
Sementara Shinta begitu kecewa dengan sikap Azhar yang begitu membenci Nilam.
Shinta menemui Azhar di rumahnya , dia melihat Azhar yang hendak pergi dari Rumahnya.
“ Shinta. “ ucap Azhar terkejut
“ Kamu mau kemana Azhar ?” Tanya Shinta
“ Aku mau pergi ke Luar negri disana aku bisa mengobati luka di hatiku. “ jawab Azhar
“ Apa jika kamu pergi akan menyelesaikan masalah ?” Tanya Shinta lagi
“ Aku sudah berpisah dari Nilam untuk apa aku disini ?”
“ Kamu juga tidak bisa menerimaku. “ jawab Azhar
“ Mba Nilam sudah menikah lagi dengan Dokter Zidan.”
“ Selama ini mba Nilam sakit kanker otak. “ ucap Shinta lalu berlinang air mata.
Terkejut Azhar mendengarnya
“ Sakit kanker ? tapi Nilam tidak pernah cerita sama aku kalau dia sakit. “ jawab Azhar bingung.
“ Bagaimana dia mau cerita sama kamu ?”
“ Apa kamu peduli sama dia ? selama jadi suami aja kamu selalu melukai hatinya. “ ucap Shinta lalu menatap Azhar.
“ Aku tidak pernah tahu jika Nilam sakit kanker.” Jawab Azhar lalu sedih.
“ Mungkin ini sikap seorang pria jika jatuh cinta, Egois. “ ucap Shinta
“ Lalu dimana Nilam ? aku ingin bertemu dengan dia. “ jawab Azhar
“ Untuk apa kamu menemui dia ? setelah luka dan air mata yang sudah kamu berikan untuknya ?”
“ Seandainya kamu tahu mba Nilam begitu mengharapkan hati kamu, dia sangat mencintai kamu. “
“ Jujur aku merasa malu menjadi seorang wanita yang dicintai sama kamu, aku merasa bersalah karena aku kamu tega menyakiti hati wanita lain. “ ucap Shinta lalu pergi.
Hancur hati Shinta menatap wajah Azhar yang sudah tega menyakiti hati Nilam.
Sementara Azhar dia begitu menyesal dengan semua sikapnya kepada Nilam.
“ Wanita yang begitu tulus mencintai aku sudah aku sakiti, bahkan dia sakit tapi tetap memberikan cintanya untukku. “ ucap Azhar lalu berliang air mata.
__ADS_1
Azhar menemui Zidan dirumah sakit untuk menanyakan kondisi Nilam.
“ Zidan apa benar Nilam sakit ?” Tanya Azhar
“ Untuk apa kamu peduli dengan Nilam ?” ucap Zidan tegas.
“ Maafkan saya Zidan karena cinta sudah melukai hati Nilam.”
“ Mungkin aku pria yang paling bodoh dalam cinta. “ jawab Azhar lalu menangis .
Zidan pun memeluk Azhar lalu menumpahkan semua kesedihannya.
“ Nilam sakit kanker keadaan dia sangat lemah. “
“ Dia hanya ingin dicintai sama kamu, sebagai suami aku ikhlas jika kamu ingin bersama istriku. “ ucap Zidan
“ Maafkan sikap saya`Zidan, saya tidak pernah tahu kalau Nilam sakit. “ ucap Azhar lalu sedih.
Azhar melihat Nilam yang terbaring lemah di Rumah Sakit, air mata bercucuran membahasi pipi nya menatap wajah Nilam yang pucat tanpa make up nya.
“ Nilam bangunlah maafkan aku.” ucap Azhar lalu mencium kening Nilam
Sementara Zidan sedih melihat Nilam yang harus terbaring lemah karena penyakitnya.
“ Azhar kamu disini ?” Tanya Nilam terkejut
Azhar tersenyum manis
“ Aku akan disini menemani kamu meski kita bukan suami istri lagi tapi aku akan peduli sama kamu.” jawab Azhar lalu sedih.
“ Kenapa kamu seperti ini Azhar ? apa kamu sudah tahu tentang kondisi aku ?” Tanya Nilam bercucuran air mata.
