
Pagi yang cerah membuat semangat dalam diri Zalina ikut cerah juga, setelah semalam sebelum tidur Zalina menghubungi teman teman di ruangannya membahas makan bersama dengan kakak-kakak ruangannya alhasil pagi ini Zalina mesti berangkat lebih pagi.
Zalina juga akan membawa mobilnya sendiri dan tidak berangkat bersama Rindu seperti biasanya. Karena Zalina akan singgah terlebih dahulu membeli kue atau cake yang bisa mereka nikmati bersama di ruangan nanti, sedangkan Rindu kebagian mencari yang lainnya.
"Pagi Nema," ucap Zalina.
"Pagi Nak, sepertinya kamu berangkat lebih cepat sayang?" tanya Nema.
"Ya Nema, hari ini terakhir aku PKL, kebetulan hari ini kami ingin mengadakan makan bersama dengan kakak-kakak senior ruangan. nah, Zalina kebagian mau cari kue gitu, makanya berangkat lebih cepat biar ga telat. Oo ya Nema, Zalina izin bawa mobil ya," ucap Zalina.
"O gitu, ya udah hati-hati bawa kendaraannya ya sayang, kalo gitu yuk sarapan dulu!" ajak Nema.
Setelah sarapan Zalina pun segera berangkat, dia pun singgah di salah satu toko kue dan membeli sesuai dengan jumlah orang yang di ruangannya. Kemudian Zalina segera menuju rumah sakit, Sesampainya di rumah sakit Zalina dan seluruh peserta PKL lainnya menuju aula rumah sakit untuk menghadiri acara penutupan agenda PKL mereka ini yang diadakan pihak kampus dan rumah sakit.
Hari ini hari terakhir Zalina dan teman-temannya berada di rumah sakit, mereka pun tidak melakukan penanganan pada pasien, karena hari ini mereka akan menyerahkan tugas selama PKL yang akan diperiksa oleh Karu. Serta akan makan bersama diruangan masing-masing bersama para senior mereka.
Setelah hampir setengah hari Zalina dan teman-temannya berada di rumah sakit, selesai menyerahkan tugas PKL nya pada pembimbing PKL dari kampus dan rumah sakit, serta makan bersama dengan kakak senior mereka juga pamitan dengan salam perpisahan dengan mereka semua. Kini disinilah Zalina berada, disebuah kafe favorit mereka di salah satu mall besar di kota mereka.
"Yeeeyyy, akhirnya selesai juga PKL dan tugas tugas ini. yes ... yess ... yess!!!" teriak rindu pelan penuh bahagia. "Zalina sayang ... maaaaciihh ya udah bantuin koreksi tugas aku kemaren alhamdulillah enggak ada perbaikannya, aaahh ... aku senang banget Lin. Sekarang kamu bisa pilih makanan dan minuman yang kamu suka, berhubung enggak jadi tempat mang kurdi aku traktir disini, oke!" ucap Rindu penuh semangat.
"Okeeee aku akan pesan yang banyak," ucap Zalina cengengesan.
Setelah menunggu beberapa menit, pesanan mereka pun datang. Mereka makan dengan diselingi candaan dan hal-hal lucu lainnya.
"Besok kamu ke kampus Lin?" tanya Rindu.
"Ya Rindu, ada beberapa perbaikan yang mau aku serahkan, semoga kali ini enggak ada perbaikan lagi, Kamu ke kampus juga kan?"
"Ya Lin, aku juga mau konsul perbaikan minggu lalu. Coba aja pembimbing kita sama ya Lin, bisa bareng kita," ucap Rindu.
"Walau pembimbingnya enggak sama, tapi masih ketemu dikampuskan. Ayok kita selesaikan Skripsi ini segera biar kita bisa sidang bareng, terus wisuda juga bareng," ucap Zalina.
"Iya Lin, enggak sabar aku di wisuda," ucap Rindu dengan binar bahagia.
Setelah makan dan berbincang pun kelar, mereka memutuskan untuk pulang dengan kendaraan masing-masing. Rindu pulang Kerumahnya, dan Zalina juga pulang dengan tujuannya sendiri. Zalina mengendarai mobilnya dengan santai, ditengah jalan dia terpikirkan untuk menemui Nemanya terlebih dulu, akhirnya Zalina pun membelokkan mobilnya kearah toko sang nenek.
__ADS_1
Tiba ditoko sang nenek, Zalina memarkirkan Kendaraannya, kemudian turun dan masuk kedalam toko.
"Eh Mbak Zalina, udah lama ga kemari Mba? mau cari Nema ya?" ucap salah satu karyawan toko.
"Iya Mbak Sri akhir-akhir ini lagi sibuk tugas kampus Mbak makanya jarang kemari. Nema ada diruangan kan Mbak Sri?" tanya Zalina sambil menunjuk salah satu ruangan.
"Ya Mbak, Nema ada didalam silahkan masuk saja Mbak. Saya mau lanjut packing beberapa barang dulu ya Mbak Zalina," ucap Sri.
"Ya Mbak Sri, silahkan, kalo gitu aku masuk duluan ya Mbak," ucap Zalina.
'Took ... tok ... tok.'
"Masuk ... " ucap Nema dari dalam.
"Assalamu'alaikum Nema," ucap Zalina ketika berjalan masuk kedalam.
"Waalaikum salam sayang, udah pulang dari rumah sakitnya?" tanya Nema sambil membuka kacamata dan meletakkan diatas meja kerjanya.
"Udah Nema alhamdulillah semua udah selesai dan lancar, Nema lagi ngapain? udah makan belum?"
