
Setelah mengantar Yasmin Abi pulang dengan wajah yang berseri-seri, sampai di rumah Abi ditegur oleh ayah nya.
“Abi,” ucap Azhar Ayah Abi dengan tegas.
Langkah kakinya berhenti lalu terkejut melihat ayahnya sudah pulang dari Amerika.
“Ayah sudah pulang? Sejak kapan Ayah ada di rumah?” Tanya Abi penasaran.
Azhar mendekati putranya lalu menegur sikapnya selama ini dikantor.
“Ayah kecewa sama kamu! selama ini kamu selalu bersikap dingin dan jutek dengan semua orang yang ada di kantor,” Ucap Azhar lalu menatap wajah putranya.
“Ayah tahu dari mana tentang sikap aku selama ini?” Tanya Abi penasaran.
“Nabila, tadi dia datang kesini dan menceritakan semua sikap kamu di kantor. Abi, Ayah tidak pernah suka dengan sikap kamu yang selalu kasar dengan wanita,” Jawab Azhar sambil menasehati Abi
Abi hanya terdiam mendengarnya lalu mendekati Ayahnya.
“Lalu Abi harus bagaimana Ayah? apakah Abi harus bersikap seperti Ayah, mengejar cinta dan direndahkan oleh wanita?” ucap Abi dengan membuka masa lalu Ayahnya.
Mendengar ucapan Abi membuat Azhar kesal.
“Ayah tidak pernah menyuruh kamu untuk mengejar wanita tapi Ayah mau kamu hargai wanita bukan seperti ini sikap seorang pria,” Ucap Azhar menasehati putranya.
“Tidak Ayah! Semua wanita itu sama seperti Mamah untuk apa aku menghargai wanita jika pada akhirnya aku terluka,” Jawab Abi lalu meneteskan air mata.
Sebagai Ayah Azhar mencoba untuk menghilangkan rasa trauma pada Abi.
“Tidak semua wanita seperti Mamah kamu Abi. Kamu harus belajar untuk menghargai cinta dan rasa, jangan bersikap seperti ini. Percayalah cinta itu indah,” ucap Azhar lalu tersenyum
“Jika cinta itu indah kenapa Ayah dan Mamah harus berpisah?kenapa cinta Mamah bisa goyah?apa Ayah bisa menjamin jika cinta dan rasa itu hadir akan menghargai kita?” Tanya Abi dengan tatapan mata yang tajam didepan Ayahnya.
“Ayah tidak bisa menjawabnya? itu bertanda cinta dan rasa tidak selamanya indah dan pasti akan berakhir menyakitkan, aku merasa terluka dengan perpisahan Ayah dan Mamah,” Jawab Abi lalu pergi ke kamar nya.
Azhar merasa bersalah karena perpisahan itu sudah membuat hati Abi terluka bahkan takut untuk mengenal cinta.
Didalam Kamar Abi menangis kesedihan mengingat dirinya yang besar dan tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ibu.
Dia teringat saat pertama kali dia masuk TK semua ibu mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah, hanya Abi yang tidak datang bersama ibunya. Di situlah Abi mulai membenci ibunya, dia tidak ingin bertemu dengan ibu kandungnya.
“Ibu aku benci sama Ibu karena Ibu hidup aku berantakan, saat aku kecil dulu Ibu tidak pernah ada disamping aku. Bahkan disaat aku sakit Ibu tidak pernah menjadi dokter pertama dalam hidupku, aku hanya punya Ayah dan aku tidak ingin melihat wajah Ibu,” Ucap Abi dalam hati lalu berlinang air mata.
Perpisahan Azhar dan Shinta sudah membuat trauma besar dalam hidup Abi, semenjak perpisahan itu Azhar membawa Abi pergi dari hidup Shinta.
Dari situlah Abi kehilangan sosok seorang Ibu dalam hidupnya, semua itu membuat Abi tumbuh menjadi pria yang jutek dan sulit untuk jatuh cinta.
