Muara Cinta Zalina

Muara Cinta Zalina
Bab 8 Bimbingan Skripsi


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Zalina sibuk berkutat dengan skripsinya, bolak balik kampus setiap hari demi membenahi penulisannya yang butuh perbaikan, hari ini pun dia sudah berada di kampusnya.


"Hai Zalina kamu mau ketemu pembimbing juga?" tanya seseorang yang menghampiri Zalina.


"Ya sinta, kamu udah kelar bimbingannya," ucap Zalina.


"Belum, karna Dosen pembimbing lagi berhalangan hadir di kampus, jadi kita diminta untuk bimbingan ke rumah beliau Lin. Kebetulan tadi aku udah hubungi beliau." ucap Sinta yang merupakan satu pembimbing yang sama dengan Zalina.


"O gitu, kalo gitu ayok kita ke rumah beliau." ucap Zalina.


"Ya Lin, tapi kita tunggu Nindy dan Ayu dulu ya tadi mereka bilang mau barengan juga." ucap Sinta.


"Oke, O ya gimana kalo ke sananya kita bawa sesuatu buat buah tangan, ga enak juga kan kalo tangan kosong," ucap Zalina.


"Boleh juga tuh dengan ide kamu ntar kita singgah di toko nenek kamu aja Lin, kan banyak pilihan makanan tuh enak-enak juga," ucap Sinta.


"Ssiipp, ntar aku bilang Nema kasih diskon," ucap Zalina.


Setelah menunggu dua orang temannya datang mereka segera meninggalkan kampus. Mereka singgah terlebih dulu ke toko Nemanya Zalina.


"Loh Nak, kamu enggak jadi ke kampusnya?" tanya Nema pas lihat Zalina masuk toko.


"Tadi udah nyampe kampus Nema, kebetulan dosen pembimbing berhalangan datang ke kampus. Jadi kami akan menemui beliau di rumah beliau Nema. Zalina sama teman-teman kesini mau pilih makanan buat kami bawa kerumah Dosen pembimbing."


"O gitu, silahkan dipilih, pilih mau yang mana aja gratis buat kalian," ucap Nema.


"Wwaah serius Nema, makasih Nema," ucap Zalina girang sambil memeluk Nemanya. Begitu juga dengan teman teman Zalina yang kompak mengucapkan terima kasih. Zalina dan temannya pun mengambil beberapa makanan dan membawanya ke kasir untuk di masukin kantong belanja.


"Zalina, ini Nema titip buat Dosen kamu, mana tau Dosen kamu suka sama sambel buatan Nema. Kebetulan ini fresh baru packing juga," ucap Nema yang menghampiri Zalina di meja kasir.


"Oke Nema, Dosen Zalina pasti suka secara ini kan enak banget kata Zalina sambil mengangkat empat botol sambal dalam kantong plastik. Kalau gitu Zalina sama teman teman pergi ke kampus dulu ya Nema," ucap Zalina sambil mencium tangan Nema.


Zalina dan teman temannya langsung menuju kediaman dosen pembimbing mereka. Setelah 15 menit perjalanan mereka berhenti di sebuah rumah dua lantai yang besar dikawasan elit. Zalina turun dari kendaraan mereka, kemudian salah satu mereka menekan tombol bel yang ada dekat pagar. Berberapa saat kemudian seorang pelayan keluar membuka pagar.


"Maaf mau cari siapa ya Mbak?" tanya pelayan paruh baya tersebut


"Kami mahasiswanya bu Dewi, kebetulan beliau meminta kami datang kerumah beliau untuk bimbingan Mbok," Jawab Zalina Sopan.


"Oo gitu, kalau begitu silahkan masuk dulu Mbak-mbak semua, Mari ikut saya kedalam, silahkan duduk Mbak! saya panggilkan bu Dewinya," ucap pelayan.

__ADS_1


Kemudian Zalina dan teman-temannya menunggu di ruang tamu, tidak lama berselang bu Dewi pun menemui mereka diruang tamu.


"Maaf ya semuanya, saya ga bisa hadir di kampus, karena anak saya lagi kurang sehat, jadi saya ga bisa ninggalin dia untuk pergi bekerja."


"Enggak apa-apa Bu, kami juga minta maaf kalo harus bimbingan di saat begini atau bimbingannya kita undur besok saja Bu, kasian anaknya kalo ditinggal sendiri," ucap Zalina.


"Kebetulan anak saya sudah tidur habis minum obat tadi, jadi sekarang saya bisa dampingi kalian untuk bimbingan," ucap bu Dewi.


"Terima kasih Bu kalau begitu, Oo ya bu sebelum kita mulai bimbingan, ini ada buah tangan dari kami. Semoga ibu suka dan mau menikmatinya nanti," ucap Zalina.


"Alhamdulillah, kenapa harus repot repot begini, tapi ini bukan sogokan lho ya," ucap bu Dewi bercanda.


"Enggak bu, enggak sama sekali," ucap Zalina cepat dan juga gelengan kepala dari teman temannya.