"Udah juga Nema, tadi Zalina ditraktir Rindu, Nema jangan terlalu banyak banget ngerjain pekerjaan di toko, ntar kecapean terus sakit. Lagian kan udah ada tangan kanan Nema yang bisa ngerjain, Zalina enggak mau kalo Nema sampai sakit," ucap Zalina sambil memeluk lengan sang nenek.
"Kamu ini Nema cuma ngerjain yang ringan-ringan aja kok, Insyaallah enggak bakalan kecapean. Lagian kalo sakit kan ada bu Bidan kesayangan ini yang merawat Nema pasti cepat sembuh," ucap Nema sambil mengusap kepala sang cucu.
"Nanti kalo Zalina udah kerja Nema gak usah ke toko lagi ya biar Zalina aja yang cari uangnya."
"Hehehehe, terus toko kita siapa yang kelola Lin, walaupun ada tangan kanan tapi kalo kita enggak ada bantu kasian toko ini Lin. Ini toko yang dibangun almarhum Opa kamu Lin banyak kenangannya, jadi Nema akan jaga dengan baik," ucap Nema.
"Hmmm, kalo gitu Nema ajarin aku soal kelola toko ini, ajarin hal apapun yang harus aku tau dan harus aku kerjakan. Nanti aku akan membantu Nema di toko ini, disamping aku bekerja di bidang kesehatan, aku juga akan bekerja menjadi pebisnis seperti Nema," ucap Zalina.
"Masyaallah, cucu Nema luar biasa, besok Nema akan ajarin kamu untuk kelola toko ini ya," ucap Nema. "Sekarang coba kasih tau Nema, gimana kuliah kamu? kapan wisudanya?" tanya Nema.
"Aku tinggal nyelesain skripsi dikit lagi Nema," ucap Zalina sambil nunjukin jari jempol dan telunjuk saat mengatakan sedikit. "Nema doain Zalina ya biar sidangnya lancar terus segera di wisuda," ucap Zalina.
"Pasti donk, Nema selalu doain kamu. Nema juga doain kamu segera wisuda toga dan wisuda lainnya,"
__ADS_1
"Wisuda toga dan wisuda lainnya maksud Nema gimana?" tanya zalina mengerutkan kening.
"Hahaha, wisuda lainnya wisuda duduk di pelaminan dong. Kan, Nema juga pengen liat kamu nikah," ucap Nema dengan senyuman.
"Ya ampun Nema, kuliah juga belum kelar udah disuruh nikah aja," ucap Zalina.
"Kan, nantinya juga bakal nikah, doa Nema semoga disegerakan aja jodohnya. Biar Nema bisa segera punya cicit," ucap Nema sambil tersenyum.
Hmmm ... Zalina hanya bisa menarik nafas
"Ya udah yuk kita kedepan Nema mau lihat keadaan toko didepan dulu, kamu mau ikut atau mau istirahat disini," ucap Nema.
"Nema duluan aja, Zalina mau ke kamar mandi dulu ntar Zalina nyusul kedepan deh," ucap zalina.
"Oke, kalau gitu Nema kedepan duluan ya," ucap Nema yang berdiri dari duduknya.
Saat di depan Nema melihat lihat barang barang di rak toko serta juga memantau para pembeli. Toko milik Nema adalah toko yang didirikan oleh almarhum sang suami. Walaupun ada beberapa peninggalan sang suami selain toko seperti ruko yang disewakan dan kos-kosan juga, tapi Nema tidak mau sampai toko ini bangkrut karena tidak terurus. Karena Nema tidak ingin kehilangan kenangan dari toko ini.
Toko ini termasuk toko paling lama di kota Malang. Walaupun toko ini berdiri sudah lama tapi isi toko selalu diperbaharui sesuai dengan keinginan konsumen atau sesuai dengan produk produk kekinian tentunya. Sehingga membuat toko Nema tidak ketinggalan zaman. Banyak diantaranya yang disediakan di toko Nema, mulai dari aneka keripik, seperti keripik ceker, keripik usus, keripik buah, strudel, jenang, bakpia, madu, bakso beku bahkan olahan dari Apel juga ada karena malang terkenal dengan hasil perkebunannya yaitu Apel.
Jadi Nema juga menyediakan olahan Apel seperti jenang Apel, sari Apel, selai Apel, bahkan keripik Apel juga. Dari banyak jenis makanan kering tersebut Nema juga mengeluarkan produk hasil olahan tangannya sendiri yaitu sambal terasi, sambal Cumi dan sambal Paru yang dikemas dalam botol kaca 250 gram. Siapa sangka sambal yang awal mulanya keisengan semata, sekarang malah jadi primadona di toko Nema. Bahkan Nema sudah punya 4 karyawan untuk memproduksi aneka sambal botolnya didapur toko.
"Yaaa ... sayang sekali, ya udah enggak apa-apa Mbak, lain hari saya kesini lagi ya. Kalo begitu saya permisi dulu," ucap pelanggan tersebut segera pergi.
"Ada apa dengan ibu itu Sri, kenapa dia tidak jadi belanja?" tanya Nema.
"Itu Nema, ibu itu mau beli sambal botol, beliau sering beli disini setiap 2-3 hari sekali, tapi kebetulan stok sambal kita habis," ucap Sri.
"Oo begitu, ya sudah enggak apa-apa itu namanya belum rezeki dia dapat sambal dan belum rezeki kita dia belanja disini," ucap Nema.
"Ada apa Nema?" tanya Zalina yang baru datang setelah dari kamar mandi.
"Enggak apa-apa cuma pelanggan yang cari barang tapi lagi kosong, kita balik yuk Nak biar istirahat dirumah aja," ucap Nema.
"Boleh, kalo gitu aku kedalam bentar ambil tas dan kunci mobil dulu ya Nema," ucap Zalina.
__ADS_1