
Keesokan harinya Bu Shinta datang kerumah Abi dan berusaha untuk menjelaskan semuanya.
“Abi, tolong dengarkan Mamah bukan maksud Mamah membenci Yasmin tapi Mamah kecewa sama Yasmin dia ingin merusak rumah tangga kalian,” ucap Bu Shinta dengan mmfitnah Yasmin
“Yasmin bukan wanita seperti itu Mah, lagi pula dia sudah punya pacar mana mungkin dia jatuh cinta dengan kak tirinya sendiri,” jawab Abi tidak percaya
“Yasmin tuh iri sama kamu dia iri dengan pernikahan kalian, tolong percaya sama Mamah, tidak mungkin seorang Ibu membenci anaknya jika tanpa alasan,” ucap Bu Shinta lalu memegang tangan Abi
“Aku tidak percaya dengan ucapan Mamah, yang aku tahu Yasmin adalah wanita yang baik Mamah tega sudah membiarkan Yasmin kesakitan,” jawab Abi lalu melepaskan tangannya dan menutup pintu rumahnya dengan keras
“Ini semua karena Yasmin Aku tidak akan pernah membiarkan Yasmin bahagia,” ucap Bu Shinta dalam hati lalu pergi
Sementara Yasmin dia begitu sdih melihat sikap Ibunya yang tidak mau korban untuknya.
“Ibu kenapa Ibu harus membenciku? Andai Ibu tahu aku sangat sayang sama Ibu, Aku ingin memeluk Ibu seperti yang lain,” ucap Yasmin lalu memandang foto Bu Shinta sambil bercucuran air mata
Tidak lama kemudian Yasmin mendapat SMS dari Bu Shinta dengan pesan.
“Yasmin, Ibu minta maaf sama kamu karena Ibu kamu harus terluka. Maafkan sikap Ibu yang sudah tega sama kamu, sekarang Ibu sadar kalau kamu adalah anak yang baik. Yasmin Ibu sedang sakit, Apa kamu bisa datang kerumah Ibu? Ibu tunggu kamu dirumah,” pesan Bu Shinta dalam SMS nya.
Setelah membaca pesan dari Bu Shinta membuat Yasmin bahagia.
“Akhirnya Ibu mau menyadari semua kesalahannya, Aku harus pergi kerumah Ibu,” ucap Yasmin lalu segera pergi kerumah Bu Shinta
Yasmin begitu bahagia akhirnya Bu Shinta mau bersikap manis dengannya.
“Ya Allah terimakasih akhirnya Aku dan Ibu bisa brsatu semoga setelah ini Aku dan Ibu bisa bersama selamanya,” ucap Yasmin dalam hatinya lalu tersenyum
Sampai didepan Rumahnya kondisinya sangat sepi, langkah demi langkah Yasmin membuka pintu rumahnya.
Saat Yasmin membuka pintu kamar Ibunya Bu Shinta tidak ada dikamarnya.
“Ibu,” ucap Yasmin memanggil Ibunya
Yasmin pergi ke dapur untuk mencari Ibunya.
Saat itu juga Abi dan Nabila datang kerumah Bu Shinta, Abi mendapat SMS bahwa Yasmin ingin melukai dirinya.
Abi pergi ke dapur lalu terkejut melihat Bu Shinta sudah tergeletak dengan penuh darah diperutnya, saat itu juga Yasmin ada dilokasi kejadian. Tangan Yasmin memegang pisau yang berlumuran dengan darah.
“Mamah, bangun mah,” ucap Abi lalu menangis sangat histeris
Yasmin terkejut melihat Abi dan Nabila datang, wajah Yasmin begitu ketakutan.
“Kak Abi tolong Ibu, dia tertusuk,” ucap Yasmin
Abi melihat tangan Yasmin yang memegang pisau berlumuran darah.
“Apa yang sudah kamu lakukan kepada Mamah?” Tanya Abi dengan tegas
“Aku tidak tahu tadi aku..” jawab Yasmin terpotong
“Kamu sudah menusuk Mamah Yasmin, kamu tega melakukan itu,” ucap Abi lalu menatap wajah Yasmin dengan penuh amarah
“Tidak kak, bukan aku pelakunya aku tidak tahu kenapa Ibu seperti ini,” jawab Yasmin membela diri lalu menangis
Abi segera membawa Bu Shinta kerumah sakit, Yasmin juga ikut kerumah sakit.
