
Yasmin begitu sedih melihat sikap Abi yang sangat kasar dengannya, sementara Damar berusaha untuk menasehati Abi yang selalu bersikap keras dengan semua karyawan termasuk Yasmin.
Melihat Abi yang sedang duduk manis diruangan nya membuat Damar kesal dan kecewa
“Abi jaga sikap kamu, kasihan Yasmin seharusnya kamu tidak bersikap seperti itu,Yasmin itu punya kekurangan jadi kamu harus bisa memahami itu,”ucap Damar dengan menasehatinya
Mendengar itu Abi langsung menatap wajah Damar dengan penuh amarah
“Dia memang salah wajar jika aku menegurnya, saya tidak pernah menghina kekurangannya karena dia ceroboh, jadi saya menegurnya,”jawab Abi tidak mau disalahkan
“Tapi kamu tetap salah karena kamu Yasmin sedih dan merasa kekurangannya itu menjadi masalahnya, jika kamu bersikap seperti itu sama saja kamu menghina kekurangannya,” ucap Damar lalu pergi dengan rasa kecewa
Abi hanya terdiam lalu memkirkan sikapnya selamaini kepada Yasmin yang selalu kasar dan dingin.
“Apa sikapku salah kepada Yasmn?”Tanya Abi dalam hati lalu merasa bersalah.
Setelah itu Abi pergi mencari Yasmin di Lobby kantor, namun sampai disana Abi tidak bertemu dengan Yasmin.
Abi pergi ke taman disana Abi melihat Yasmin yang sedang duduk seorang diri sambil berlinang air mata.
Melihat air mata Yasmin membuat Abi sedih, dan merasa bersalah, Abi mencoba untuk mendekati Yasmin dan memberikan sapu tangan untuk Yasmin.
“Hapus air mata kamu aku tidak pernah suka melihat wanita menangis,” ucap Abi dengan sikap jutek nya
“Untuk apa pak Abi kesini? Apa pak Abi tidak cukup bersikap kasar sama saya? Saya tahu pak saya adalah wanita yang ceroboh karena kekurangan saya,” jawab Yasmin lalu meneteskan air mata
Abi hanya terdiam melihat air mata Yasmin yang bercucuran, Melihat Air mata Yasmin membuat Abi merasa bersalah dengan sikapnya selama ini.
“Saya tidak pernah menyalahkan kekurangan kamu, tadi saya hanya kesal dan emosi,” ucap Abi lalu mengulurkan tangannya didepan Yasmin
“Maafkan saya yang sudah bersikap kasar sama kamu, saya tidak mau melihat kamu menangis, hapus air mata kamu,”Ucap Abi lalu tersenyum memandang wajah Yasmin.
Begitu terkejutnya Yasmin melihat pak Abi tersenyum untuk pertama kali nya, baru kali ini Yasmin melihat pak Abi tersenyum manis padanya.
“Iya pak Abi saya juga minta maaf karena selalu bersikap ceroboh dalam menjalankan tugas,”jawab Yasmin lalu membalas uluran tangan nya kepada Abi sebagai tanda bahwa dia memaafkan kesalahannya.
Bahagia nya Yasmin melihat senyum indah diwajah Abi, begitu juga sebaliknya Abi merasa bahagia menatap wajah Yasmin yang ada didepan nya.
“Baru kali ini aku melihat pak Abi tersenyum indah didepanku, ternyata pak Abi lebih tampan jika tersenyum,”ucap Yasmin dalam hati lalu Tersenyum
Sementara Abi begitu terpukau dengan kecantikan wajah Yasmin, baru kali ini Abi merasa nyaman dengan seorang wanita.
“Perasaan apa ini? Setiap kali aku memandangnya aku merasa bahagia, apa benar ini yang namanya cinta? Begitu indah aku merasakannya,”ucap Abi dalam hati lalu terdiam memandang wajah Yasmin.
Saat mereka saling menatap satu sama lain,Nabila datang mencari Abi ditaman lalu melihat mereka yang sedang duduk bersama dan saling menatap.
