
Sesuai dengan janji Dipa pada anak-anak, sepulang dari tempat kerjaan, Dipa mendapati anak-anak sudah berkumpul dihalaman rumahnya. Untuk itu, Dipa langsung saja memberikan intruksi pada anak-anak agar
mereka berbaris, berbanjar. Dan setelah barisan itu dikondisikan dalam keadaan siap, maka Dipa memerintahkan agar anak-anak yang jumlahnya dua belas orang itu, harus berdiri dengan mengangkat kaki sebelah. Kata Dipa, usahakan keadaan itu harus dipertahankan sampai ia kembali. Disela-sela Dipa sibuk memasak, Dipa menyempatkan untuk membagi konsentrasi, separuh perhatiannya ditujukan pada anak-anak. Dan Dipa melihat di diri mereka ada sikap keseriusan, terbukti walaupun seolah-olah ditinggalkan, tapi mereka tidak memanfaatkannya untuk membuat pelanggaran. Nampaknya mereka sudah bisa memahami makna sebuah kebutuhan, sebagaimana yang telah sering di amanatkan pada mereka, bahwa sikap butuh adalah modal dasar untuk meraih keberhasilan. Karena dalam sikap butuh itu, ada kemungkinan seseorang bisa kuat, seseorang bisa cerdas dan sebagainya.
__ADS_1
Selesai Dipa menanak nasi, Dipa Kembali menyempatkan melihat kondisi anak-anak. Ternyata anak-anak masih dengan posisi semula. Selanjutnya Dipa menambahkan beban dikedua belah tangannya, agara masing-masing memegang bata merah, dengan posisi tangan mengembang seperti sayap burung yang sedang terbang. Dan keadaan itu berlangsung sampai Dipa selesai membuat sayur. Sampai Dipa selesai masak, anak-anak terus mendapat intruksi-intruksi rupa-rupa penerapan teori. Dan setelah tiba waktunya menjelang ashar, baru Dipa menghentikan pelatihannya. Dan selanjutnya mereka dibubarkan. Pelatihan yang diberikan Dipa pada anak-anak
terus berlangsung setiap-hari, dan berhenti, pada hari minggunya, karena Dipa ada kepentingan. Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, bahwa Dipa ingin mengajak Kang Wiranta dan Herna untuk pergi kepantai. Dan kebetulan niatnya itu bisa dilaksanakan. Sesampainya di tempat tujuan, Wiranta mengajak Dipa untuk singgah dulu ditempat penitipan perahunya, yaitu disebuah warung nasi. Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu, satu hari, tak bertemu, hati rasa rindu. Ku yakin ini semua persaan cinta tetapi hatiku malu untuk mengatakannya. Demikian sebuah penggalan syair lagu, dari sang master penyanyi terkenal tanah air. Syair dan lirik lagu itu, sangat pas dengan keadaan, yang sedang dialami oleh Dipa dan Herna. Isi lagu itu benar-benar menyindir merka yang sedang dilanda suka cita. Disekitar pantai itu suasana sangat nyaman, asri dan indah, untuk orang yang ingin menikmati suasa hiburan dan bersantai. Sebenarnya bagi Dipa bukan hanya semeta-mata ingin pergi kepantai Bersama Herna, tetapi yang lebih ia pentingkan adalah, Dipa ingin lebih yakin bagaimana sikap Kang wiranta pada dirinya, apakah dia merestui atau tidak. Dan setelah Dipa memperhatikan semuanya, ternyata wiranta sangat respek terhadap hubungannya dengan Herna. Dan hal itu dikuatkan oleh pernyataanya yang sempat Wiranta ungkapkan dalam obrolan saat itu. Wiranta sangat setuju, dan merestui hubungan Dipa dan Herna. Tentu saja, betapa lega dan senangnya hati Dipa, mendengar kesaksian wiranta tersebut. Setelah segalanya dianggap cukup, Wiranta segera mengajak Dipa dan Herna untuk segera meninggalkan tempat itu. Setelah mereka melaksanakan sholat ashar disana, lalu Wiranta, Dipa dan Herna segera bergegas menuju jalan besar untuk mencari angkutan umum, tujuan Kampung Bahari.
__ADS_1
Seminggu kemudian, diceritakan waktu pertandingan sudah tiba. Rombongan kesebelasan dari kampung bahari, yang dipimpin oleh Si Pepen dan Si Toyo sudah tiba di kampung utara, kira-kira jam Sembilan pagi, setibanya disana, mereka berkumpul di pinggir lapangan. Anak-anak sangat patuh terhadap apa-apa yang di intruksikan oleh Dipa. Sebelum pertandingan, Dipa memberikan pengarahan-pengarahan seperlunya. Mereka diingatkan tentang pentingnya keseriusan, juga mereka diingatkan tentang pentingnya memanfaatkan kesempatan. Mereka diingatkan pula jangan sekali kali menyia-nyiakan kesempaatan, karena pada dasarnya kesempata yang sama tidak akan ada dua kali. Jadi sekali hilang kesempatan berarti kita sudah kerugian yang besar. Makanya sikap dan prinsip, dalam menghadapi situasi sekecil apapun harus tetap konstan. Kita jangan sekali-kali membiasakan tindakan-tindakan di anggap sepele. Misalnya kita membiasakan disiplin, harus dari awal pemberangkatan, sampai akhir pulangnya. Dipa dan Herna sengaja membantu anak-anak tidak saja dalam bentuk bimbingan moral, tapi juga dalam bentuk materil pun keduanya terlibat, seperti pengadaan minuman dan makanan ringan dan obat-obatan.