Melihat sikap Yasmin yang tega melukai Ibunya sendiri membuat Abi kecewa dan marah besar.
Abi menampar wajah Yasmin dengan keras,
“Dasar pembunuh! Aku tidak menyangka kamu tega melakukan semua ini ke mamah,”
“Aku kecewa sama kamu hanya karena sakit hati kamu melukai Mamah,” ucap Abi
“Tidak kak, aku juga tidak tahu kenapa Ibu seperti itu? Percayalah kak bukan aku pelakunya,” jawab Yasmin lalu menangis
Saat mereka ribut ada dua polisi yang ingin menangkap Yasmin .
“Kak Abi aku mohon kak percayalah sama aku, aku tidak tahu apa-apa,” ucap Yasmin lalu menangis
__ADS_1
“Dasar pendusta! Kamu jahat Yasmin, penjara adalah tempat terbaik untuk kamu,” jawab Abi lalu pergi
Yasmin begitu sedih dia harus dipenjara karena kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.
Sampai dikantor polisi Yasmin mencoba untuk menjelaskan semuanya, yasmin berusaha untuk mmela dirinya yang tidak bersalah.
“Pak polisi, saya tidak bersalah saya tidak tahu apa yang terjadi,” ucap Yasmin
“Jika Mba Yasmin tidakb bersalah kenapa tangan Bu Yasmim berlumuran darah bahkan mba Yasmin memegang pisau tersebut?” Tanya Pak polisi
“Saat saya datang kerumah Ibu sudah tertusuk dan pisau itu masih ada diperut Ibu, saya hanya berusaha melepaskan pisau itu dari perut Ibu,”
“Saya mohon pak lepaskan saya dari sini bukan saya yang menusuk Ibu, tidak mungkin saya menyakiti Ibu kandung saya sendiri,” ucap Yasmin lalu menangis
“Maaf mba saat ini belum ada bukti yang menguatkan kalau Mba Yasmin tidak bersalah, sebelum Bu Shinta sadar dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, oleh karena itu Mba Yasmin harus ditahan sampai Bu Shinta mau menjelaskan semuanya,” ucap pak polisi lalu membawa Yasmin kesel.
Melihat dirinya harus dipenjara membuat Yasmin sedih, air mata berlinang membasahi wajah Yasmin.
“Ya Allah aku tidak bersalah semua ini bukan salah aku, kenapa semua ini harus terjadi padaku? Aku harap Ibu bisa menjelaskan semuanya di depan semua kalau aku tidak bersalah,” ucap Yasmin dalam hati lalu sedih
Mendengar Yasmin dipenjara Damar segera menemui Yasmin dikantor polisi,berita Yasmin yang sudah melukai Ibunya sudah tersebar.
“Yasmin, apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?” Tanya Damar lalu memegang tangan Yasmin yang berada di dalam jeruji besi
“Aku dituduh menusuk Ibu tapi sumpah bukan aku pelakunya, justru Ibu yang menyuruhku datang kerumahnya saat aku datang Ibu sudah terluka bukan aku pelakunya Mas,” jawab Yasmin lalu menangis
“Tenang Yasmin, aku percaya sama kamu dan aku janji akan mengeluarkan kamu dari penjara, “ ucap Damar lalu tersenyum
Setelah itu Damar pergi kerumah sakit untuk menemui Abi dan melihat kondisi Bu Shinta.
“Abi,” ucap Damar lalu menatap wajah Abi dengan sinis
“Damar, ada perlu apa kamu datang kesini?” Tanya Abi
“Bagaimana kondisi Bu Shinta? “ ucap Damar lalu menatapnya
“Mamah sedang ditangani sama Dokter, ini semua terjadi karena Yasmin pacar kamu,” jawab Abi dengan emosi
“Yasmin bukan seperti itu dia adalah wanita yang baik, tidak mungkin Yasmin melukai Ibunya sendiri, ini semua Fitnah!” ucap Damar dengan wajah emosi
“Yasmin itu sakit hati dengan Mamah makanya dia tega melukai Mamah, dia datang kerumah dan melukai Mamah karena sebelum ditusuk Mamah memberitahu aku bahwa Yasmin ingin melukainya,dan sekarang terbukti Yasmin adalah pembunuh,” ucap Abi dengan emosi
Mendengar kata-kata Abi membuat Damar tidak terima, baginya Yasmin adalah wanita yang baik tidak mungkin yasmin melaukan hal sekeji itu.
