MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Malaikat Cinta


__ADS_3

Setelah itu Bu Shinta di bawa keruang rawat karena syock melihat Yasmin sudah tak bernyawa, saat sadar Bu Shinta melihat Nayla yang ada di depannya.


“Nayla, dimana Yasmin?” Tanya Bu Shinta


“Bu, Ibu harus ikhlaskan kak Yasmin. Kak Yasmin sudah pergi meninggalkan kita semua,” ucap Nayla lalu berlinang air mata


“Tidak mungkin, Yasmin tidak mungkin pergi meninggalkan aku,” jawab Bu Shinta lalu menangis


“Aku tahu ini berat untuk Ibu tapi kita harus ikhlaskan Kak Yasmin pergi. bahkan kak Yasmin pesan ingin mendonorkan jantungnya untuk kak Abi,” ucap Nayla lalu sedih


Mendengar hal itu membuat Bu Shinta semakin menyesal dengan sikapnya selama ini.


“Yasmin, maafkan Ibu ternyata selama ini kamu adalah wanita yang sangat mulia, Ibu menyesal karena sudah membenci kamu,” jawab Bu Shinta lalu sedih mengingat semua sikap buruknya kepada Yasmin.


Saat Nayla bersama Bu Shinta ada seorang suster yang menghampirinya.


“Maaf Bu saya mau kasih tahu kondisi pak Damar sangat kritis,” ucap Suster


Mendengar itu Nayla dan Bu Shinta langsung pergi ke ruang rawat Damar.


Sampai diruang rawat Damar, Nayla memegang tangan kakaknya yang belum juga membuka matanya.


“Kak Damar, aku mohon sadar kak. Anak kakak sudah lahir dia sangat cantik seperti istri kakak,” ucap Nayla lalu berlinang air mata


Beberapa saat kemudian Damar membuka matanya lalu menatap wajah Nayla yang ada didepannya.


“Nayla,” ucap Damar


“Kak Damar sudah sadar? Alhamdulilah,” jawab Nayla lalu tersenyum


“Aku sudah tidak kuat lagi Nay, ada seseorang yang melakukan ini kepada aku, dia adalah…” ucap Damar lalu kejang kejang dan denyut jantungnya sudah tidak berdetak lagi.


“Kak Damar, Kakak bangun kak aku mohon bangun kak,” ucap Nayla lalu memerikasa denyut nadi di tangan Damar


“Inililahi wainnailaihirojiun, kak Damar,” ucap Nayla lalu menangis sangat histeris


Saat Nayla sedih dengan kematian Damar, Yuda dan Nabila datang.


“Nay, apa yang terjadi?” Tanya Yuda penasaran


“Kak Damar dan kak Yasmin sudah meninggal Mas karena kasus perampokkan di Rumahnya,” jawab Nayla lalu menangis kesedihan


“Yasmin meninggal? Tidak mungkin Nay,” ucap Yuda lalu pergi ke ruang rawat Yasmin


Tubuh Yuda sangat lemas tangannya bergetar saat ingin membuka penutup jenazah Yasmin. Melihat wajah Yasmin yang sangat pucat membuat Yuda tak berdaya lalu menangis.


“Yasmin, secepat ini kamu pergi meninggalkan aku,” ucap Yuda lalu pergi karena tak sanggup melihat wajah Yasmin yang sudah tak bernyawa


Saat Nayla sedih dengan kepergin Dmar dan Yasmin, Nabila mengungkapkan turut beduka cita kepadanya.


“Nay, aku turut berduka cita atas meninggalnya Damar dan Yasmin. Mungkin ini balasan dari orang yang ingin menetang takdir,” ucpa Nabila lalu mnatap wjaah Nayla

__ADS_1


“Apa maksud kakak? Selama ini kak Yasmin sudah banyak menderita karena kalian, dia sama sekali tidak ingin menentang takdir tapi suami kakak yang tidak bisa menerima takdir dan kenyataan,” jawab Nayla lalu menatap wajah Nabila dengan tatapan mata yang tajam.


