
Didalam ruangan Abi masih memikirkan ucapan dari karyawan itu, hatinya merasa bimbang dan penuh pertanyan.
“Kenapa aku merasa ragu untuk menikahi Nabila? Apa yang sebenarnya terjadi antara aku, Nabila dan Yasmin?” Tanya Abi lalu sedih
Saat jam makan siang Nabila mengajak Abi untuk fitting baju pengantin, Abi dan Nabila pergi ke butik saat diperjalanan Abi melihat Yasmin.
“Yasmin, kamu kok ada disini?” Tanya Abi
“Kak Abi?”
“Iya kak Aku baru pulang mengajar, Kalian berdua mau kemana?” jawab Yasmin dengan ramah
“Kita berdua mau fiting baju pengantin, sebentar lagi Aku dan Abi akan menikah,” ucap Nabila lalu menggandeng tangan Abi didepan Yasmin
“Selamat ya kak semoga pernikahannya berjalan dengan lancar, “ jawab Yasmin lalu tersenyum
Mata Abi selalu menatap wajah Yasmin yang ada didepannya, hati Abi begitu bimbang dengan keputusannya untuk menikahi Nabila.
“Kenapa aku merasa sedih mendengar ucapan Yasmin? Apa ini perasaan seorang kakak bila ingin berpisah dari adiknya?” Tanya Abi dalam hatnya lalu mengajak Yasmin untuk ikut ke butik.
“Yasmin lebih baik kamu ikut sama kakak, sekalian memilih gaun yang bagus untuk Nabila pakai nanti di hari pernikahan,” ucap Abi
“Apa aku sanggup memilihkan gaun pengantin untuk wanita yang akan bersanding dengan pria yang sangat aku cintai saat ini? Tapi jika aku menolak Abi pasti akan curiga dan sedih” ucap Yasmin dalam hatinya lalu tersenyum
“Baiklah kak aku mau ikut sama kalian,” ucap Yasmin lalu pergi bersama mereka
Sampai dibutik Yasmin memilihkan gaun pengantin untuk Nabila. Nabila segera memakainya dan Abi begitu terpukau dengan kecantikannya.
“Nabila kamu sangat cantik, beruntungnya aku memiliki istri cantik seperti kamu,” ucap Abi memujinya
“Yasmin coba kamu lihat gaun yang kamu pilih sangat cocok untuk Nabila, aku yakin pasti di pesta pernikahan nanti kamu akan menjadi ratuku yang paling cantik,” ucap Abi memujinya lagi
“Abi semoga kamu bahagia dengan perikahan kamu nanti, biarlah cinta kita berlalu dengan waktu, aku harap cintamu akan datang seiring berjalannya waktu,”
ucap Yasmin dalam hatinya lalu terdiam
Saat mereka ada dibutik tiba-tiba saja Bu Shinta datang lalu terkejut melihat Yasmin ada di butik.
“Yasmin, kok kamu ada disini?” Tanya Bu Shinta kesal
“Iya Mah aku yang menyuruh Yasmin untuk memilihkan gaun pengantin untuk Nabila, dan Mamah lihat baju yang dipilihkan oleh Yasmin sangat cocok untuk Nabila,” ucap Abi lalu tersenyum
__ADS_1
Mendengar itu Bu Shinta hanya terdiam lalu menatap wajah Yasmin dengan penuh amarah.
