Mimpi-Mimpi Gelandangan Tua

Mimpi-Mimpi Gelandangan Tua
Episode 46. Bag 6 - Air Mengalir


__ADS_3

Semenjak kunjungan paratamu ke kampung Bahari, maka nama Yayasan Generasi bangsa semakin tenar. Dan pengaruhnya bagi masyarakat pun semakin melekat. Sedangkan bagi Kang Suganda hal itu sangat berdampak positip beliau sering diundang pada sebuah pertemuan- pertemua penting. Kang Suganda selaku pimpinan pesantern An- Nur sering di undang baik untuk ceramah keagaman maupun ceramah ilmiah.

__ADS_1


Waktu itu ketika acara selesai dimana para tamu susah pasa pulang. Sebelum maghrib, Bang Edi dan kawan-kawan, meminta ijin permisi pulang. Walaupun sebelumnya dicegah Pak Dasim maupun. Oleh Dipa. Tapi persiapan besok katanya mau terus ke kampung Teluk Jambal yaitu kampung istrinya Bang Edi.

__ADS_1


Besoknya pagi-pagi mereka berangkat dari rumah Bang Edi pagi-pagi. Menuju terminal Luwak pagar, kebetulan mobil yang arahnya kekampung Bang Edi, sudah siap berangkat. Tidak diceritakan Dijalannya Bang Edi dan kawan-kawan sudah sampai ditempat tujuan, dan beberapa saat kemudian mereka sudah sampai dirumahnya Bang Edi.Tak bisa digambar kan oleh cerita atau dilukiskan oleh katakata bagaimana bahagianya keluarga Bang Edi, ketika tahu Bang Edi pulang. Sementara Daka dan Sunan, katanya mau pulang dulu. Setelah segalanya selesai oleh saling memaapkan dan lapang dada oleh niatanya masing-masing yang ingin memperbaiki keadaan. Mertua Bang Edi dan istrinya adalah para pendiri yayasan lembah ilmu, dalam pernyataan tertulisnya telah memberikan wewenang pada anaknya atau istrinya bang Edi untuk mengelola Yasan Lembah Ilmu bersama suaminya yaitu Bang Edi sendiri. Untuk itu segera merepitisi program-program usaha yayasan terutama dalam penjabarannya. Penjabaran usaha yayasan yang dituangkan dalam sesi pengaturan kerja, wewenang, hak dan kewajiban, serta tanggungjawab. seluruh anggota yayasan, hari itu dirapatkan dituntaskan diploklamirkan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga salah paham dan saling serobot tanggungjawab. Dan seterusnya bang Edi pun, menjelaskan sesuai program awal orientasi yayasan yang berbasis keilmiahan, pada pelaksanaanya akan tetap dimasukan pada program informal yang di atur oleh kurikulum muatan lokal. Jadi pendidikan pormal yang sudah berjalan yaitu SD dan SMP tetap berjalan, sesuai dengan alur yang telah di tetapkan oleh pemerimtah.Tetapi kepesantrenan dengan segala aktipitasnya itu, pada pelaksanaannya diatur atau jalurnya dibedakan pada katagori pendidikan informal yang pengaturannya di laksanakan oleh kurikulum muata lokal. Jadi kata Bang Edi masing masing yang terrlibat diyayasan harus paham dan komitmen pada propesi dan wewenangnya jangan membuat prediksi predeksi terhadap propesi orang lain dilapangan, sebab hal itu akan menimbulkan salah paham dan jika yang bersangkutan tidak menerima, akhirnya akan mengganggu ketertibam dan keharmonisan satu sama lain. Kalau mau menyampaikan sesuatu harus melalui prosedur yang benar.

