Muara Cinta Zalina

Muara Cinta Zalina
Bab 6 PKL


__ADS_3

Siang hari jam di pergelangan tangan Zalina menunjukan pukul 13.30 WIB. Zalina tampak bolak-balik memainkan Hp-nya mengetikkan sesuatu disana, raut wajahnya tampak gelisah.


"Kamu jadi pergi bareng temen kamu Zalina? beneran nih enggak mau kakak antar?" tanya Rayyan.


"Harusnya jadi kak tapi ini Rindu kok belum datang juga ya, tunggu bentar lagi ya kak, aku udah janji mau berangkat bareng dia soalnya. Aku hubungi dia enggak diangkat kak, sepertinya dia udah dijalan," ujar Zalina.


Lima menit pun berlalu Zalina yang mulai gelisah karna kuatir terlambat mulai berdiri dari duduknya, dan ingin minta tolong Rayyan untuk mengantarnya. Tapi baru beberapa langkah berjalan, Zalina mendengar bunyi mobil yang masuk halaman rumahnya. Zalina pun menuju halaman rumahnya.


"Selamat datang kanjeng ratu terhormat, sungguh kedatangan kanjeng ratu sudah hamba tunggu dari tadi," ucap Zalina penuh ledekan saat melihat Rindu turun dari mobil.


"Hihihihi ... maaf beib," ucap Rindu sambil memperlihatkan giginya. "Soalnya tadi itu aku-"


belum sempat Rindu menyelesaikan omongannya, Zalina sudah masuk dalam mobilnya.


"Nanti aja kamu muter-muter jelasin alasannya, sekarang ayok kita berangkat sebelum terlambat," ucap Zalina.


Rindu pun bergegas masuk lagi ke mobil dan mulai menyetir. Zalina bukannya tidak memiliki kendaraan, di rumahnya ada mobil dan motor yang bisa dia gunakan. Hanya saja sang sahabat ini lebih suka kalau dia bisa sama-sama berangkatnya dengan alasan kalau nyetir sendiri cepat mengantuk.


"Beib ... maaf yaa ... tadi itu aku-"


"Iyaa aku maafin aku tau kok kalo alasannya itu pasti ketiduran atau lupa isi bensin jadi mesti antri di SPBU dulu atau dompet ketinggalan jadi mesti muter balik lagi," ucap Zalina.


"Hehehehe ... bener bener sahabat pengertian, makin sayang aku," ucap Rindu cengengesan.

__ADS_1


Zalina yang mendengar bualan Rindu hanya memutar bola matanya dengan malas. Mana bisa Zalina marah beneran dengan sang sahabat, karena Rindu adalah orang terdekat yang selalu ada untuknya setelah Nemanya.


"Zalina laporan PKL kamu udah siap ya? nanti pas jam istirahat kamu lihat punya aku dong bantu koreksi sebelum aku print," ucap Rindu.


"Punya aku udah siap tinggal print aja, semoga aja ga ada kesalahan lagi soalnya besok mesti diserahkan ke Karu untuk ditandatangani Karu kan," ucap Zalina. "Nanti habis makan siang aku bantu koreksi punya kamu ya Rin," ucap Zalina.


"Makasih Zalina, aku yakin punya kamu ga ada kesalahan Lin, secara kamu pinter banget, mana pernah dalam kamus kamu ada kesalahan," ucap Rindu.


"Aamiin ..., aku kan juga manusia Lin, tempat nya salah dan khilaf juga. Tapi semoga aja ucapan kamu terkabul ya Rindu jadi aku enggak perlu perbaikan lagi," ucap Zalina.


"Aammiin ... " ucap Rindu singkat.


Setelah 20 menit perjalanan mereka sampai di Rumah sakit tempat mereka PKL. Zalina dan Rindu pun segera menuju ruangan praktek mereka. Zalina, Rindu serta tiga orang teman PKL mereka melakukan operan shift dengan yang dinas pagi, setelah mencatat poin poin penting mereka bersiap untuk melakukan briefing dengan para senior, mendengarkan arahan atau informasi yang akan disampaikan senior atau kepala ruangan mereka.


"Kepada kalian semua adik-adik mahasiswa karena besok adalah jadwal terakhir kalian PKL jadi jangan lupa tugas kalian besok semua dibawa. Saya akan memeriksa Laporan kegiatan kalian dan makalah kalian. Kalau ada perbaikan maka kalian akan bertemu saya lagi untuk memberikan revisinya. Jadi kalau kalian tidak ingin bertemu muka saya lagi, kalian harus membuat laporan kegiatan dan makalah kalian dengan benar, kalian mengerti?" ucap karu yang bernama Adelia tersebut.


