MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Keputusan Dalam Cinta


__ADS_3

Kondisi Dika masih sangat kritis semantara Shinta begitu menyesali sikapnya selama ini.


Air mata bercucuran membasahi pipinya


“Dika maafkan Mamah karena Mamah kamu harus terbaring lemah di Rumah sakit,“ ucap Shinta dengan sedih.


Azhar merasa kecewa dengan sikap Shinta yang tega mengkhianati cinta tulusnya.


“Ya Allah rasa nya begitu sakit istri yang aku cintai mengkhianati aku dengan mantan suaminya,“


“Aku tidak sanggup menatap wajahnya yang sudah ternoda dengan pria lain,“ ucap Azhar lalu menangis.


Mengingat pengkhianatan Shinta membuat hati Azhar semakin hancur.


“Apakah ini yang nama nya cinta? begitu menyakitkan untuk aku,” ucap Azhar dalam hati lalu menangis kesedihan.


Shinta melihat Azhar yang sedang duduk seorang diri di Taman sambil bercucuran air mata.


Shinta menghampiri nya lalu duduk di samping suaminya.


“Azhar Maafkan aku,” ucap Shinta lalu memegang tangan suaminya, namun Azhar segera melepaskan tangannya.


“Untuk apa kamu minta maaaf? semuanya sudah terjadi dan itu yang kamu mau,“ jawab Azhar lalu meneteskan air mata.


“Aku khilaf melakukan semua itu, Evan selalu menggoda aku, tolong maafkan aku,“ ucap Shinta lalu bersimpuh di depan Azhar sambil bercucuran air penuh penyesalan.


Azhar hanya terdiam melihat sikap Shinta yang bersujud didepannya.


“Jika kamu benar-benar mencintai aku semua ini tidak akan pernah terjadi, sekarang aku tahu cinta yang kamu miliki tidak sepenuhnya untukku.“


“Kamu jahat Shinta! sangat jahat," jawab Azhar dengan emosi lalu pergi begitu saja.


Azhar merasa sangat kecewa dengan sikap Shinta yang sudah mengkhianati dirinya.


Bukan hanya itu Shinta juga sudah mempermainkan cinta tulusnya.


Shinta begitu menyesal dengan semua sikapnya yang selama ini sudah mengkhianati cinta Azhar.


Keesokan harinya Sebelum Azhar berangkat ke kantor Shinta melihat ada Baby sister baru yang merawat Abi.


Shinta langsung menayakan Baby sister itu kepada suaminya.


“Azhar kenapa ada Baby sister baru untuk Abi? kamu tidak perlu memakai jasa Baby sister untuk merawat Abi, aku adalah Ibunya dan aku akan merawat Abi,“ ucap Shinta dengan kesal.


Azhar hanya tersenyum lalu duduk dikursi.


“Bukankah ini yang kamu mau? “ tanya Azhar.


“Maksud kamu apa Azhar?” ucap Shinta penasaran.

__ADS_1


“Aku tidak mau kamu merawat Abi, seorang Ibu yang begitu tega meninggalkan anaknya dan menghabiskan waktu berdua dengan mantan suaminya sendiri,” ucap Azhar dengan emosi.


“Azhar tolong maafkan aku! beri kesempatan kedua untukku,” Jawab Shinta lalu memegang tangan suami nya.


“Saya rasa sudah banyak kesempatan yang saya kasih untuk kamu, tapi kesempatan itu sudah kamu balas dengan pengkhianatan,“ ucap Azhar melepaskan tangan Shinta lalu pergi dengan penuh rasa kecewa.


Shinta merasa kecewa dengan sikap Azhar yang tidak bisa memaafkan kesalahan dirinya.


Saat ada di café Shinta selalu memikirkan masalah Rumah tangganya.


Pagi itu Evan datang melihat Shinta yang sedang bersedih karena sikap Azhar.


“Shinta jangan menangis,“ ucap Evan lalu mengusap air matanya.


“Aku sedih dengan sikap Azhar, sepertinya dia sangat marah dan kecewa dengan sikap kita,“ jawab Shinta lalu menangis.


Evan selalu menyakinkan Shinta bahwa sikap nya selama ini tidak salah.


“Shinta kita ini saling mencintai jadi aku rasa kita tidak salah, lebih baik kamu tinggalkan Azhar lalu kembali lagi denganku,” ucap Evan dengan merayu nya kembali.


“ tidak Evan ! aku tidak bisa melakukan itu,“ jawab Shinta dengan takut.


“Kenapa Shinta? apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi? kita akan bahagia jika kita bersatu,” ucap Evan lalu meemgang tangan Shinta dan menyakinkan hati kembali.


“Aku sangat mencintai kamu Evan tapi bagaimana dengan Azhar? aku dan dia sudah punya anak tidak mungkin aku meninggalkan dia,“ ucap Shinta dengan penuh kebimbangan.


“Shinta kita masih bisa punya anak lagi sudahlah lebih baik kamu tinggalkan suami dan anak kamu itu lalu kembalilah bersamku.“


“Aku juga sangat mencintai kamu Evan hanya kamu yang ada di hatiku saat ini,“ jawab Shinta lalu memeluk Evan dengan erat.


