Muara Cinta Zalina

Muara Cinta Zalina
Bab 17 Tragedi


__ADS_3

Setelah Zalina dan Rindu menghabiskan semua makanan mereka mereka pun menuju tempat perbelanjaan untuk mencari barang-barang yang menjadi incaran mereka. Mulai dari toko sepatu, toko tas, bahkan toko pakaian mereka masuki satu persatu. Setelah puas berbelanja Rindu dan Zalina pun pergi ke pusat permainan anak-anak di sana mereka bermain bola basket, mereka berdua melempar dan memasukkan bola basket ke dalam ringnya hingga rasa capek pun muncul, mereka keluar dari pusat permainan anak-anak dan membeli es krim kemudian mereka berdua pun menikmati es krim tersebut hingga merasa puas.


"Akhirnya Setelah sekian lama kita tidak menghabiskan waktu seperti ini ternyata mengasyikkan juga ya Rin," ucap Zalina.


"Iya Lin, Udah lama kita nggak menikmati hari-hari seperti ini, ternyata hal-hal seperti ini perlu juga kita lakukan biar otak kita lebih Rileks. Masih ada yang mau dibeli gak? kalau enggak ada kita pulang aja udah sore juga," ucap Rindu.


"Enggak ada, kita pulang aja yuk! tadi aku juga udah janji sama Nema mau singgah ke toko dulu." ucap Zalina.


"Yuuuk..., Let's Go," ucap Rindu.


"Kamu bawa motor ya Rin, Tumben ... , yakin mau naik motor dengan membawa barang belanjaan banyak begini atau aku antar aja deh pulang. Motornya tinggal aja dulu sini nanti suruh orang jemput," ucap Zalina.


"Nggak ah nggak apa-apa. Aku sengaja tahu Lin bawa motor udah lama banget nih motor nggak aku pakai-pakai aku kangen juga ingin naik motor. makanya, aku sengaja tadi ke sini pakai motor," ucap Rindu.


"Ya udah kalau gitu kamu hati-hati bawa motornya jangan ngebut-ngebut," ucap Zalina.


"Siap boskuuu."


Dan mereka pun pergi ke parkiran mereka masing-masing, Rindu pulang naik motor menuju rumahnya dan Zalina pun menaiki mobilnya. Di pertengahan jalan Rindu merasa ada yang mengikutinya, dia melihat spion ternyata ada sebuah motor dengan dua orang laki-laki yang mengikuti motornya. Tepatnya di jalan yang sepi yang tidak ada bangunan kiri ataupun kanannya motor Rindu dipepet ke sebelah kiri.


Rindu berusaha tetap melajukan motornya, tapi sialnya tas yang Rindu letakkan di bahu sebelah kanannya berhasil di jambret oleh dua orang yang memepet motornya tadi alhasil Rindu pun terjatuh dari motornya. Rindu yang mengalami luka lecet meringis menahan rasa sakit. "Ahhhh ... Mama, Rindu nyesal nggak dengerin mama tadi," ucap Rindu yang mengingat kalau mamanya melarang dia naik motor.


Sambil membersihkan darah yang mengalir di mata kaki dan di jari-jari kakinya Rindu memeriksa bagian mana saja yang mengalami luka lecet. " ya ampun banyak juga nih lecet mana nyembuhinnya lama lagi belum bekasnya rugi amat diriku," ucap Rindu bermonolog sendiri.


"Gimana caranya mau minta tolong, Hp aja ada dalam tas tadi. Ya allah ... gimana caranya mau pulang," ucap Rindu sambil meringis sakit.


"Ya Allah tolong bantu aku, kau kirimkan lah malaikat penyelamatmu untuk diriku ini kalau seandainya yang datang menolongku perempuan maka akan kujadikan sahabatku, tapi jika yang menolongku laki-laki maka akan aku jadikan pacar. Eh, eh ... gak jadi ralat doanya, nanti kalau yang datang pria bangkotan dengan perut buncit atau pria jeruk makan jeruk gimana dong? hhhuaaaa ... enggak mau," teriak Rindu. "nggak mau aku punya pacar kayak gitu, ya Allah yang jelas sekarang tolong kirimkan malaikat penyelamat untukku Terserah mau laki-laki atau perempuan tolong aku ya Allah," ucap Rindu.


