MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Badai Di Pesta Pernikahan


__ADS_3

Satu Bulan kemudian…….


Hari ini adalah hari yang begitu bahagia untuk Pak Azhar dan Bu Shinta, dimana mereka akan di persatukan kembali dalam ikatan pernikahan.


Pak Azhar pun mengucap ijab qobul dengan lancar dan akhirnya mereka telah resmi menjadi suami dan istri kembali.


Setelah itu Pak Azhar memakaikan cincin perkawninannya di jari manis Bu Shinta, begitu juga dengan sebaliknya.


“Selamat ya Ayah, Mamah, semoga kalian selalu bahagia,” ucap Abi lalu memeluk Ayah dan Mamahnya dengan erat


Saat mereka bahagia Nabila datang dengan dua polisi lalu menghentikan pesta pernikahan mereka.


“Hentikan! Pernikahan ini tidak sah Bu Shinta adalah pembunuh!” ucap Nabila dengan menuduh Bu Shinta


“Apa maksud kamu? saya bukan pembunuh,” Tanya Bu Shinta


“Nabila jaga sikap kamu ini adalah pesta pernikahan Ayah dan Mamah,” ucap Abi


“Abi, Bu Shinta adalah pelaku dari kasus pembunuhan Damar dan Yasmin. Semua bukti sudah mengarah kepada Bu Shinta, bahkan ada baju yang penuh bercak darah di Rumah Bu Shinta,” jawab Nabila


“Tidak! Saya bukan pembunuh mana mungkin saya membunuh anak kandung saya sendiri, saat kejadian itu saya tidak ada Yogya, Abi kamu harus percaya sama Mamah,” ucap Bu Shinta lalu menangis


“Nabila! Jaga ucapan kamu! Bu Shinta tidak mungkin melakukan itu dia adalah Ibu kandung Yasmin, tidak mungkin Bu Shinta membunuh anak kandungnya sendiri,” ucap Pak Azhar tidak percaya


“Tentu saja Mungkin Ayah, dulu Bu Shinta pernah memfitnah Yasmin sebagai pembunuh dan hanya dia satu satunya orang yang sangat membenci Yasmin. Kalau tidak percaya kalian bisa datang ke Rumah Bu Shinta untuk menemukan barang bukti,” jawab Nabila dengan tuduhannya


Setelah itu mereka pergi ke Rumah Bu Shinta untuk mencari barang bukti, ternyata Abi menemukan baju Bu Shinta yang berlumuran dengan darah.


Bukan hanya itu Abi menemukan jam tangan milik Yasmin ada di kamar Bu Shinta.


“Apa ini Mah? Jadi benar Mamah pelakunya? Kenapa baju Mamah berlumuran darah dan kenapa jam tangan Yasmin ada di Mamah?” Tanya Abi dengan emosi


“Mamah tidak tahu Abi bukan Mamah pelakunya, belum tentu jam tangan itu milik Yasmin, percayalah Abi,” ucap Bu Shinta lalu menangis

__ADS_1


“Abi, kamu bisa Tanya sama Bi Mur kalau jam tangan itu adalah milik Yasmin,” ucap Nabila


“Bi Mur apa benar jam tangan ini milik Yasmin?” Tanya Abi lalu menat wajah Bi Mur


“Iya Pak, jam tangan itu milik Bu Yasmin dan selalu di pakai oleh Bu Yasmin,” ucap Bi Mur dengan kesaksiannya


“Aku kecewa sama Mamah ternyata selama ini hati Mamah begitu kejam, Mamah tega membunuh Yasmin dan Damar. Mamah tega melakukan semua itu disaat Yasmin sedang mengandung,” ucap Abi dengan tatapan mata yang tajam


“Mamah tidak pernah melakukan itu, bukan Mamah pelakunya. Abi Mamah mohon percayalah dengan Mamah,” ucap Bu Shinta lalu bersimpuh di kaki Abi


“Tidak mungkin Mamah melakukan semua itu, tidak mungkin Mamah membunuh anak kandung Mamah sendiri,” ucap Bu Shinta lalu menangis


“Selama ini Mamah sudah jahat sama Yasmin, bahkan Mamah juga tega memfitnah Yasmin di depan semua orang dan Mamah juga tega membunuh Yasmin dengan tangan Mamah sendiri,” ucap Abi lalu mendorong Bu Shinta hingga terjatuh


“Mulai sekarang Mamah bukan Ibu kandungku lagi, dan jangan pernah menganggap aku sebagai anak Mamah, dasar wanita kejam!” ucap Abi dengan emosi


Melihat semua bukti itu membuat pak Azhar tak percaya bahwa istrinya adalah seorang pembunuh.