“Perlu kak Nabila tahu sebelum meninggal Kak Yasmin ingin mendonorkan jantungnya untuk Kak Abi. Dia ingin melihat kak Abi bahagia, seharusnya kakak tidak menyalahkan kak Yasmin,” ucap Nayla lalu pergi begitu saja


Nabila hanya terdiam lalu meneteskan air mata.


“Jadi Yasmin ingin mendonorkan jantungnya untuk Abi?” Tanya Nabila dalam hati lalu merasa ketakutan


Keesokan harinya Yasmin di operasi untuk pengambilan jantung , setelah itu Abi akan hidup normal dengan jantung Yasmin.


Selesai operasi pihak Rumah sakit langsung menguburkan jenazah Yasmin dan Damar.


Saat di pemakaman Nabila ,erasa sangat sedih, air mata bercucuran membasahi wajah Nabila.


“Apa selama ini sikapku salah? Wanita yang aku benci dia mengorbankan nyawanya untuk suamiku, sekarang aku sadar cinta Yasmin jauh lebih besar untuk Abi,” ucap Nabila dalam hati lalu tak sanggup melihat pemakaman Yasmin.


Semua orang merasa kehilangan Yasmin termasuk Bu Shinta, rasa penyesalan yang begitu mendalam karena sikapnya selama ini terhadap Yasmin yang begitu membencinya.


“Yasmin,” teriak Bu Shinta saat jenazah Yasmin di masukan ke liang lahat


“Yasmin,jangan tinggalkan Ibu maafkan Ibu Yasmin karena Ibu kamu menderita.”


Bu Shinta pun melarang semua orang untuk menguburkan jenazah Yasmin dan Damar.


“Hentikan! Yasmin anak saya masih hidup kalian semua tidak boleh menguburkan Yasmin,” ucap Bu Shinta lalu menangis


“Shinta, ikhlaskan Yasmin untuk pergi. “


“Tidak Azhar! Anak saya masih hidup dia belum meninggal. Yasmin adalah wanita yang kuat,” ucap Bu Shinta lalu menangis


Pak Azhar pun memeluk Shinta yang begitu terpukul dengan kepergian Yasmin.


“Yasmin sudah pergi Shinta kamu harus ikhlas dan doakan yang terbaik untuk Yasmin, kami semua juga merasa kehilangan Yasmin,” ucap Pak Azhar lalu meneteskan air matanya dipelukan Bu Shinta


“Aku menyesal Azhar sangat menyesal. Aku sudah membenci anak ku sendiri, selama ini aku tidak pernah menganggap Yasmin sebagai putriku,” jawab Bu Shinta lalu melepaskan pelukannya


Nayla pun merasa kecewa dengan sikap Bu Shinta selama ini terhadap Yasmin.


“Kenapa baru sekarang Bu Shinta mengakui Kak Yasmin sebagai putri Ibu? Selama ini Ibu kemana aja? Perlu Ibu tahu,Kak Yasmin begitu menderita karena sikap Ibu. Setiap ucapan Ibu adalah air mata untuknya.


Bahkan Ibu tega memfitnah kak Yasmin di depan semua orang. Dan disaat dia pergi Ibu menyesali semuanya? Sudah terlambat Bu, kak Yasmin sudah pergi bersama kakak saya untuk selamanya,” ucap Nayla dengan emosi di depan Bu Shinta


Bu Shinta begitu sedih dan sangat menyesali semuanya selama ini sudah membenci Yasmin.


“Kamu benar, saya bukan Ibu yang baik untuk Yasmin karena masa lalu saya membenci Yasmin putri yang begitu tulus menyayangi Ibunya,” jawab Bu Shinta lalu mengingat semua kejahatannya kepada Yasmin


Setelah itu jenazah Damar dan Yasmin di makamkan, rasa penyesalan yang begitu mendalam selalu ada di hati Bu Shinta.


namun semua penyesalan itu sudah tidak berarti untuknya, Yasmin sudah pergi untuk selamanya.


Kini hanya batu nisan yang mampu Bu Shinta peluk.

