Muara Cinta Zalina

Muara Cinta Zalina
Bab 18 Bermain Bersama


__ADS_3

"Lhoo ... Kakak cantik kok duduknya di belakang, duduk di depan aja, Elea mau duduk balengan sama kakak cantik," ucap Elea.


"Eh, enggak usah Elea ... kakak duduk di belakang aja ya, kamu duduk di depan bareng sama Papi kamu."


"Tapi Elea maunya duduk sama Kakak cantik, Papi Kakak cantik boleh duduk di depan kan?" tanya Elea. Zalina melihat ke arah Dewa dan Dewa pun memperhatikan Zalina dengan tatapan datarnya.


"Iya boleh, duduk di depan aja Sus bareng Elea," ucap Dewa datar.


Zalina kemudian duduk di depan bareng Elea dengan ragu. Sepanjang perjalanan Elea dan Zalina bercengkrama bersama tertawa dan saling menggelitik.


"Hahaha ... ampun ... ampun, geli Kak, kakak cantik aku geli ampun," ujar Elea yang tertawa karena kegelian saat digelitik oleh Zalina. Sedangkan Dewa yang memperhatikan kebersamaan mereka hanya tersenyum tipis.


Sesekali Dewa melihat ke arah Zalina, Zalina yang menyadari kalau dia sedang diperhatikan menoleh ke arah Dewa tapi Dewa cepat mengalihkan pandangannya ke arah depan dan fokus menyetir kembali.


Dua puluh menit berlalu mereka sampai di sebuah pusat permainan. Elea yang sudah tidak sabar segera menarik tangan Zalina untuk mencoba berbagai permainan.


"Kakak ayok kita main selunculan habis itu kita mandi bola ya, telus kita juga main basket."


Zalina hanya bisa mengikuti langkah kecil gadis tersebut tangannya ditarik ke sana ke sini dan melayani kemauan gadis tersebut. Sedangkan Dewa hanya mengikuti mereka dan memperhatikan kebersamaan dua gadis tersebut. Elea dan Zalina tampak akrab sekali seperti sudah lama mengenal, Zalina juga pandai membawakan dirinya agar Elea tidak Canggung. Setelah puas menjajal berbagai permainan Elea tampak kelelahan.


"Capek sekali lasanya tapi selu ya kak, makasih kakak udah mau menemani Elea belmain," ucap Elea.


"Gimana kalau kita makan es krim, kemarin kakak ada janji sama kamu, kalau kamu sembuh akan Kakak belikan es krim," ucap Zalina.


"Holeeee ... mau ... mau ... mau, aku mau Kak Ayo kita pelgi beli es klim," ucap gadis imut yang masih cedal menyebut huruf R tersebut. Dengan penuh semangat mereka berdua pun keluar pusat permainan dan mencari stand es krim sedangkan Dewa Hanya mengekori mereka berdua di belakang persis seperti Bodyguard keduanya.


"Elea mau es klim lasa stowbeli ya Kak."


" Oke," jawab Zalina mengangguk dan gemas dengan celotehan gadis tersebut.


Zalina pun memesan tiga cup es krim, satu rasa strawberry dan 2 cup rasa coklat, setelah es krim pesanan mereka selesai Zalina memberikan es krim strawberry pada Elea dan 1 cup es krim coklat pada Dewa.


"Ehmmm ... lezat sekaliii, enak loh Kak, Elea suka sekali es klim ini," ucap Elea.


Sedangkan Dewa yang menerima es krim dari Zalina hanya menetap diam es krim tersebut.


"Maaf Pak, Bapak nggak suka es krim ya? maaf tadi saya lupa bertanya terlebih dulu sama Pak Dewa mau rasa apa, saya malah memesankan rasa coklat karena Saya suka rasa coklat," ucap Zalina.

__ADS_1


"Siapa bilang Papi enggak suka es klim lasa coklat, Papi itu sukanya lasa coklat tahu Kak," ucap Elea dengan mulut yang penuh es krim.


Zalina hanya memandang Dewa sekilas dan Dewa pun memandangi es krim yang di tangannya, dia teringat bahwa dia sudah cukup lama tidak menikmati es krim rasa coklat ini.


"Kenapa es klimnya masih diliatin aja sih pi. Kata mama, Papi sukanya es klim lasa coklat. Tapi Elea memang nggak pernah sih lihat Papi makan es klim, sebenalnya Papi suka es klim apa tidak?" ucap Elea dengan ocehan nya.


Zalina melihat ke arah Dewa dan Dewa pun membalas tatapan Zalina seketika Zalina membuang pandangannya ke arah lain. Zalina dan Elea pun menikmati es krimnya. Dengan sedikit ragu Dewa menyendokkan es krim tersebut ke dalam mulutnya Dan menikmatinya, sebuah senyuman tipis muncul di bibirnya. Setelah puas makan es krim Zalina pun mengajak Elea untuk pulang.