Berselang beberapa menit kemudian berhenti sebuah mobil sedan dan menepi di dekat Rindu. turunlah seorang pria dengan berpakaian rapi menggunakan jas hitam, kemeja putih serta celana hitam dan menggunakan dasi warna senada. Rindu yang melihat pria tersebut turun dari mobil dan menghampiri dirinya pun Melongo tidak percaya.


"Ya Allah, boleh nggak doa tadi aku ralat lagi kalau pria ini bakalan datang untuk menyelamatkan aku maka aku ingin dia yang menjadi pacarku, alaaamakkk ganteng banget, itu manusia atau Dewa Yunani ganteng banget mirip Jonas Rivano," ucap Rindu pelan.


"Ada apa Mbak, Ada yang bisa saya bantu?" tanya pria tersebut yang membuyarkan Lamunan Rindu.


" Aa-aku tadi kena jambret Mas, mau telepon atau minta tolong orang di rumah hp-nya juga di jambret jadi nggak bisa, mau berdiri pun sakit banget kayaknya kaki aku terkilir," ucap Rindu.


"Boleh saya bantu mba? kalau mau biar saya antar ke klinik terdekat."


"Bb-bboleh," jawab Rindu gugup.


Dan pria tersebut pun membantu Rindu berdiri. Dan membawa ke mobilnya.


"Deg ... deg ... deg ... ya Allah wanginya menusuk penciumanku membangkitkan gairah Kalbuku. Upss, Kenapa aku jadi begini, jadi ganjen gini, Astaghfirullah," ucap Rindu dalam hati.


"Kamu bisa menggunakan ini dulu," ucap pria tersebut sambil menyodorkan jasnya kepada Rindu.


"Untuk apa?"


"Maaf itu baju di bagian bahu kamu sobek," ucap pria tersebut.


Rindu spontan melihat ke arah bahunya, ternyata benar bajunya sobek, dan tampak kulit bahunya. Rindu reflek menutup dengan telapak tangannya.


"Ya Allah malu banget, mana lebar lagi robeknya," ucap Rindu dalam hati.


Rindu pun mengambil jas dari tangan pria tersebut dan menggunakannya.


"Tunggu sebentar di sini aku akan mengambil barang-barang kamu dan mengunci motor kamu, nanti motor kamu biar orang suruhan aku yang menjemputnya," ucap pria tersebut.


"Baik Mas, makasih banyak sebelumnya," ucap Rindu. Pria tersebut pun berlalu pergi dan mengambil barang-barang Rindu kemudian mengunci motor tersebut. Kemudian Rindu dibawa ke klinik terdekat oleh pria tersebut.

__ADS_1


***


Di lain tempat Zalina yang tadinya ingin pulang teringat untuk mengunjungi suatu tempat terlebih dahulu. Akhirnya Zalina pergi ke tempat yang biasanya ia kunjungi tapi akhir-akhir ini karena kesibukannya dia menjadi jarang untuk berkunjung ke tempat tersebut.


Zalina memarkirkan Mobilnya di tepi jalan kemudian ia turun dari mobil dan masuk ke dalam sebuah gang karena mobil tidak bisa masuk gang tersebut jadi Zalina mesti berjalan kaki. Sekitar 100 meter Zalina berjalan ada lima orang preman yang menggodanya Zalina tidak menghiraukan godaan dan ucapan mereka. Zalina terus berjalan meninggalkan preman tersebut Tapi ternyata preman tersebut malah mengikuti Zalina dan mulai mengepung Zalina.


"Maaf saya tidak ada urusan dengan kalian tolong izinkan saya pergi," ucap Zalina.


"Kau memang tidak ada urusan dengan kami tapi kami ingin berurusan denganmu, hahaha ... " ucap salah satu preman tersebut.


"Kau tampak cantik, pasti kalau jilbabmu dilepas kau akan kelihatan lebih cantik lagi," ucap preman yang satunya lagi.


"Astaghfirullah, ya allah tolong aku." batin Zalina. "Tolong, Pergilah! Aku tidak ingin berurusan dengan kalian, tolong tinggalkan aku!" teriak Zalina.


"Aaaaaaaa ... " Teriak Zalina saat seorang preman menarik tangannya dan mendekapnya.


