
Waktu demi waktu sikap Azhar seperti orang gila, hari ini Shinta berkunjung kerumah Azhar.
Melihat kondisi Azhar membuat hati Shinta hancur
.
“ Azhar kamu makan ya ? nanti kamu sakit ?” ucap Shinta
“ aku rindu sama Nilam. “ jawab Azhar lalu meneteskan air mata.
“ Mba Nilam sudah meninggal kita harus ikhlaskan dia pergi.” ucap Shinta lalu memeluk Azhar dengan erat.
“ tidak Shinta ! Nilam hanya pergi sebentar dia butuh waktu untuk memaafkan aku. “
jawab Azhar lalu melepaskan pelukan nya dan sedih.
“ jangan siksa diri kamu seperti ini Azhar ? Mba Nilam sudah tenang di alam sana. “ ucap Shinta lalu sedih dan hancur.
“ kenapa Shinta ? kenapa aku harus melukai hati Nilam ? aku menyesal dengan sikapku selama ini, sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri. “ ucap Azhar lalu menangis.
Beberapa hari kemudian Zidan menemui Azhar dan Shinta di taman.
“ Azhar dan Shinta ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada kalian. “ ucap Zidan serius
.
“ ada apa Zidan ? apa kamu bunuh saya ? saya rela jika kamu mau membunuh saya.” Jawab Azhar
“ tidak Azhar ! sebelum Nilam meninggal dia menitipkan sebuah kado dan surat ini untuk kalian. “ ucap Zidan lalu memberikan kado dari Nilam kepada mereka.
Shinta segera membuka kado dari Nilam dan terkejut sebuah kebaya pernikahan yang sangat indah.
“ kebaya siapa ini Zidan ?” Tanya Shinta penasaran .
“ kebaya itu dari Nilam untuk kamu pakai di hari pernikahan nanti bersama Azhar. “
jawab Zidan sambil bercucuran air mata.
Shinta langsung menangis begitu hancur hati Shinta melihat kebaya tersebut.
“ jadi Mba Nilam menyiapkan kado ini untuk aku ?” Tanya Shinta tak percaya.
“ bukan hanya itu Shinta, Nilam menitipkan sebuah surat terakhir untuk kalian. “ ucap Zidan lalu sedih.
Bercucuran air mata menrima surat terakhir dari Nilam.
Hancur hati Shinta menerima kado kebaya pernikahann dari Nilam
“ istri mana yang rela membuatkan baju kebaya untuk cinta pertama suami nya ? mba Nilam adalah wanita yang sangat mulia.“ ucap Shinta lalu menangis
“ sekarang kalian tahu ketulusan hati Nilam yang sangat mengharapkan kalian bersatu.” Ucap Zidan lalu berinang air mata .
Shinta pun membuka surat terakhir dari Nilam.
Surat tersebut bertuliskan....
__ADS_1
“ *Azhar aku sangat mencintai kamu Setiap saat aku selalu menunggu hatimu terbuka untuk mencintai aku.
Rasa yang begitu indah di dalam hati ini harus menjadi pedang yang membunuhku.
Hancur hati ku melihat kenyataan ini.
Kenyataan dimana aku harus berpisah darimu.
Tapi aku bahagia bisa menjadi istri kamu, meski banyak air mata yang harus aku tumpahkan karenamu.
Azhar aku akan berusaha menerima semua keputusan kamu untuk berpisah dari aku.
Aku sedih saat mendengar kamu tidak akan pernah memilih diantara kita .
Perlu kamu Tahu Azhar wanita yang sangat kamu cintai dia juga mencintai kamu.
Dia melepaskan kamu untuk bersamaku meski dia harus menahan rasa sakit di hati nya.
Zidan disisa umurku aku bahagia menjadi istrimu.
Aku merasakan bagaimana rasa nya dicintai, dihargai dan diperhatikan oleh suamiku sendiri.
Terimakasih Zidan sudah mau menjadi Cahaya di dalam hidupku meski itu hanya sekejap
.
