
Saat Malam tiba Yasmin selalu memandang tasbih tersebut, dia merasa bersyukur memiliki suami yang sangat mencintai dirinya.
“Aku bersyukur Mas Damar mau memaafkan aku, mulai detik ini aku harus bisa melupakan Abi ini semua aku lakukan demi anak ku dan masa depanku. Aku tidak sabar menanti anak ku lahir, satu bulan lagi anak pertama kita akan lahirdan tasbih ini akan aku berikan untukknya,” ucap Yasmin dalam hati lalu tersenyum
Saat Yasmin duduk di ruang tamu sambil memandang tasbih yang ia buat khusus untuk anaknya, Damar datang membawakan segelas susu untuknya.
“Sayang, aku buatkan susu khusus untuk kamu dan anak kita,” ucap Damar lalu tersenyum
“Terimakasih mas, kamu memang suamiku yang paling baik. Aku janji mas mulai detik ini dan selamanya, aku akan mencintai kamu sepenuh hati aku.”
Yasmin pun memeluk Damar dengan pelukan yang sangat erat, Damar merasa bahagia melihat Yasmin yang hidup bahagia bersamanya.
“Sudahlah Yasmin, kita lupakan masa lalu kita. Aku percaya kamu adalah milikku,” jawab Damar sambil memeluk istrinya
Setelah itu mereka tidur di kamar, sebelum tidur Yasmin menuliskan sebuah surat untuk Abi.
Yasmin berharap Abi bisa sembuh dari penyakitnya. Selesai menulis surat Yasmin tidur di samping Damar sambil memegang tasbih yang ia buat khusus untuk anaknya.
“Semoga dengan tasbih ini anakku akan selalu mengingatku, aku membuat tasbih ini dengan penuh cinta. Di setiap butirnya tersimpan doa untuk anak ku, Aku harap kelak nanti anakku bisa menjadi anak yang jujur,pemberani dan bijaksana,” ucap Yasmin dalam hati lalu terlelap tidur.
Saat tengah Malam ada dua orang yang memakai topeng masuk ke dalam Rumah Yasmin, Malam itu juga Damar terbangun dari tidurnya karena dia merasa sangat haus lalu pergi ke dapur.
Saat melangkah ke dapur Damar melihat pintu Rumahnya terbuka.
“Loh kok pintu Rumahku terbuka? Apa Bi Mur sudah pulang ya dari kampung?” bisik Damar dalam hatinya lalu menutup pintu Rumahnya kembali.
Saat dia menutup pintu tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang.Damar pun membalikkan badannya lalu terkejut melihat dua orang tersebut.
“Siapa kalian? Kenapa kalian bisa masuk ke Rumah saya?” Tanya Damar
Tanpa basa basi salah satu dari orang itu memukul Damar
“Dimana Istri kamu?” Tanya Orang bertopeng tersebut
“Mau apa kalian Tanya Istri saya?” jawab Damar dengan kesakitan
Dua orang bertopeng itu kembali memukul Damar engan keras hingga Damar terluka,
“Sudahlah, tunjukkan dimana Istri kamu tidur? Kami ingin bertemu dengannya?” ucap Salah satu orang bertopeng tersebut
Dua orang bertopeng itu naik ke atas tangga dan menuju ke kamar Yasmin, Damar yang melihat segera mencegahnya.
“Saya tidak akan pernah membiarkan kalian untuk menemui Istri saya,” ucap Damar dengan melarangnya lalu berusaha untuk melawan mereka dan membuka topeng salah satu di antara mereka.
Damar sangat terkejut karena melihat wajahnya.dia seorang pria yang Damar kenali.
“Kamu,” ucap Damar terkejut
Karena Damar sudah berhasil membuka topengnya dua orang bertopeng tersebut mendorong Damar hingga terjatuh dari atas balkon rumahnya. Damar pun terluka dan penuh darah dikepalanya.
Mendengar ada kerusuhan di Rumahnya Yasmin terbangun dari tidurnya lalu melihat Damar yang tidak ada di sampingnya.
