Muara Cinta Zalina

Muara Cinta Zalina
Bab 13 Kedatangan Mama Zalina


__ADS_3

Setelah wisuda hari-hari Zalina habiskan dirumah atau pun di toko Nema, Zalina pun belajar bagaimana mengelola toko tersebut. Sambil menunggu Ijazahnya diserahkan oleh pihak kampus Zalina ingin menghabiskan waktunya untuk lebih dekat dengan Nemanya. Karena ia berencana akan fokus bekerja, melanjutkan kuliah profesi dan membantu Nema di toko. Cita-cita Zalina bisa memiliki tempat praktik bahkan klinik pribadi. Terkadang dia juga pergi menghabiskan hari-harinya dengan Rindu. Pergi nongkrong di cafe, nonton atau sekedar jalan jalan sore di alun alun.


Dua minggu setelah wisuda ijazahnya pun diterima, Zalina begitu bersemangat untuk memulai semua rencana yang sudah ia susun. Pertama-tama dia mendaftarkan dirinya untuk melanjutkan kuliah profesi, karena Zalina ingin semuanya bisa selesai dengan segera. Zalina mencari perkuliahan yang bisa sambil bekerja. Setelah merasa cocok Zalina mendaftar di salah satu kampus di kota Malang. Untuk kuliah profesi Zalina tidak sejalan dengan Rindu, sang sahabat memilih rehat sejenak untuk tidak melanjutkan kuliah.


"Aku enggak dulu deh Lin, Otak aku masih keriting, masih mumet rasanya mau belajar lagi, aku pengen rehat sejenak. Kamu ajalah duluan, aku belakangan aja," ucap Rindu sambil memperlihatkan deretan giginya. Begitulah kurang lebih jawaban Rindu ketika Zalina mengajak Rindu untuk kuliah profesi lagi.


Setelah mendaftar disalah satu Poltekkes di kota Malang, pengurusan berkas dan administrasi selesai Zalina pun melanjutkan perjalanannya pulang rumah. Dia ingin membuat surat lamaran dan mencoba melamar pekerjaan dengan mengirim email ke beberapa instansi rumah sakit. Berharap ada rumah sakit yang menerima dirinya karena masih 'fresh graduate' dan belum ada pengalaman kerja.


Tiba dirumah Zalina dikejutkan dengan kehadiran sang Mama dan Ayah tiri serta adik tirinya yang baru datang dari Jakarta. Semenjak menikah yang kedua kalinya Mama Zalina menetap di Jakarta karna Ayah tiri Zalina bekerja di Jakarta.


"Assalamu'alaikum," ucap Zalina.


"Waalaikum salam," ucap semua orang di ruang tamu. "MasyaAllah, anak gadis Mama yang ditungguin dari tadi akhirnya pulang juga, apa kabar sayang?" tanya Mama Zalina sambil merangkul kemudian memeluk Zalina.


"Alhamdulillah baik ma, Mama Ayah dan Adik apa kabar? udah lama nyampenya?" tanya zalina.


"Baru 2 jam sayang," ucap Mama Zalina yang mengundang tawa yang lainnya.


"Mama ... bisa aja, kenapa gak telepon Zalina ma, kan Zalina bisa langsung pulang kalo tau dari tadi nyampenya."


"Sebenarnya Mama kamu udah mau ngabarin kamu dari tadi Lin, udah ga sabar ketemu kamu. Tapi Ayah bilang ditunggu aja, biar urusannya selesai dulu nanti juga bakalan lama ketemu di rumahnya," ucap Ayah tiri Zalina. Zalina tersenyum memandang Mamanya yang juga tersenyum ke arahnya.


"Gimana Nak, apa urusan kuliahnya udah selesai?" tanya Nema.


"Alhamdulillah udah Nema, semua udah beres, tinggal nunggu jadwal kuliah aja," ujar Zalina.


"Sayang, kenapa kamu ga bilang mau lanjut kuliah, kan bisa kuliah di Jakarta. Bisa tinggal dengan Mama juga," ucap Mama Zalina.


"Enggak apa-apa Ma, Zalina lebih suka disini, udah nyaman tinggal disini juga," ucap Zalina sambil menyentuh tangan Mamanya.


"Nanti selesai kuliah ke Jakarta ya, cari kerja di Jakarta aja," ucap Mama Zalina.

__ADS_1


"InsyaAllah Ma, semoga kuliahnya selesai tepat waktu ya Ma," ucap Zalina. Hafizah apa kabar dek?" tanya Zalina pada adik tirinya.


"Baik Kak, Kakak apa kabar? kata Nema kakak mendapat penghargaan terbaik saat kelulusan kemarin ya? kakak hebat banget, udah hebat cantik lagi," puji Hafizah.