“Yasmin terimakasih banyak baju yang kamu pilihkan untuk aku sangat bagus, “ ucap Nabila lalu tersenyum
“Sama-sama Mba aku senang melihat kak Abi dan Mba Nabila bisa bersatu,” jawab Yasmin lalu menahan air matanya
Tidak lupa Abi juga memesan kebaya untuk Yasmin,
“Yasmin aku juga memesan gaun ini untuk kamu, aku mau kamu pakai gaun ini di hari pernikahan aku dan Nabila,” ucap Abi lalu menyerahkan gaun merah yang sangat indah untuk Yasmin
“Tapi kak aku tidak pantas memakai gaun ini kamu tahu kan kak aku tidak bisa jalan layaknya seorang wanita normal, lebih baik kakak berikan gaun ini untuk Mba Nabila,” jawab Yasmin menolaknya
“Yasmin aku mohon jangan tolak pemberian dari aku, aku mau kamu pakai gaun ini di hari pernikahan aku dan Nabila,” ucap Abi lalu memohon didepannya
Melihat sikap Abi yang begitu memaksa Yasmin untuk menerima pemberiannya membuat Nabila sedih dan cemburu.
“Abi aku tahu kamu sangat mencintai Yasmin mungkin kamu akan marah bila kamu tahu yang sebanarnya, tapi aku juga mencintai kamu dan hanya aku yang pantas bersatu denganmu,” ucap Nabila dalam hatinya lalu menghampiri Yasmin dan Abi
“Yasmin, lebih baik kamu terima saja gaun dari Abi, aku mau kamu pakai gaun itu dihari pernikahan kami, tidak baik seorang adik menolak pemberian dari kakaknya,” ucap Nabila dengan tegas
“Baiklah mba aku akan terima gaun ini,” jawab Yasmin lalu tersenyum
Setelah itu Yasmin berpamitan untuk pulang lebih dulu tidak lupa Yasmin membawa gaun yang diberikan oleh Abi untuknya. Saat dijalan Yasmin begitu sedih dengan kenyataan yang begitu pahit ini.
Langkah demi langkah Yasmin berjalan dan mengingat semua kebersamaanya bersama Abi. kenangan yang begitu indah dan sangat sulit untuk dilupakan.
“Semua orang memang mudah untuk mengatakan cinta tapi ketika cinta itu pergi mungkin semua orang sulit untuk melupakan, Abi aku rindu sama kamu kamu tapi rindu yang aku rasakan adalah rindu terlarang,” ucap Yasmin dalam hatinya lalu sedih
Saat Yasmin berjalan tiba-tiba saja Bu Shnta datang lalu menampar wajah Yasmin sangat keras.
“Kenapa Ibu menampar aku? apa salah aku Bu?” Tanya Yasmin
“Masih bisa kamu Tanya seperti itu? Yasmin saya tidak mau kamu mendekati anak saya, jangan pernah kamu ganggu pernikahan Abi biarkan dia bahagia dengan wanita yang sempurna,” ucap Bu Shinta emosi
“Apa maksud Ibu? Aku tidak sama sekali menganggu pernikahan Abi dan Nabila,” jawab Yasmin lalu membela dirinya
“Jika memang begitu saya mau kamu jauhi Abi setelah Abi menikah saya mau kamu pergi dari kehidupan Abi,” ucap Bu Shinta
“Bu jika memang aku dan Abi harus berpisah aku terima, tapi aku mohon izinkan aku tetap ada disini aku tidak mau berpisah dari Ibu,” jawab Yasmin lalu memagang tangan Bu Shinta
“Izinkan Yasmin untuk menamani Ibu perlu Ibu tahu Yasmin sangat menyayangi Ibu meski Ibu benci sama Yasmin tapi Yasmin akan selalu sayang sama Ibu,” ucap Yasmin lalu berlinang air didepannya
__ADS_1
“Tidak Yasmin kamu bukan anak saya dan saya benci sama kamu karena kamu lahir hidup saya jadi hancur, sampai kapanpun saya tidak akan pernah mengakui kamu sebagai putrid saya,” jawab Bu Shinta lalu melepaskan tangannya dari Yasmin dan pergi meninggalkan Yasmin.
“Ibu sampai kapan Ibu benci sama aku? apa karena aku tak sempurna Ibu membenciku? Bukannya seorang Ibu harus menjaga dan menyayangi anak dalam keadaan apapun? Tapi kenapa tidak dengan Ibu?”