Azhar begitu sedih dan menyesal dengan sikapnya selama ini kepada Nilam.
“ Aku sudah tahu Nilam tentang penyakit kamu, kenapa kamu tidak pernah cerita sama aku ? kenapa Nilam ?” ucap Azhar
Nilam tersenyum lalu memegang tangan Azhar yang ada di depannya.
“ Karena aku tidak ingin membuatmu semakin tersiksa dengan pernikahan kita, aku sembunyikan semua ini didepan kamu. “ jawab Nilam lalu meneteskan air mata
.
Azhar tak sanggup mendengarnya lalu ia bersimpuh didepan Nilam dan meminta maaf kepada nya.
“ Aku minta Maaf Nilam aku sudah menjadi suami yang jahat untuk kamu, tidak sepantasnya aku bersikap dingin kepadamu.“ ucap Azhar dengan menyesali semuanya
__ADS_1
“ Aku sudah memaafkan kamu Azhar sekarang kamu bebas menikahi Shinta, maafkan aku yang sudah pernah hadir didalam hidup kamu.” jawab Nilam lalu tersenyum
Semenjak itu Azhar menjadi lebih perhatian dengan Nilam, dia ingin merawat Nilam sampai sembuh.
“ Zidan izinkan aku merawat Nilam sampai sembuh, aku ingin menjaganya. “ ucap Azhar kepada Zidan.
Berat bagi Zidan untuk membiarkan Nilam dirawat oleh mantan suaminya, tapi Zidan sadar bahwa Azhar adalah pria yang sangat di cintai oleh Nilam.
“ Baiklah Azhar aku izinkan kamu untuk merawat istriku, aku harap kamu bisa membahagikan istriku. “ Jawab Zidan lalu meneteskan air mata.
Semenjak itu Azhar selalu datang kerumah sakit, Azhar datang membawa bunga mawar untuk Nilam.
“ Bunga ini untuk kamu Nilam, bunga yang cantik dan indah.” ucap Azhar lalu tersenyum
Nilam bahagia melihat sikap Azhar yang begitu perhatian dengannya.
Suatu hari Azhar mengajak Nilam ke taman dengan kursi roda nya.
Nilam begitu bahagia melihat Azhar yang ada disampingnya.
“ Azhar terimakasih untuk semuanya, aku bahagia bisa bersamamu. “ ucap Nilam lalu tersenyum
“ Nilam aku yakin kamu pasti sembuh, kamu tidak boleh menyerah dengan penyakit kamu.” jawab Azhar lalu memegang tangan Nilam.
Nilam teringat saat pertama kali bertemu dengan Azhar di kampus.
“ Apa kamu tahu Azhar ? dulu kamu begitu mencintai Shinta dan sampai saat ini kamu masih tetap mencintai Shinta.”
“ Kamu rela jadi budak cintanya Shinta padahal aku menunggumu di setiap waktu,cinta itu indah tapi terkadang menyakitkan. “ ucap Nilam lalu meneteskan air mata
“ Maafkan aku Nilam selama ini aku sudah menyakiti hati kamu, aku tak pernah peduli dengan perasaan kamu semua itu tidak bisa kulihat karena ambisiku dalam cinta.” Jawab Azhar sangat menyesal
“ Aku bahagia menjadi istrimu meski banyak air mata dan luka yang menghampiriku, sikapmu yang begitu dingin dan bayangan cinta pertama yang selalu difikiranmu. “
“ Rasanya kamu disampingku tapi hati dan cinta kamu untuk wanita lain, hancur hatiku Azhar melihat kamu harus tersenyum lepas bersama Shinta. “ ucap Nilam lalu menangis.
Setelah itu Nilam pingsan dan membuat Azhar panik.
Azhar segera membawa Nilam ke Rumah sakit, melihat kondisi Nilam membuat Zidan semua perawat panik.
Bagaimanakah dengan kondisi Nilam ?
Mungkinkah Nilam akan sembuh dari penyakitnya?
Saksikan terus ceritanya….
__ADS_1