Mimpi-Mimpi Gelandangan Tua

Mimpi-Mimpi Gelandangan Tua
Episode 50


__ADS_3

Memang kalau sepintas lalu seperti ceroboh, mengedepankan Aria yang masih duduk di bangku sekolah untuk tampil menjadi pigur yang menentukan, tapi ini masalahnya soal kemampuan, Dan ini masalah pendidikan in pormal, juga wajar saja dalam halini bagi Aria apa bedanya dengan kalau di SMA itu ketua osis. Juga skill individunya sangat diperhitungkan, dan dibutuhka sebagai prodak peecontohan. Juga alasan pengkaderan sedini mungkin, menjadi pertimbangan. Muatan lokal pesantren selalu memprioritaskan kader-kader yang telah mendapatkan penempaan. Contohnya kader-kader seperti Aria dan yang lainnya. Tetapi dari perserta latihan merasa hal itu adalah pelecehan merasa diremehkan. Katanya sehebat apapun mereka tidak terima karena ini menyangkut tanggungjawab. Tentu saja Bang Edi tanpa banyak perhitungan segera mengambil tindakan. Hal ini segera disikapi oleh Bang Edi dengan seketika itu juga mengganti Aria, tetapi Bang Edi segera diperingatkan oleh Daka Dan Sunan, kata Daka dan Sunan menurut peraturan jangan megeluarkan kebijakan berdasarkan, pengaruh luar, ingat Bang Edi, walaupun bagaimana Aria itu punya kemampuan untuk itu. Kita jangan sekali-kali membuat diri nya kecewa. Ini masalah propesional, di pesantren bukan propesi dilingkungan pormal, dan juga kata Daka dan Sunan apa-apa yang dilakukan oleh Aria itu sebenarnya hasil keputusa sepihak, tapi mengapa perubahannya tidak berdasarkan musawarah lagi.Tapi Bang Edi tak mengindahkan semua itu. Kata Bang Bang Edi kita perlu melayani, masyarakat sebaik mungkin. Ingat Bang Edi kalau ini tidak di dengar kata Daka ia akan mengundurkan diri! Itu terserah, kata Bang Edi. Kami harus punya ketegasan, keleluasaan untuk menentukan segalanya. Akhirnya karena Bang Edi bersikeras pada pendirianya, maka Daka dan sunanpun segera mengundurkan diri. Malah Pak Wildan dan istrinya, juga, ikut mgundurkan diri. Memangnya, saya tidak akan gentar dengan sikap sikap mereka? Silahkan saja, kata Bang Edi masih banyak para guru yang bisa dikerjakan, kata Bang Edi. Pendirian Bang Edi begitu sebenarnya tidak saja ditentang oleh sunan dan Daka, tapi oleh istrinya juga ditentang, kata istrinya dimana letak kekompakan yang dulu kita agung-agungkan, kalau menentukan masalah hanya dengan pertimbangan sepihak, bukan hasil mupakat. Dilain pihak Adik iparnya yaitu Neng putri yang pernah ditolong oleh Aria sampai mukanya cacat, merasa tak terima juga atas tindakan Bang Edi, lebih-lebih tindakan itu atas dasar tuntutan peserta. Makanya pada suatu kesempatan, Neng putri memanggil peserta kader yang sembilan orang, lalu mereka oleh Neng Putri di peringatkan, dan diberitahuakan siapa Aria. Dalam kata katanya Neng Putri benar benar marah, Dan ia pun tegas akan mengundurkan diri.


Sejak pengunduran diri Sunan dan Daka Bang Edi segera mencari pengganti nya. Pengganti guru-guru matematika yang di maksud ternyata susah juga. Pengganti guru silat pun tak seperti yang diajarkan oleh Daka dan. Sunan.

