
Cinta dimasa lalu sudah membuat Shinta buta dengan statusnya sebagai istri Azhar. Selama Azhar pergi ke Luar kota Shinta mengajak Evan ke Rumah nya.
kedua anaknya dia titipkan di penitipan Anak.
Dika adalah Anak Shinta dengan Evan sementara Abi adalah Anak Shinta dengan Azhar.
“Mamah mau kemana? Dika dan Abi tidak mau disini,” ucap Dika merengek minta pulang.
"Dika kamu harus nurut sama Mamah, jaga Adik kamu dengan baik,“ ucap Shinta ketus.
Dika menangis lalu memegang tangan Mamahnya yang hendak pergi.
“Mamah jangan pergi! Dika takut disini!“ ucap Dika menangis tidak mau ditinggal.
Shinta sama sekali tidak peduli dengan tangisan anaknya, dia tetap pergi meninggalkan anaknya di penitipan anak.
Sementara Azhar merasa tidak focus untuk bekerja.
“Ada apa dengan perasaanku?” tanya Azhar dalam hati Resah.
Shinta dan Evan menghabiskan waktu bersama Di rumah Azhar, mereka bertingkah laku seperti suami Istri.
“Hari ini aku bahagia sekali bisa menghabiskan waktu bersamamu, rasa nya aku seperti menjadi suamimu kembali,” Ucap Evan lalu memeluk Shinta dengan erat.
“Aku juga bahagia selama ini aku sadar cinta yang aku rasakan ke Azhar tidak sebesar ini, aku bahagia memelukmu malam ini,“ jawab Shinta lalu tersenyum bahagia.
Foto pernikahan Azhar dan Shinta yang ada diruangan Azhar jatuh dan retak. Azhar segera mengambilnya lalu jari tangannya berdarah terkena pecahan kaca tersebut.
“Kenapa Foto pernikahanku dan Shinta jatuh?” tanya Azhar merasa resah dan gelisah.
Begitu indah dan mesra Shinta menghabiskan waktunya dengan mantan suaminya, sampai dia lupa dengan kedua putranya yang dia titipkan di penitipan anak.
Malam pun telah tiba Dika merasa rindu dengan Mamahnya dengan nekad Dika kabur dari tempat penitipan anak tersebut.
Dika mencari akal untuk bisa naik ke tembok yang sangat tinggi agar dia bisa keluar dari tempat penitipan tersebut.
Dika memanjat tembok tersebut tanpa pengaman karena licin Dika terjatuh dan membuat semua pegawai panik.
Dika segera dibawa ke rumah sakit dengan penuh darah di kepalanya.
Pihak Rumah sakit menghubungi Shinta lewat telefon, tapi karena asyik berpacaran dengan mantan suaminya hingga Shinta selalu menolak telfon nya.
“Kenapa tidak diangkat sayang?” tanya Evan dengan manja.
“Tidak penting! aku tidak mau ada yang menganggu waktu kita,“ jawab Shinta lalu memegang tangan Evan dan menatapnya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Kondisi Dika sangat kritis dia kehilangan banyak darah dan membutuhkan donor darah, sementara sangat sulit di hubungi.
1 Minggu sudah Azhar di tugaskan di luar kota, malam ini dia dipulangkan lebih cepat dari jadwal dinasnya.
“Shinta pasti bahagia aku pulang cepat,“ ucap Azhar lalu membelikan Shinta bunga mawar dan kalung emas yang sangat cantik.
Sementara malam itu Shinta dan Evan masih asyik menghabiskan waktu bersama di dalam kamar.
Mereka bersikap layaknya sepasang suami istri, Bahkan Shinta juga melupakan anaknya yang sudah di titipkan di tempat penitipan anak.
Sampai didepan Rumah Azhar merasa bahagia dia membawa bunga mawar yang sangat indah untuk Shinta.
Saat membuka pintu Rumahnya Azhar mendengar suara Shinta yang sedang tertawa puas di dalam kamar.
Langkah demi langkah Azhar mendekati kamarnya lalu terkejut melihat Shinta bersama pria lain di kamarnya.
“Shinta!“ ucap Azhar tegas Azhar segera menjatuhkan bunga yang ia bawa untuk Shinta.
“Azhar kamu sudah pulang?” Tanya Shinta lalu menutupi tubuhnya yang telanjang dengan selimut.
Azhar segera menampar Shinta didepan mantan suaminya.
“Ini sikap kamu jika aku pergi Dinas? kamu asyik dengan mantan suami kamu, tega kamu Shinta!“ ucap Azhar dengan emosi.