__ADS_1


interen dan sistem yang didalam penuh dengan prediksi dan evaluasi sehingga lambat laun laun bisa terlihat hasilnya. Juga untuk progra matematika Dipa sering datang membantu. Sehimgga keberadaan Dipa.sangat dimanpaatkan oleh Sunan Dan Daka untuk memnyempurnakan keilmuannya di bidang silat. Yang dalam hal ini sangat di sambut baik oleh Bang Edi.Bang Edi waktu ada pementasan silat Sabda Alam di Kampung Bahari tempo itu, bang Edi sangat terpukau, dan hal itu pernah di utarakan oleh bang Edi, agar Sunan san Daka mengajarkwn pada anak-anak. Tapi kata Sunan dan Daka mereka belum sanggup, karena masih harus belajar pada Gurunya yaitu kang Dipa. Makanya ketika Dipa sedang berada di kampung teluk Jambal atau di pesantern Al-Jabar, Baik Sunan maupu Daka, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka segera memanpaatkaanya. Atau ketika Dipa pulang salah satu dia tara mereka ikut pulang dengan Dipa kalau tisak Suna pastilah Daka. Yang tujuannya akan terus belajar. Akhirnya dengan segala kesabaran dan ketekunan, Daka dan Sunan pun sudah bisa menambah keilmuanya dibidang silat. Sedikit demi sesikit program akhirnya kepesantrenan nampak lebih tampil beda, masyarakat sekitarnya sudah biasa merasakan hasilnya. Tapi sebagaimana telah di ceritakan penduduk suatu daerah tidak semuanya punya kepentingan yang sama. Disana di Lubuk Jambal memang masih berdiri dua misi yang berbeda. Walaupun awalnya kerukunan penduduk di Lubuk Jambal selalu di pantau oleh pihak berwajib, sehingha sepintas lalu keadaan dsana dapar dikatakan aman. Tapi masrakat sebagian, tidak demikian mungkin diantara mereka ada juga yang kuramg srek dengan hatinya terbadap kenyataan dan keadaan yang dirasakannya, sehingga tidak jarang menimbulkan hal-hal persengketaan, ada saja yang dijadikan jalannya, kalau tidak terang-terangan, diantaranya membuata jalan lewat apa saja, misalnya sengketa gara-gara pengairan atau perdagangan dan sebagainya. Pokoknya selalu saja dibut gara-gara pemulai persengketaan. Ketika salah seorang murid pesantren sudah hampir seminggu tidak masuk, maka Sunan segera menengoknya karena mendengar ayah muridnya itu sakit. Benar saja ketika sunan menengok kerumah muridnya ayahnya sedang terbaring disakit ditempat tidurnya. Tanya punya tanya ayah muridnya itu dianiaya oleh salah seorang preman pasar tang selalu malak ayaj muridnya hanya seorang pedanggang biasa yang tisak bisa berkelahi. Jadi ketika mereka para preman pasar menganiaaya pak Sado ayahnya Didi murid pesantten Al-Hidayah. Tentu saja dengan pukulan dan penganiayaan yang dulakukan preman pasar itu Pak Sado ayah nya Didi, kini terbaring sakit. Ketika Sunan dan Daka menengok untuk kedua kalinha, sunan membawa ramuan obat obatan herbal yang di buat oleh Daka. Kemudian Daka melakukan terapi hasil belajr dari Pak Dasim, lumayan Daka bisa blajar ini dan itu, kira kira seminggu Pak Sado rutin munum ramuan yang diberikan oleh Daka, akhirnya Pak sado sembuh juga. Dan kebetulan ketika Daka ada keperluan untuk membeli sesuatu untuk kerperluan dagang, Daka mendapatkan salah seorang kenalamya sedang mendapat masalah. Karena begitu di depan mata, Daka tak bisa mendiamkan perlakuan preman itu, Daka berusaha dengan lemah lembut memperingatkan preman itu agar jangan berbuat sewenang wenang tapi preman itu malah balik marah pada Daka, dan niatnya mau memukul Daka, tentu saja Daka berusah menyelmatkan badannya dari serangan lawan. Walaupun bagi Daka sangat tidak berharap adanya perselisihan. Daka berusaha menghindari adanya masalah atau pertikaian dengan siapapun. Tapi apa boleh dikata,lain keinginan Daka, laun pula ke inginan orang itu. Buktinya melihat sikap Daka demikian malah menjadikan si preman pasar itu marahnya menjadi jadi. Sebuah ayunan pukulan si preman mendesing mengarah muka Daka, "Eh tenang sobat" Daka mencoba bersabar menenangkan si preman. Tapi sipreman tambah sewot "hai jangan ikut campur!" katanya sambil tidak henti hentinya menghujani tubuh Daka dengan pukulan dan tendangan. Tapi pukulan si preman hanya menyerang angin. Keadaan itu tidak berlangsung lama dan terakhir orang sekitar sana, yang melihat keadaan itu mencoba melerai. Untung si preman bisa ditenangkan oleh teman-temanya.

__ADS_1


__ADS_2