Yasmin segera keluar dari kamarnya dan mencari suaminya yaitu Damar.
“Mas Damar,” ucap Yasmin lalu melihat ke bawah
Yasmin terkejut melihat suaminya jatuh dari atas balkon melihat Damar yang penuh luka di kepalanya, Yasmin segera turun dan menghampirinya.
“Mas Damar, kamu kenapa Mas? Apa yang terjadi sama kamu?” ucap Yasmin lalu menangis dan berusaha untuk mencari bantuan namun saat dia ingin keluar pintu Rumahnya terkunci.
“Kemana kunci rumah ini?” Tanya Yasmin dalam hati lalu segera menelfon satpam Rumahnya namun sayang telfon Rumahnya terputus.
Meihat semua itu membuat Yasmin semakin panik, dia merasa bingung harus bagaimana saat Yasmin panik dua orang bertopeng itu kembali muncul dan ingin menghabisi nyawanya.
“Suami kamu sudah mati Yasmin dan sekarang giliran kamu yang mati,” ucap orang bertopeng tersebut lalu menampar wajah Yasmin dan mendorong Yasmin hingga terbentur di meja.
Setelah itu Yasmin berusaha bangun untuk membuka dua orang bertopeng tersebut, dalam kondisi hamil Yasmin berusaha untuk melawannya.
Namun semua itu sia-sia dua orang bertopeng itu memukul kepala Yasmin hingga berdarah, Yasmin pun belum sempat membuka topengnya lalu dia pingsan.
__ADS_1
Melihat kondisi Yasmin yang sudah terluka parah dua orang itu pergi dari Rumah Yasmin dan meninggalkan mereka.
Saat mereka keluar dari Rumah Damar dan Yasmin. Ada satpam yang berjaga dan melihatnya, satpam itu segera mengejarnya dan berhasil menangkapnya.
“Siapa kalian? Kenapa kalian bisa masuk ke Rumah pak Damar?” Tanya Pak Joko satpam di Rumah Damar dan Yasmin
Pak Joko merasa penasaran dengan mereka berdua lalu membuka topeng, ternyata dua orang tersebut laki-laki dan perempuan.
Setelah itu dua orang bertopeng itu berusaha kabur dan mendorong pak Joko hingga terjatuh dan terbentur di aspal.
Pak joko pun pingsan dan tidak sadarkan diri. Saat semuanya sudah terjadi Bi Mur baru datang dari kampung dan melihat kondisi Rumah Bu Yasmin yang terbuka.
Bi Mur pun masuk ke dalam lalu melihat Damar yang tidak sadarkan diri,
“Ya Allah pak Damar kenapa?” Tanya Bi Mur lalu melihat Yasmin yang terluka juga
“Bu Yasmin, Ibu kenapa? Apa yang terjadi Bu?” ucap Bi Mur lalu menangis
Yasmin pun sempat membuka matanya merasakan sakit yang sangat hebat di perutnya.
“Bi Mur tolong saya, perut saya sakit,” ucap Yasmin dengan kondisi lemah
“Bu Yasmin harus bertahan saya akan cari bantuan,” jawab Bi Mur lalu segera pergi mencari bantuan
Setelah itu Damar dan Yasmin segera di bawa Ke Rumah sakit menggunakan Ambulance.
Sampai di Rumah sakit pak Azhar melihat Damar dan Yasmin terluka parah.
“Yasmin,Damar,” ucap Pak Azhar lalu segera menghampirinya
“Dokter ada apa ini? Kenapa mereka bisa terluka?” Tanya pak Azhar
“Mereka ini korban perampokkan pak, kami mohon maaf pak lebih baik bapak tunggu di luar,” ucap Dokter lalu segera menutup pintu ruang UGD
Saat itu Bi Mur datang sambil berlinang air mata, Pak Azhar langsung menghampirinys.
“Saya tidak tahu pak, yang saya tahu mereka adalah korban perampokkan. Saat saya datang pak Damar dan Bu Yasmin sudah terluka,”ucap Bi Mur lalu menangis
“Kenapa mereka bisa kerampok kan?” ucap pak Azhar lalu segera menelfon Bu Shinta dan Nayla untuk datang ke Yogya dan memberitahu kondisi mereka.