“Shinta, kamu memang tidak bisa berubah hati kamu sangat busuk. Saya menyesal sudah menikahi kamu,” ucap Pak Azhar lalu dadanya merasa sakit dan pingsan.


“Kenapa semua ini terjadi? Aku tidak bersalah dan aku bukan pembunuh,” ucap Bu Shinta lalu menangis di dalam jeruji besi


Sementara kondisi pak Azhar sangat kritis, dia mengalami serangan jantung harus di rawat.


Akibat serangan jantung tersebut pak Azhar mengalami stroke dan seluruh anggota tubunhya tidak bisa di gunakan, bahkan pak Azhar tidak bisa berbicara.


“Ayah, kenapa semua ini harus terjadi? Di saat keluarga kita bersatu kembali kenapa badai itu datang dan menghantam semuanya?” ucap Abi dalam hati lalu sedih melihat kondisi Ayah yang terbaring lemah di Rumah sakit


“Abi, kamu yang sabar mungkin semua ini sudah takdir dari Allah, aku juga tidak percaya bahwa Bu Shinta adalah pelaku sebenarnya. Kebencian Bu Shinta sudah menutup akal sehatnya,” ucap Nabila dengan berpura pura sedih


Hati Abi mersa sangat hancur melihat kondisi sang Ayah yang terbaring sakit di Rumah sakit, Abi juga merasa kecewa dengan Ibunya yang tidak lain adalah dalang dari semua ini.


Keesokan harinya Abi datang ke kantor polisi lalu menatap wajah Bu Shinta dengan tajam.

__ADS_1


“Apa Mamah sudah puas buat Ayah menderita? Karena Mamah sekarang Ayah sakit stroke dan tidak bisa bicara. Aku menyesal sudah merestui Mamah untuk kembali dengan Ayah,” ucap Abi


“Sumpah Abi bukan Mamah pelakunya, Mamah juga tidak tahu kenapa baju Mamah ada bercak darah. “


Bu Shinta merasa sangat sedih dengan semua ini.


“Aku kecewa sama Mamah, dan aku malu punya Mamah seorang pembunuh,tempat ini adalah yang terbaik untuk Mamah,” ucap Abi lalu pergi


“Rasanya sangat hancur di benci oleh semua orang, mungkin ini juga yang di rasakan oleh Yasmin dulu,” ucap Bu Shinta lalu menangis kesedihan


Beberapa saat kemudian Nabila datang lalu mntertawakn Bu Shinta yang ada di dalam jeruji besi.


“Kasihan ada seorang wanita yang baru menikah harus di penjara,” ucap Nabila lalu tertawa


“Kamu?” Tanya Bu Shinta terkejut


“Seharusnya malam ini menjadi malam yang sangat indah untuk Mamah, tapi sayang Mamah harus menikmati semua itu di penjara.”


“Semua orang percaya kalau Mamah adalah seorang pembunuh, karena Mamah adalah satu satunya orang yang begitu membenci Yasmin,” ucap Nabila lalu merasa puas


“Jadi semua ini rencana kamu? apa tujuan kamu memfitnah saya?” Tanya Bu Shinta


“Tujuan saya ingin memiliki Abi seutuhnya dan menghancurkan hidup Mentari,” ucap Nabila lalu pergi


Bu Shinta merasa kecewa dengan sikap Nabila yang begitu kejam. Dia tega memfitnah Bu Shinta di depan semua orang.


“Ya Allah, lindungilah cucu hamba semoga dia bisa menjadi wanita yang tegar dan pemberani,” ucap Bu Shinta dalam hati lalu meneteskan air mata


Kira-kira bagaimana ya dengan Mentari?


Hidup bersama dengan Ibu tiri yang kejam,


Apakah rahasia ini akan terbongkar?

__ADS_1


semua ini akan terungkap setelah Mentari dewasa?


Yuk ikuti terus ceritanya


__ADS_2