Azhar aku bahagia memelukmu meski aku hanya dapat memelukmu dalam waktu yang singkat .
Azhar aku sudah buatkan baju kebaya untuk Shinta, aku harap Shinta mau memakai nya di hari pernikahan kalian nanti.
Jadilah cinta yang sejati, sampai akhir hayat.
Aku merasa ini rasa tulusku hanya agar kau bahagia.
Tapi kamu,kenapa tak kau jaga puing hati yang berulang kau hujam dengan tusukan katamu.
Sakit dan hancur rasa nya hatiku mencintai dirimu.
Ya Allah
Ajakarkan pada nya arti mencintai dan dicintai kepada pasangan nya.
Aku ingin dia tahu penting sebuah rasa.
Terimakasih atas semua nya Azhar cinta dan hatiku akan selalu ada untukmu, meski aku tak bersamamu.
Bersatulah dengan cinta yang selama ini kamu tunggu dan kamu harapkan.
Aku akan selalu berdoa untuk kebahgiaan kalian.
Aku sangat mencintai kamu Azhar*…."
***NILAM CAHYA***
__ADS_1
Setelah membaca surat dari Nilam,
bercucuran air mata Shinta tak kuasa hatinya menerima semua kenyataan ini.
“ Mba Nilam begitu mulia nya hati kamu sampai kamu rela melepaskan Azhar untuk aku. “
“ aku merasa tak pantas untuk mendapatkan Azhar.” Ucap Shinta lalu sedih.
Azhar pun membaca surat terakhir dari Nilam, pukulan keras untuk Azhar setelah membaca surat dari Nilam.
“ Maafkan aku Nilam karena ambisiku dalam cinta sudah membuat hatimu menderita.”
“Aku sudah membalas cinta tulusmu dengan rasa sakit yang begitu mendalam.” Ucap Azhar lalu berlinang air mata penyesalan.
Begitu menyesal Azhar telah menyakiti hati Nilam semasa hidup nya.
Sementara Zidan hanya terdiam lalu menatap wajah mereka sambil bercucuran air mata.
“ disini aku yang paling sedih baru saja aku merajut cinta dengan nya tapi Allah sudah berkehendak lain.
"
"Sementara kamu Azhar begitu banyak waktu yang Allah berikan untuk kamu agar kamu bisa mencintai Nilam. “ ucap Zidan penuh emosi
Azhar memegang tangan Zidan sambil bercucuran air mata
.
“ pukul aku Zidan agar aku bisa mati bersama Nilam, aku bukan pria yang pantas untuk hidup. “ ucap Azhar emosi didepan Zidan.
Tangan Zidan tak kuasa untuk memukul Azhar ia melepaskan tangan nya dari genggaman Azhar.
“ aku tidak akan pernah memukulmu karena cinta.” Ucap Zidan lalu memeluk Azhar sebagai sahabat
.
“ aku akan menjadi sahabat kamu demi Nilam, aku tidak mau membuat Nilam sedih karena pertengkaran kita.”
“ jadilah sahabatku kita adalah dua pria yang pernah yang hadir didalam hidup Nilam.” Ucap Zidan lalu melepaskan pelukan nya.
“ terimakasih Zidan sudah mau memaafkan aku. “ jawab Azhar tersenyum
“ bersatulah dengan cinta sejatimu Azhar aku tahu Shinta adalah cinta yang kamu tunggu selama ini, aku yakin jika kalian bersatu Nilam pasti akan bahagia. “ ucap Zidan lalu menyatukan tangan Azhar dan Shinta.
Azhar dan Shinta hanya saling menatap .
Mungkinkah rasa yang mereka miliki akan bersatu ?
Apakah Shinta akan memberikan cinta dan hati nya untuk Azhar ?
Mungkinkah mereka akan bersatu dijalan takdir setelah kepergian Nilam ?
Ikuti terus cerita nya.
__ADS_1
jangan lupa vote ya😊