MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Tentang Kamu


__ADS_3

Suatu hari Nabila datang ke kantor Abi membawakan makan siang untuknya. Melihat Abi yang begitu sibuk dengan laptopnya Nabila menghampirinya.


“Abi aku sudah masak untuk kamu, ini sudah jam makan siang lebih baik kamu makan. Aku sudah bawakan makan siang untuk kamu,“ ucap Nabila lalu tersenyum.


Nabila mengeluarkan dua kotak makan yang ia bawa untuk Abi dan dirinya. Melihat sikap Nabila membuat Abi merasa kesal dan emosi.


“Aku tidak lapar, lebih baik kamu bawa pulang,“ ucap Abi dengan nada kesal.


“Tapi Abi aku sudah bawakan makan siang untuk kamu,” jawab Nabila.


Abi semakin marah dan kesal dengan sikap Nabila yang sudah menganggunya bekerja.


“Saya tidak butuh perhatian dari kamu, lebih baik kamu pergi!” ucap Abi lalu mengusirnya.


Nabila merasa malu dan kecewa dengan sikap Abi yang begitu dingin dan jutek dengan nya.


“Kamu jahat Abi,” ucap Nabila lalu pergi sambil bercucuran air mata.


Tanpa disadari Nabila meninggalkan makanan yang ia bawa untuk Abi diatas meja kerja Abi. Tidak lama kemudian Yasmin datang membawa secangkir kopi untuk Abi yang sedang bekerja, melihat Yasmin datang membuat Abi merasa salah tingkah.


Kali ini Yasmin tidak menutup matanya lagi saat melihat Abi semua itu membuat Abi penasaran.


“Tidak tutup mata?” Tanya Abi dengan jutek.


“Jika saya tutup mata nanti saya mengulangi kesalahn yang sama seperti kemarin,” Jawab Yasmin lalu tersenyum.


Mereka pun saling menatap satu sama lain hati Abi merasakan sesuatu yang berbeda kepada Yasmin.


“Ada apa ini dengan perasaanku?kenapa hatiku berdebar saat menatapnya?” Tanya Abi dalam hati lalu terdiam.


Setelah Yasmin keluar dari ruangannya Abi tersenyum sendiri lalu melihat dua kotak nasi yang dibawa oleh Nabila untuk dirinya. Abi pun mengambilnya lalu menemui Yasmin yang ada di lobby kantor.


“Ada apa pak Abi menemui saya?” Tanya Yasmin penasaran.


“Ini ada dua kotak nasi aku mau kita makan bersama,” ucap Abi dengan sikap juteknya


Terkejut Yasmin mendengarnya lalu tertawa.


“Pak Abi mau makan siang sama saya?” jawab Yasmin tak percaya.


“Anggap saja ini sebagai permintaan maaf dari saya,” Ucap Abi dengan salah tingkah.


“Iya pak saya mau kok terimakasih nasinya,” Jawab Yasmin lalu tersenyum dan hendak pergi,


“Tunggu Yasmin lebih baik kita makan di kantin kantor saya juga belum makan siang,” Ucap Abi dengan dingin.


“Baiklah pak,” Jawab Yasmin tersenyum


Setelah itu mereka ke kantin kantor dan makan bersama.


Semua karyawan melihat pak Abi yang baru pertama kali makan di kantin kantor .


“Pak Abi makan di kantin kantor, baru kali ini aku lihat pak Abi makan di kantor sebelumnya tidak pernah,” Bisik salah satu karyawan pada temannya.


Abi merasa malu lalu hanya terdiam karena disindir banyak karyawan. Yasmin yang ada didepan nya mencoba untuk menenangkan hatinya, Yasmin memegang tangan Abi yang ada didepannya.


“Jangan masukin ke hati, ya pak. Biarkan mereka bicara, lebih baik kita makan,” Ucap Yasmin lalu tersenyum .


Melihat sikap Yasmin membuat Abi merasa malu dengan sikapnya selama ini selalu kasar dan pemarah.


“Tutur katanya begitu lembut seandainya semua wanita seperti dia mungkin tidak ada pria yang tersakiti, ucapannya membuat hatiku tenang,” Ucap Abi dalam hati.


Setelah makan dan hendak minum air tanpa disengaja Abi dan Yasmin mengambil gelas yang sama. Tangan mereka bersentuhan dan saling menatap satu sama lain, Yasmin hanya tersenyum lalu tersipu malu.


“Kenapa senyum?ada yang lucu?” Tanya Abi jutek lalu melepaskan tangannya.


“ Tidak pak! saya hanya ingin tersenyum,” jawab Yasmin berbohong.

__ADS_1


Dengan wajah juteknya Abi langsung pergi meningalkan Yasmin seorang diri.