"Sekarang kalian lanjutkan tugas kalian silahkan ambil bagian masing-masing seperti biasanya, jika masih ada yang kalian belum mengerti bertanyalah pada kami disini, dan satu lagi informasi dari saya, besok seluruh mahasiswa masuk shift pagi karena sekalian acara penutupan PKL kalian yang akan dihadiri oleh pihak kampus dan pihak rumah sakit. Jadi, besok pagi kalian semua berkumpul di aula rumah sakit, kalian paham?" tanya Adelia.


"Paham kak ... " jawab mahasiswa serempak.


Setelah briefing selesai Zalina dan kawan-kawan nya mulai melakukan tugas Masing-masing, ada yang mempersiapkan pasien yang akan melakukan SC, ada yang memberikan obat sesuai jadwal, ada yang mempersiapkan alat-alat untuk pasien yang akan bersalin dan banyak yang lainnya.


Saat adzan Maghrib berkumandang bertepatan juga dengan jam istirahat mereka. Zalina dan Rindu pun bergegas menuju mushala rumah sakit. Setelah sholat Maghrib Zalina pun duduk di kantin rumah sakit. Mereka pun memesan makanan melalui aplikasi G*food karena kantin rumah sakit hanya berjualan sampai jam empat sore. Kecuali mini market yang buka dua puluh empat jam. Zalina membantu mengoreksi tugas PKL mereka, baik laporan kegiatan ataupun makalah yang akan dikumpulkan di kampus.

__ADS_1


"Wwwaaahhh ... alhamdulillah akhirnya punya aku pun kelar juga, makasih bebebku. Rezeki mana lagi yang kau dustakan wahai Rindu, lihatlah dirimu yang memiliki sahabat super pintar dan baik hati," ucap Rindu kegirangan sambil tepuk tangan.


"Enggak graaatiiisss yaa cin ... kalo besok enggak ada perbaikan traktir makan pecel lele mang Kurdi," ucap Zalina.


"Assssiiiaaappp ... beib, mau berapa porsi dua, tiga, empat, aku ikhlasss, yang penting aku senang akhirnya tugas aku siap. Kalo udah kamu yang benerin aku yakin mah besok punya aku udah pasti bener," ucap Rindu percaya diri.


Setelah berbincang beberapa saat, makanan mereka pun sampai. Mereka segera menyantap makanannya, setelah selesai makan Zalina dan Rindu pun kembali ke ruang kebidanan karena mereka harus melanjutkan jam tugas mereka beberapa jam lagi.


Tiga jam berlalu begitu cepat, jam di dinding ruangan tersebut menunjukkan pukul 22.00 wib. Zalina dan teman-temannya yang lain pun bersiap untuk pulang, Zalina dan Rindu segera menuju parkiran dan masuk kedalam mobil.


"Zalina gimana kalo besok kita bawain makanan untuk semua yang ada di ruangan kita, hitung-hitung makan bareng terakhir kali dengan kakak-kakak senior kita juga," ucap Rindu.


"Ide bagus Rindu ntar kita hubungi teman-teman yang lainnya juga ya, enggak enak aja kalo teman yang sama di ruangan kita enggak kita libatkan, mana tau mereka punya ide juga kan," ucap Zalina.


Tak terasa mereka sampai didepan Rumah Zalina. Zalina turun dari mobil setelah pamitan dengan Rindu. Karena sudah hampir larut malam, Rindu pun pamit langsung pulang. Zalina langsung masuk kedalam rumah, tiba didalam Zalina melihat Nemanya yang duduk di depan televisi.


"Lhoo ... Nema kenapa belum tidur, ga baik Nema kalo tidur kemalaman," ucap Zalina.


"Mana bisa tidur kalo cucu cantik Nema ini belum nyampe rumah, kamu udah makan belum?" tanya Nema.


"Udah Nema, tadi aku udah makan bareng Rindu di rumah sakit, Nema udah makan belum? kalo belum ayok Zalina temenin."


"Udah sayang, kalo gitu kamu segera istirahat ya, Nema juga mau istirahat," ucap Nema.

__ADS_1


"Baik Nema, selamat malam, Zalina sayang Nema," ucap Zalina sambil mencium dan memeluk sang nenek.


"Selamat malam juga sayang," ucap Nema.


__ADS_2