
Keesokan harinya Yasmin hendak berangkat untuk mengajar, didepan rumah Damar pak Yuda sudah menunggunya.
“Pak Yuda, kok ada disini?” Tanya Yasmin terkejut
“Iya Bu Yasmin, saya mau jemput Bu Yasmin untuk berangkat ke kantor bersama saya,” jawab Pak Yuda lalu tersenyum
“Tidak perlu pak, saya bisa pakai angkot terimakasih tawarannya,” ucap Yasmin lalu hendak pergi
“Tapi Bu Yasmin, saya sudah menjemput Bu Yasmin masa Bu Yasmin tega meningglkan saya disini, “ ucap Pak Yuda
Yasmin merasa bingung melihat pak Yuda yang sudah rela menjemputnya membuat Yasmin tak tega untuk menolak kebaikannya.
“Baiklah, jika pak Yuda memaksa,” jawab Yasmin lalu tersenyum
Disepanjang jalan Pak Yuda merasa bahagia disamping Bu Yasmin, sementara Abi dia masih sangat sedih dan terpukul dengan keadaan ini.
Saat menyetir mbil Abi merasa tidak focus, dia masih memikirkan Yasmin.
“Yasmin, aku sangat merindukan kamu kenyataan ini benar-benar menyakitkan,” ucap Abi dalam hati lalu berlinang air mata
Tidak lama kemudian mobil Abi berhenti karena lampu merah, di lampu merah itu juga motor pak Yuda dan Yasmin berhenti. Abi terkejut melihat Yasmin bersama pria lain.
Abi segera turun dari mobilnya lalu menghampiri Yasmin dan pak Yuda.
“Yasmin,” ucap Abi
“Abi, kamu ada disini?” jawab Yasmin terkejut
“Semudah itu kamu melupakan aku? kamu bahagia diatas penderitaan aku, seharusnya kamu sedih karena kita tidak bisa bersatu tapi kenapa kamu harus menghabiskan waktu bersama pria lain,” ucap Abi lalu pergi dengan rasa kecewa
Yasmin pun turun dari motor Pak Yuda lalu mengejar Abi,
“Tunggu Abi, Aku tidak bahagia diatas penderitaan kamu, perlu kamu tahu Abi aku juga menderita dengan kenyataan ini,” jawabYasmin lalu memegang tangan Abi dan meneteskan air mata.
“Jangan pernah sentuh aku, ternyata benar kamu itu sama seperti wanita itu, sekali anak pengkhianat kamu tetap akan menjadi pengkhianat yang suka mempermainkan perasaan orang lain,” ucap Abi lalu melepaskan tangannya dari Yasmin dan masuk kedalam mobilnya lalu pergi
“Abi, kenapa sekerasa itu hati kamu? perlu kamu tahu Abi aku juga menderita dengan ini semua, Aku juga hancur dengan kenyataan ini,” ucap Yasmin dalam hati lalu berlinang air mata
Pak yuda yang melihatnya segera menghampiri Yasmin,
“Sudahlah Bu Yasmin, biarkan dia pergi mungkin mata hati Pak Abi sudah tertutup dengan amarah,” ucap pak Yuda lalu menenangkan hati Yasmin.
Didalam mobil Abi begitu kecewa dengan sikap Yasmin yang mudah melupakannya,
“Kenapa kamu tega melakukan ini semua Yasmin, dengan mudahnya kamu melupakan aku ternyata semua wanita itu sama, sama-sama pengkhianat,” ucap Abi lalu berlinang air mata
Yasmin pun mengusap air matanya lalu pergi untuk mengajar bersama Yuda.
__ADS_1
Sementara Abi dai begitu kecewa dengan sikap Yasmin yang mudah melupakan dirinya.
Sampai dikantor Abi melihat Nabila yang sudah menunggu dirinya
“Abi, selamat pagi,” ucap Nabila lalu tersenyum
“Untuk apa kamu ada disini?” Tanya Abi kesal
“Aku kesini mau menghibur kamu, aku tahu kamu masih terpuruk dengan kenyataan ini,” ucap Nabila lalu memegang tangan Abi yang ada didepannya
“Aku akan selalu menemani kamu,” ucap Nabila lalu menatapnya
“Lebih baik kamu pulang dan jangan pernah temui saya lagi,” jawab Abi tegas lalu pergi
Berlinang air mata Nabila melihat sikap Abi yang begitu keras dan egois.
“Abi, Aku sangat mencintai kamu meski kamu sudah menolakku tapi aku berharap kelak nanti hatimu akan terbuka untukku, meski aku harus menunggumu dijalan takdir,”
“Aku berharap takdir tuhan berpihak padaku,” ucap Nabila dalam hati lalu pergi membawa rasa sakitnya
Sampai diruangannya Abi merasa malas untuk bekerja, Abi merasa tidak semangat untuk bekerja. Selama ini hanya Yasmin yang menjadi semangat dirinya untuk bekerja.
“Dulu aku semangat untuk bekerja, tapi sekarang aku malas untuk bekerja, apalagi saat aku tahu wanita yang aku cintai ternyata satu ibu denganku,” ucap Abi dalam hati lalu berlinang air mata
Setelah itu Abi menghancurkan semua barang-barangnya yang ada dikantor, dia merasa cemburu dengan Yasmin.
