalam tubuh Ayah, ada jantung Ibu kamu yang setiap detik akan berdetak. Mulai sekarang Ayah akan selalu bersamamu,” ucap Abi lalu tersenyum


Bi Mur begitu kagum dengan sikap Abi yang begitu menyayangi Mentari.


“Pak Abi ini sangat luar biasa meski Mba`Mentari ini hanya seorang anak tiri, tapi cinta dan kasih sayang pak Abi begitu tulus,” ucap Bi Mur dengan memujinya


Mendengar ucapan Bi Mur Abi hanya tersenyum.


“Bagi saya Mentari adalah putri saya Bi, meski dia bukan anak kandung saya tapi saya sangat menyayanginya. Mungkin semua ini karena jantung Yasmin ada di dalam tubuh saya Bi.saya sedih Bi jika ingat semua itu, hati saya hancur.”


Abi merasa sedih menyebut nama Yasmin, rasanya begitu hancur bila mengingat kematian Yasmin yang sangat tragis.


“Saya tahu pak, ini berat untuk Pak Abi tapi semua ini sudah takdir dari Allah,” ucap Bi Mur dengan menenangkan hati Abi


Saat Abi mersa sedih dan hancur dengan kepergian Yasmin, Nabila mendengar semua ucapan Abi yang begitu meyayngi Mentari.


“Aku fikir dengan menyingkirkan Yasmin, tidak akan ada penghlang lagi untuk kebahgiaan aku dan Abi. Tapi ternyata kehadiran Mentari sudah merebut kasih sayang Abi untuk Bintang. Aku tidak mau putriku menderita karena Mentari,” ucap Nabila dalam hati lalu pergi.


Hampir setiap hari Abi menghabiskan waktu bersama Mentari, bahkan Pak Azhar juga sangat menyayangi Mentari sebagai kakek yang baik Azhar selalu memberikan yang terbaik untuk Mentari.


Melihat sikap mereka membuat Nabila merasa cemburu, apalagi Bintang sebagai cucu pertama tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari mereka.


Waktu mereka habis hanya untuk bersama Mentari.


Suatu hari Nabila masuk ke kamar Mentari, lalu melihat Mentari yang tertidur pulas diatas tempat tidurnya. Nabila begitu benci melihat wajah Mentari yang selalu mengingatkan dirinya dengan Yasmin.


“Aku benci sama kamu bagi aku kamu adalah anak seorang pelakor yang sudah merebut semuanya dari saya. Seharusnya kamu tidak selamat, tapi kenapa kamu harus ada di hidup saya?” ucap Nabila lalu menangis


Nabila pun mengambil Mentari yang sedang tertidur pulas di atas Box bayi, saat ingin melangkah Bi Mur datang dan melihat Nabila yang ingin membawa Mentari pergi dari rumahnya.


“Bu nabila, mau dibawa kemana Mba Mentari?” Tanya Bi Mur dengan panik


“Saya mau buang bayi ini ke panti asuhan Bi, dia tidak pantas ada disini. seharusnya dia itu mati seperti Ibunya,” jawab Nabila


“Saya mohon Bu jangan bawa Mba Mentari pergi,” ucap Bi Mur lalu mencegah Nabila untuk pergi


“Tapi Bi karena dia hidup saya dan Bintang menderita, semenjak ada dia kasih sayang Abi selalu terbagi. Padahal Mentari hanya anak tiri lebih tepatnya lagi, dia anak seorang pelakor,” jawab Nabila lalu menatap Bi Mur dengan tatapan mata yang tajam

__ADS_1


“Jangan Bu jika Bu Nabila membuang Mba Mentari pak Abi pasti akan marah besar, saya mohon Bu jangan buang Mba Mentari. Saya janji akan melakukan apapun asalkan Bu Nabila tidak menitipkan Mba Mentari ke panti asuhan,” ucap Bi Mur lalu memohon kepada Nabila


Setelah melihat air mata Bi Mur membuat Nabila berubah fikiran untuk membuang Mentari.


“Baiklah saya pegang janji Bi Mur, saya mau jauhkan Mentari dari Abi karena saya tidak mau karena Bayi pelakor ini kasih sayang Abi terbagi. Hanya Bintang putri kandung Abi bukan Mentari,” jawab Nabila`lalu menyerahkan Mentari kepada Bi Mur


Bi Mur begitu sedih melihat sikap majikannya yang begitu kejam dan tak punya hati seperti Nabila.


“Bu Nabila begitu kejam kasihan Mba Mentari, pasti dia sangat sedih. Seandainya pak Damar dan Bu Yasmin masih hidup pasti mereka akan menyayangi Mba Mentari.”


Rintih Bi Mur di dalam hati lalu meneteskan air mata.


semenjak kepergian Yasmin kondisi Bu Shinta selalu melamun rasa penyesalan yang begitu mendalam selalu ada di hati Bu Shinta.


“Yasmin, Maafkan Ibu sayang karena Ibu hidup kamu selalu menderita. Ibu begitu meyesal sudah membenci kamu,meluaki kamu bahkan memfitnah kamu di depan semua orang. Sekarang Ibu sadar hanya kamu satu satunya orang yang tulus sayang sama Ibu.”


Bu Shinta pun mengambil foto Yasmin saat menjadi seorang sarjana, dia ingat saat itu dirinya tidak datang ke acara wisuda Yasmin.


“Saat kamu wisuda Ibu tidak ada disamping kamu, padahal saat itu kamu begitu menginginkan Ibu datang di acara wisuda kamu. bahkan Ibu sering melukai hati kamu dengan kata kata yang kasar, Yasmin Ibu sangat kehilangan kamu Ibu ingin sekali memeluk kamu,” ucap Bu Shinta lalu menangis


Saat menangis Bu Shinta teringat dengan anak Yasmin yang bersama Nayla.