Sementara itu kondisi Dika sangat kritis. Pihak Rumah sakit menghubungi Azhar dan Shinta tentang kondisi putranya yang semakin lemah.


“Bagaimana kondisi anak saya Dok?” tanya Shinta penasaran.


Dokter hanya terdiam dan membuat mereka penasaran


“Bagaimana dengan kondisi putra saya Dok?“ tanya Azhar dengan tegas.


“Maafkan kami Pak, Tuhan sudah berkehendak lain Putra kalian berdua meninggal Dunia akibat luka dalam yang sangat parah,“ jawab Dokter lalu sedih.


Azhar merasa terpukul dengan kepergian Dika anak tirinya itu.


“Tidak mungkin Dok! anak saya masih hidup,“ ucap Azhar lalu menangis dan melihat kondisi Dika yang sudah terbujur kaku di ranjang Rumah sakit.


Hati Shinta begitu hancur melihat jenazah putranya


“Dika bangun! Maafkan Mamah Dika,“ ucap Shinta lalu memeluk Jenazah nya dengan bercucuran air mata.


Keesokan hari nya jenazah Dika di Makamkan air mata penyesalan masih menyelimuti Azhar dan Shinta.

__ADS_1


Meski Dika Anak tirinya, namun Azhar sangat menyayangi dia seperti anak kandungnya sendiri.


Selesai pemakaman Evan datang untuk berziarakah ke makam anak kandungnya.


“Shinta aku turut berduka cita atas meninggal nya anak kita,” Ucap Evan lalu pura-pura menyesal.


“Maafkan aku Evan karena aku Dika harus seperti ini,“ jawab Shinta lalu memeluk Evan di depan mata Azhar.


Hati Azhar rasa nya sangat hancur melihat mereka begitu mesra didepan matanya.


“Apa ini sikap seorang istri didepan suami nya? bermesraan dengan mantan suami dan di depan makam anak nya sendiri?”


“Dimana hati kamu Shinta? didepan kamu ada suami kamu tapi kamu memeluk pria lain didepan mata aku sendiri?” tanya Azhar dengan tegas.


Shinta segera melepaskan pelukannya dari Evan.


“Kamu yang tidak mau memaafkan aku dan kamu juga selalu menyalahkan aku,“ jawab Shinta dengan egois


“Kamu memang salah Shinta! karena kamu Dika meninggal seandai nya kamu tidak tergoda mungkin semua ini tidak akan penah terjadi,” ucap Azhar dengan wajah yang sangat sedih.


“Lalu kamu mau apa? apa kamu menceraikan aku seperti kamu menceraikan Mba Nilam dulu?“ tanya Shinta dengan melawan.


“Sedikit pun tidak ada niat dihati aku untuk menceraikan kamu, aku akan memaafkan kamu tapi kamu harus tinggalkan Evan,“ jawab Azhar membuat pilihan kepada istri nya.


“Tidak Azhar! aku sadar selama ini aku belum bisa melupakan Evan aku masih sangat mencintai Evan,“ ucap Shinta lalu pergi bersama Evan.


Azhar merasa sangat sedih dengan keputusan Shinta yang jauh lebih memilih Evan dari pada suami nya sendiri.


“Shinta begitu keras hati kamu, sudah dua kali kamu mengkhianati aku dan bersikap sama seperti dulu kepadaku,” Ucap Azhar dalam hati lalu meneteskan air mata.


1 bulan kemudian Shinta dan Evan datang ke kantor Azhar dengan membawa sebuah surat.


“Apa ini Shinta?” tanya Azhar penasaran.


“Itu surat dari pengadilan aku mau kita pisah aku sudah memutuskan untuk memilih Evan untuk menjadi suami aku,“ ucap Shinta dengan menyakitkan


“Tidak Shinta aku tidak ingin berpisah dari kamu! aku akan memaafkan semua kesalahan kamu asal kamu tinggalkan Evan,” jawab Azhar lalu memegang tangan Shinta.


“Aku mohon Shinta kembalilah denganku kita sudah punya anak,” Ucap Azhar bersimpuh didepan kaki Shinta untuk kembali dengan nya.


“Tidak Azhar aku sudah memutuskan ini jadi aku mohon jangan paksa aku untuk bisa bersamamu,“ jawab Shinta lalu melepaskan tangannya dari Azhar.


Shinta pergi bersama Evan meningglkan Azhar dengan penuh kesedihan Azhar melepaskan Shinta yang jauh lebih memilih pria lain dari pada suami dan keluarganya.


Cinta yang tulus dihati Azhar harus berakhir dengan sebuah pengkhianatan. Shinta jauh lebih memilih pergi bersama mantan suaminya.


Bagiamanakah dengan kisah cinta mereka ?


Sanggupkah Azhar bertahan tanpa cinta Shinta ?

__ADS_1


Ikuti terus cerita nya…………


Tapi sebelumnya jangan lupa like, koment dan vote ya readers, karena dukunganmu adalah semangatku untuk melanjutkan cerita selanjutnya.


__ADS_2