“Ada apa ini Abi?apa yang sudah kamu lakukan?” Tanya pak Azhar terkejut
“Pergi Ayah! Aku tidak mau Ayah ada disini!” ucap Abi emosi
“Cukup Abi! Apa yang terjadi?” Tanya Pak Azhar
“Yasmin sudah mengkhianati aku Ayah, dia pergi bersama pria lain didepan mata aku, dan ini semua karena Ayah, seandainya Ayah dan wanita itu tidak terikat cinta mungkin aku dan Yasmin bisa bersatu,”
“Aku benci dengan masa lalu kalian Aku benci sangat benci,” ucap Abi lalu pergi
“Abi, mau kemana kamu? jangan pergi saat kamu emosi,” ucap Damar mencegahnya pergi
“Lepaskan Aku Damar, kamu tidak berhak melarang aku untuk pergi,” jawab Abi lalu pergi dengan wajah yang sangat emosi
Abi pergi membawa mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi,
“Aku tidak rela jika kamu harus jadi milik orang lain,Aku sangat mencintai kamu, ini semua tidak adil untuk aku dan Yasmin,” ucap Abi lalu menyetir mobil dengan kecepatan tinggi
Sementara Yasmin tak kuasa hatinya menahan semua rasa sakit dihatinya, hanya foto Abi yang mampu ia pandang saat ini.
“Abi, Aku juga masih mencintai kamu, tapi aku juga tidak bisa lari dari kenyataan, perlu kamu tahu Abi Aku sangat mencintai kamu, “
__ADS_1
“Aku sangat merindukan kamu, andai waktu bisa aku putar aku tidak mau mengenalmu, tapi semua itu telah terjadi,” ucap Yasmin lalu berlinang air mata.
Dari kejauhan pak Yuda melihat Yasmin sedih karena kenyataan dalam cinta.
“Kasihan Bu Yasmin pasti sekarang hatinya sangat hancur, Aku tahu rasa cintanya begitu besar untuk pak Abi, mereka saling mencintai tapi kenyataan dalam cinta yang membuat mereka harus mengakhiri kisah cinta ini,” ucap Pak Yuda lalu sedih
Malam pun telah tiba Pak Azhar begitu khawatir menunggu Abi yang belum juga pulang.
Dari pagi hingga Malam Abi menghabiskan waktu untuk pergi ke club, disana Abi terlalu banyak minum hingga membuatnya mabuk.
Setelah itu Abi pulang kerumah dalam keadaan mabuk, pak Azhar begitu terkejut melihat putranya yang pulang dalam keadaan mabuk.
Disetiap tidurnya Abi selalu menyebut nama Yasmin,melihat Abi membuat pak Azhar sedih.
“Kasihan Abi disetiap tidurnya nama Yasmin selalu dia sebut, begitu besar cinta Abi untuk Yasmin,” ucap pak Azhar dalam hati.
Lalu Pak Azhar menyelimuti Abi dengan Selimut. Dia membiarkan Abi untuk istirahat.
“Ini semua salah aku, seandainya dulu Shinta tidak mengambil keputusan yang salah mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi,” ucap Pak Azhar dalam hati lalu sedih
Sementara Yasmin, dia sangat merindukan Ibunya, setelah pulang bekerja Yasmin pulang kerumah dan membawakan kue untuk Ibunya.
Melihat kedatangan Yasmin membuat Bu Shinta marah
“Mau apa kamu kesini? Saya sudah mengusir kamu dari Rumah,”
“Lebih baik kamu pergi!” ucap Bu Shinta emosi
Yasmin pun berlinang air mata melihat sikap Ibunya yang sangat membenci dirinya.
“Ibu, aku kesini karena aku rindu sama Ibu,Yasmin sayang sama Ibu,” jawab Yasmin lalu sedih
“Yasmin bawa kue kesukaan Ibu, Ibu pasti belum makan,” ucap Yasmin lalu memberikan kue tersebut kepada Bu Shinta
“Tidak sudi saya menerima kue dari kamu! karena Ayah kamu hidup saya hancur lebih baik kamu pergi dari sini, “ jawab Bu Shinta lalu meneteskan air mata
Hati Yasmin sangat hancur lalu memegang tangan Ibunya dan mencium tangan Ibunya,
“Baiklah Ibu, Yasmin akan pergi jaga diri Ibu baik-baik,” ucap Yasmin lalu pergi setelah mencium tangan Ibunya.
Melihat sikap Yasmin membuat Bu Shinta sedih dan merasa bersalah.
“Apa aku salah membenci anakku sendiri? anak yang sudah menghancurkan rumah tanggaku, aku menyesal sudah berpisah dari Azhar,” ucap Bu Shinta dalam hati lalu menangis
Masa lalu yang terungkap membuat kehancuran untuk Abi dan Yasmin, mereka harus mengakhiri sebuah cinta yang begitu indah yang telah mereka rajut dengan impian, tapi semua itu hanya tinggal kenangan.
Yuk Ikuti terus ceritanya,
__ADS_1