
Semenjak pertemuan itu membuat Azhar sedih dan teringat dengan kesalahan Shinta di masa lalu, tidak mudah bagi Azhar menjadi Ayah sekaligus Ibu untuk Abi.
Sampai dirumah Azhar masuk kekamarnya lalu membuak laci lemarinya dan melihat foto keluarganya yang bahagia sebelum Shinta mengkhianati cinta tulusnya.
“Shinta seandainya waktu itu kamu tidak mengkhianati aku dan memilih pria itu mungkin Abi akan bahagia, kamu sudah merusak kebahagiaan Abi dan pernikahan kita,” ucap Azhar lalu meneteskan air mata mengingat semua kesalahan di masa lalu.
Sementara Nabila merasa benci dan kesal dengan Yasmin yang sudah berani mendekati Abi.
Saat pulang kantor Nabila menunggu Yasmin di parkiran kantor, Yasmin sudah siap untuk pulang dan Nabila melihat Yasmin yang berjalan dengan tongkat nya.
“Yasmin,” ucap Nabila lalu menghentikan nya
“Bu Nabila, ada apa memanggil saya?” Tanya Yasmin tersenyum
“Saya kecewa sama kamu, berani kamu mendekati Abi seharusnya kamu tahu diri gadis pincang seperti kamu tidak pantas untuk Abi,” ucap Nabila menghina Yasmin
Yasmin hanya terdiam mendengar ucapan Nabila yang sudah mengina kekurangan nya.
“Saya tidak pernah mendekati pak Abi Bu, tugas saya sebagai Cleaning service jadi wajar jika saya bertemu Pak Abi setiap saat,” jawab Yasmin dengan raut wajah ketakutan
“Wajar kamu bilang? Ingat Yasmin saya tidak pernah suka kamu kerja disini, jika kamu berani dekati Abi saya akan bertindak tegas sama kamu, “ ucap Nabila mengancam Yasmin lalu pergi.
Yasmin sangat sedih melihat sikap Nabila yang selalu menghina nya.
“Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin keluar dari pekerjaan ini, aku butuh pekerjaan ini untuk biaya hidup aku,” Tanya Yasmin dalam hati lalu berlinang air mata
Setelah itu Yasmin pulang ke Rumah dengan naik kereta, saat hendak pulang Yasmin bertemu dengan Damar menggunakan sepeda motornya.
“Yasmin,” sapa Damar lalu berhenti
“Mas Damar ada disini?” Tanya Yasmin lalu tersenyum
“Ayo pulang bersamaku, tidak baik perempuan secantik kamu pulang sendirian,” ucap Damar dengan merayu nya
“Mas Damar bisa aja, tidak perlu mas saya bisa pulang pake kereta, terimakasih tawaran nya,” jawab Yasmin menolak nya
“Jangan gitu Yasmin tidak baik wanita pulang sendiri, apalagi kamu sahabat adik aku, nanti jika terjadi sesuatu sama kamu, Nayla pasti akan menyalahkan aku,” ucap Damar lalu berusaha membujuk nya
Yasmin pun tersenyum lalu akhirnya mau juga pulang bersama Damar.
“Baiklah jika Mas Damar memaksa, aku mau diantar sama Damar,” jawab Yasmin lalu pulang bersama Damar.
Saat Dijalan Yasmin melihat anak jalanan yang sedang tertidur diluar toko, Yasmin meminta Damar untuk berhenti didepan toko tersebut.
Setelah itu Yasmin mendekati anak jalanan itu dan memberikan sejumlah uang padanya.
__ADS_1
“Kamu pasti belum makan, sekarang kamu beli makan ya? aku ada uang sedikit untuk kamu,” ucap Yasmin lalu tersenyum
“Terimakasih kak semoga Allah membalas kebaikan Kakak,” jawab Anak jalan itu lalu pergi setelah Yasmin memberikan uang.
Melihat sikap Yasmin membuat Damar semakin kagum padanya, dibalik kekurangan nya hati Yasmin begitu tulus menyayangi orang lain.
“Dibalik ketidaksempurnaanya ternyata hatinya begitu sempurna, kini aku tahu kesempurnaan bukan dilihat dari fisik tapi dari hati dan semua itu aku temukan padamu Yasmin,” ucap Damar dalam hati lalu menghampiri Yasmin.
“Yasmin kenapa kamu kasih uang kamu ke dia? Padahal gajih kamu aja kecil belum cukup juga untuk biaya hidup kamu,” Tanya Damar penasaran
Yasmin hanya tersenyum mendengar nya
“Aku tahu gajihku tak seberapa, tapi aku ingin belajar untuk bersyukur atas Nikmat Allah, jika aku mengeluh itu tanda nya aku tidak pernah melihat kebawah, aku tidak mau mengajarkan hati dan mataku untuk selalu melihat ke atas,” ucap Yasmin dengan bijak
“Kamu memang wanita yang hebat Yasmin aku salut sama kamu,” jawab Damar lalu tersenyum.
Setelah itu Damar melanjutkan mengantarkan Yasmin pulang ke Rumah, sampai didepan Rumah Yasmin mengucapkan terimakasih pada nya.
“Terimakasih Mas Damar sudah mau mengantarkan saya sampai diRumah,” ucap Yasmin lalu tersenyum
“Iya Yasmin terimakasih juga atas sikap baik yang sudah kamu tunjukkan kepadaku, sekarang aku sadar hidup itu harus selalu bersyukur,” jawab Damar lalu tersenyum
Damar pun pamit untuk pulang dan Yasmin masuk ke dalam Rumah, saat Yasmin membuka pintu Rumah nya tak sengaja Yasmin melihat foto bayi laki-laki diatas meja ruang tamu.