"Hehehe ... saya bercanda, saya yakin kalo kalian ataupun saya akan suportif," ucap bu Dewi. "Wwaah ... tau saja kalian kalau ini makanan kesukaan saya, kebetulan saya selalu langganan beli cemilan di toko ini, nah ini juga jadi favorit kami nih akhir-akhir ini di rumah, apalagi kakak saya doyan banget dia ini." ucap bu Dewi semangat sambil nunjukin botol sambal. Makasih lho ya, padahal saya kemaren ke toko ini, tapi kebetulan sambalnya habis semua.


Zalina hanya tersenyum mendengar pengakuan bu Dewi.


"Kalau gitu sekarang kita fokus ke bimbingan ya, yuk silahkan siapa yang mau duluan," ucap bu Dewi.


Zalina dan teman temannya pun memulai bimbingan secara bergantian, dari jarak tidak begitu jauh disebuah ruangan ada sepasang mata yang memandangi mahasiswa yang tengah bimbingan tersebut, kemudian dia berlalu pergi menuju lantai dua.


Setelah semuanya kelar bimbingan, Zalina dan teman-temannya pun pamitan untuk segera pulang.


"Kapan kamu pergi beli?" tanya pria bernama Dewa tersebut, karna seingat dia Dewi belum ada keluar rumah sejak pagi.


"Bukan aku yang beli Mas kebetulan mahasiswa bimbingan aku tadi datang bawa buah tangan ini," ucap Dewi.


"Jadi mereka tadi semuanya mahasiswa kamu?" tanya Dewa sembari duduk dikursi.


"Ya Mas, kebetulan ini bimbingan terakhir mereka sebelum sidang minggu depan. Karena aku enggak bisa datang ke kampus jadi aku minta mereka datang ke rumah aja Mas, kasian kalo diundur lagi bimbingan terakhirnya," ucap Dewi sambil mengisi piring makan milik Dewa.


Zalina yang masih dijalan menghubungi Rindu, dia mangajak Rindu untuk makan siang bareng dan minta ditemani cari buku. Rindu pun menyetujui dan berjanji menyusul ditempat janjian mereka.


Zalina menunggu Rindu disebuah Cafe di salah satu mall, dia juga memesan makanan dan minuman yang biasa dia dan Rindu pesan, menunggu selama Lima belas menit akhirnya Rindu tiba juga di cafe.


"Baru juga beberapa hari enggak jumpa denganku, dirimu udah rindu aja padaku Lin, sesuai betul dengan namaku R I N D U, yang membuat orang orang akan selalu merindukan aku," ucap Rindu cengengesan sambil menarik kursinya untuk duduk.


Zalina yang mendengarkan ocehan sahabatnya itu hanya memutar bola mata malas dan mencebik bibirnya.

__ADS_1


"Gimana skripsi kamu Rind?" tanya Zalina sambil meminum jus favoritnya yaitu jus Sirsak.


"Ada sedikit perbaikan lagi nih Lin, udah aku bikin sih. Coba kamu cek deh Lin sebelum ketemu dosen besok pagi," ucap Rindu sambil mengeluarkan Netbook nya.


Zalina dengan senang hati pun membantu sahabatnya tersebut.


"Udah bagus kok ini perbaikannya, Hmm ... , tapi ini bisa ditambahkan ini dikit ... " ucap Zalina sambil mengetikkan sesuatu di tulisan Rindu.


"Ada untungnya juga aku ketemu kamu Lin, semoga ini perbaikan terakhir ya Lin, aku mau juga ikut jadwal sidang minggu depan kayak kamu," ucap Rindu.


"Aammiin b..., ya udah sekarang kita makan dulu, habis itu temani aku cari buku ya," ucap Zalina.


"Oke," ucap Rindu.


Mereka pun menikmati makanan tersebut dengan lahap, sambil diselingi bercerita dan bergurau seperti biasa.


"Kamu tadi bawa mobil ya Lin?" tanya Rindu.


"Enggak Rindu, tadi aku nebeng sama Sinta, cuma karena aku mau cari buku dulu aku minta Sinta turunin di Mall aja karena Sinta juga ada keperluan lain."


"Kalo gitu ntar pulangnya bareng aku ya," ucap Rindu.


Selesai makan, mereka pun menuju lantai empat mall, karena toko buku tersebut berasa di lantai empat. Saat akan memasuki toko buku, Handphone Rindu pun berdering.


"Ya hallo," ucap Rindu.


" ... "


" Ahhh, serius! oke deh aku segera kesana, makasih ya infonya," ucap Rindu.


"..."


"Zalina sorry ya, barusan aku dapat kabar kalau dosen pembimbing aku majuin sore ini bimbingan nya, enggak jadi besok pagi. Aku mesti ke kampus sekarang Lin," ucap Rindu enggak enak hati karena udah janji mau temani Zalina cari buku.


"Enggak apa-apa Lin, urusan kamu jauh lebih penting aku bisa sendiri kok."


"Beneran enggak apa-apa, terus kamu pulangnya gimana atau cari buku nya besok aja ya aku temani biar sekarang aku antar kamu pulang dulu," ucap Rindu.


"Aku enggak apa-apa kok, beneran. Kamu pergi aja, aku tetap cari buku disini, soal pulangnya ntar gampanglah kan aku bisa naik taxi juga Rin," ucap Zalina

__ADS_1


"Hmmm ... ya udah deh, kalo gitu aku duluan ya aku mau langsung balik kampus lagi nih," ucap Rindu.


"Hati-hati ya ... " ucap Zalina.


__ADS_2