Keesokan harinya Abi bangun lebih awal untuk berangkat ke kantor, hari ini juga Azhar ingin berangkat bersama Abi.
“Abi apa Ayah boleh ikut bersamamu dikantor?” Tanya Azhar.
“Baiklah Ayah jika Ayah mau pergi ke kantor,” Jawab Abi lalu pergi bersama Ayahnya.
Pagi ini Yasmin sudah siap untuk berangkat ke kampus, sebelum berangkat Yasmin menyiapkan sarapan pagi untuk Ibunya.
“Ibu ayo makan, Yasmin sudah siapkan makanan untuk Ibu,” Ucap Yasmin lalu tersenyum.
__ADS_1
Melihat wajah Yasmin membuat Shinta teringat dengan Evan yang sudah menghancurkan Rumah tangganya dengan Azhar.
“Saya tidak mau makan! tidak sudi Ibu makan masakan anak haram seperti kamu,” ucap Shinta menyakitkan.
“Tapi Bu aku sudah masak untuk Ibu, aku ingin Ibu makan bersamaku,” Jawab Yasmin lalu memegang tangan Ibunya
“Jangan harap saya akan menyayangi kamu seperti Ibu yang lain, karena Ayah kamu hidup. Saya jadi hancur dan saya malu punya anak cacat seperti kamu,“ ucap Shinta lalu melepaskan tangannya dan pergi.
Yasmin begitu sedih melihat sikap Ibunya yang selalu kasar dengannya.
“Ibu aku sayang sama Ibu aku janji aku akan menjadi anak kebanggaan untuk Ibu,” Ucap Yasmin dalam hati lalu meneteskan air mata
Setelah itu Yasmin berangkat ke kampus disepanjang jalan Yasmin masih sedih dengan sikap Ibunya yang selalu kasar dan tidak mau menerima kondisi dirinya.
saat dijalan raya Yasmin bertemu dengan Damar yang ingin berangkat ke kantor, Damar menggunakan sepeda motornya lalu menghampiri Yasmin yang sedang berjalan seorang diri.
“Yasmin,” Sapa Damar lalu tersenyum.
“Mas Damar ada di sini?” Tanya Yasmin lalu tersenyum.
Damar melihat wajah Yasmin yang sedang sedih.
“Kamu kenapa Yasmin? sepertinya kamu sedang sedih?” Tanya Damar penasaran.
“Aku tidak sedih hanya kurang tidur saja,” jawab Yasmin berbohong.
Damar pun tersenyum lalu menawarkan tumpangan kepada Yasmin.
“Ya sudah mari aku antar ke kampus lagi pula kita kan searah,” Ucap Damar lalu tersenyum.
Yasmin pun akhirnya mau berangkat ke kampus bersama Damar, sampai di kampus Yasmin mengucapkan terimakasih kepada Damar.
Saat Yasmin hendak pergi Damar memegang tangan Yasmin
“Tunggu Yasmin!” ucap Damar.
“Ada apa Mas? “ Tanya Yasmin penasaran.
“Sampai bertemu di kantor, ya?” jawab Damar lalu tersenyum.
Yasmin hanya tersenyum lalu pergi.
Begitu bahagianya Damar melihat senyum manis diwajah Yasmin.
Setelah itu Damar pergi ke kantor lalu melihat Abi dan pak Azhar datang bersama ke kantor.
Damar langsung menyambutnya dengan sopan baik.
“Pagi pak Azhar,” Sapa Damar lalu mencium tangan Azhar.
“Pagi Damar, bagaimana kabar kamu?” Tanya Azhar.
“Alhamdulilah Baik pak,” Jawab Damar tersipu malu.
“Damar hari ini kita ada meeting penting. Siapkan materi semenarik mungkin,” Ucap Abi dengan jutek lalu pergi.
