Muara Cinta Zalina

Muara Cinta Zalina
Bab 12 Wisuda


__ADS_3

Hari ini, hari dimana Zalina akan menghadiri wisudanya. Ujung dari perjalanan kuliahnya selama empat tahun ini. Tapi, bukanlah akhir dari segalanya. Karena Zalina sadar dengan kuliah empat tahun ini belumlah apa-apa, oleh sebab itu ia akan berenca melanjutkan kuliah profesi bidannya agar dirinya semakin yakin untuk bisa terjun di masyarakat.


"MasyaAllah, cucu Nema cantik sekali," ucap Nema saat melihat Zalina keluar dari kamar. Zalina memang terlihat cantik dengan kebaya brokat model asimetris bagian bawahnya, membuatnya terlihat Stunning. Dengan pilihan warna nude dan Make-up yang natural kalem dengan warna peach.


"Makasih Nema, Nema juga cantik hari ini. Makasih udah sehat dan selalu ada untuk Zalina," ucap Zalina.


"Sayang, Nema udah hubungi mama papa kamu dua hari yang lalu, mereka berdua minta maaf enggak bisa hadir. Karna adikmu Hafish mau masuk pesantren besok, jadi mama kamu ingin mengantar adikmu Nak. Sedangkan papa kamu akan menghadiri wisuda SMP adikmu Sherlin," ucap Nema


"Ya Nema, Zalina udah tau kok, kemarin papa mama juga udah hubungi Zalina. Nema tenang aja, Zalina enggak apa-apa kok, seriusss ... i'm fine," ucap Zalina sambil mengangkat dua jarinya.


Karena Zalina sudah jauh lebih menerima semua keadaan yang terjadi padanya. Sekarang Zalina tidak ingin memikirkan hal hal yang akan membuatnya sedih dan Zalina tidak ingin membuat Nemanya juga jadi sedih.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja nak, Nema senang mendengarnya. Kalau begitu ayok kita berangkat sekarang sebelum terlambat," ucap Nema.


Zalina dan Nema segera menuju aula kampus, aula kampus yang cukup besar yang bisa menampung 3.000 orang di dalamnya. Zalina segera mencari nomor bangku untuk Nema, agar Nema bisa duduk terlebih dahulu, karena ada dua undangan, Nema dan Zalina pun mengajak serta mbak Asih untuk menduduki bangku satunya, sekaligus agar Nema memiliki teman mengobrol selama acara berlangsung. Selanjutnya Zalina mencari nomor bangku khusus jurusannya yaitu kebidanan. Setelah nomor bangkunya ketemu, Zalina duduk dengan tenang sambil menunggu acara yang sebentar lagi akan dimulai.


Ketika MC membuka acara, semua yang hadir tampak diam dengan khidmat menyimak acara yang sedang berlangsung. Mulai dari prosesi rektor dan jajarannya memasuki aula acara, menyanyikan Lagu kebangsaan Indonesia, pembacaan ayat suci Al-Quran, pembukaan upacara wisuda oleh rektor, hingga pemberian penghargaan kepada wisudawan dengan nilai tertinggi.


Saat MC membacakan nama nama dengan nilai kelulusan tertinggi di masing-masing Fakultas, Zalina sama sekali tidak menyangka bahwa namanya mewakili Fakultas Kesehatan dari jurusan ilmu kebidanan dengan IPK 39.9. 'Lulusan terbaik dari Fakultas Kesehatan adalah Zalina Lovea Lee, S.Keb' tepuk tangan riuh menyemangati Zalina agar segera maju kedepan bergabung dengan lulusan terbaik dari fakultas lainnya. Nema dari arah tempat duduknya menitikkan air mata bahagia, cucu yang ia besarkan sungguh membuatnya bangga.


Zalina segera berjalan menuju keatas panggung bergabung dengan wisudawan yang menerima penghargaan juga. Dari barisan tempat duduk tamu undangan tampak sepasang mata memperhatikan Zalina yang menaiki panggung dan menerima penghargaan, selesai memberikan penghargaan dan mereka pun berfoto bersama dengan rektor serta jajarannya.