"Hahaha, kamu bisa aja kamu juga hebat dan cantik banget dek, kamu sekolahnya udah kelas berapa?" tanya Zalina.


"Kelas satu MAN Kak," jawab Hafizah.


"Zalina, maaf ya sayang kemarin Mama enggak mendampingi kamu sewaktu wisuda," ucap Mama Zalina dengan sedih.


"It's okay Mama, Zalina ngerti kok Ma. lagian ada Nema. Mama enggak perlu sedih gitu," ucap Zalina.


"Mama bangga mendengarkan cerita tentang kamu dari Nema. Kamu tumbuh jadi anak kuat, jadi anak hebat walau enggak ada Mama atau papa kamu di samping kamu Nak."


"Terimakasih Mama, Mama dan papa tetap jadi orang tua terbaik untuk Zalina. Zalina jauh lebih bahagia sekarang, Zalina tidak merasa sendiri lagi karna sejatinya Zalina memiliki banyak keluarga. Ada Mama dan Ayah Zaki, ada Papa dan Mama Liliana, dan juga adik-adik Zalina yang baik semuanya," ucap Zalina tersenyum meyakinkan.


"Terimakasih sayang," ucap Mama Zalina sambil memeluk Zalina.


Zalina masuk ke kamarnya dengan mengajak Hafizah bersamanya, Hafizah dengan senang hati mengikuti Zalina. Dia takjub melihat kamar Zalina yang Rapi dan wangi, pilihan warna pastel didalam kamar membuat kamar terasa adem dan tenang.


"Kamar Kak Zalina rapi banget dan bersih juga, emang cocok dengan basic kakak seorang tenaga kesehatan," ucap Hafizah.


"Hehehehe ... bisa aja kamu alasannya, bersih-bersih itu kan kewajiban dek, gak mesti tenaga medis aja yang harus bersih," ucap Zalina.


Saat makan malam bersama meja makan yang biasa hanya dua orang yang duduk sekarang terasa ramai dengan kehadiran Mama Ayah dan adik Zalina, melihat semua didepan matanya membuat hati Zalina senang dan terharu. Sudah lama dia menginginkan hal seperti ini. "Semoga suatu saat papa dan keluarga kecil papa bisa bergabung juga," batin Zalina.


Selesai makan malam, Zalina dan keluarga nya duduk bersama di ruang keluarga mereka bercerita dan bercengkrama. Zalina dapat melihat pancaran bahagia dimata Mamanya, bahkan Mamanya pun terlihat lebih tenang, ke ibuan, lebih lembut dalam bersikap. bahkan Mamanya semenjak menikah dengan papanya sudah tidak menjadi model lagi dan fokus menjadi ibu rumah tangga dan bisnis sampingan mengelola butiknya di Jakarta.


Mamanya terlihat lebih islami dengan baju syar'i longgar dan hijab besar menutupi dada serta pinggulnya. Melihat perubahan dalam diri sang Mama membuat kebahagian sendiri di hati Zalina. di samping kekecewaannya terhadap perpisahan kedua orang tuanya banyak hikmah yang dia dapatkan salah satunya orang tuanya menemukan kebahagiaan mereka sesungguhnya.


Hari yang beranjak malam semua masuk ke kamar mereka masing-masing. Zalina yang belum mengantuk membuka laptopnya, membaca ulang CV (surat lamaran pekerjaan) yang pernah dibuatnya beberapa waktu lalu. Setelah merasa yakin dengan CV yang dibuatnya, Zalina mengirimkan CV tersebut ke beberapa instansi rumah sakit. Zalina berharap diantara rumah sakit yang mendapat email darinya memberikan kesempatan kepada Zalina untuk bisa menjadi bagian tenaga medis disana khususnya bagian kebidanan.

__ADS_1


Keesokan harinya mereka semua jalan jalan ke beberapa tempat wisata di Malang serta menjajal berbagai jenis makanan ke kinian yang viral di Malang. Hingga tidak terasa sore menjelang Maghrib mereka sampai dirumah. Selama tiga hari Mama Ayah dan adik tiri Zalina berada di Malang, selama itu juga Mamanya begitu memanjakannya. Bahkan Mamanya tidak berhenti membujuknya untuk ikut ke Jakarta dan kuliah d Jakarta.


"Enggak sekarang ya Ma, insyaAllah suatu hari Zalina akan ke Jakarta. tapi saat ini Zalina ingin melanjutkan kuliah Zalina disini saja dulu," Tolak Zalina dengan lembut.


