
Kondisi Nilam sangat drop semenjak Azhar meminta untuk berpisah darinya. semangat Nilam untuk sembuh sudah tidak ada lagi
“Ini semua karena aku yang sudah memaksa Azhar untuk mencintai aku“
“Mengapa aku harus mencintainya?mengapa aku harus ada luka diantara kita?” tanya Nilam lalu meneteskan air mata.
Zidan mencoba untuk membuat Nilam tersenyum “Mungkin ini jalan terbaik untuk kamu dan Azhar, jangan siksa hati kamu seperti ini Nilam“ ucap Zidan sedih
“Tapi Zidan cinta aku begitu besar untuk Azhar, aku sangat mencintai dia“ jawab Nilam lalu menangis“Aku ingin menemui Azhar dikantor“ ucap Nilam lalu pergi.
Sampai dikantor Azhar, Nilam memeluk Azhar. “Azhar aku mohon jangan tinggalkan aku“ ucap Nilam dipelukannya
“Sudahlah Nilam diantara kita tidak ada cinta untuk apa kita bertahan dalam pernikahan ini ? “
“Menikah tanpa cinta itu membuatku menderita. “ ucap Azhar.
Azhar melepaskan pelukannya dari Nilam
“Lebih baik kamu pergi dari kantor aku“ ucap Azhar mengusir Nilam
Sakit hati Nilam melihat sikap Azhar yang mengusir dirinya dari kantor. air mata bercucuran membahasahi pipi Nilam
Disepanjang jalan Nilam menangis kesedihan melihat sikap Azhar yang mengusir dirinya
“Mencintai dan dicintai adalah hak semua orang, mengapa aku harus merasa sakit oleh cintaku sendiri“
__ADS_1
“Aku merasa ditipu oleh cinta dan rasa yang ku miliki, ini semua tidak adil“ ucap Nilam lalu menangis.
Nilam kembali ke Café lalu melihat Shinta yang juga menangis karena keputusan Azhar
“Bukan hanya aku yang tersakiti karena cinta tapi Shinta jauh lebih menderita dari aku. “ ucap Nilam dalam hati lalu menangis
Hati Shinta sangat hancur harus menerima keputusan dari Azhar
“Mungkin kesempatan itu tidak akan pernah ada didalam hidupku, meski rasa itu sudah mulai hadir didalam hidupku. “ ucap Shinta dalam hati
Hanya foto Azhar yang mampua ia peluk saat ini.sementara Azhar harus menahan rasa sakit dan rindu untuk Shinta
“Aku harap ini keputusan yang terbaik untuk kita semua. “ ucap Azhar dalam hati lalu meneteskan air mata.
Dimalam yang dingin Nilam datang kerumah Azhar dengan membawa makanan untuk Azhar
“Aku hanya ingin memberikan makanan ini untuk kamu“ jawab Nilam lalu tersenyum
“Maaf Nilam aku tidak bisa menerimanya nya, lebih baik kamu bawa makanan itu kembali“ ucap Azhar lalu menutup pintu rumahnya.
Sikap Azhar sangat menyakiti hati Nilam
“Kenapa kamu harus menolakku Azhar ?” tanya Nilam dalam hati lalu pergi.
Keesokan hari nya Shinta datang ke kantor Azhar, awalnya Azhar merasa bahagia Shinta datang ke kantornya
__ADS_1
“Azhar aku kesini mau minta maaf“ ucap Shinta
“Maaf untuk apa?” tanya Azhar cuek
“Maafkan atas semua sikap selama ini, aku mohon jangan pergi dan tetap disini“ ucap Shinta lalu memegang tangannya
Azhar melihat sikap Shinta yang begitu memohon didepannya
“Aku tidak bisa Shinta aku akan tetap akan pergi. “ jawab Azhar lalu melepaskan tangannya
“Kenapa hatimu begitu keras Azhar?“
“Mana Azhar yang dulu? “ Tanya Shinta emosi
“Azhar yang dulu sudah mati karena cinta, sekarang kamu bisa merasakan seperti yang dulu aku rasakan saat aku mengejar cintamu Shinta“ jawab Azhar lalu pergi.
Air mata bercucuran membasahi pipi Shinta
“Rasanya begitu sakit mengejar sebuah cinta, mungkin ini yang dulu kamu rasakan saat kamu mengejar hati yang tidak pernah peduli dengan rasamu“
“ maafkan aku Azhar rasa cinta yang aku miliki sudah terlambat untuk aku ungkapkan kepadamu“ ucap Shinta dalam hati lalu pergi.
Itulah sebuah rasa saat kita mendekat rasa itu sudah menjauh dan mungkin akan hilang.
Bagaimanakah rasa Shinta yang sudah mulai hadir didalam hatinya untuk Azhar?
__ADS_1
Apakah Azhar akan tetap pergi dan memelih untuk sendiri?
Ikuti terus cerita….