“Maafkan aku Azhar selama ini aku merasa kesepian karena kamu sibuk kerja dan selalu pergi ke luar kota,“ jawab Shinta menangis.
“Itu bukan alasan untuk kamu menduakan aku, selama ini aku kerja keras untuk menghidupi kamu, aku berjuang untuk masa depan anak-anak kita,“ ucap Azhar lalu meneteskan air mata.
Dengan tatapan mata yang tajam dan penuh amarah Azhar mendekati Evan.
“Kamu sudah menodai istri saya!“ ucap Azhar lalu memukul Evan didepan Shinta.
Begitu hancur hati Azhar melihat pengkhianatan Shinta dengan mantan suaminya.
Saat mereka ribut handphone Shinta bunyi Azhar segera menerimanya lalu terkejut telfon tersebut dari pihak Rumah sakit.
Dika masuk Rumah sakit dan keadaannya sangat kritis, Shinta juga kaget karena dia baru tahu anaknya masuk Rumah sakit.
Azhar dan Shinta segera pergi kerumah sakit untuk menemui Dika yang sedang kritis.
“Bagaimana kondisi Dika Dok?“ tanya Shinta panik
“Dika kritis Bu selama ini pihak Rumah sakit selalu menghubungi Ibu tapi Ibu tidak pernah menerima nya,“ jawab Dokter sedih.
Shinta begitu sedih dan menyesal lalu meminta maaf.
__ADS_1
“Saya minta maaf Dok saya fikir telfon itu tidak penting,“ jawab Shinta lalu menangis.
Shinta segera pergi ke ruangan Dika lalu melihat kondisi anaknya yang terbaring lemah di rumah sakit.
"Maafkan Mamah Dika selama ini Mamah salah,“ ucap Shinta dengan rasa yang begitu hancur.
lalu memegang tangan putranya dengan bercuran air mata.
Sikap Shinta membuat Azhar kecewa, karena cinta di masa lalu membuat Shinta lupa dengan status nya sebagai seorang Ibu dan seorang istri.
“Ini semua salah kamu Shinta! karena cinta dan ambisi kamu Dika jadi korban, kamu menitipkan anak anak ke orang lain sementara kamu asyik selingkuh dirumah aku.“
“Hatiku hancur Shinta melihat kamu yang begitu rendah dimata mantan suami kamu,“ ucap Azhar lalu pergi meninggalkan Shinta.
Shinta mengejar Azhar yang pergi karena kecewa dengan sikap nya.
“Maafkan aku Azhar, aku sangat menyesal!“ ucap Shinta penuh penyesalan
“Maaf kamu bilang? sudah dua kali kamu melukai perasaan aku dengan pengkhianatan ini,”
“Dulu saat aku ingin melamar kamu, kamu hamil anak Evan dan sekarang saat kamu jadi istriku kamu melakukan itu didepan mata aku, Istri macam apa kamu Shinta?“ jawab Azhar emosi lalu berlinang air mata, Shinta bersujud didepan kaki suaminya dan menangis.
“Aku tahu aku salah tidak seharus nya aku mengkhianati kamu dengan pria lain, Maafkan aku Azhar,“ ucap Shinta lalu menangis memohon maaf dan bersujud kaki suaminya.
Azhar begitu kecewa dengan sikap istrinya yang begitu rendah di mata pria.
“Aku malu punya istri seperti kamu, aku kecewa sama kamu,” ucap Azhar lalu pergi meninggalkan Shinta.
Azhar begitu hancur melihat Shinta yang begitu tega mengkhianati dirinya dengan mantan suaminya.
“Begitu tega nya Shinta mengkhianati aku dengan mantan suaminya, dia menyerahkan semua nya untuk mantan suami nya,“
“Apa salah aku Ya Allah? istri yang sangat aku cintai dia tega mengkhianati aku dengan pria lain bahkan dia mengorbankan anak nya sendiri demi cinta,“ ucap Azhar dengan penuh kesedihan
Shinta sudah mengkhianati Azhar dengan pria lain, dan itu sangat menyakitkan untuk Azhar.
Bagaimanakah kisah cinta Azhar dan Shinta ?
Akankah mereka mampu mempertahankan pernikahan nya?
Ikuti terus cerita nya ya kakak
Namun sebelumnya jangan lupa dukung aku ya readers dengan cara like, koment dan vote ....
Karena dukungan mu sangat berarti untukku melanjutkan cerdas selanjutnya.
__ADS_1