"Lepaskan!!! TOLONG ..." teriak Zalina.


"Berteriaklah cantik, tidak ada yang bisa menolongmu, hahahaha ...."


"Lepaskan!! tolong lepaskan aku!" Zalina terus memberontak dalam pelukan preman tersebut.


'Buukkk'


"Awwww ... " teriak preman yang mendekap Zalina.


Zalina mendendang kem*lu*n pria tersebut dengan lututnya, seketika Zalina lepas dari pelukan preman itu dan Zalina berlari kearah mobilnya.


***


Di lain tempat Elea yang dari kemarin merengek ingin pergi ke mall dan ingin bermain di pusat bermain anak-anak akhirnya dituruti oleh Dewa. Dewa pergi ke Mall berdua dengan Elea tapi di tengah perjalanan tiba-tiba mobilnya mogok, Dewa turun dari mobilnya dan mengecek mobilnya.


"Huufffttt ... pakai acara kempes pula mana nggak ada tambal ban lagi," ucap Dewa yang celingukan kesana kemari.


"Ini ban mobil kita kempes, Kamu tetap didalam jangan keluar Papi mau cari bengkel kesana dulu," ucap Dewa.


Dewa pun berjalan sambil melihat-lihat mana tahu ada bengkel atau orang yang bisa dimintai pertolongan.


Zalina yang dikejar-kejar oleh preman tadi pun berlari sekuat tenaga, terus berlari sambil sesekali melihat ke belakang.


'Brrruukkk'


"Aaww ... " ucap Zalina saat menabrak sesuatu.


"Mm-maaaf ... saayaa gak se-"


"Suster, ngapain disini?" tanya Dewa.


Ternyata Zalina yang berlari itu tidak sengaja menubruk punggung Dewa.


"Pp-pak Dewa, tolongin saya Pak, saya dikejar pre-"


Belum selesai Zalina meneruskan kalimatnya, preman tersebut sudah ada dibelakangnya.


"Eh nona cantik, mau minta tolong rupanya, percuma kamu minta tolong sama dia. Kamu enggak lihat kami ini ada lima orang dan dia sendiri. Jangan menyesal kamu kalau orang ini habis ditangan kami, lebih baik kamu menyerahkan diri," ucap preman tersebut.


Zalina yang ketakutan bersembunyi di belakang Dewa. "Hikss ... Pak Dewa, tolong saya, hikss ... saya takut Pak," ucap Zalina menangis ketakutan.


"Pergilah kalian, aku menyuruh kalian pergi baik-baik," ucap Dewa.

__ADS_1


"Cuuiihhh ... Enak sekali kau bicara, kami kesini sengaja mengejar dia untuk menjadi mangsa kami. Serahkan gadis itu dan kau pergilah karena kami tidak ada urusan denganmu atau kalau kau mau kita menikmatinya bersama," ucap salah satu preman tersebut.


"Kalau aku enggak mau menyerahkan dia bagaimana?"


"Kurang Ajar, mau main-main kau rupanya. Hei, hajar dia!!!!" ucap salah satu preman.


Dua orang preman pun maju dan menghajar Dewa. Tapi Dewa berhasil menghadang semua pukulan preman tersebut. Pukulan demi pukulan diberikan preman tersebut dan Dewa pun berhasil menangkis dan membalasnya. Dewa yang menguasai beberapa ilmu bela diri pun tidak begitu sulit mengalahkan preman tersebut.


"Aaarrrgghhh!!" teriak salah satu preman saat Dewa memelintir tangannya kebelakang dan menendang kedua kakinya.


'Kletak'


"Aaaaaagghh" jeritan preman tersebut dan terdengar seperti bunyi patah dari tangan preman yang ditarik dewa tersebut.


Dewa berhasil menghajar preman yang kedua dan preman tersebut pun tersungkur di hadapannya. Melihat kedua temannya dihajar Dewa, tiga preman lainnya pun menyerbu Dewa bersamaan. Mereka menghajar dewa dan mengeluarkan senjata tajam. Salah satu dari mereka berhasil direbut oleh Dewa Pisau di tangannya, lengan preman tersebut pun terluka oleh sayatan pisau yang diambil alih oleh Dewa.