__ADS_1
Melihat sikap putranya membuat Azhar merasa malu. Azhar segera memui Abi di ruangan nya lalu measehatinya
“Abi jaga sikap kamu! hargai Damar bagaimanapun juga dia sudah lama bekerja di kantor kita,” Ucap Azhar menasehati putranya.
Abi tidak menghiraukan nasehat dari Ayahnya, sikap Abi begitu keras dan egosi persis seperti Mamahnya. Saat jam makan siang Abi melihat Yasmin yang baru datang ke kantor.
“Yasmin,” Ucap Abi lalu menatapnya.
Yasmin sangat terkejut melihat Abi ang ada di lobby kantor.
“Pak Abi ada di sini?” Tanya Yasmin gugup.
“Iya saya menunggu kamu,” jawab Abi dengan wajah datar
Yasmin tersenyum mendengarnya.
“Saya menunggu kamu untuk bersih-bersih dan buat kopi untuk tamu yang akan datang,” Ucap Abi dengan jutek lalu pergi.
“Saya fikir pak Abi akan menunggu saya dengan hal yang lain tapi ternyata aku salah,” Ucap Yasmin dengan wajah yang kesal.
Setelah itu Yasmin membuatkan kopi untuk semua tamu Abi Yang ada di ruangannya.
Saat mengantarkan kopi kaki Yasmin tersandung dan semua kopi yang ia bawa jatuh di berkas pentingnya.
Begitu kesal dan marahnya Abi melihat kecerobohan Yasmin.
“Yasmin kamu lihat berkas saya jadi basaha gara-gara kamu,” ucap Abi emosi didepan Yasmin.
“Maafkan saya pak tadi kaki saya tersandung jadi semua kopi yang saya bawa jatuh,” Jawab Yasmin lalu memohon maaf.
Melihat sikap Abi sebagai teman Damar mencoba untuk menenangkannya.
“Sudah Abi jangan seperti ini sama Yasmin, dia tidak sengaja,” Ucap Damar.
“Dua kali dia ceroboh apa itu yang namanya tidak sengaja? sekali ceroboh dia tetap ceroboh,” jawab Abi lalu pergi dengan wajah yang begitu kesal.
Yasmin pun sangat malu lalu pergi sambil bercucuran air mata. Damar mencoba untuk mengejar Yasmin yang sedih karena ucapan Abi. Damar melihat Yasmin yang sedang menangis di taman kantor.
“Yasmin maafkan sikap Abi, ini memang sudah sikap Abi keras dan egois,” Ucap Damar.
“Mas Damar tidak perlu minta maaf ini semua salah saya, seandainya kaki saya tidak cacat mungkin saya tidak akan ceroboh,” Jawab Yasmin lalu menangis kesedihan.
“Tidak Yasmin! Kekurangan kamu tidak pernah salah, ini hanya kesalahan kecil percayalah Yasmin meski kamu cacat tapi di mata aku kamu adalah wanita yang baik,” Ucap Damar lalu memegang tangan Yasmin.
Setelah itu Damar menatap wajah Yasmin dengan penuh cinta.
“Yasmin bersamamu aku bahagia baru kali ini aku menemukan wanita sebaik kamu, meski kamu tak sempurna tapi dimata aku. Kamu adalah wanita yang sempurna,” Ucap Damar dalam hati sambil memandang Yasmin.
Semenjak itu Damar merasa jatuh cinta dengan Yasmin. Melihat sikap Yasmin yang begitu tangguh dan selalu tersenyum dalam menghadapi masalah. Damar selalu bermimpi bisa merajut cinta bersama Yasmin, baginya Yasmin adalah cinta pertama dalam hidupnya.
Terkadang cinta itu tidak memandang fisik, meski dia tak sempurna di mata orang lain namun dimatanya dia tetap wanita yang sempurna.
Damar selalu mengejar mimpinya untuk menaklukan hati Yasmin.
Kepada siapakah hati Yasmin akan berlabuh?
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, koment dan vote untuk membuat ku semangat melanjutkan bab berikutnya.
Ikuti terus ceritanya ....