MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Derita Dalam Cinta


__ADS_3

Setelah berpisah dari Nilam, Azhar memutuskan untuk pindah keluar Negri.


“ Mungkin aku harus pergi dari kota ini menjauh dari Shinta, “ ucap Azhar dalam hatinya lalu meneteskan air mata.


Kondisi Nilam semakin memburuk dia pingsan dan dibawa kerumah sakit. Zidan langsung menangani Nilam yang kondisinya sangat kritis. Mendengar Nilam masuk kerumah sakit Shinta pergi untuk menjenguknya.


“ Bagaimana kondisi mba Nilam Dok?



“Apa dia bisa diselamatkan? ” tanya Shinta panik.


“ Maaf Bu Shinta kondisi Nilam sangat memburuk, “


“ Saat ini dia koma, “ jawab Dokter Zidan lalu sedih.


Shinta menangis mendengar kondisi Nilam


“ Tapi dia bisa disembuhkan kan Dok? “ tanya Shinta


“Sangat kecil harapannya untuk sembuh, “ jawab Zidan lalu pergi.


Shinta merasa sangat sedih meihat kondisi Nilam yang semakin memburuk, Shinta bercucuran air mata melihat kondisi Nilam yang terbaring lemah. Memegang tangannya yang penuh dengan infusan membuat Shinta tak kuasa untuk menahan air matanya.


“ Mba Nilam maafkan aku karena aku mba menderita, “


“ Seharusnya Azhar membuka hatinya untuk mba dan mencintai mba Nilam bukan aku, begitu besar cinta Mba untuk Azhar, “  ucap Shinta.

__ADS_1


Zidan pun menghampiri Shinta yang ada disamping Nilam.


“ Ini semua karena Azhar,  begitu besar cinta Nilam untuk Azhar, “ ucap Zidan


“ Lalu apa yang harus kita lakukan? ” tanya Shinta


“ Entahlah Shinta,  Nilam melarangku untuk menemui Azhar dan memberitahu kondisinya, “ jawab Zidan sedih. Tidak lama kemudian Nilam membuka matanya lalu memegang tangan Zidan.


“ Zidan, “ ucap Nilam


“ Nilam kamu sudah sadar? ” jawab Zidan lalu tersenyum.


Shinta begitu bahagia melihat Nilam yang sudah sadar dari koma nya. Semenjak Nilam sakit Zidan selalu merawat Nilam dengan penuh cinta. Melihat ketulusan Zidan membuat Nilam sedih dan teringat dengan Azhar. Suatu hari Zidan melamar Nilam untuk yang kedua kalinya.


“ Nilam aku ingin menikahi kamu, apa kamu bersedia untuk menjadi istri aku?”


“ Aku ingin merawat kamu di sisa umur kamu, “ ucap Zidan lalu memberikan sebuah cincin emas kepada Nilam.


“ Aku sangat tulus mencintai kamu apapun kondisi kamu aku terima, “ ucap Zidan dengan serius.


Nilam pun tersenyum dan menerima lamaran Zidan.


“ Baiklah Zidan aku terima lamaran kamu, “ jawab Nilam lalu tersenyum.


Begitu bahagianya Zidan mendengar jawaban Nilam. Mereka berdua melangsungkan pernikahan dirumah  sakit dan hanya dihadiri oleh penghulu dan beberapa tenaga medis untuk jadi saksi. Shinta juga hadir menyaksikan pernikahan Nilam dan Zidan.


“ Selamat ya mba semoga kalian berdua selalu berbahagia, “ ucap Shinta lalu memeluk Nilam

__ADS_1


“ Ya Allah kini aku merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh suamiku sendiri? meski waktuku bersamanya sangat terbatas, “ ucap Nilam dalam hatinya.


Semenjak itu Zidan merawat Nilam dengan penuh kasih sayang. Setiap malam Zidan selalu berdoa kepada Allah untuk kesembuhan istrinya. Disamping ranjang istrinya Zidan shalat dan berdoa.


“ Ya Allah sembuhkanlah istriku aku sangat mencintainya. Angkatlah penyakitnya dan sembuhkanlah Ya Allah. Aku tidak ingin kehilangan dia hanya dia wanita yang sangat aku cintai.


Izinkanlah aku hidup bersama membangun Rumah tangga dengannya. Ridhoilah pernikahan kami Ya Allah berikanlah hamba kesempatan untuk bisa menjadi cinta pertama dan terakhir dihatinya. Aminn Ya Robbal Allamminn. “ ucap Zidan dalam doa bercucuran air mata.


Nilam mendengarkan semua doa suaminya.


“  Sekarang aku merasakan bagaimana rasanya dicintai? ternyata seorang wanita jauh lebih bahagia ketika dicintai, aku merasa begitu berharga dimata suamiku, “ ucap Nilam dalam hati lalu meneteskan air mata.


Selesai shalat Zidan melihat Nilam yang berlinang air mata.


“ Nilam kamu kenapa? apa ada yang sakit? ” tanya Zidan khawatir.


Nilam tersenyum lalu mencium tangan suaminya dengan penuh cinta.


“ Aku bahagia menjadi istri kamu, sekarang aku merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh suamiku sendiri, “


“ Terimakasih Zidan karenamu aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan didalam pernikahan. Menjadi seorang istri yang selalu hadir di dalam doa nya. “ ucap Nilam lalu memeluk suaminya dengan erat.


Begitu tulus cinta Zidan kepada Nilam, disaat kondisinya lemah Zidan tetap ingin menjadi suami Nilam dan mencintainya dengan setulus hati. Baginya seorang istri hadir bukan untuk disakiti melainkan untuk dicintai dan dihargai.


Sebuah pernikahan bukan sebatas status tapi adalah ikatan suci yang harus kita jaga dengan cinta dan kasih sayang.


Bagaimanakah dengan kondisi Nilam?

__ADS_1


Apakah dia akan tetap menemani Zidan?


Ikuti terus ceritanya….


__ADS_2