MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Tetap Disini


__ADS_3

Suatu hari Abi mendapatkan surat panggilan dari pengadilan agama.


Keputusannya untuk menceraikan Nabila membuatnya dilema, selama ini Nabila sudah terlalu baik merawat dirinya dan dua anaknya.


“Abi, surat dari pengadilan sudah keluar keputusan kamu untuk menceraikan aku akan segera terwujud. Dan sebentar lagi pernikahan ini akan berakhir,” ucap Nabila lalu meneteskan air mata


“Ya Allah, aku tidak tahu apa ini keputusan yang terbaik atau tidak? Selama ini Nabila sudah terlalu baik denganku, dia begitu tulus dalam mencintaiku,” ucap Abi dalam hati lalu terdiam


“Aku akan pergi dari Rumah ini, dan aku akan bawa Bintang pergi,” ucap Nabila lalu merapikan semua bajunya di dalam koper.


Saat Nabila hendak pergi Pak Azhar dan Bu Shinta melihatnya.


“Nabila, kamu mau kemana?” Tanya Bu Shinta


“Aku mau pergi Mah dari rumah ini, Aku dan Abi tidak bersama lagi,” ucap Nabila lalu sedih


“Abi, apa kamu yakin akan menceraikan Nabila? Nabila ini wanita yang sangat tulus mencintai kamu, selama ini dia juga yang merawat kamu. Ayah tahu kamu belum bisa mencintai Nabila, tapi ingatlah Abi kamu punya anak yang butuh sosok kalian berdua, jangan sampai Bintang tumbuh tanpa kasih sayang dari kalian,” ucap Pak Azhar lalu menasehati Abi


“Jangan sampai pernikahan kalian hancur seperti pernikahan Mamah, jika kalian bersatu kalian bisa menjadi orang tua yang lengkap untuk Bintang dan Mentari,” ucap Bu Shinta


Abi pun hanya terdiam lalu menatap wajah Nabila yang ada di depannya. Abi merobek surat cerai yang ada ditangannya.


“Nabila, aku mohon jangan pergi. Maafkan atas semua sikapku selama ini, aku masih butuh kamu disini,” ucap Abi lalu menghampirinya dengan kursi roda


“Aku janji aku akan belajar mencintai kamu, aku mau kamu tetap di sini menjadi Ibu untuk Bintang dan Mentari. Temani aku untuk merawat mereka berdua, aku mau kita jadi orang tua yang lengkap untuk mereka,” ucap Abi lalu memegang tangan Nabila


“Baiklah Abi aku mau kembali sama kamu dan aku mau jadi orang tua yang lengkap untuk anak kita,” jawab Nabila lalu memeluk Abi dengan erat


Meliht mereka bersatu kembali membuat Bu Shinta dan Pak Azhar bahagia, mereka selalu mendoakan kebahagiaan mereka.


Dipelukan Abi, Nabila merasa menang untuk mendapatkan hati Abi.


“Akhirnya aku menang ternyata benar kematian Yasmin dan Damar membuat aku dan Abi bersatu, setelah ini aku akan menyingkirkan Bu Shinta. aku tidak mau dia bersatu dengan pak Azhar dan hidup bahagia,” ucap Nabila di dalam hati dengan akal liciknya

__ADS_1


Semenjak itu Abi dan Nabila hidup selayaknya suami dan Istri, mereka bersatu dan menjadi orang tua yang lengkap untuk Bintang dan Mentari.


Namun kasih sayang mereka selalu tertuju pada Mentari, Pak Azhar dan Bu Shinta jauh lebih menyangi Mentari dari pada Bintang semua itu membuat Nabila merasa kesal dan iri.


“Abi, aku tidak suka jika semua orang sayang sama Mentari. Apalagi orang tua kamu, cucu pertama mereka adalah Bintang bukan Mentari,” ucap Nabila dengan kesal


“Sudahlah Nabila, Mentari juga cucu mereka wajar jika Mentari jauh lebih di sayang karena hanya kita keluarga Mentari. Aku harap kamu bisa mengerti, Bintang adalah seorang kakak jadi dia harus belajar mengalah,” jawab Abi lalu pergi


“Aku tidak akan pernah rela jika anakku harus mengalah dari anak pelakor itu, aku bersumpah akan membuat hidup dia hancur,” ucap Nabila lalu pergi


Setelah itu Nabila menemui Bi Mur yang sedang mengendong Mentari di taman.


“Bi Mur tidak mau kan jika Mentari ini saya titipkan dip anti asuhan?” Tanya Nabila sambil menatap wajah Bi Mur


“Saya mohon Non jangan bawa Mba Mentari ke panti asuhan. Saya janji akan menuruti semua permintaan Non Nabila asalkan jangan titipkan Mba Mentari ke panti asuhan,” ucap Bi Mur lalu memohon di depannya


“Baiklah saya pegang janji Bi Mur,” jawab Nabila lalu pergi


Bi Mur merasa ketakukan dengan ancaman Nabila yang ingin mebawa Mentari pergi.