Nabila merasa cemburu dengan sikap Abi yang bersikap mesra dengan seorang Cleaning service dikantornya.
__ADS_1
Nabila segera menghampiri mereka dengan wajah yang penuh amarah, lalu melepaskan tangan Yasmin dari Abi.
“Abi, siapa dia? Kenapa kamu ada disini sama Cleaning service pincang ini?”Tanya Nabila dengan menghina Yasmin.
“Nabila jaga sikap kamu, saya dan Yasmin tidak sengaja bertemu disini,”jawab Abi
Nabila begitu kesal dan marah dengan sikap Abi yang lebih dekat dengan Yasmin seorang Cleaning service dikantornya.
“Jadi selama ini kamu bersikap dingin sama aku karena kamu pacaran sama Cleaning service ini? Abi aku yang sudah lama menunggu kamu, kenapa wanita pincang ini yang harus kamu pilih?” ucap Nabila bercucuran air mata didepan Abi
“Bu Nabila Maafkan saya, percayalah Bu saya dan pak Abi tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya duduk bersama ditaman,” ucap Yasmin menjelaskan semuanya
Nabila tidak peduli dengan penjelasan dari Yasmin, bahkan Nabila menghina Yasmin dengan kata-kata yang sangat kasar.
“Seharusnya kamu sadar diri, siapa kamu dan siapa Abi,kamu disini hanya gadis pincang yang sedang bekerja tidak pantas kamu berteman dengan Abi,” ucap Nabila dengan tutur kata yang begitu menyakitkan.
Melihat sikap Nabila membuat Abi marah lalu menghentikan semua hinaan nya tentan Yasmin.
“Cukup Nabila! Jangan pernah kamu menghina Yasmin, dia tidak pernah bersalah, jaga sikap kamu dikantor aku. jika kamu tidak bisa menjaga sikap kamu, lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan pernah datang ke kantor aku,” ucap Abi lalu mengusir Nabila untuk pergi
Nabila begitu kecewa dengan sikap Abi yang lebih memilih Yasmin daripada dirinya.
“Kamu Jahat Abi, dari dulu kamu tidak pernah menghargai perasaanku,”ucap Nabila lalu pergi dengan rasa kecewa
Setelah itu Abi menyuruh Yasmin untuk kembali bekerja dan melupakan semua ucapan Nabila yang sudah menghina nya.
“Lebih baik kamu kembali bekerja jangan hiraukan ucapan Nabila,” ucap Abi lalu pergi tanpa menghiraukan Yasmin yang ada didepannya.
“Baru kali ini ada seorang pria yang mau membela aku, dari sekian banyak pria hanya pak Abi yang membuatku bahagia ketika ada disampingnya,” ucap Yasmin dalam hatinya lalu pergi.
Sementara Bu Shinta merasa jenuh dirumah dan bosan dengan makanan yang di masak oleh Yasmin, Bu Shinta memutuskan pergi ke Restoran untuk membeli makanan yang ia suka.
Sampai didepan Restoran Bu Shinta teringat dengan Azhar dan Abi.
“Dulu DiRestoran aku dan Azhar sering menghabiskan waktu bersama, sekarang semua itu hanya kenangan dalam hidupku,”ucap Bu Shinta dalam hati lalu bercucuran air mata.
Bu Shinta pun masuk ke dalam Restoran tersebut lalu memesan makanan kesukaan nya.
“Sudah dua puluh lima tahun aku dipisahkan dari anakku, meski aku sudah punya Yasmin tapi aku benci sama dia, Abi mungkin sekarang kamu sudah besar,” ucap Shinta dalam hati lalu bercucuran air mata
Selesai makan Shinta tak sengaja melihat Azhar ada di Restoran yang sama, saat itu Azhar sedang meeting dengan rekan bisnisnya.
Selesai Meeting Shinta menghampiri Azhar yang duduk seorang diri.
