MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Putri Kecil


__ADS_3

Keesokan harinya Abi melihat Nabila yang begitu sabar dan ikhlas merawat dirinya yang sedang sakit.


Melihat ketulusan Nabila membuat Abi merasa bersalah dengan sikapnya selama ini.


“Abi, ini sudah waktunya kamu belajar berjalan, aku antar kamu ke taman ya?” ucap Nabila lalu menatap wajah Abi


Setelah itu Nabila membawa Abi ke taman. Disana Nabila membantu Abi untuk belajar berjalan.


Sedikit demi sedikit Abi bisa berjalan, melihat kondisi Abi yang sudah mulai membaik membuat Nabila bahagia.


“Akhirnya kamu bisa berjalan, aku yakin cepat atau lambat kondisi kamu akan membaik,” ucap Nabila lalu tersenyum


“Terimakasih Nabila karena kamu aku bisa berjalan,” jawab Abi dengan jutek


Saat mereka ada di taman Abi melihat Nayla dan Yuda ada di taman yang sama, mereka sedang mengajak Mentari untuk menghirup udara segar.


“Nay, kamu disini?” Tanya Abi lalu tersenyum


“Iya kak,aku kesini membawa Mentari untuk menghirup udara segar,” jawab Nayla lalu tersenyum


“Nay, apa boleh aku menggendong Mentari?” Tanya Abi


“Silahkan kak,” jawab Nayla lalu memberikan Mentari kepada Abi


Dipelukan Abi, Mentari begitu tenang dan tertidur dengan nyenyak. Hancur hati Abi melihat wajah Mentari yang begitu mirip dengan Yasmin.


“Mentari, kelak nanti kamu akan menjadi cahaya untuk semua orang. Cahaya yang akan membawa kebenaran,” ucap Abi lalu mencium Mentari dengan penuh cinta


Saat Mentari di gendong Abi, tiba-tiba saja Nayla mengalami pusing di kepalanya lalu pingsan. Yuda segera membawa Nayla ke Rumah sakit. Begitu juga dengan Abi dan Nabila yang ikut mengantarnya.


Sampai Di Rumah sakit Dokter memberikan kabar bahagia untuk Yuda dan Nayla.


“Selamat pak Istri Bapak positif hamil,” ucap Dokter lalu tersenyum


Yuda merasa bahagia mendengar kabar bahwa istrinya sedang mengandung. Abi dan Nabila ikut bahagia mendengarnya.


“Selamat Nay, akhirnya kamu akan punya anak.”


“Tapi bagaimana dengan Mentari? Jika kamu sudah punya anak pasti kamu akan kerepotan mengurus dua anak,” ucap Abi


“Aku yakin aku pasti bisa merawat mereka dengan baik,” jawab Nayla lalu tersenyum


Selesai itu Nayla dan Yuda pulang Ke Rumah, sampai di Rumah Yuda mendapat telfon dari pihak sekolah.

__ADS_1


Setelah menerima telfon dari pihak sekolah wajah Yuda begitu bahagia karena dia mendapatkan beasswa S2 di Australia.


“Nay, aku dapat beasiswa S2 di Australia setelah itu aku akan menjadi dosen di salah satu universitas yang ada di Australia, minggu depan kamu harus ikut aku ya?” ucap Yuda lalu tersenyum


“Aku senang Mas akhirnya kamu bisa jadi dosen. Tapi bagaimana dengan Mentari? Aku tidak bisa meninggalkan dia,” jawab Nayla lalu sedih


Tidak lama kemudian Bi Mur datang membawakan secangkir untuk mereka.


“Tuan, Nyonya, saya mohon jangan bawa Mba Mentari pergi. Meski saya hanya seorang asisten Rumah tangga tapi saya sudah menganggap Mba Mentari sebagai Putri saya,” ucap Bi Mur lalu sedih dan takut kehilangan Mentari


“Bi Mur Benar Nay, lebih baikkita titipkan saja Mentari kepada Abi dan Nabila dan Bi Mur bisa kerja di Rumah mereka sekaligus menjaga Mentari. Kalau anak kita sudah lahir tidak mungkin kamu sanggup harus merawat dua orang anak, aku mohon Nay berikan saja Mentari kepada Abi dan Nabila. Aku janji selesai dinas dari Australia kita akan ambil Mentari lagi,” ucap Yuda dengan idenya


“Tapi mas aku sayang sama Mentari, dan aku tidak mau terpisah dari dia,” jawab Nayla dengan berat menitipkan Mentari


“Nay, ini hanya sementara. Aku janji selesai dinas aku akan bawa kamu untuk bertemu dengan Mentari,” ucap Yuda lalu membujuk Istrinya


“Baiklah Mas, jika itu mau kamu aku akan menitipkan Mentari kepada Kak Abi dan Kak Nabila,” jawab Nabila dengan setuju


Satu minggu kemudian..


Hari ini Yuda dan Nayla pergi ke Rumah Abi dan Nabla untuk menitipkan Mentari kepada mereka.