Persiapan pernikahan Pak Azhar dan Bu Shinta sudah 50% BuShinta merasa bahagia akan bersatu lagi dengan pak Azhar.


“Azhar, terimakasih kamu sudah mau menerima aku kembali. Maafkan atas semua kesalahanku di masa lalu yang pernah menduakan cinta kamu. “


Bu Shinta merasa sedih jika mengingat semua kesalahannya di masa lalu, apalagi jika dia ingat sikapnya yang begitu kasar dan sering melukai hati Yasmin.


“Aku menyesal sudah membenci Yasmin karena kesalahanku di masa lalu, seharusnya aku sadar bahwa semua ini adalah kesalahanku,” ucap Bu Shinta lalu berlinang air mata


“Shinta, aku yakin Yasmin sudah memaafkan kamu dan dia sudah hidup bahagia di syurga. Yang terpenting sekarang kita harus saling memaafkan, masih ada `Mentari kamu bisa menjaga Mentari dan menyayanginya,” jawab Pak Azhar lalu tersenyum


Saat mereka bersama Nabila mendengar semua pembicaraan mereka.


“Aku tidak rela jika semua orang menyayangi Mentari dan melupakan anakku, anak pelakor itu tidak boleh bahagia dia harus menderita,” ucap Nabila di dalam hati lalu menemui Bi Mur di kamarnya

__ADS_1


Sampai di kamar Bi Mur Nabila membisikkan sesuatu di telinga Bi Mur tentang rencananya. Mendengar itu Bi Mur langsung menolaknya.


“Tidak Non! Saya tidak mau melakukan itu,” ucap Bi Mur lalu ketakutan


“Baiklah jika Bi Mur menolak permintaan saya, saya akan menitipkan Mentari ke panti asuhan.” Ancam Nabila kepada Bi Mur


Dengan sangat terpaksa Bi Mur menuruti semua permintaan Nabila demi menyelamatkan Mentari.


Saat itu Nabila berpura-pura bersikap manis dengan Mentari di depan mereka, melihat Nabila yang begitu sayang dengan Mentari membuat pak Azhar dan Bu Shinta merasa kagum dengannya.


“Nabila, kamu memang Ibu yang hebat meski Mentari bukan anak kandung, tapi kasih sayang kamu begitu tulus untuk Mentari,” ucap Pak Azhar dengan memujinya


“Tentu saja Ayah, aku sangat menyayangi Mentari . aku sudah menganggap dia seperti anak kandungku sendiri,” jawab Nabila dengan berpura pura


Abi pun merasa bersalah melihat sikap Nabila yang begitu baik dan sayang dengan Mentari. Di depan mereka Nabila selalu bersikap manis namun di belakang mereka Nabila sangat membenci Mentari.


“Aku benci dengan anak itu sampai kapanpun aku tidak kan pernah menyayangi dia. Karena dia hidup saya jadi hancur, pengkhianatan itu tidak akan pernah aku lupakan. Aku akan buat hidup Mentari hancur seperti debu di lantai,” ucap Nabila di dalam hatinya


Melihat sikap Nabila yang pandai bersandiwara membuat Bi Mur mersa kasal dan kecewa.


“Non Nabila benar-benar manusia bermuka dua di depan mereka dia bersikap manis tapi di belakang dia begitu kejam. Kasihan Mba Mentari harus hidup dengan seorang Ibu yang tidak pernah tulus menyayangi dirinya.”


“Seandainya Pak Damar dan Bu Yasmin masih hidup pasti mereka akan merawat dan menyayangi Mba Mentari, siapa perampok itu? Kenapa mereka begitu tega membunuh pak Damar dan Bu Yasmin,” ucap Bi Mur di dalam hatinya lalu meneteskan air mata


Sementara hidup dia tidak merasa tenang, setiap Malam Yuda selalu mimpi buruk tentang pembunuhan itu. Meski dia jauh namun kesalahan itu tidak bisa di hilangkan begitu saja.


“Kenpa aku selalu mimpi tentang pembunuhan itu? Apa benar meski aku pergi jauh aku tetaplah seorang pembunuh, aku yang sudah membunuh Damar,” ucap Yuda dalam hatinya lalu melihat Nayla yang tertidur pulas di sampingnya


“Bagaimana jika Nayla tahu aku adalah seorang pembunuh, dan aku yang sudah membunuh Damar.” Rintih Yuda di dalam hatinya lalu pergi ke luar


“Kenapa aku begitu bodoh? Seharusnya aku tidak mengikuti rencana Nabila untuk melakukan semua ini, aku benar benar takut jika semua ini akan terbongkar,” ucap Yuda di dalam hatinya lalu merasa ketakutan.


Cinta dan ambisi sudah merubah sikap Nabila dan Yuda, mereka menjadi kejam dan nekad untuk melukai seseorang. Kesalahan itu bukan untuk di hindari tapi di hadapi dan di pertanggung jawabkan.

__ADS_1


Sejauh apapun kita pergi kesalahan itu akan selalu menghantui fikirannya.


Yuk ikuti terus ceritanya yang makin seru!!!!!!!


__ADS_2