“Aku tidak percaya! Yasmin bukan wanita sekejam itu, lebih baik kita Tanya sama Bu Shinta Apa benar Yasmin pelakunya?” ucap Damar lalu menemui Bu Shinta diruang rawat
Kondisi Bu Shinta belum sadar dan masih terbaring lemah dirumah sakit.
“Kondisi Mamah belum sadar jadi kamu belum bisa membuktikan kalau Yasmin tidak bersalah,” ucap Abi dengan kesal
“Tapi bi aku percaya Yasmin tidak bersalah aku mohon bebaskan Yasmin dari penjara,” jawab Damar lalu memohon
Nabila dan pak Azhar datang menghampiri mereka.
“Abi,Damar bagaimana kondisi Bu Shinta?” Tanya Pak Azhar
“Kondisi Mamah belum sadar dan ini semua karena Yasmin, dia yang sudah menusuk Mamah, sekarang Yasmin sudah masuk ke penjara karena semua bukti mengarah pada Yasmin,” ucap Abi dengan menatap wajah Damar dengan tajam
“Tidak pak! Bukan Yasmin yang bersalah tidak mungkin Yasmin melukai Ibunya sendiri, dia wanita yang baik aku percaya Yasmin tidak bersalah,” ucap Damar dengan membela Yasmin
“Lebih baik kita dengarkan penjaelasan dari Mamah kamu kalau memang Yasmin bersalah kita akan tuntut Yasmin sesuai Hukum yang berlaku,” jawab Pak Azhar lalu pergi
Melihat masalah ini membuat Nabila tidak percaya bahwa Yasmin akan sekejam itu.
“Sudahlah Damar, untuk apa kamu membela Yasmin semua bukti sudah mengarah pada Yasmin dan dia pantas untuk dipenjara,” ucap Nabila lalu pergi bersama Abi
Melihat sikap mereka yang selalu menyalahkan Yasmin membuat Damar sedih.
tidak ada satupun orang yang mau percaya dengan Yasmin, sebagi pria yang mencintai Yasmin Damar percaya bahwa Yasmin tidak bersalah dia akan memperjuangkan keadilan untuk Yasmin.
Setelah itu Dokter memberitahu bahwa Bu Shinta sudah sadar, mereka segera menemui Bu Shinta diruang rawatnya begitu juga dengan Damar.
__ADS_1
“Mamah, aku bahagia Mamah sudah sadar, sekarang Mamah jelaskan kepada kita semua apa yang sebenarnya terjadi?” ucap Abi
“Yasmin jahat dia`sudah menusuk mamah dia ingin membunuh mamah,” ucap Bu Shinta dengan terbatah-batah
Mendengar penjelasan dari Bu Shinta membuat Damar terkejut.
“Tidak mungkin! Bu Shinta pasti sudah memfitnah Yasmin, Bu jelaskan yang sebenarnya kepada mereka kalau Yasmin tidak bersalah,” ucap Damar dengan tegas
“Apa yang saya katakan itulah kenyataannya bahwa Yasmin ingin melukai saya, dia ingin membunuh saya,” jawab Bu Shinta
“Sekarang kamu dengarkan? Kalau Yasmin itu bersalah jadi dia pantas untuk dipenjara,” ucap Abi
“Yasmin tidak bersalah, Bu Shinta saya mohon jelaskan dengan jujur bahwa Yasmin tidak bersalah,” jawab Damar lalu memohon didepan Bu Shinta sambil bercucuran air mata
“Tidak! Yasmin itu jahat dia kejam, saya tidak akan pernah membebaskan Yasmin dari penjara, dia pantas untuk dipenjara, lebih baik kamu pergi dari sini,” ucap Bu Shinta lalu menyuruh Abi untuk mengusir Damar
Abi pun mengusir Damar dengan menyeretnya keluar, tapi Damar tidak akan pernah menyerah untuk membela Yasmin.