Kondisi Damar sangat kritis dia kehilangan banyak darah dan denyut jantungnya semakin lemah.
Sementara kondisi Yasmin dia mengalami komplikasi, Dokter akan berusaha menyelamatkan bayi Yasmin.
Keesokan harinya Nayla datang seoang diri dan menanyakan kondis Damar dan Yasmin.
“Dokter bagaimana kondisi kakak saya?” Tanya Nayla lalu berlinnag air mata
“Kondisi pak Damar kritis Bu sementara kondisi Bu Yasmin sangat kecil harapannya untuk bertahan hidup, kami akan berusaha untuk menyelamatkan bayi Bu Yasmin. Kalian berdoa saja untuk kesembuhan mereka,” ucap Dokter lalu pergi
Nayla pun menangis kesedihan melihat kondisi Damar dan Yasmin yang terluka parah Karen kasus perampokkan.
“Bi Mur, kenapa semua ini bisa aterjadi? Kemana pak Joko kenapa dia tidak menjaga keamanan dengan baik?” Tanya Nayla lalu menyalahkan pembantunya
“Maaf Non saya juga tidak tahu Apa yang sebenarnya terjadi, kondisi pak joko parah non dia mengejar dua orang itu hingga akhirnya dia jatuh dan mengalami kebutaan,” jawab Bi Mur lalu sedih
Hari Ini Yasmin akan melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan bayinya. Nayla berdoa agar Yasmin dan ponakannya bisa selamat begitu juga Doa Nayla untuk Damar.
“Ya Allah semoga kak Yasmin dan anaknya bisa selamat. Aku tidak mau kehilangan mereka aku sayang sama mereka, selamatkan juga kak Damar,” ucap Nayla dalam hatinya
Setelah itu beberapa saat kemudain Nayla mendengar suara tangisan bayi, namun setelah melahirkan kondisi Yasmin semakin drop denyut jantungnya semakin lemah.
Yasmin pun sempat membuka matanya sebentar.
“Dokter izinkan saya bertemu dengan Nayla,” ucap Yasmin dalam kondisi lemah
Dokter pun segara memanggil Nayla untuk menemui Yasmin.
“Kak Yasmin harus bertahan, anak kakak sudah lahir,” ucap Nayla lalu menangis melihat kondisi Yasmin yang terbaring lemah di Rumah sakit
__ADS_1
Tidak lama kemudian seorang suster datang lalu menggendong Bayi Yasmin yang sudah lahir dengan selamat dan sempurna dan memberikannya kepada Nayla.
“Kakak lihat anak kakak sangat cantik dan sempurna. Kak Yasmn harus bertahan demi anak kakak,” ucap Nayla lalu meneteskan air mata
“Nay, aku sudah tidak kuat lagi. Aku mau kamu jaga anak ku dengan baik, aku mau kasih nama dia MENTARI. Dan aku mau kamu berikan tasbih ini untuk mentari, tasbih ini aku buat khusus untuk mentari,” ucap Yasmin lalu meneteskan air mata
“Tidak kak, kakak harus mendampingi Mentari apapun yang terjadi. Kak Yasmin harus kuat aku tidak mau kakak bicara seperti ini,” ucap Nayla lalu menangis
Tidak lama kemudian pak Azhar datang dan melihat kondisi Yasmin yang terbaring lemah di Rumah sakit.
“Tidak Nay, aku yakin kamu pasti bisa merawat anakku. Aku mohon Nay jaga Mentari dengan baik. Aku percaya suatu saat Mentari akan menjadi perempuan yang hebat dan menjadi cahaya untuk semua orang,” ucap Yasmin lalu tersenyum dan menatap wajah pak Azhar yang ada di depennya .
“Ayah, terimakasih atas semua waktu Ayah untuk aku.”