"Hmmm ... ya sudah kalo begitu, kalau kamu ingin ke Jakarta kabari Mama ya nak," ucap Mama Zalina


Mama, Ayah dan adik tiri Zalina sudah bersiap untuk pulang ke Jakarta, Zalina dan Nema ikut mengantarkan mereka ke Bandara. Walaupun hanya tiga hari bersama Mamanya Zalina cukup puas mengobati kerinduannya belakangan ini. Sesampainya Zalina dirumah, sebuah notifikasi masuk ke Handphone nya yang ternyata sebuah pesan balasan email dari salah satu rumah sakit yang ia kirimi CV lamaran pekerjaan. 'Kepada saudara/i Zalina Lovea diharapkan kedatangannya Besok Jam 10.00 wib ke Rumah Sakit Bayangkara X untuk melakukan interview. Silahkan datang menemui HRD RS. Bayangkara' begitulah kurang lebih isi email yang ia dapat. Zalina yang membaca isi pesan tersebut mengucap rasa syukur dan bahagia luar biasa. "Alhamdulillah ya Allah, semoga engkau mudahkan urusan hamba esok hari," ucap doa Zalina.


Keesokan harinya, Zalina yang sudah bersiap menuju meja makan untuk sarapan pagi terlebih dahulu.


"Mau kemana Nak, udah rapi banget?" tanya Nema.


"Alhamdulillah ada panggilan interview di RS. Bayangkara X Nema, mohon doain Zalina ya Nema, semoga hasil interview nya berjalan lancar dan dimudahkan semuanya," ucap Zalina.


"Alhamdulillah, InsyaAllah doa Nema selalu ada untuk kamu Nak, Nema yakin semua akan berjalan lancar karena kamu cucu Nema yang cerdas. Dan ingat satu hal Nak, apapun hasilnya kamu harus berbesar hati menerimanya dan yakinlah itu adalah hal terbaik dari Allah untuk kamu," ucap Nema yang tidak ingin cucunya kecewa jika Zalina gagal interviewnya.


"Insyaallah Zalina siap Nema, apapun hasilnya nanti Zalina akan menerima dengan ikhlas, diterima alhamdulillah, kalaupun tidak diterima berarti rezekinya Zalina bukan disana," ucap Zalina tersenyum. Nema yang mendengar ucapan sang cucu tersenyum lega, mereka berdua lanjut menikmati sarapannya.


Jam di dinding lobby rumah sakit menunjukkan pukul 09.35 wib. Setelah bertanya pada bagian informasi letak ruangan HRD Zalina segera menuju kesana. Sekarang tepatnya Zalina sudah duduk di depan ruangan HRD, ternyata disana sudah ada 3 orang yang juga duduk disana. Zalina bisa memperhatikan kalo tiga orang tersebut juga akan melakukan sesi interview seperti dirinya. Karena mereka sama-sama membawa map coklat seperti yang ia bawa juga karena mereka disuruh untuk membawa berkas asli seperti yang mereka cantumkan di CV yang dikirimkan lewat email.


Tepat jam 10.00 wib, seseorang keluar dari ruang HRD dan memanggil satu persatu nama yang akan interview. Zalina yang kebetulan dipanggil di urutan ke tiga, masuk kedalam ruangan interview tersebut. Kurang lebih lima belas menit interview dilakukan, tanpa Zalina duga sebelumnya dia pun dinyatakan diterima.


"Beneran bu, saya diterima?" tanya Zalina memastikan.


"Ya Mbak Zalina, dari segi nilai-nilai anda yang mendukung, dan sesi interview kita barusan memenuhi kriteria yang kami butuhkan, maka kami memutuskan anda kami terima. Tapi sebelumnya maaf, untuk sementara anda kami tempatkan di Ruangan anak karena kami kekurangan tenaga medis disana, sampai kami menemukan yang bisa memenuhi kriteria yang kami inginkan. Setelah itu anda akan bergabung dengan rekan-rekan kerja anda di bagian kebidanan, bagaimana? apa anda keberatan Mbak Zalina?" tanya HRD tersebut.


"O tidak sama sekali Bu, terima kasih sebelumnya atas kepercayaan rumah sakit menerima saya." ucap Zalina bahagia.


"Baik kalau begitu selamat bekerja di sini, bekerja dan melayanilah sepenuh hati. Setelah ini anda bisa mengambil seragam anda, dan besok pagi jam 07.00 wib anda sudah berada disini, tepatnya di ruang anak," ucap HRD tersebut.


"Baik Bu, terima kasih lagi untuk semuanya, kalau begitu saya permisi bu," ucap Zalina berdiri dan menyalami HRD tersebut.

__ADS_1


Kemudian Zalina pun keluar ruangan tersebut dan segera mengambil seragam untuk dirinya di ruangan yang sudah diberi tahu.


__ADS_2