
1 Minggu setelah menikah Damar dan Yasmin memutuskan untuk pindah dari Jakarta, meski sedih dan berat untuk Yasmin meninggalkan kota Jakarta namun ia menyadari bahwa ini adalah jalan tebaik untuknya.
“Kalau aku pergi aku pasti akan berpisah dari Ibu, tapi jika aku tetap di sini Ibu akan semakin benci sama aku, Entah sampai kapan semua ini akan terjadi?” Tanya Yasmin didalam hatinya lalu meneteskan air mata
Saat Damar masuk ke kamar Damar melihat Yasmin sedang bersedih, sebagai suami Damar begitu khawatir melihat istrinya sedang bersedih.
“Yasmin, kamu kenapa? Kenapa kamu menangis?” Tanya Damar dengan khawatir
“Aku sedih mas harus pergi dari Jakarta, Aku sedih harus berpisah dari Ibu.”
Yasmin pun kembali meneteskan air matanya, dengan penuh tulusnya Damar menghapus air mata Yasmin.
“Sayang, Meski nanti kita berpisah dari Ibu tapi doa dan perhatian kamu tetap ada untuknya. Jika kita tetap ada di sini, aku tidak mau Ibu melukai kamu lagi, aku tidak mau kamu terluka,” jawab Damar lalu tersenyum
“Kamu benar mas meski nanti aku berpisah dari Ibu tapi doa dan perhatianku akan selalu ada untuk Ibu, terimakasih ya mas kamu selalu membuatku tenang,” ucap Yasmin lalu memeluknya dengan erat
“Mulai sekarang kita akan selalu bersama apapun yang terjadi,” ucap Damar sambil memluknya
Malam pun telah tiba saat Damar sudah terlelap tidur, Yasmin belum bisa tidur karena rasa sedih harus berpisah dengan Ibunya.
Yasmin pun membuka lemari bajunya lalu melihat sebuah mahkota daun yang pernah Abi berikan dulu. Bercucuran air mata Yasmin mengingat semua kebersamaanya dengan Abi.
Saat itu mereka begitu bahagia dengan rasa cinta yang ada.
“Abi, sekarang aku dan kamu benar-benar tidak bisa bersatu. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah, dan aku sudah menjadi Istri Mas Damar.”
“Aku bukan hanya sedih berpisah dari Ibu, tapi aku juga sedih harus berpisah darimu, seandainya kamu ingat kebersamaan kita dulu, seandainya takdir menyatukan kita mungkin aku akan bahagia bisa memilikimu,”
“Sekarang mahkota ini tidak berarti untukku, karena bukan aku yang menjadi ratu di hatimu, tapi Mba Nabila,” Ucap Yasmin Dalam hatinya lalu berlinang air mata
Keesokan harinya Ysmin bangun lebih awal hari ini Yasmin dan Damar memutuskan untuk pergi ke Yogya, sebelum pergi Yasmin dan Damar berpamitan dengan pak Azhar.
Sampai dirumah pak Azhar Yasmin melihat Abi dan Nabila yang begitu mesra menanti buah hati.
“Yasmin, mau apa kamu kesini?” Tanya Abi lalu melihat Yasmin membawa koper bersama Damar
“Kamu mau kemana Damar? Kok bawa koper?” Tanya Abi lagi dengan penasaran
__ADS_1
“Aku dan Yasmin sudah memutuskan untuk pindah ke Yogya, disana aku akan mengurus bisnis milik pamanku,” ucap Damar
Mendengar ucapan Damar membuat Abi terkejut karena terkejut gelas ia bwa jatuh begitu saja.
“Apa? kalian mau pindah?” Tanya Abi terkejut
“Iya kak, aku da Mas Damar akan hidup mandiri di Yogya. Aku kesini mau pamit sama kalian semua terimakasih atas kebaikan dan perhatian yang pernah kalian kasih untuk saya,” ucap Yasmin lalu mendekati pak Azhar
“Ayah, aku pamit ya semoga Ayah selalu sehat dan Mba Nabila semoga kalian berdua selalu bahagia,” ucap Yasmin lalu mencium tangan pak Azhar
“Apa kamu Yakin mau pergi dari Jakarta? Lalu bagaimana dengan Ibu kamu?” Tanya Pak Azhar
“Ibu sudah benci sama aku Ayah, jadi aku pergi karena aku tidak mau membuat Ibu semakin sedih karena aku. Ayah tolong jaga Ibu ya, sekarang Yasmin sudah menikah kemanapun suami Yasmin pergi Yasmin akan ikut,” ucap Yasmin lalu sedih
Setelah itu Yasmin menghampiri Abi dan Nabila.
“Mba, aku minta maaf ya jika selama ini aku selalu membuat mba menangis, jaga kak Abi dengan baik cintai dia dengan sepenuh hati,” ucap Yasmin lalu memeluk Nabila didepan Abi.