“Aku baru ingat Yasmin sudah melahirkan anak perempuan yang sangat cantik, aku harus ambil cucuku dari Nayla aku ingin merawat dia,” ucap Bu Shinta lalu tersenyum


Melihat Bu Shinta dijalan Pak Azhar segera turun dari mobilnya lalu menghampiri Bu Shinta.


“Shinta, sedang apa kamu disni?” Tanya Pak Azhar lalu tersenyum


“Aku ingin pergi ke Rumah Nayla, aku ingin mengambil cucuku yang sudah ditipkan Yasmin. Aku ingin merawat dia,” jawab Bu Shinta lalu sedih


“Maksud kamu Mentari? Nayla sudah pergi ke Austarlia bersama Yuda, dia menitipkan Mentari kepada Abi. Kalau kamu mau melihat Mentari, kamu bisa datang ke Rumah,” ucap Pak Azhar lalu tersenyum


“Benarkah? Kalau begitu izinkan saya untuk bertemu Mentari,” jawab Bu Shinta lalu tersenyum


Pak Azhar pun mengajak Bu Shinta Ke Rumahnya untuk bertemu Mentari.


sampai diRumah Bu Shinta melihat Bi Mur yang sedang menggendong Mentari.


“Mentari, cucuku. Bi izinkan saya untuk menggendong Mentari,” ucap Bu Shinta lalu tersenyum


Bi Mur pun menyerahkan Mentari kepada Bu Shinta.

__ADS_1


“Wajah Mentari mirip sekali dengan Yasmin waktu kecil. Nenek harap kamu bisa tumbuh menjadi wanita yang tegar,pemberani serta tulus dalam menyayangi,” ucap Bu Shinta lalu mencium Mentari


Pak Azhar begitu kagum melihat sikap Bu Shinta yang sudah berubah menjadi orang baik, rasa cinta itu tumbuh kembali di hati pak Azhar untuk Bu Shinta.


“Shinta, sepertinya kamu sudah berubah dan menyesali semuanya. “


Pak Azhar pun menatap wajah Bu Shinta yang ada di depannya.


“Sekarang aku sadar Azhar kesalahan aku di masa lalu bukan sepenuhnya salah Yasmin, dan selama ini aku begitu menyesal karena sudah mebenci Yasmin dan membuat Yasmin menderita. Aku tahu apa yang sudah terjadi tidak bisa aku putar kembali, tapi aku mohon izinkan aku untuk merawat Mentari aku ingin menebus semua kesalahan aku kepada Yasmin,” ucap Bu Shinta alu memohon didepn pak Azhar


Saat mereka berdua bicara tanpa di sengaja Abi mendengar semuapembicaraan mereka di luar.


“Aku tidak setuju! Jika `wanita pengkhianat ini merawat Mentari. Aku akan tetap merawat Mentari, dan aku tidak akan pernah mengizinkan dia untuk merawat Mentari,” ucap Abi dengan tatapan yang sangat tajam


“Tapi Abi, Mamah ini Neneknya Mentari. Mamah ingin merawat Mentari sebagai cucu Mamah,” jawab Bu Shinta lalu memohon di depan Abi


“Wanita pengkhianat seperti anda tidak pantas untuk merawat Mentari. Saya tidak sudi jika anda merawat putri saya, lebih baik Anda pergi karena saya tidak akan pernah menyerahkan Mentari kepada Anda,” ucap Abi lalu meyuruh Bi Mur untuk membawa Mentari masuk ke dalam


“Abi, sampai kapan kamu akan membenci Ibu kamu sendii? Sekarang Bu Shinta sdah tidak punya siapa-siapa hanya kamu anak Bu Shinta,” ucap Pak Azhar


denganmenasehati Putranya


“Tidak Ayah! Wanita itu bukan Ibuku sejak kecil aku tidak pernah tumbuh dengan kasih sayang seorang Ibu,” ucap Abi lalu pergi dengan kursi Rodanya


Bu Shinta begitu sedih mendengar ucapan Abi yang begitu menyakitkan, air matanya selalu berjatuan tak kuasa menanggung rasa hancur d hatinya.


“Apa seperti ini rasanya tak di angap oleh orag-orang yang kita sayangi? Apa dulu Yasmin sehancur ini? Saat aku tidak pernah meyayangi dia dengan tulus,” ucap Bu Shinta dalam hatinya lalu berlinag air mata


Melihat air mata Bu Shnta membuat Pak Azhar ingin mengusapnya, tangan Pak Azhar menyentuh wajah Bu Shinta yang penuh dengan air mata.


“Shinta, jangan bersedih aku yakin Abi pasti akan meyayangi kamu,” ucap Pak Azhar lalu tersenyum


“Terimakasih Azhar,” jawab Bu Shinta lalu tersipu malu


Semenjak itu Pak Azhar merasa cinta yang dulu mati bahkan hilang telah tumbuh dan kembali lagi di hatinya.


Begitu juga dengan Bu Shinta yang mersakan hal yang sama.


Cinta itu seperti tanaman dia akan mati jika tumbuh tanpa ketulusan dan kasih sayang. Seperti tanaman dia akan tumbuh bila di rawat dan disiram dengan air.


Begitu juga dengan cinta, dia akan tumbuh dan hidup kembali dengan ketulusan.

__ADS_1


Maka meski cinta itu sudah terpisah bahkan banyak air mata yang menjadi saksi namun jika takdir mempertemukan bahkan menyatukannya kembali maka luka yang dulu akan sirnah karena ketulusan dalam cinta.


__ADS_2