"Alangkah baiknya kita semua bisa mendengarkan sepatah dua patah kata yang dapat diberikan oleh lulusan wisudawan terbaik tahun ini, dari para wisudawan yang berdiri didepan kita semua, kita akan meminta dari yang IPK tertinggi ya, silahkan kepada saudari Zalina Lovea Lee untuk memberikan sambutannya," ucap MC mempersilahkan Zalina agar maju ke podium.


Dengan rasa degdegan tapi juga bahagia, Zalina maju menuju podium dan memberikan sambutannya. Dimulai dari Salam pembuka, salam penghormatan kepada Rektor, Dekan Fakultas, Dosen, tamu undangan serta wisudawan wisudawati di sapa dengan kalimat tegas Zalina.


"Kita patut bersyukur kepada Allah SWT yang masih menjaga kita semua dengan segenap impian-impian besar kita tentang masa depan. Karena tanpa penjagaan Allah, niscaya impian kita akan mudah sirna terombang-ambing oleh rintangan yang ada. Kita patut bersyukur atas ketegaran dan keteguhan yang Allah sematkan pada diri kita untuk bisa meraih suatu keinginan yang mulia, menjadi insan yang dapat mencerdaskan bangsa sekaligus bisa berkontribusi di segala lini kehidupan. Atas apa yang dapat kita raih pada hari ini, kita patut berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu semua proses ini. Untuk itu perkenankanlah saya mewakili calon wisudawan/wati berdiri di sini untuk menyampaikan terimakasih.

__ADS_1


"Ucapan terimakasih yang paling pertama dari kami adalah kepada orang tua kami beserta seluruh keluarga kami yang telah memberikan dukungan terbesar berupa kepercayaan, dukungan moral dan juga spirit. Yang menjadikan kami senantiasa ingat bahwa kami ada di sini untuk melaksanakan amanah dari mereka, dan dari saya pribadi terima kasih kepada nenek saya tercinta yang mendampingi saya dari saya kecil hingga saya bisa berdiri disini." ucap Zalina.


Kemudian Zalina juga mengucapkan rasa Terima kasihnya kepada Universitas tempat mereka menimba ilmu, kepada jajaran Fakultas yang telah menyediakan fasilitas untuk belajar. Terakhir Zalina memberikan ucapan selamat kepada teman teman wisudawan/wati.


"Saya mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih pada hari ini. Apapun predikat kelulusan kita, kita yakini bahwa itulah yang terbaik yang dapat kita capai. Kita patut bersyukur dan bangga telah menyelesaikan salah satu amanah dari mereka. Senyuman mereka adalah sebagian kecil dari pada seluruh senyuman yang kita harapkan. Tugas kita setelah ini adalah membuat bangsa ini tersenyum. Tersenyum atas karya dan kontribusi kita kepada mereka sehingga tercapailah apa yang mereka harapkan dari kita sebagai putra-putri terbaik bangsa.


☀ ini bukanlah akhir dari perjuangan kita.


☀ ini bukanlah akhir dari mimpi kita.


☀ ini adalah awal dari perjuangan lain yang telah menanti kita.


Akhir kata saya ucapkan, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh." itulah sambutan yang diberikan Zalina. Zalina pun turun dari podium kembali ke tempat duduknya dengan tepuk tangan meriah.


MC kembali melanjutkan susunan acara berikutnya yaitu sambutan dari ketua alumni.


"Baiklah sambutan berikutnya akan diberikan oleh Ketua alumni kita yang merupakan tamu kehormatan kita bapak Irjen Pol. Akbar Dewanda, S.H, M.H kepada bapak kami persilahkan." kemudian ketua alumni tersebut pun maju memberikan sedikit sambutan.


