
Setelah itu Yasmin pulang ke villa bercucuran air mata Yasmin mengat kebersamaanya bersama Abi dulu, tak sanggup hati Yasmin bila untuk melupakan Abi.
“Abi aku sangat mencintai kamu, kenapa semua ini harus terjadi? Kenapa aku dan Abi harus satu Ibu? Ini semua tidak adil untuk aku,” ucap Yasmin lalu menangis
Yasmin pun membuka dompetnya lalu melihat fotonya bersama Abi sebelum Abi hilang ingatan.
“Sekarang hanya foto ini yang bisa aku peluk, seandainya kamu ingat tentang kita,” ucap Yasmin lalu memeluk foto Abi hingga tertidur
Pagi pun telah mereka pun memutuskan untuk pulang ke Jakarta, sebelum pulang mereka mampir ke sebuah Restoran untuk sarapan pagi. Dengan romantisnya Abi menyuapi Nabila mereka begitu bahagia menghabiskan waktu bersama.
tak sanggup Yasmin menahan air matanya melihat kemesraan mereka yang ada didepan matanya.
“Abi semudah itu kamu melupakan aku? wajahmu begitu bahagia saat bersama Nabila, aku berharap kelak nanti kamu bisa mencintai Nabila meski kamu harus bahagia diatas penderitaan aku, rasanya aku ingin teriak tapi aku sulit untuk untuk melakukan itu, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,” ucap Yasmin dalam hati lalu pergi meninggalkan Damar yang ada didepannya
Melihat Yasmin pergi Damar segera mengejarnya dan mengikuti kemana Yasmin pergi, ternyata Yasmin pergi ketoilet didalam toilet Yasmin menangis meratapi kehancuran yang ada dihatinya.
“Sampai kapan aku harus mengalirkan air mataku ini? Aku lelah dengan semua ini aku mencintainya tapi sedikitpun dia tidak ingat siapa aku, kenapa Allah tidak pernah adil sama aku? dari kecil aku ingin bahagia disaat dewasa aku harus merasakan ini semua mencintai cinta yang tak pantas untuk aku cintai,”
“Apa aku tidak pantas untuk bahagia dengan orang yang aku cintai?” ucap Yasmin dalam hatinya lalu membasuh wajahnya dengan air.
Tidak lama kemudian Damar mengetuk pintu kamar mandinya lalu memanggil namanya.
“Yasmin,” ucap Damar lalu memanggilnya
Mendengar Suara Damar Yasmin segera menghapus air matanya lalu membuka pintu kamar mandinya, terkejut Damar meliat wajah Yasmin yang terlihat sedih.
“Mas Damar, ada apa mas?” Tanya Yasmin lalu tersenyum
“Kamu kenapa pergi? apa kamu tidak sanggup melihat Abi dan Nabila bahagia?” jawab Damar dengan lembut
“Tidak Mas aku hanya ingin pergi ke kamar mandi tadi aku kebelet jadi aku langsung pergi, aku tidak pernah membenci hubungan mereka mas justru aku berdoa semoga mereka selalu bahagia,” ucap Yasmin lalu mencoba untuk tersenyum
“Aku tahu Yasmin berbohong di bibir dia bilangnya bahagia tapi di hatinya Yasmin sedih bahkan hancur,” ucap Damar didalam hatinya lalu mencoba untuk tersenyum
“Baiklah Yasmin aku percaya sama kamu,” jawab Damar lalu tersenyum
Selesai makan mereka pulang ke Jakarta, sampai dijakarta mereka mampir kerumah Abi.
“Abi, kamu sudah pulang?” ucap Bu Shinta lalu segera memeluknya
“Iya Mah hari ini aku bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Nabila,” jawab Abi lalu tersenyum
__ADS_1
Saat mereke ngobrol pak Azhar datang lalu tersenyum, menghampiri putranya.
“Abi Ayah ingin bicara sma kamu,” Tanya Pak Azhar alu tersenyum
“Ayah mau bicara apa?” jawab Abi penasaran
“Abi, Nabila, Ayah mau kalian berdua tunangan setelah itu menikah, Ayah yakin Nbaila ini adalah wanita yang baik untuk kamu,” ucap pak Azhar
“Iya Abi Mamah juga mau kalian berdua menikah seepertinya kalian berdua itu pasangan yang sangat cocok, Nabila kamu mau kan menikah sma Abi?” Tanya Bu Shinta lalu memegang tangan Nabila
“Saya tergantung Abi tante jika Abi mau sama saya maka saya bersedia menikah dengan Abi,” jawab Nabila lalu tersenyum menatap Abi
Mendengar itu Abi hanya terdiam lalu melihat wajah Yasmin yang ada didepannya.
“Kenapa ya hatiku rasanya berat untuk melamar Nabila? tapi aku juga tidak mau membuat Nabila lama menunggu aku, kenapa rasanya aku sedih dan rasanya aku takut untuk jauh dari Yasmin?” Tanya Abi dalam hatinya lalu bimbang
“Bagaimana Abi appa kamu bersedia untuk menikahi Nabila?” Tanya Bu Shinta lalu tersenyum
“Iya Mah aku mau menikah dengan dengan Nabila, aku mau tunangan sama Nabila,” jawab Abi lalu memegang tangan Nabila didepan Yasmin.