“Ayah, ada dua hal yang aku inginkan dari Ayah, Apa ayah mau menuruti permintaanku?” ucap Yasmin lalu memegang tangan pak Azhar
“Jika Ayah mampu Ayah pasti akan megabulkannya untuk kamu,” jawab pak Azhar lalu berlinang air mata
“Ayah, jika aku pergi nanti aku mau Ayah berikan jantung aku untuk Abi, aku ingin Abi sembuh dan hidup bahagia tanpa aku.”
Yasmin pun tersenyum lalu meneteskan air mata dan memegang tangan pak Azhar.
“Tidak Yasmin, kamu harus sembuh Ayah tidak mau kamu melakukan semua ini untuk Abi,” ucap Pak Azhar
“Aku mohon Ayah lakukan semua ini demi aku. Aku juga minta sama Ayah kembalilah bersama Ibu jika aku pergi nanti Ibu pasti akan hidup sendiri. Maafkan atas semua kesalahan Ibu di masa lalu Ayah, aku tahu Ayah masih cinta sama Ibu Shinta. rasa benci Ayah pasti akan hilang jika melihat cinta di hati Ayah,aku mohon Ayah bersatulah dengan Ibu,” ucap Yasmin lalu menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya
“Kak Yasmin, bangun kak,” ucap Nayla menangis sangat histeris
“Yasmin, kamu kenapa Yasmin?” ucap Pak Azhar lalu memanggil Dokter.
Tangan Yasmin terlepas dari genggaman pak Azhar.
“Maaf pak, Bu Yasmin sudah meninggal dunia. Kami turut berduka cita atas meninggalnya Bu Yasmin,” ucap Dokter lalu sedih
“Tidak Mungkin Dok! Kakak saya masih hidup, kak Yasmin bangun!” ucap Nayla lalu memeluk jenazah Yasmin dengan erat dan penuh kesedihan
Pak Azhar juga sangat terpukul dengan kepergian Yasmin.
“Yasmin,” ucap Pak Azhar lalu menangis
Saat Yasmin sudah tidak bernyawa Bu Shinta datang lalu melihat pak Azhar dan Nayla menangis memeluk Yasmin.
“Azhar, ini ada apa? kenapa kalian semua menangis?” Tanya Bu Shinta lalu melihat Yasmin yang tertidur pulas
“Yasmin, ada apa dengan Yasmin? Bagaimana kondisi Yasmin?” Tanya Bu Shinta lalu mendekati Yasmin
Bu Shinta memegang tangan Yasmin yang sangat dingin.
“Dokter, kok tangan Yasmin dingin? Apa dia ini pengaruh obat?” Tanya Bu Shinta
“Yasmin bangun, Ini Ibu Yasmin. Ibu kesini mau minta maaf sama kamu, sekarang Ibu sadar apa yang terjadi selama ini semuanya salah Ibu bukan salah kamu, Yasmin Ibu mohon bangunlah,” ucap Bu Shinta lalu berlinang air mata
Semua orang hanya terdiam melihat sikap Bu Shinta yang berusaha membangunkan Yasmin.
“Ini kenapa semuanya diam? Azhar, ada apa dengan Yasmin? Kenapa Yasmin tidak bergerak?” Tanya Bu Shinta
Nayla pun sedih harus mengatakan semuanya kepada bu Shinta.
“Bu Shinta, Kak Yasmin sudah meninggal dunia Ibu ikhlaskan kak Yasmin pergi,” ucap Nayla lalu menangis tak sanggup mengatakannya
Bu Shinta sangat terkejut mendengarnya lalu dia tak percaya bahwa putrinya sudah meninggal.
“Tidak mungkin Nayla, anak saya masih hidup dia wanita kuat.”
“Yasmin, bangun Yasmin jangan tinggalkan Ibu, maafkan Ibu selama ini yang sudah kasar dan tega memfitnah kamu. Ibu menyesal Yasmin selalu menyalahkan kamu,” ucap Bu Shinta lalu pingsan di pelukan jenazah Yasmin.
Seseorang pasti akan lebih berarti ketika sudah tiada namun saat ada kita tidak pernah menghargainya bahkan selalu menyakitinya.
Yuk ikuti terus ceritanya…
__ADS_1