“Dampingi dia apapun yang terjadi, doaku selalu untuk kalian,” bisik Yasmin di telinga Nabila
“Iya Yasmin, aku pasti akan mencintai Abi apapun yang terjadi, semoga kamu dan Damar selalu bahagia,” ucap Nabila lalu tersenyum .
“Jujur Yasmin aku tidak tahu sampai kapan aku seperti ini? Aku takut jika Abi ingat semuanya dia akan marah sama aku karena aku sudah membohonginya,” ucap Nabila dalam hatinya lalu sedih
Setelah itu Yasmin menghampiri Abi dan menyerahkan mahkota daun untuknya.
“Kak Abi sekarang kaka sudah menikah, aku mau kak berikan mahkota ini untuk wanita yang kakak cintai. Mahkota ini aku dari kak Abi saat itu kak Abi pernah blang kalau mahkota ini akan di pakai oleh seorang wanita yang akan menjadi ratu di hati kak Abi,”
“Dan sekarang Mba Nabila adalah ratu di hati kak Abi, aku mau kak Abi berikan mahkota ini untuk istri kak,” ucap Yasmin lalu menyerahkan mahkpta tersebut keada Abi
Hati Yasmin begitu sedih harus berpisah dari orang-orang ia sayangi, namun ia sadar Jakarta bukanlah tempat terbaik untuknya.
“Apa aku boleh memeluk kak Abi untuk terakhir kalinya?” Tanya Yasmin
“Baiklah Yasmin,” jawab Abi lalu memeluk Yasmin dengan erat
“Pelukan ini rasanya tidak asing untuk aku, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa hatiku merasa tenang saat didekat Yasmin? Apa mungkin aku dan dia saling mencintai? Tapi kenapa aku tidak ingat semuanya?”Tanya Abi di dalam hatinya
__ADS_1
Setelah itu Yasmin melepaskan pelukannya dan mengusap air mata.
“Aku pamit kak selamat tinggal,” ucap Yasmin lalu pergi bersama Damar menggunakan mobil
Abi begitu sedih meratapi kepergian Yasmin hancur hati Abi melihat Yasmin harus pindah dari Jakarta, berlinang air mata Abi memandang mahkota yang Yasmin berikan untuknya.
Setelah ke Rumah pak Azhar, Yasmin dan Damar pergi kerumah Bu Shinta untuk pamit.
“Bu, Aku dan mas Damar mau pamit, aku akan ikut mas Damar ke Yogya Ibu jaga diri Ibu baik-baik ya, kalau Ibu sakit atau butuh sesuatu Ibu bisa kabarin aku,” ucap Yasmin lalu tersenyum
“Iya Bu, Damar minta izin untuk bawa Yasmin pergi,” ucap Damar lalu tersenyum
“Bawa aja gadis pincang ini pergi, saya tidak butuh dia. Kehadiran dia hanya membuat hidup saya hancur,” jawab Bu Shinta lalu menutup pintu rumahnya dengan keras
Yasmin sangat sedih melihat sikap sang Ibu yang begitu membencinya.
“Sudahlah Yasmin, aku yakin suatu saat Ibu pasti akan menerima kita, lebih baik kita pergi dari sini,” ucap Damar lalu membawa Yasmin pergi
Sedangkan Bu Shinta dia mengamuk dan menangis di kamar Yasmin, dia teringa dengan sikap Evan yang sudah menghancurkan hdiupnya.
“Sampai kapanpun saya tidak akan pernah menggap kamu sebagai putrid saya, saya benci sama Yasmin saya benci,”
“Karena kamu hidup saya hancur karena kamu Saya kehilangan cinta tulus saya, saya benci sama kamu,” ucap Bu Shinta lalu menangis
Di dalam mobil Yasmin teringat dengan Ibunya.
“Bu andai Ibu tahu hari aku sangat sedih harus berpisah dari Ibu, meski dari kecil aku tidak mendapatkan kasih sayang tapi bagi aku Ibu adalah yang terbaik. Ibu tidak pernah meninggalkan aku bahkn Ibu masih kasih aku makan meski hanya nasi putih dan garam,”
“Seoang anak pasti akan merasa sedih jika Ibu yang melahirkannya sangat membencinya. Bu, andai aku bisa mengobati luka hati Ibu, mungkin aku akan melakukannya. mengembalikkan Apa yang seharusnya jadi milik Ibu,” ucap Yasmin dalam hatinya la sambil memandang foto Bu Shinta.
“Jika kepergian Yasmin akan membuat Ibu bahagia, Yasmin akan pergi Bu,” ucap Yasmin dalam hati lalu memeluk foto Bu Shinta penuh dengan air mata.
Karena takdir Yasmin harus rela melepaskan cintanya bersama Abi, karena cinta Yasmin harus rela menanggung semua masa lalu Ayahnya.
Meski begitu Yasmin berusaha untuk menjalani takdir hidupnya dengan sepenuh hati.
yuk ikuti terus ceritanya yang makin seru dan menguras air mata.
__ADS_1