__ADS_1


Pada suatu hari Sunan dan Daka, datang kerumah pak yanto dan pak Moris dan ia menceritakan sikap Bang Edi demikian, tapi Pak Yanto, tak mau tahu yang penting dirinya hanya, seorang guru yang punya tugas mendidik, ia tak mau tahu persoalan apapun. Karena pak yanto tidak bisa diajak damai, dan tak mau mengerti, dia hanya mementingkan kepentingan pribadi, maka daka dan sunan segera mengambil buku pandauan yang pernah diberkan oleh gurnya. Awalnya pak yanto tidak memberikanya tapi Daka dan sunan memaksanya. Setelah mengambil buku panduan maka Daka pun mengambil buku panduan yang ada di perpustakaan sekolah. Dan untuk selanjutnya, Daka dan Sunan tak pernah menampakan diri dihadapan Bang Edi. Ketika Bu Halimah menemui adiknya, dan menanyakan apakah adiknya aktip lagi, Neng putri tidak menjawab, juga tidak memberikan reaksi apa-apa. Neng putri dalam hatinya berkata, aku tak mau terlibat dengan segala macam kepalsauan. Aku kata Neng Putri tak merasa berhutang budi pada Aria, tapi dirinya perlu malu pada diri sendiri. Ah sudah lah aku tak akan berusan dengan yang begituan lagi, itu hanya kepalsuan, malu aku, mendadak Neng putri menangis, lalu memburu kekamarnya. Neng Putri benar-benar kecewa, dan terkecoh, dia menyangka keluarga yang selama ini dibanggakan sebagai lingkungan yang selalu mengajak kebaikan selalu melantumkan kedamaian dan komunitasnya terdiri dari orang-orang yang berpengetahuan, ternyata dalam kenyataanya tak bisa dijamin sebagai orang yang tehormat dan memiliki harga diri. Neng putri masih memilih orang-rendah, tapi hatinya bersih. Sebenarnya ia ingin sekali minta maap pada Aria mungkin ia merasa sakit hati atau kecewa atas tindakan Bang Edi kakak iparnya. Batinnya selalu merasa saat ia melihat wajah aria yang awalnya tampan, kini mendadak jelek karena cacat, itu karena sikap dan perbuatannya yang rela untuk menolong sesama, tapi orang begitu tega meremehkannya. Walaupun Bagi Aria mungkin tidak apa-apa buktinya ia masih tetap sekolah. Tetapi orang tua Aria ketika diberi tahu oleh Sunan dan Daka bahwa Aria diperlakukan begitu... Begitu. Orang tua Aria merasa tidak enak juga, apalagi ketika Neng Putri datang kerumahnya, sama


menceritakan seperti apa yang diceritakan oleh Sunan dan Daka. Dan ketika ditanya oleh orqng tua aria tentang sikap Ari disekolah apakah selalu berbuat tidak baik, dan apakah Bang Edi tidak mempertimbangkan, cacat diwajahnha itu adalah sebuah pengorbanan dan pengabdian seorang siswa yang mencintai lingkungan sekolahnya, tentu saja Neng putri. Kelabakan dan ia tak kuasa untuk menahan rasa kecewanya, dan dari saat itu ia tak mau lagi menampakan wajahnya di depan orang-orang pesantren.

__ADS_1


Pada suatu hari Bang Edi ada yang menculik, oleh komplotan bertopeng, Bang Edi di sekap disebuah tempat yang jauh kesana kemari. Bang Edi dicekoki oleh minuman keras dan obat obatan terlarang sehingga akibatnya daya ingat bang Edi jadi terganggu. Dan ketika hampir dua bulan Bang Edi mengalami penyiksaan, dan wajahnya ruksak hampir tak bisa dikenali, Bang Edi ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di pingir jalan perbatasan kampung Teluk Jambal dengan kampung tetangga. Awalnya orang-orang sama sekali tak menyangka kalau orang yang tergeletak itu adalah Bang Edi, sebab disamping wajahnya yang rusak, juga daya ingatnya terganggu. Tapi akhirnya salah satu diantaranya ada yang mengenali juga dan akhirnya Bang Edi segera diantarkan kerumahnya.


Melihat keadaan suaminya demikian istrinya Bang Edi yaitu Bu Halimah seketika itu menjerit sambil memeluk suaminya. Ia menyesalkan terhadap perbuatan orang yang mengaiaya suaminya. Dan Besoknya Bu Halimah melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak yang berwajib. Semenjak kejadian itu pesantren Al- Jabar selalu mendapat gangguan dari orang yang bertopeng. Sehingga keadaan disana benar -benar tidak nyaman, sehingga banyak dari para santri yang tidak merasa betah. Terutama santri putri yang sering mendapat gangguan.

__ADS_1


__ADS_2