Akhirnya, pertandingan segera dimulai, tim kesebelasan tuan rumah mengenakan seragam putih biru, sedangkan tim tamu mengenakan biru muda, dan kebawahnya warna putih. Awal pertandingan nampak berjalan cepat saling serang, dan sesuai dengan intruksi yang diterapkan oleh Dipa adalah pertahanan sistim menyerang. Ditambah pengontrolan bola setiap pemain sistim kolektip, yang diselingi atraktif kemampuan pribadi, bila keadaan memungkinkan. Dipa dalam waktu kurang lebih satu minggu, berusaha memberikan materi Latihan tidak saja yang menyangkut Teknik dilapangan, tapi juga disertakan teorinya dilapangan. Dan bila kita perhatikan ternyata pemain yang mendapatkan teori dan strategi Latihan yang penerapannya dibuktikan oleh Teknik dilapangan, ternyata walaupun belum maksimal, tapi bila dibandingan dengan anak-anak yang tidak terlatih, jelas terlihat perbedaanya. Penguasaan bola, atau ball position, lebih dimenangkan oleh tim tamu, walaupun dari segi postur tubuh tuan rumah
__ADS_1
menang. Dan diakhir pertandingan, ternyata tim tamu menang dengan skor tiga-satu. Dalam ajang pertandingan itu soal kalah dan menang, sepertinya tidak dipesoalkan, tapi yang paling menarik dalam event pertandingan itu adalah
sportifitasnya. Nampak kedewasan dari tuan rumah yang, walaupun hasil akhir pertandinganya untuk ke unggulan tim tamu, tapi mereka telah menunjukan sikap profesional dalam dunia olahraga, itu adalah suatu bukti nilai lebih yang dimiliki oleh tim tuan rumah. Hal ini sebagai bukti juga bahwa tim tuan rumah, dalam sisi lain adalah tim yang telah menujukan kelebihannya sebagai tim yang memiliki harapan kedepannya. Menjelang dzuhur tim tamu pamit pada tim tuan rumah untuk Kembali pulang. Kami tidak lupa untuk saling bersalaman sebagai bentuk persahabatan. Sepertihalnya tadi berangkat dari Kampung Bahari itu, kira-kira jam tujuh, dari sana kami jalan kaki. Dan begitu pula pulangnya kami pun sepakat untuk berjalan kaki. Dipertengahan jalan menuju kampung Bahari, kami melewati jalan kampung yang walaupun belum di aspal tapi bisa dilalui kendaraan. Tak terkecuali truk. Dalam perjalanan pulang, anak-anak nampak suka cita, mereka tak henti-hentinya bernyanyi merayakan kemenangan. Bahkan diantaranya menyatakan ingin terus berlatih dengan bimbingan Dipa. Sedang asyik-asyiknya mereka larut dalam suasana merayakan kemenangan, tiba-tiba anak-anak yang berada dipaling depan tanpa diduga, mendadak berlarian, merka dikagetkan oleh seekor kerbau yang datang dari arah tikungan jalan. Untung anak-anak bisa lolos dari serudukan kerbau itu, tapi hal lain yang tidak terduga adalah. Kerbau itu jadi menyeruduk kearah Herna yang sama sekali tidak menyangka akan datangnya bahaya yang mengancam. Tentu saja Dipa tidak akan rela bila kekasihnya harus menjadi korban serudukan kerbau itu. Dipa segera nyelonong kearah Herna sambil tangannya mendorong badan Herna, sedangkan tangan yang satu lagi menahan tanduk kerbau yang hendak menanduk tubuh Herna. Akibatnya Herna memang selamat dari tandukan kerbau itu, tapi sialnya tidak bisa dihindari oleh Dipa. Dada Dipa yang posisinya lebih dekat ke tanduk kerbau itu, tidak bisa ditolak lagi harus menjadi korban tandukan. Belum lagi kaki Dipa yang terinjak oleh kaki kerbau juga merupakan kejadian yang sangat tidak diinginkan. Melihat kejadian yang menimpa kekasihnya, Herna mendadak menjerit histeris, suara Herna melengking keras merobek suasana. Sedangakan kerbau yang menjadi penyebab bencana atau musibah itu, seketika itu juga kabur kearah lapang yang tadi dipakai melangsungkan acara pertandingan. Sungguh diluardugaan dan perhitung. Untung seketika itu juga orang-orang disekitarnya mendadak berdatangan. Dan secepatnya membawa Dipa ke klinik yang terdekat. Dipa segera dibawa oleh mobil milik penduduk di kampung itu. Herna dengan tangisan yang tak bisa dikendalikan, terus mengikuti tubuh Dipa, kemana dibawa. Mobil terus melaju membawa Dipa yang pingsan, tak sadarkan diri. Dan sesampainya diklinik Dipa segera diperiksa, untuk mendapatkan perawatan. Satu hari Dipa mendapat perawatan di klinik itu, dan seterusnya dari klinik Dipa disarankan untuk dirawat dirumah sakit yang lebih memadai, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Keadaan ini tentu saja membuat kaget seluruh kerabat Dipa terutama Pak Dasim dan keluaga Herna, termasuk kru Yayasan Generasi Bangsa. Dan Ketika Pak Dasim Dan Kang Suganda mengetahui musibah ini terjadi pada Dipa, seketika itu juga mereka langsung mendatangi klinik dimana Dipa dirawat.
__ADS_1