“Nabila bersediakah kamu menerima aku untuk menjadi suami kamu?” Tanya Abi lalu tersenyum
Remuk dan hancur rasanya hati Yasmin melihat bahkan menyaksiakn Abi melamar Nabila didepan kedua orang tuanya.
“Aku tidak boleh menangis aku harus bisa Manahan air mataku ini, Aku harus ikut bahagia melihat Abi bahagia,” ucap Yasmin dalam hatinya dengan menutupi rasa sedihnya
Setelah itu Yasmin dan Damar berpamitan untuk pergi, saat hendak keluar dari rumah pak Azhar Bu Shinta memanggil Yasmin.
“Yasmin tunggu,” ucap Bu Shinta lalu menghampirinya
“Ada apa Ibu memanggil saya?” Tanya Yasmin lalu tersenyum
“Abi dan Nabila akan bertunangan dan setelah itu mereka akan menikah, jadi saya minta sama kamu lupakan Abi dan jauhi abi untuk selamanya,”
“Saya harap setelah ini kamu pergi dari kehidupan Abi, dan jangan pernah menganggap saya sebagai Ibu kamu karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah menganggap kamu sebagai anak saya,” ucap Bu Shinta lalu pergi setelah memberi peringatan kepada Yasmin
Mendengar ucapan dari Ibunya membuat Yasmin semakin sedih dengan kenyataan ini, Damar yang ada disampingnya berusaha untuk menangkan hati Yasmin.
“Kamu tidak boleh sedih Yasmin, kamu harus yakin suatu saat nanti Ibu kamu pasti akan menyayangi kamu setelah hujan pasti aka nada pelangi, karena tanpa hujan pelangi tidak akan pernah ada,” ucap Damar lalu tersenyum
“Terimakasih Mas kamu selalu ada buat aku tanpa kamu mungkin aku tidak sekuat ini,” jawab Yasmin lalu tersenyum
__ADS_1
“Aku seperti berdiri diatas duri jika aku jalan aku yang terluka tapi jika aku diam aku lebih terluka, rasanya sangat sakit dihadapkan dua pilhan yang sangat sulit, Ibu yang selama ini aku hormati dia sama sekali tidak menghargai aku sebagai anaknya, karena masa lalu Ibu selalu menyalahkan aku,” ucap Yasmin didalam hatinya lalu berlinang air mata mengingat semua sikap Ibunya yang selama ini sangat membenci dirinya.
Satu minggu kemudian Pertunangan Abi dan Nabila berlangsung, dengan hati yang tegar Yasmin menyaksikan pertunangan mereka.
Saat mereka bertukar cincin Yasmin tak sanggup menatap wajah Abi yang sangat bahagia dengan pertunangan ini.
“Abi dulu kamu pernah memberikan sebuah cincin untuk aku tapi sekarang cincin itu harus melingkar dijari wnita lain, aku tidak menyangka inilah akhir dari sebuah cinta kita, aku harap kamu dan Nabila selalu bahagia sampai maut memisahkan kalian,” ucap Yasmin dalam hatinya
Setelah itu mereka berfoto-foto Yasmin hanya melihatnya dari jauh,
“Mereka seperti sebuah keluarga senyum mereka lepas tanpa beban, apalagi Ibu dia sepertinya bahagia bisa menyaksikan pertunangan Abi dan Nabila,”
“Sementara aku disini sendiri tanpa cinta dan hanya luka yang tersisa,” ucap Yasmin lalu tersenyum sambil meneteskan air mata
Melihat Yasmin sedih membuat Damar juga ikut sedih, dengan romantisnya Damar memberikan tisu untuk Yasmin lalu mengusap air matanya.
“Yasmin jangan menangis aku tidak mau melihat kamu menagis, wanita secantik kamu tidak pantas untuk menangis,” ucap Damar lalu tersenyum sambil menatap wajahnya
“Didepan ku ada seorang pria yang begitu tulus mencintaiku bahkan setiap air mataku dia selalu mengusapnya dengan penuh ketulusan,” ucap Yasmin dalam hatinya
“Mas Damar selama ini kamu sudah terlalu banyak membantu aku, apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku Mas?” Tanya Yasmin lalu menatapnya
“Aku hanya minta dicintai sama kamu seperti kamu mencintai Abi, Aku ingin membuka lembaran baru bersamamu, apa kamu bisa mengabulkan permintaanku?” jawab Damar lalu memegang kedua tangan Yasmin
“Apa maksud Mas Damar?” Tanya Yasmin
“Aku jatuh cinta sama kamu Yasmin, apa kamu bersedia menerima cintaku seperti kamu menerima cinta Abi dulu?” ucap Damar lalu manatapnya
Yasmin hanya terdiam lalu melepaskan tangannya dari genggaman Damar
“Tapi aku wanita yang cacat mas apa kamu mau menikahi gadis cacat seperti aku?” jawab Yasmin
“Aku tidak peduli mau kamu cacat atau tidak karena keputusan aku untuk mencintai kamu tidak akan pernah berubah, aku akan tetap menunggu kamu sampai takdir menyatukan kita,” ucap Damar dengan keputusannya
Yasmin pun pergi dan tidak memberikan jawaban yang pasti untuk Damar.
Apakah Yasmin akan menolak cinta Damar atau menerimanya?
Yuk ikuti terus ceritanya jangan sampai ketinggalan ya
Selamat membaca…..
__ADS_1