
Nilam sangat sedih melihat sikap suaminya yang selalu dingin dan acuh dengan dirinya. Saat pulang kantor Nilam menyambut Azhar didepan pintu Rumahnya.
“Azhar kamu baru pulang?“ tanya Nilam.
“Aku akan buatkan kamu kopi,“ ucap Nilam lalu hendak pergi.
“Tidak perlu Nilam. Aku bisa buat sendiri,“ jawab Azhar lalu pergi.
“Kenapa suamiku tidak bisa mencintaiku? Azhar aku ingin kamu mencintai aku, seperti kamu mencintai Shinta,“ ucap Nilam didalam hatinya.
Setelah itu Nilam masuk kekamar dan melihat Azhar yang membawa bajunya.
“Kamu mau kemana Azhar?” tanya Nilam
“Aku mau tidur dikamar tamu. Meski kita suami istri, tapi aku tidak mau kita tidur satu kamar,“ ucap Azhar.
“Tapi aku istri kamu, apa kamu tidak bisa mencintai aku? aku ingin kamu disini tidur disamping aku, l“ jawab Nilam.
“Tapi aku tidak pernah cinta sama kamu, aku sudah berusaha untuk belajar mencintai kamu, tapi aku tidak bisa,“ ucap Azhar lalu pergi membawa semua bajunya.
__ADS_1
“Apa salahku sehingga kamu tega bersikap seperti ini kepadaku?“ ucap Nilam didalam hatinya lalu merasakan pusing dikepalanya. Azhar merasa sangat tersiksa dengan pernikahan yang ia jalani.
“Aku fikir menikah dengan Nilam akan membuatku bahagia, tapi ternyata aku masih belum bisa untuk melupakan Shinta. Wanita yang selama ini aku tunggu dan sangat aku cintai,“ ucap Azhar.
Menikah tanpa cinta bukanlah hal yang mudah untuk Azhar. Dia ingin Shinta yang menjadi istrinya, bukan hanya hati Azhar yang tersiksa hati Shinta juga tersiksa melihat Azhar bersama Nilam.
“Azhar aku harap kamu bisa mencintai Nilam. Maafkan aku yang sudah menyakiti hati kamu,“ ucap Shinta lalu meneteskan air mata.
Itulah cinta yang sulit ditebak, Merelakan orang yang kita cintai bersama orang lain itu bukanlah hal yang mudah, Namun Shinta ingin Nilam hidup bahagia di sisa umurnya.
Dengan cara menikah Bersama Azhar akan membuat Nilam bahagia, meski dirinya juga sangat mencintai Azhar, namun itulah sebuah rasa yang begitu rumit dan sulit. Selalu ada cinta dan air mata diantara mereka.
“Selamat pagi mba Nilam, Azhar?” sapa Shinta tersenyum.
“Pagi Shinta,” jawab Nilam lalu melihat wajah suaminya yang selalu menatap Shinta.
“Aku tahu diantara mereka masih ada cinta, tapi aku tidak boleh kalah aku adalah istrinya dan aku berhak untuk dicintai oleh suami sendiri,“ ucap Nilam dalam hatinya.
Didepan Shinta, Nilam bersikap romantis kepada suaminya.
__ADS_1
“Terimakasih mas kamu sudah mau mengantarkanku bekerja,” Ucap Nilam lalu mencium suaminya dengan penuh kasih sayang. Azhar hanya terdiam melihat sikap Nilam yang mencium dirinya.
Sementara Shinta hanya terdiam melihat Nilam yang sangat romantis dengan Azhar.
“Aku harus berangkat ke kantor,“ jawab Azhar. Nilam pun memegang tangan suaminya.
“Mas masa kamu langsung pergi? apa kamu lupa kita ini suami istri, bukankah sebagai suami kamu harus mencium kening istri sebelum berangkat bekerja,“ ucap Nilam lalu tersenyum. Azhar pun terpaksa mencium Nilam didepan Shinta.
“Aku cinta kamu mas,” ucap Nilam lalu mencium tangan suaminya. Hancur hati Shinta melihat kebahagiaan mereka, namun didepan Nilam, Shinta tidak mau terlihat sedih.
“Mba Nilam sama Azhar sangat mesra sekali,“ ucap Shinta.
“Shinta aku harap kamu jauhi Azhar karena sekarang Azhar resmi menjadi suami aku,“ jawab Nilam dengan tegas lalu pergi. Shinta hanya meneteskan air mata mendengar ucapan Nilam.
“Aku sadar tak pantas diriku merindukan suami orang lain, Azhar sudah menjadi milik mba Nilam. Aku harus bisa melupakan dia,“ ucap Shinta dalam hatinya.
Mau ceritanya tetap berlanjut readers?
Tapi sebelumnya tinggalkan like, koment dan vote, ya. Agar aku semakin semangat untuk melanjutkan ceritanya.😉😉
__ADS_1