“Disaat seperti ini aku butuh Ibu tapi Ibu malah membenciku, karena cinta masa lalu Ibu membenci aku,” ucap yasmin dalam hati lalu menangis
Sementara Bu Shinta tak kuasa menahan air matanya,
“Setiap melihat wajahnya aku teringat dengan Evan pria yang sudah menghancurkan hidupku karena dia aku kehilangan keuarga kecil aku karena dia aku kehilangan cinta tulusku,” ucap Bu Shinta dalam hati lalu menangis
Sementara Abi dan Nabila pergi ke sebuah taman disana Abi begitu bahagia sebenatar lagi dia akan menikah dengan Nabila. Memandang wajah Nabila lalu memegang kedua tangan Nabila membuat hati Nabila sedih.
“Nabila malam ini aku sangat bahagia sebentar lagi kita akan menikah, aku berharap kita selalu bersama dalam keadaan suka maupun duka,” ucap Abi dengan romantis
“Aku janji akan selalu ada untuk kamu karena aku sangat mencintai kamu,” jawab Nabila lalu tersenyum
Mendengar ucapan Nabila mmbuat Abi bahagia lalu memluknya dipeukan Nabila Abi merasa bahagia.
“Berjanjilah padaku Nabila jangan pernah kamu tinggalkan aku temani aku hingga akhir nafasku,” jawab Abi dipelukannya
“Bukan aku yang akan meninggalkan kamu tapi kamu yang akan meninggalkan aku, aku takut jika suatu saat nanti ingatanmu kembali mungkin kamu akan membenciku bi, karena cinta yang kita bangun adalah cinta diatas kebohongan,” ucap Nabila dalam hatinya lalu meneteskan air mata dipelukan Abi
Setelah itu Abi melepaskan pelukannya dari Nabila dan mengusap air mata Nabila yang bercucuran.
“Jangan bersedih Nabila aku akan selalu ada disamping kamu terimakasih selama ini kamu sudah mau mencintaiku,” ucap Abi lalu tersenyum
“Sampai kapan aku harus berbohong didepan Abi? Apa aku salah jika aku menikah dengan Abi sementara Abi tidak ingat apa yang sudah terjadi? Aku berharap setelah menikah nanti Abi bisa menerima semua kenyataan ini dan dia bisa mencintaiku dengan tulus,” ucap Nabila dalam hatinya lalu tersenyum
Sementara Yasmin begitu sedih dengan gaun yang sudah diberikan oleh Abi, gaun merah yang sangat indah Abi beli khusus untuk Yasmin.
“Sekarang aku dan Abi bukanlah sepasang kekasih aku harus bisa terima kenyataan kalau Abi adalah kakak tiriku, aku berharap setelah ini aku dan Abi bisa saling melupakan,” ucap Yasmin lalu meneteskan air matanya
Persiapan pernikahan Abi dan Nabila sudah 50 % . har ini mereka memutuskan untuk foto prewedding.
saat mereka foto prewdding Yasmin melihatnya dari jarak jauh menyaksikan kemesraan mereka, bercucuran air mata Yasmin melihat Abi bersama wanita lain.
“Sakit rasanya bila aku melihat luka cinta didepan mataku apa pedulinya semua orang tentang perasaanku hanya aku yang merasakan rasa sakit itu, aku berharap luka di hati ini bisa sembuh dengan cinta yang lain, Abi semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu mungkin lebih baik kita seperti ini dari pada bersatu membuat luka semua orang,” ucap Yasmin lalu pergi
Terkadang sulit bagi kita untuk melepaskan orang yang kita cinta bersama orang lain.
tapi ingat cinta itu hanya titipan dari tuhan kapanpun tuhan akan mengambilnya maka jangan pernah berharap lebih dengan sebuah rasa karena rasa itu yang akan melukai kita.
__ADS_1
Happy Reading