“Kak Abi, Kak Nabila, aku dan Mas Yuda ingin menitipkan Mentari. Aku akan ikut Mas Yuda ke Australia,” ucap Nayla lalu sedih


“Tapi Nay? Bagaimana dengan kasus Yasmin dan Damar? Kita harus bawa masalah ini ke jalur hukum,” ucap Abi


“Pak joko yang seharusnya menjadi saksi utama dia koma kak dan belum sadarkan diri,” jawab Nayla lalu meneteskan air mata


“Baiklah Nay, aku akan merawat Mentari dengan baik. Jika kamu mau pergi pergilah biar Mentari aku yang merawat. Disni juga ada Bi Mur yang akan membantu aku untuk merawat Mentari,” ucap Abi alu tersenyum


“Terimkasih Kak. Aku titip Mentari,” jawab Nayla lalu memeluk Mentari sangat erat


Nabila begitu kecewa melihat Abi yang ingin merawat Mentari.


“Ini semua tidak adil untuk Putriku, seharusnya Bintang yang menjadi putrid satu satunya untuk Abi,” ucap Nabila dalam hati lalu terdiam


Setelah itu Nayla melepaskan peluka itu lalu memberikan Mentari kepada Abi.


“Aku mohon kak jaga Mentari dengan baik,” ucap Nayla lalu meneteskan air mata saat memberikan Mentari kepada Abi


“Aku janji Nay akan selalu menyayangi Mentari seperti aku menyayangi Anakku sendiri,” jawab Abi lalu tersenyum


Tidak lama kemudian Bi Mur datang ke Rumah Abi.

__ADS_1


“Selamat pagi Pak,Bu,” sapa Bi Mur lalu tersenyum


“Pagi Bi Mur, oh ya kak ini Bi Mur asisten Rumah tangga kak Damar dan kak Yasmin. beliau ingin kerja disini sekaligus menjaga Mentari, boleh kan kak kalau Bi Mur bekerja di sini?” Tanya Naya lalu tersenyum


“Tentu boleh Nayla, Bi Mur boleh bekerja di sini sekaligus bisa menjaga Mentari,” jawab Abi lalu tersenyum


“Terimakasih Pak, saya janji akan menjaga Mba Mentari dengan baik,” ucap Bi Mur lalu tersenyum


Setelah itu Nayla memberikan tasbih yang pernah Yasmin buat untuk Mentari.


“Kak berikan tasbih ini untuk Mentari, di seratus butir tasbih ini ada cinta dan doa seorang Ibu untuk Mentari.


Aku berharap Mentari bisa tumbuh menjadi seorang wanita yang tegar,pemberani dan penuh kasih sayang,” ucap Nayla lalu memberikan tasibhnya


“Iya Nay, tasbih ini pasti akan menjadi pengingat untuk Mentari jika dia Rindu dengan Ibunya,” ucap Abi lalu tersenyum


Bgeitu berat hati Nayla melepaskan Mentari untuk tinggal bersama Abi, namun semua ini ia lakukan karena Nayla harus ikut pergi ke Austarilia. Selesai berpamitan Nayla dan Yuda pergi dari Rumah Abi.


“Mentari sekarang kamu akan tinggal di Rumah ini, mulai detik ini kamu akan menjadi putri kecilku,” ucap Abi lalu mencium Mentari


“Aku tidak rela jika Mentari tinggal di Rumah ini, aku tidak mau kasih sayang Abi akan terbagi untuk Bintang,” ucap Nabila dalam hati lalu pergi


Nabila pergi untuk mengikuti Yuda dan Nayla ke Bandara.


Sampai Di Bandara Nayla masuk lebih dulu, saat Yuda hendak masuk ke dalam, Nabila datang dan mencegahnya.


“Nabila,” ucap Yuda terkejut


“Apa maksud kamu menitipkan Mentari kepada Aku dan Abi? Sementara kamu pergi keluar negri,” ucap Nabila lalu menatap wajah Yuda dengan tatapan mata yang tajam


“Kenapa? Kamu takut semua akan terbongkar? Aku tidak mau merawat Mentari karena aku ingin hidup tenang, semua ini rencana kamu jadi kamu yang harus menanggung semuanya,” jawab Yuda lalu menatap wajah Nabila


“Lalu apa dengan kamu pergi semua ini akan hilang begitu saja? Tidak semudah itu meski kamu pergi sejauh apapun kamu tidak akan pernah hidup tenang,” ucap Nabila lalu memegang tangan Yuda


“Tangan kamu ini adalah tangan seorang pembunuh,” ucap Nabila


“Paling tidak aku tidak terlibat dengan rencana kamu selanjutnya, aku menyesal sudah membantu kamu,” jawab Yuda lalu melepaskan tngannya dari genggaman Nabila.


“Jadi lebih baik kamu sadar dan mengakui semua kejahatan kamu di depan semua orang sebelum waktu yang akan membuka semuanya,” ucap Yuda lalu pergi meninggalkan Nabila begitu saja


Mendengar ucapan yuda, membuat Nabila merasa ketakutan. Nabila takut jika semua kejahatannya akan terbongkar.


Setelah itu Nabila pulang kerumah, dengan wajah tegang dan ketakutan membuat hidup Nabila tidak tenang.apalagi saat Nabila masuk ke kamar Mentari dan melihat wajahnya.

__ADS_1


“Ini semua tidak boleh terjadi, aku tidak mau kehilangan Abi. Aku tidak bersalah, ini semua karena mereka seandainya mereka tidak menentang takdir mungkin aku tidak akan melakukan semua ini,” ucap Nabila dalam hati lau meneteskan air mata


Kesalahan itu bukan untuk disembunyikan tapi diakui dan diperbaiki. Tidak ada kesalahan yang bisa benar tanpa diperbaiki.


__ADS_2