“Abi, ini semua tidak benar Yasmin bukan wanita seperti itu ini semua fitnah, percayalah Abi aku yakin ini semua bukan salah Yasmin,” ucap Damar dengan menyakinkan Abi
“Maaf Damar saya lebih percaya dengan Mamah bagi saya Yasmin itu penjahat, dia tega menusuk ibu kandungnya sendiri,” jawab Abi tak peduli lalu pergi
Damar sangat sedih tidak ada satupun orang yang mau percaya dengan ucapannya.
Berita Yasmin masuk penjara sudah terdengar ditelinga Nayla dan Yuda, mereka pergi untuk melihat keadaan Yasmin.
“Kak Yasmin,” ucap Nayla lalu menatapnya dengan tajam
“Nay, kamu datang kesini? “ jawab Yasmin lalu tersenyum
“Aku sudah tahu masalah kakak, aku kecewa dengan kak Yasmin, dibalik wajah kakak yang polos ternyata kakak wanita yang kejam,” ucap Nayla
“Jadi kamu percaya dengan berita itu?” Tanya Yasmin
“Jelas aku percaya kak, selama ini kakak tidak pernah mendapatkn kasih sayang seorang Ibu maka dari itu kak Yasmin rela melakukan semua ini,”
“Bukan seperti ini kak cara kakak untuk mendapatkan hati seorang Ibu, karena sakit hati kak Yasmin sudah melukai Ibu kakak sendiri,” ucap Nayla dengan membenci Yasmin
“Sumpah Nay aku tidak melakukan hal itu, aku sayang sama Ibu ini semua fitnah,” jawab Yasmin lalu menangis
Melihat sikap Nayla membuat Yuda kecewa dengannya, Yuda percaya bukan Yasmin pelakunya.
“Nay, kasus ini belum selesai masih ada kemungkinan kalau Yasmin tidak bersalah, aku percaya Yasmin bukan wanita seperti itu,” ucap Yuda membela Yasmin
“Apa maksud kamu? kamu masih cinta sama dia? Ingat Yuda kak Yasmin itu wanita yang kejam, dia tega melukai Ibu kandungnya sendiri,” jawab Nayla lalu pergi begitu saja
Yasmin sangat sedih dengan semua ini, wajah cantiknya penuh dengan air mata.
“Aku tidak tahu kenapa semua ini harus terjadi sama aku? aku harus di hukum karena kesalahan yang tidak pernah aku lakukan, “ ucap Yasmin lalu berlinang air mata
Melihat air mata Yasmin yang bercucuran membuat Yuda sedih dan ikut hancur.
“Yasmin, kamu tidak pernah sendiri ada aku dan Damar yang akan selalu membela kamu, jangan pernah sedih aku percaya tuhan merencanakan hal yang paling indah untuk kamu,” ucap Yuda lalu mengusap air mata dengan tangannya
Mereka pun saling menatap satu sama lain.
Keesokan harinya Damar datang untuk melihat Yasmin di kantor polisi,
“Mas Damar aku dengar Ibu sudah sadar, bagaimana dengan kondisi Ibu?” Tanya Yasmin dengan penasaran
Wajah Damar terlihat sedih dan sangat berat untuk Damar mengatakan yang sebenarnya.
“Yasmin, Bu Shinta memang sudah sadar dan hari ini dia akan memberikan kesaksian kepada polisi, “ ucap Damar lalu berlinang air mata
“Alhamduliah, aku harap Ibu bisa membebaskan aku dari sini, tapi kenapa Mas Damar menangis?” jawab Yasmin
Damar tak sanggup untuk menceritakan semuanya, Damar memilih untuk pergi dia tak mau Yasmin sedih dengan kesaksian Bu Shinta.
“Ada apa dengan Mas Damar? Kenapa dia pergi?” Tanya Yasmin dalam hati lalu sedih
Kesaksian apa yang akan diucapkan oleh Bu Shinta? apakah benar Yasmin pembunuhnya?
__ADS_1
Yuk ikuti terus ceritanya