"Elea sayang udah puas belum bermainnya, kalau udah Apa boleh kita pulang sekarang?" tanya Zalina.


"Tapi Elea lapal, boleh gak pulangnya habis makan," ucap elea sambil memanyunkan bibirnya.


"Elea kamu makannya bareng Papi aja ya, kasihan Kakaknya mau pulang sekarang," ucap dewa.


"Tapi Elea maunya makan sama kakak cantik juga, Kakak cantik mau kan makan baleng Elea, Elea janji enggak bakalan lama, mau Kan kakak cantik," bujuk Elea.


Zalina menatap ke arah Dewa kemudian dia menganggukkan kepalanya ke arah Elea.


"Baiklah, Let's Go ... " ucap Zalina.


"Lets Go ...."


"Kakak cantik Makasih ya udah nemenin Elea main, hari ini Elea senang sekali," ucap Elea dengan mulut yang belepotan.


"Iya sama-sama"


"Kakak cantik nama kakak siapa sih, Elea boleh tahu nggak?" tanya Elea.


Zalina pun tersenyum ke arah Elea. "Nama kakak Zalina."


"Namanya bagus, cantik kayak olangnya," ucap Elea polos.


"Habiskan makanannya elea kasihan sus-nya udah mau pulang," ucap Dewa.


"Panggil Zalina aja Pak soalnya saya kan lagi nggak bertugas dan lagi di luar rumah sakit juga," ucap Zalina.


Dewa hanya menganggukkan kepalanya. Setelah selesai makan mereka pun bersiap untuk pulang.

__ADS_1


"Zalina, kamu pulang sendiri aja nggak apa-apa, kan? saya sudah minta tolong orang untuk menjemput kami di sini," ucap Dewa.


"Oh begitu, Iya Pak nggak apa-apa," ucap Zalina. "Elea, Kakak pulang duluan ya."


"Oke, bye-bye Kakak cantik," ucap Elea.


" bye-bye," ucap Zalina.


Zalina segera pulang ke rumah, tiba di rumah hari sudah malam.


"Assalamualaikum Nema," ucap elea.


"Waalaikumsalam, kenapa baru pulang Nak? udah makan belum?" tanya Nema.


"Udah Nema, kebetulan tadi habis jalan dengan Rindu, ketemu sama teman juga dan mereka ngajak Zalina untuk ngobrol sebentar makanya pulangnya jadi lama, maaf ya Nema, tadi janjinya mau mampir ke toko dulu, tapi gak jadi. Nama udah makan belum?"


"Udah Nak, ya udah sana ke kamar bersih-bersih dulu," ucap Nema.


Zalina pun berlalu pergi ke kamarnya, Zalina sengaja tidak memberi tahu Nema kejadian hari ini, Zalina tidak ingin membuat Nema jadi khawatir. Tiba di kamarnya dia langsung membersihkan badannya, setelah merasa segar Zalina duduk di balkon kamarnya sambil melihat handphone yang sedari tadi bersama dengan Elea tidak pernah dipegangnya.


"Ya ampun banyak sekali ini chat W*. Tumben Ini Rindu banyak banget nge-chat aku, ada panggilan juga. Pantesan aku nggak dengar rupanya nih HP di silent," ucap Zalina pelan.


Zalina membaca chat dari Rindu setelah membacanya tampak terkejut. Dia pun langsung menelpon rindu setelah menunggu beberapa saat panggilan tersambung.


"Halo Rin, gimana keadaan kamu? kamu di mana sekarang? maaf ya handphone dari tadi aku silent," ucap Zalina menyesal.


"Aku kira kamu udah nggak peduli sama aku udah nggak mau angkat telepon aku," ucap rindu pura-pura merajuk.


"Maaf, maaf ya Beb ... beneran aku lupa nge cek Hp dari tadi, Hp ini aku silent," ucap Zalina.


"Iya-iya aku paham, aku nggak apa-apa kok Lin, Alhamdulillah tadi aku di tolongin sama seseorang pas habis dijambret itu dan orang tersebut yang membawa aku ke klinik. Nah, pas di klinik itulah aku hubungin orang di rumah memberitahu keadaan aku," ucap rindu.


"Kalau gitu aku ke tempat kamu sekarang ya," ucap Zalina.


"Hehehe ... nggak perlu, besok aja ini udah malam juga Zalina, besok aja kalau mau ke sini," ucap Rindu.


"Oh gitu, ya udah sekarang kamu istirahat ya biar cepat sembuh, besok pas aku jenguk kamu, kita lanjut ceritanya," ucap Zalina.

__ADS_1


"Iya sssiiippp, kamu juga ya, bye-bye ... Assalamualaikum," ucap Rindu.


"Waalaikumsalam," ucap Zalina.


__ADS_2