“Meski jutek tapi dia perhatian dan penuh kasih sayang, baru kali ini aku bertemu seorang pria yang begitu aneh sikapnya," Ucap Yasmin dalam hati lalu tersenyum.


Saat malam tiba Yasmin hendak pulang dan menunggu ojeg yang lewat, Abi melihat Yasmin yang sedang menunggu ojeg dipinggir jalan.


“Yasmin kamu mau kemana?” Tanya Abi penasaran.


“Saya mau pulang pak dari tadi ojegnya belum lewat,” Jawab Yasmin lalu tersenyum.


“Ya sudah lebih baik saya antar kamu pulang,” Ucap Abi dengan ajakannya.


“Tidak pak! Saya tidak mau merepotkan pak Abi,” Jawab Yasmin menolaknya.


“Kan saya pakai mobil bukan jalan kaki dan menggendong kamu, lalu apa yang merepotkan? tidak baik perempuan pulang sendiri apalagi sudah larut malam,” Ucap Abi.


“Baiklah pak jika Pak Abi memaksa,” jawab Yasmin tersenyum lalu masuk kedalam mobilnya.


Didalam Mobil Abi hanya terdiam tanpa ucapan, sikap Abi membuat Yasmin merasa bingung.


Tiba-tiba saja mobil Abi mogok dengan terpaksa Abi turun untuk mengecek mesinnya.


Yasmin pun ikut turun lalu menghampiri Abi yang sedang mengecek mesin mobilnya.


“Kenapa pak Mobilnya?mogok, ya?” Tanya Yasmin penasaran.


“Iya mogok,” Jawab Abi singkat lalu keluar dari mobilnya.


“Lebih baik kamu pulang pakai taxi aja takut lama,” Ucap Abi sarannya.


“Tidak pak! masa saya meningalkan pak Abi seorang diri disini,” Jawab Yasmin menolaknya.


“Tapi Yasmin ini udah Malam aku tidak mau kamu lama menunggu disini, lebih baik kamu pulang,” Ucap Abi perintahnya.


Yasmin hanya tersenyum mendengarnya


“Tidak pak Abi! jika pak Abi susah masa harus saya tinggal? lalu bagaimana tanggung jawab sebagai penumpang?” Tanya Yasmin memaksa tidak mau pulang.


Setelah itu Abi menelfon montir untuk memperbaiki mobilnya yang mogok ditengah jalan.


Sambil menunggu montir itu datang, Abi dan Yasmin duduk dibawah pohon lalu mereka melihat Bintang-bintang yang begitu indah diatas langit.


Suara jangkrik terdengar, angin berhembus dengan mesra menemani mereka.


“Terimakasih ya,” ucap Abi jutek.


“Terimakasih untuk apa pak?” Tanya Yasmin penasaran.


“Terimakasih sudah mau menemani saya malam ini, karena saya. Kamu harus menunggu,” Jawab Abi.


“Saya senang bisa menemani pak Abi malam ini,” Jawab Yasmin lalu tersenyum


“Yasmin apa yang kamu tahu tentang Ibu?” Tanya Abi dengan serius.


“Ibu adalah Cahaya untuk saya. Malaikat yang selalu hadir untuk saya, melalui Ibu saya mengenal arti sebuah cinta pertama dan kasih sayang yang tulus,” Ucap Yasmin lalu tersenyum.


“Berarti jika seseorang hidup tanpa Ibu apa dia tidak bisa mengenal cinta pertama?“ jawab Abi lalu sedih.


“Maksud pak Abi?” Tanya Yasmin penasaran.


Abi menceritakan semua masalahnya di masa lalu kepada Yasmin.


“Aku dan Ayah sudah lama hidup berdua. Aku tidak punya Ibu, beliau pergi dan memilih cinta yang lain. Kamu bilang Ibu adalah cinta pertama untuk anaknya lalu bagaimana dengan aku yang hidup tanpa figur seorang Ibu?” ucap Abi lalu berlinang air mata.


Baru kali ini Yasmin melihat Abi meneteskan air mata, dibalik sifatnya yang keras hati Abi begitu rapuh dengan kenyataan yang ada di hidupnya.


“Pak Abi jangan sedih semua orang juga punya masalah,” Ucap Yasmin dengan nada lembut.

__ADS_1


“Tapi Yasmin masalah yang aku hadapi begitu berat. Aku rasa ini semua tidak adil untuk aku, dari kecil aku merindukan figur seorang Ibu wanita yang begitu mulia dimata semua orang tapi tetap hina di mata aku,” jawa Abi sangat sedih.


“Pak Abi masih bisa merasakan cinta pertama dengan cara Pak Abi harus memaafkan semua kesalahan Ibu dari Pak Abi,“ ucap Yasmin dengan sikap bijaknya.


