MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Apakah Aku Orang Ketiga


__ADS_3

Semenjak pergi dari rumah Azhar, Nilam memutuskan untuk tinggal seorang diri. Saat di Café wajah Nilam sangat pucat.


“Mba Nilam kenapa? lebih baik mba pulang,“ ucap Shinta.


“Tidak Shinta aku tidak ingin pulang,“ jawab Nilam.


Beberapa saat kemudian Azhar datang bersama Anaknya Shinta. Mereka begitu akrab seperti seorang Ayah dan Anaknya.


“Shinta aku ingin mengajak kamu makan siang,“ ucap Azhar. 


“Maaf Azhar aku tidak bisa. Mba Nilam lagi sakit lebih baik kamu bawa dia ke rumah sakit,“ jawab Shinta.


“Sudahlah Shinta mungkin saja Nilam hanya sakit biasa,“ ucap  Azhar dengan tidak peduli.


Sebagai suami Azhar sama sekali tidak peduli dengan kondisi istrinya yang sedang sakit.


“Shinta jika kamu mau pergi bersama Azhar pergilah. Aku bisa mengurus diriku sendiri,“  ucap Nilam lalu tersenyum.

__ADS_1


Dengan terpaksa mereka pergi bersama, sebagai seorang istri hati Nilam sangat hancur melihat kebersamaan mereka.


“Apakah aku orang ketiga diantara mereka? senyum Azhar lepas ketika bersamanya,“ ucap Nilam hatinya lalu menteskan air mata.


Seringkali Nilam melihat mereka bersama seperti sebuah keluarga.


“Aku istrinya tapi aku seperti orang ketiga untuk suamiku. Haruskah aku mengakhiri pernikahan ini? “ ucap Nilam didalam hatinya melihat kebersamaan mereka.


Setiap malam Nilam melanjutkan jahitan kebayanya. Meski rasanya sakit tapi demi cinta dan kebahagiaan suaminya, Nilam rela berkorban.


“Mungkin saat ini aku tidak berarti untukmu. Aku ingin kebaya ini menjadi saksi cintaku untukmu,“ ucap Nilam lalu meneteskan  air mata.


Nilam menuliskan sebuah isi hati nya yang terluka karena cinta di buku hariannya.    


***Aku sadar ternyata mencintai seseorang tak seindah seperti yang dibayangkan. Apakah seseorang yang mencintai harus merasa diakui?


Jika harus demikian dimana keikhlasan dalam mencintai? Aku tahu bahwa mencintai tidak harus meminta timbal balik dari siapa yang dicintai atau bahkan pengakuan dari yang dicintainya.

__ADS_1


Tapi tidak tahu kenapa terkadang aku merasakan hal itu. Biarlah rasa ini berlalu dengan waktu Sampai tuhan menjemputku di sisa umurku. Aku akan tetap menunggumu hingga nafas terakhirku***.


Nilam merasa sedih dan hancur menuliskan sebuah kisah cinta dan rasanya kepada Azhar yang tak pernah sampai. Begitu besar cinta Nilam untuk Azhar sampai dia ikhlas menerima semua sikap Azhar yang begitu menyakitkan.


 Kebersamaanya bersama Shinta membuat dirinya seperti orang ketiga diantara mereka. Azhar hanya bisa tersenyum disamping Shinta. Mungkin itu sangat menyakitkan untuk hati seorang istri yang harus merelakan suaminya bahagia dipelukan wanita lain.


Nilam berusaha untuk bertahan meski dia harus berjalan diatas duri yang begitu menyakitkan untuknya. Melihat kebersamaan Azhar dan Shinta membuat hatinya semakin sedih dan tersiksa.


“Azhar aku sangat mencintai kamu disetiap waktu aku selalu menunggumu.”


“Aku ingin kamu tersenyum lepas saat bersamaku, peluklah aku Azhar seperti istri yang lain. Cintai aku selayaknya seorang istri, usaplah air mataku dan balutlah luka dihatiku,“  ucap Nilam dalam hatinya lalu menangis.


Kondisi Nilam semakin menurun rambut panjangnya sudah mulai rontok karena kemo.


“Rambutku rapuh seperti hatiku yang rapuh karena cinta,“ ucap Nilam lalu menangis.  


Akankah Nilam mendapatkan cinta dan hati Azhar?

__ADS_1


Ikuti terus ceritanya dan baca terus epiosode selanjutnya.


__ADS_2