“Foto siapa ini? Aku sering melihat foto ini dipeluk sama Ibu?Ini bukan fotoku waktu kecil,” Tanya Yasmin dalam hati lalu penasaran.
Tidak lama kemudian Shinta datang dan melihat Yasmin yang sedang melihat foto Bayi itu, Shinta segera merebutnya dari tangan Yasmin.
“Berani kamu memegang foto ini?” Tanya Shinta kesal
“Maaf Bu tadi Yasmin tidak sengaja melihatnya, Itu foto siapa Bu? Yasmin sering melihat Ibu tidur memeluk foto bayi itu?” jawab Yasmin ketakutan.
“Itu bukan urusan kamu jangan pernah kamu sentuh foto ini, karena foto ini jauh lebih berharga dari kamu,” ucap Shinta dengan menyakitkan
Hancur rasanya hati Yasmin melihat sikap Ibu nya yang begitu membenci dirinya.
“Apa salahku?Ibu selalu bersikap kasar padaku, aku hidup bersama Ibu tapi rasanya aku tak punya Ibu, selama ini aku sudah berusaha untuk membahagiakan Ibu,” ucap Yasmin dalam hati lalu meneteskan air mata
Setelah itu Yasmin merasa lapar lalu pergi ke dapur, di Meja makan sudah tidak ada makanan.
“Aku fikir Ibu masak, tapi ternyata hanya ada nasi putih, aku lapar tapi setengah gajihku sudah aku bayarkan untuk kuliah dan sisanya untuk Ibu,” ucap Yasmin lalu makan nasi putih dengan garam.
“Lebih aku makan nasi putih dan garam, aku ikhlas makan seperti ini yang terpenting Ibu bisa makan enak, aku janji aku akan membuat Ibu bangga dengan gelar sarjana aku nanti,” ucap Yasmin lalu tersenyum
Demi kebahagiaan Ibu nya Yasmin rela makan nasih dengan garam, bagi nya kebahagiaan Ibu jauh lebih penting darinya.
__ADS_1
Sementara Azhar masih mengingat pertemuan itu bersama Shinta, air mata bercucuran membasahi pipinya.
Tidak lama kemudian Abi baru pulang dari kantor, melihat Ayah nya duduk seorang diri diruang tamu sambil bercucuran membuat Abi penasaran.
“Ayah kenapa menangis?” Tanya Abi penasaran
Azhar segera mengusap air matanya lalu tersenyum.
“Tidak Abi Ayah tidak menangis, Abi apa kamu tidak mau bertemu dengan Mamah kamu? kita sudah ada dijakarta jika kamu ingin bertemu, Ayah akan mempertemukan kamu dengan dia,” ucap Azhar dengan lembut
Mendengar itu Abi merasa sangat marah dan kesal pada Ayahnya.
“Cukup Ayah! Abi tidak mau bertemu dengan Mamah, bahkan Abi tidak mau melihat foto Wanita itu, bagi Abi Mamah sudah meninggal,” jawab Abi dengan ucapanya kasar
“Tapi Abi bagaimanapun juga Mamah adalah Ibu kandung kamu, Ibu yang sudah melahirkan kamu Nak,” ucap Azhar menasehati putranya
Abi tak kuasa mendengar kata Mamah dari Ayahnya, ia teringat saat masa sekolah dimana Abi selalu merasa kesepian.
“Dia memang melahirkan aku tapi dia tidak pernah merawatku, sekalipun aku tidak akan pernah memaafkan Mamah, “ Jawab Abi lalu pergi dengan raut wajah yang kesal
Azhar begitu sedih melihat sikap Abi yang begitu membenci Shinta Ibu kandungnya sendiri.
“Kesalahan itu sudah membuat hati Abi terluka dan tersiksa pada masa kecilnya, keputusan aku dan Shinta untuk berpisah sudah membuat hati Abi menangis dan trauma,” ucap Azhar dalam hati lalu merasa bersalah.
Sementara Abi dia begitu membenci Mamah nya bagi nya dia tidak pernah punya Ibu.
“Aku benci sama Mamah dia wanita yang sangat jahat, karena dia aku terluka dan merasa kesepian, Mamah adalah wanita pengkhianat,” ucap Abi lalu melempar vas bunga diatas cermin.
Hati Abi begitu terluka dengan perpisahan itu baginya dia tidak pernah punya Ibu dia hanya punya Ayah dalam hidup nya.
Keesokan harinya Abi berangkat ke kantor, dia memilih untuk tidak sarapan.
Sampai dikantor Abi melihat Yasmin yang sudah berangkat lebih awal darinya.
“Yasmin kamu sudah berangkat?” Tanya Abi
“Iya pak Abi, pak Abi kenapa kok sepertinya sedang sedih?” jawab Yasmin lalu melihat raut wajah Abi yang sedang sedih.
Melihat sikap Yasmin membuat Abi merasa bahwa hanya Yasmin satu-satu nya wanita yang tahu isi hatinya.
“Hanya Yasmin wanita pertama yang mampu menilai raut wajahku? Bukan hanya itu disamping Yasmin aku merasakan rasa yang berbeda, baru pertama kali aku merasakan rasa ini, apakah ini yang nama cinta pada pandanganpertama?” Tanya Abi dalam hati lalu menatap wajah Yasmin .
Terkadang sikap seseorang bisa berubah karena cinta, hati yang keras akan menjadi luluh karena cinta.
Apakah sikap Abi akan berubah setelah mengenal apa arti cinta sesungguhnya ?
__ADS_1