“Tidak Yasmin! sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan Ibu karena dia sudah meninggalkan Ayah dan aku demi pria lain, maka dari itu aku benci dengan semua wanita aku berfikir wanita itu sama seperti Ibu aku,” ucap Abi dengan rasa yang begitu hancur.


Melihat sikap Abi membuat Yasmin sedih dan teringat dengan Ibunya yang selalu bersikap kasar padanya.


“Pak Abi begitu hancur melihat sikap Ibunya yang pergi dan jauh lebih memilih pria lain, Aku beruntung masih punya Ibu meski sikap dia kasar tapi Ibu tidak pernah meninggalkan aku,” ucap Yasmin dalam hati alu terdiam sambil berfikir.


Yasmin pun memberikan sapu tangan untuk Abi.


“Hapuslah air mata pak Abi tak pantas pak Abi menangis seperti ini, pak Abi harus belajar menerima kenyataan bahwa semua ini takdir dari Allah,” Ucap Yasmin lalu tersenyum.


“Terimaksih Yasmin. Maaf saya sudah curhat sama kamu,” jawab Abi kembali jutek


“Ya pak saya senang pak Abi mau curhat sama saya, jika pak Abi ada masalah saya siap mendengarkan isi hati pak Abi,” Jawab Yasmin lalu tersenyum.


Setelah itu mobil Abi sudah selesai diperbaiki, Abi mengantarkan Yasmin pulang sampai didepan Rumah.


Yasmin pun turun dari mobil Abi lalu mengucapkan terimakasih padanya.


“Terimaksih pak Abi sudah mau mengantarkn saya,” Ucap Yasmin lalu tersenyum


Melihat senyuman Yasmin wajah Abi begitu datar dan jutek.


“Iya,”jawab Abi lalu segera pergi menjalankan mobilnya


Yasmin begitu sedih melihat sikap Abi yang selalu jutek dan dingin dengan semua wanita.


“Pak Abi aku yakin kamu adalah pria yang baik dibalik sikapmu yang keras, tapi aku percaya didalam hatimu yang paling dalam. Kamu adalah pria yang penyayang,” Ucap Yasmin dalam hati lalu tersenyum.


Setelah itu Yasmin masuk kedalam rumahnya lalu melihat Ibunya yang sudah tertidur di atas sofa, dengan penuh cinta dan kasih sayang Yasmin mengambil selimut lalu menyelimuti Ibunya dengan penuh perhatian.


“Ibu meski sikapmu selalu cuek bahkan ucapanmu selalu kasar kepadaku tapi aku tetap sayang sama Ibu, tanpa mu aku tidak akan seperti ini,” Ucap Yasmin dalam hati.


Lalu Yasmin mencium kening Ibunya dengan kasih sayang, Shinta tertidur sambil memeluk foto seorang bayi dan itu bukan foto Yasmin.


Yasmin mengambil foto itu dari tangan Ibunya, lalu memperhatikan wajah Bayi itu dengan teliti.


“Foto Bayi ini adalah foto Bayi laki-laki ini bukan foto aku, lalu siapa Bayi ini?” Tanya Yasmin dalam hati penuh pertanyaan.


Setelah itu Yasmin mengembalikan foto Bayi itu dipelukan Ibunya lalu Yasmin masuk kedalam kamarnya.


Di dalam Kamar Yasmin masih memikirkan foto Bayi yang dipeluk oleh ibunya, tapi disisi lain Yasmin juga memikirkan Abi.


Malam ini menjadi malam yang sangat bahagia untuk Yasmin, bisa bertatap langsung dengan wajah pak Bos yang jutek dan judes seperti Abi.


Sambil tersenyum Yasmin membayangkan sikap Abi yang selalu jutek dengan semua orang.


Yasmin menuliskan isi hatinya lewat Buku deary miliknya, sambil tersenyum Yasmin mengggoreskan penanya di atas kertas putih.


***Malam ini adalah Malam yang sangat indah untukku bisa menatap wajahmu lebih dekat. Dibalik sikapmu yang keras tapi didalam hatimu aku percaya kamu adalah orang yang penyayang.


Bulan dan Bintang menjadi saksi saat aku dan kamu saling menatap.


Rasanya hati ini damai bersamamu, meski dimata semua orang. Kamu jutek dan angkuh tapi dimataku kamu adalah pria yang baik. Bagaimana bila akhirnya aku mencintaimu?


Aku ingin tahu tentang kamu*** ....


Tulis Yasmin dalam buku diary lalu tersenyum sendiri hingga terelap tidur.


Rasa yang begitu indah dan damai telah tumbuh dihati Yasmin saat bersama Abi.


Yasmin merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama dan cinta pertama bersama Abi.


Bagaimanakah dengan Abi?Apa dia juga merasakan hal yang sama seperti Yasmin?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, koment dan vote ya readers karena dukungan mu sangat berarti untukku.


Yuk ikuti terus ceritanya


__ADS_2