“Azhar,” ucap Shinta penasaran
Terkejut Azar melihat Shinta ada di Restoran yang sama,
__ADS_1
“Shinta, kamu ada disini?”Tanya Azhar lalu berdiri
“Azhar kamu ada disini? sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabar Abi?” ucap Shinta lalu bercucuran air mata
“Abi baik bagaimana dengan kabar kamu? pasti kamu bahagia dengan Evan,” jawab Azhar
“Tidak Azhar sekarang aku sudah menjanda pernikahan aku dan Evan selalu membuat aku terluka, mungkin ini semua karma untuk aku, demi cinta pertama aku mengorbankan Rumah tangga kita,” ucap Shinta merasa menyesal
“Sudahlah Shinta semua ini sudah takdir dari Allah, mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersama, lagi pula aku sudah bahagia hidup tanpa kamu,” jawab Azhar
Shinta ingin sekali bertemu dengan Abi putranya bersama Azhar, dua puluh tahun Shinta dipisahkan dari Abi.
“Azhar izinkan aku untuk bertemu dengan Abi, aku sangat merindukan dia, aku ingin memeluk dia pasti sekarang dia sudah tumbuh menjadi pria yang tampan seperti Ayahnya,” ucap Shinta memohon didepan nya
Azhar hanya terdiam lalu mengingat sikap Abi yang begitu membenci Mamahnya, Azhar tidak mau melihat Abi sedih bertemu dengan Shinta.
“Azhar aku mohon pertemukan Aku dengan Abi, dimana dia?” ucap Shinta lalu memegang tangan Azhar yang ada didepan nya.
“Maaf Shinta aku tidak bisa, aku tidak mau membuat Abi sedih untuk menemui kamu, aku rasa kamu sudah cukup membuat aku dan Abi terluka,” jawab Azhar lalu melepaskan tangannya dari Shinta
“Aku harap kamu jauhi aku dan Abi,” ucap Azhar lalu pergi meninggalkan Shinta.
Hancur dan sakitnya hati Shinta melihat sikap Azhar yang tidak mau mepertemukan dirinya dengan Abi anak kandungnya sendiri.
Shinta mengejar Azhar yang keluar dari Restoran, tepat ditempat parkir Shinta melarang Azhar untuk pergi.
“Azhar aku mohon pertemukan aku dengan Abi, aku adalah Ibunya aku ingin bertemu dia, aku mohon Azhar,” ucap Shinta memohon didepan Azhar sambil bercucuran air mata
“Maaf Shinta aku tidak bisa melakukan itu, kamu yang sudah memilih pergi dari hidup kami aku tidak mau membuat Abi sedih terluka dengan masa lalu kita, aku mohon Shinta jangan paksa aku seperti ini,” ucap Azhar masuk kedalam mobil nya lalu pergi.
Shinta mencoba untuk menghentikan Azhar namun mobil Azhar telah pergi jauh, Shinta begitu sedih tidak diiznkan untuk bertemu dengan putranya.
Sementara Azhar dia begitu sedih dengan kenangan di masa lalunya.
“Kenapa aku harus bertemu dia lagi? Wanita yang sudah meninggalkan aku dan Abi, aku tidak mau membuat Abi semakin sedih dengan masa lalu aku bersama Shinta.
selama ini aku lebih memilih untuk merahasiakan identitas Shinta didepan Abi, aku tak mau Abi sedih dan hancur seperti yang aku rasakan dulu,” ucap Azhar lalu
bercucuran air mengingat masa lalu bersama nya Shinta yang begitu menyakitkan.
Masa lalu yang kembali dalam hidup Azhar, membuat Azhar semakin mengingat kesalahan Shinta yang pergi dan jauh lebih memilih cinta yang lain.
Tak mudah mengobati sebuah luka yang ada didalam hati terutama tentang cinta, butuh waktu yang cukup lama untuk sembuh, meski sembuh pasti akan membekas luka nya.
Bagaimanakah Azhar menyikapi ini semua?
Apakah Azhar melupakan kesalahan Shinta di masa lalu?
__ADS_1
Adakah cinta yang tersisa dihati Azhar untuk Shinta?
Ikuti terus ceritanya, jangan lupa like yaa…