Satu persatu wisudawan yang sudah selesai dilantik turun dari panggung dan langsung menuju orang tua masing-masing, peluk haru pun terjadi diruangan tersebut. Begitu juga dengan Zalina, setelah turun dari panggung dia langsung menemui Nema, sang nenek tercinta.


"Selamat sayang, Nema benar-benar bangga padamu. Terima kasih sudah menjadi anak yang luar biasa," ucap Nema dengan mata yang berkaca kaca.


"Semua ini berkat doa dan support Nema, terima kasih juga Nema," ucap Zalina.


"Hai beib, sahabat terbaikku, selamat sayang! aku bangga padamu beb," ucap Rindu yang menghampiri Zalina.


"Selamat untukmu juga beb, kamu juga hebat bisa sampai dititik ini," ucap Zalina. "Kita foto disana yuk!" ajak Zalina pada Nema dan Rindu menunjuk area photobooth yang disediakan.

__ADS_1


"Ok beb, kamu dan Nema duluan kesana ya, aku mau panggil papa dan mama aku dulu." ucap Rindu.


Zalina dan Nema melakukan sesi photo di photobooth. Meminta tolong photograper mengambil foto mereka berdua, kemudian Zalina juga melakukan foto bersama Rindu dan kawan kawan seangkatannya. Mulai dari foto formal sampai dengan foto gaya bebas. Dari jauh seseorang memandang kehebohan yang mereka buat, lebih tepatnya seseorang itu tersenyum memandang kecerian Zalina.


Hampir setengah hari rangkaian acara wisuda tersebut selesai dilaksanakan, Zalina pun berencana untuk pulang kerumah. Dia, Nema dan mbak Asih segera keluar gedung menuju parkiran. Saat di parkiran dia melihat seorang anak kecil yang memandangi pedagang yang berjualan balon karakter pakai tali. Zalina melihat gadis kecil itu seperti sangat menginginkan balon tersebut, Zalina memperhatikan sekeliling anak tersebut tidak tampak orang dewasa.


"Nema dan Mbak Asih duluan ke mobil ya, Zalina kesana sebentar, nanti Zalina nyusul Nema ke mobil," ucap Zalina.


"Ok, Nema duluan ya, Nema tunggu kamu di mobil, jangan lama-lama," ucap Nema.


"Ssiipp ... " ucap Zalina berlalu arah anak kecil tersebut.


"Kamu mau balonnya?" tanya Zalina.


"... (gadis kecil itu mengangguk)"


"Tunggu sebentar ya, Zalina pun beranjak dan pergi membeli sebuah balon karakter princess dan memberikannya pada gadis kecil tersebut. ini balon cantik untuk anak cantik seperti kamu," ucap Zalina menyerahkan balon tersebut.


"Telima kasih," ucap gadis tersebut yang cedal menyebut huruf R.


"Sama-Sama, kamu kenapa sendirian orang tua kamu dimana?" tanya Zalina.


"Di dalam," ucap gadis kecil menunjuk gedung acara tadi.


"Mau kakak antar kedalam, disini sendirian ga baik sayang," ucap Zalina dengan lembut.


"Tidak pelu kakak cantik, aku bisa sendili, Aku pelgi dulu ya." ucap gadis kecil tersebut berlalu kedalam gedung.

__ADS_1


Zalina tersenyum melihat tingkah lucu anak kecil tersebut. Diapun juga pergi menuju mobilnya,q Sebelum masuk mobil Zalina kembali memastikan anak tersebut masuk gedung atau tidak. Dari kejauhan Zalina melihat anak tersebut digendong oleh seorang pria dan menciumi anak kecil tersebut dengan penuh kasih sayang.


"Eh ... bukannya laki-laki itu pria yang dulu ga sengaja aku tabrak di lorong rumah sakit ya, jadi anak itu anak pria tersebut. Wajar sih anaknya cantik, bapaknya ganteng juga, uppsss ...." Zalina menutup mulutnya pakai jari seperti keceplosan dan menyeringai tipis, setelah itu Zalina dan Nema segera pulang kerumah.


__ADS_2