__ADS_1


“Yasmin, maafkan semua kesalahan Ibu. Seandainya waktu bisa Ibu putar, Ibu akan menyayngi kamu selayaknya seorang Ibu. Kebencian Ibu terhadap Ayah kamu sudah menutup pintu hati Ibu untuk menyayngi kamu,” ucap Bu Shinta lalu menaburkan Bunga di atas makam Yasmin dan Damar


Rasa sedih dan kehilangan juga dirasakan oleh Nayla, saat dia sedih Yuda tidak ada disampingnya.


“Secepat ini kamu pergi kak? Aku tidak menyangka kamu akan pegi meninggalkan aku untuk selamanya. siapa yang tega melakukan semua ini kepada kak Damar dan kak Yasmin?” ucap Nayla dalam hati lalu menangis di atas batu nisan kakaknya


Semenjak kepergian Yasmin.


Bu Shinta jadi sering melamun. Seringkali Bu Shinta masuk ke kamar Yasmin, Bu Shinta merasa sangat sedih dengan kepergian Yasmin.


Bu Shinta membayangkan Yasmin saat belajar di kamarnya, senyum indah selalu terpancar di wajah Yasmin kini hanya foto Yasmin yang mampu Bu Shinta peluk.


“Dulu kamu sering belajar hingga larut malam di kamar ini, sekarang semua itu hanya kenangan,” uca Bu Shinta lalu membuka lemari Yasmin dan mengambil baju Yasmin lalu memeluknya.


“Yasmin, maafkan Ibu. Peluk Ibu Yasmin,” ucap Bu Shinta dengan rasa penyesalan yang begitu mendalam


Keesokan harinya kondisi Abi mulai membaik, Nabila merasa senang melihat kondisi yang mulai stabil.


“Abi, aku bahagia akhirnya kamu siuman,” ucap Nabila melihat Abi membuka matanya


“Dimana Yasmin, aku ingin bertemu Yasmin,” ucap Abi dengan kondisi lemah


“Abi, sudahlah kamu baru saja menjalani operasi lebih baik kamu istirahat,” jawab Nabila lalu tersenyum


“Operasi? Siapa yang sudah mendonorkan jantungnya untuk saya?” ucap Abi dengan penasaran


Nabila hanya terdiam lalu meneteskan air mata.


“Nabila, kok diam? Siapa yang sudah mendonorkan jantungnya untuk aku?” Tanya Abi dengan tegas


Saat Abi siuman pak Azhar datang untuk melihat kondisi Abi.


“Abi, kamu sudah sadar? Ayah senang melihat kamu sudah siuman,” ucap Pak Azhar lalu tersenyum


“Ayah, siapa orang yang sudah mendonrkan jantung untuk aku? sapa orangnya Ayah?” Tanya Abi dengan menatap wajah Ayahnya


“Orang itu adalah Yasmin, wanita yang selama ini kamu cintai. disaat kamu koma Yasmin dan Damar mengalami perampokan di Rumahnya, perampok itu sudah menghabisi nyawa mereka. Sebelum pergi Yasmin berpesan ingin mendonorkan jantungnya untuk kamu. dia ingin kamu tetap hidup dan bahagia meski tanpa dia,” ucap Pak Azhar lalu berlinang air mata


“Tidak mungkin! Kenapa Ayah biarkan aku hidup? Seharusnya biarkan saja aku pergi bersama Yasmin. Kenapa semua ini terjadi? Kenapa Ayah?”


“Aku harus pergi ke makam Yasmin! Aku yakin dia masih hidup,” ucap Abi lalu hendak turun dari ranjang namun karena bekas operasi yang belum kering Abi mengalami kesakitan dan pingsan.


Dokter pun segera menangani Abi, melihat kondisi Abi membuat pak Azhar sedih.


Apa yang terjadi dengan Abi? Setelah dia tahu bahwa Yasmin telah menjadi melaikat cinta di dalam hidupnya? Dia bisa hidup karena jantung dari Yasmin.


Cinta memang tidak harus memiliki, jika tidak pernah disatukan dengan cinta melalui takdir janganlah membencinya.


Karena cinta tidak selamanya bersatu, terkadang kita harus melepaskannya bukan karena dia buruk tapi ada yang jauh lebih baik untuknya.


Yuk ikuti terus ceritanya…

__ADS_1


Kira kira siapa dua perampok itu yang tega menghabisi nyawa mereka,


__ADS_2