Dewa pun menodongkan pisau tersebut kepada dua preman lainnya. "Pergilah kalian, sebelum kalian aku habisi, kali ini kalian aku lepaskan jika sekali lagi kita bertemu maka kali itu kalian tidak akan pernah aku lepaskan," ucap Dewa.


Dua Preman tersebut pun membawa tiga orang teman lainnya dan mereka segera meninggalkan tempat tersebut.


Dewa menghampiri Zalina yang meringkuk ketakutan tidak jauh dari Dia berkelahi. "Sedang apa anda di sini di tempat sepi begini?" tanya Dewa.


"**-tadi saya ingin ke perkampungan didalam situ Pak, saya ingin menghampiri rumah singgah yang ada di dalam sana, tapi naasnya saya malah bertemu dengan preman tadi," ucap Zalina yang merasa sedikit lega.


"Kalau begitu ayo saya antar kamu pulang. Eh, tapi maaf mobil saya lagi Mogok karena kempes. Kebetulan saya tadi sedang mencari tambal ban tapi tidak ketemu, kamu bisa menunggu sebentar dengan Elea di mobil," ucap Dewa.


"Kalau begitu pakai mobil saya saja Pak Kebetulan saya parkir tidak jauh dari sini," ucap Zalina.


Dewa tampak berpikir sebentar, "Hmmm ... baiklah, kalau begitu nanti mobil saya akan saya suruh orang untuk menjemputnya," ucap Dewa.


Zalina dan Dewa pun pergi ke mobil, Elea yang melihat Papinya pun turun dari mobil.


"Papi kok lama sekali," tanya Elea. "Loh, kok ada Kakak cantik juga? kakak cantik dari mana kenapa bisa bareng Papi?" tanya Elea.


Hai Elea, tadi kakak enggak sengaja ketemu Papi kamu," ucap Zalina.


"Elea, karena Papi ga berhasil jumpa bengkel disini, jadi kita pulangnya pakai mobil suster aja ya, nanti mobil ini Papi suruh orang jemput," ucap Dewa.


"Yyaaaaahhh ... kok pulang? katanya mau ke Mall? kan, Papi udah janji mau ajak main," ucap Elea dengan bibir yang udah manyun.


"Sayang, sekarang mobil kita kan lagi ga bisa, kita numpang mobil suster pulang dulu dan ambil mobil," ucap dewa yang membujuk Elea.


"Papi curang! selalu aja enggak jadi, Elea sebel sama Papi," ucap Elea sambil kedua tangannya bersedekap didada, bibir yang udah manyun.


Dewa hanya bisa menghela nafasnya karena tidak berhasil membujuk Elea. Zalina mulai paham dengan situasinya dan mengerti Kalau gadis kecil di depannya ini sedang merajuk karena tidak jadi pergi jalan-jalan.


Elea sayang, kamu mau pergi jalan-jalan ya?" tanya Zalina. Elea segera menoleh ke arah Zalina.


"Iya Kakak cantik, Papi kemalin janji sama aku untuk pelgi jalan-jalan tapi sekalang nggak jadi lagi aku 'kan jadi sebel. Kakak cantik gimana kalau pelgi jalan-jalannya sama kakak cantik aja sekalian pakai mobil Kakak cantik, Kakak cantik mau kan ... " bujuk Elea memelas.


Dewa yang mendengarkan perkataan Elea hanya bisa diam saja. Zalina tampak berfikir sejenak.


"Oke baiklah, tapi Kakak tidak bisa lama-lama ya karena kakak juga ada keperluan lain nantinya, bagaimana?" tanya Zalina.


"Holleeee ... Aku mau kak," ucap Elea dengan bahagia.


"Sus, Anda tidak perlu menuruti kemauan Elea seperti ini, Anda pasti juga ada keperluan yang lainnya, urusan Elea biar saya yang membujuknya nanti."


"Enggak apa-apa Pak, hitung-hitung saya menepati janji saya kemarin sewaktu di rumah sakit," ucap Zalina.

__ADS_1


"Ini kunci mobilnya Pak, Pak Dewa aja yang nyetir."


Dewa pun mengambil kunci mobil dari tangan Zalina. Akhirnya Dewa, Elea dan Zalina pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan segera menuju Mall yang terdapat tempat bermainnya.


__ADS_2