Muara Cinta Zalina

Muara Cinta Zalina
Bab 16 Perjodohan


__ADS_3

Setelah tiga hari Zalina membantu di UGD, sekarang ia kembali ke ruang anak. Ke tempat asal ia bekerja. Hari ini ia yang kebetulan shift pagi selalu bersemangat untuk melakukan pekerjaannya. Zalina pun akan memulai kuliah profesi nya yang pertama hari ini. Bersyukurnya Zalina karena perkuliahannya yang sekarang ini dilakukan secara daring. Perkuliahan yang tidak terlalu memforsir waktunya yang harus bolak-balik ke kampus. Sepulangnya dia bekerja Zalina segera membersihkan dirinya dan mempersiapkan dirinya untuk mengikuti perkuliahan secara daring sore ini.


Zalina mengikuti perkuliahan dengan sersan alias serius santai. Hampir satu jam setengah perkuliahan berlangsung dan selesai menjelang sholat Maghrib. Selesai daring Zalina menunaikan sholat Maghrib dan setelah itu barulah ia keluar kamar untuk makan malam dengan Nema.


"Udah siap kuliah daringnya Nak?" tanya Nema.


"Sudah Nema, tadi sebelum maghrib udah kelar."


"Kalau begitu ayok kita makan, o ya Nema lupa, kemaren mbak Asih bilang Terima kasih banyak bingkisan dan amplop yang kamu beri untuk dia, dia suka katanya. Dia mau ngucapin langsung tapi udah beberapa hari ini enggak jumpa kamu, karena kamu berangkat sebelum dia datang dan pulang setelah dia selesai bekerja," ucap Nema.


"Iya Nema, enggak apa-apa, Alhamdulillah kalo mbak Asih suka, semoga berguna untuk mbak Asih," ucap Zalina.


"Aamiin, o ya Nak. Nak Aldo apa kabarnya?"


"Hmmm ... enggak tau juga Nema, terakhir Zalina komunikasi dengan kak Aldo saat dia datang kesini waktu itu," ucap Zalina. "Emang ada apa Nema?"


"Oh ... enggak apa-apa, besok Nema janjian mau keluar dengan Oma Aldo. Nema pengen ajak kamu, tapi kamu besok masih kerja kan?" tanya Nema.


"Ya Nema, besok Zalina masih kerja, lusa InsyaAllah libur. Maaf ya Nema, Zalina enggak bisa nemenin Nema," ucap Zalina dengan nada menyesal.


"Enggak apa-apa Nak, lain kesempatan kamu bisa temenin Nema. Sekarang ayok kita makan dari tadi kasian nih makanan jadi penonton aja, kita asyik ngobrol tapi dia dianggurin," ucap Nema sambil bercanda.


"Bisa aja Nema mah ... yuk kalo gitu kita makan! cacing di perut Zalina udah mulai disco juga Nema," ucap Zalina yang disambut tawa oleh Nema.


Mereka berdua makan dengan lahap tanpa banyak bicara. Selesai makan Zalina meNemani Nema duduk di ruang keluarga sambil menikmati acara TV favorit Nemanya.


"Ngomong-ngomong, cucu cantik Nema ini udah ada gebetan belum sih? kemarin katanya mau fokus kuliah dulu, sekarang kuliahnya udah kelar bahkan udah kerja juga. Jadi kapan pasangannya dikenalin ke Nema," ucap Nema membuka obrolan mereka.


"Ehmmm ... Nema udah enggak sabar Zalina pergi dari sini ya," ucap Zalina dengan drama pura-pura merajuk.


"Eeiitt ... siapa yang bilang begitu. Kan, Nema cuma nanya? Kalaupun kamu mau tinggal disini setelah menikah Nema malah senang Nak asalkan suamimu ridho Nak. Nema cuma ingin melihat kamu bahagia dan ada yang jagain kamu kalau nanti Nema udah gat bisa jagain kamu lagi," ucap Nema.


"Neee ... maa ..., jangan gitu ngomongnya. Zalina yakin Nema bakal panjang umur dan melihat Zalina punya anak yang banyak," ucap Zalina sambil memeluk Nema. " Kalau dengan Zalina menikah salah satu hal yang membuat Nema bahagia, maka Nema doakan Zalina segera bertemu jodoh Zalina ya, yang bisa membuat Zalina nyaman dan yakin kalau dia mampu menjadi imam Zalina," ucap Zalina penuh keyakinan.

__ADS_1


"Masyaallah Nak, kamu membuat Nema terharu. Insyaallah Allah maha tahu mana yang terbaik untuk kamu Nak. Doa Nema selalu untuk kamu," ucap Nema memeluk Zalina dan mengusap kepalanya. "Nema yakin Allah sudah mempersiapkan seseorang yang terbaik untukmu, seseorang itu akan datang pada waktu yang tepat menurut Allah," ucap Nema.


"Aamiin ... "


"Ya udah sekarang kita istirahat ya, kamu udah kerja dan kuliah juga tadi, pasti selain capek tenaga juga capek mikir belajarnya.


"Okay Nema ku sayang, selamat bobok cantik, Zalina sayang Nema," ucap Zalina sambil mencium pipi Nema dan berlalu masuk kamar.


Berikanlah dia pasangan hidup yang benar-benar menyayangi dirinya ya Allah, yang mengisi ke kosongan hatinya, yang bisa menghilangkan rasa sepi yang dia rasakan sedari kecil ya Allah. Walaupun diriku menyayanginya dan mendampinginya sedari kecil tapi itu belum Sepenuhnya membuat dia bahagia. Dia anak baik, engkau maha tahu. Kabulkan doaku ya Allah, Aamiin." batin Nema sambil memandang Zalina yang berlalu masuk kamarnya.


Keesokan pagi sama seperti hari-hari sebelumnya Zalina pergi ke rumah sakit dan melakukan pekerjaannya dengan penuh rasa optimis. Sedangkan di lain tempat Nema datang ke rumah Oma Aldo, Setelah sekian lama mereka tidak bersua Akhirnya hari ini bisa berkumpul dan mengobrol kembali dengan Oma Aldo.


"Bagaimana kabar Zalina, Ratih? cucumu pasti sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan membanggakan. Aku tahu walaupun ia dibesarkan tanpa kedua orang tuanya tapi dia dibesarkan oleh wanita hebat dan kuat sepertimu. Andai saja Zalina dan cucuku Aldo bisa berjodoh mungkin hubungan persahabatan kita ini akan kekal abadi.Tapi balik lagi semuanya kita kembalikan kepada cucu-cucu kita masing-masing, kita tidak bisa juga memaksa kehendak mereka dan jodoh itu sudah aturan dari yang maha kuasa. Walaupun kita memaksakan kehendak kita, tapi kalau yang maha kuasa tidak merestui tetap tidak berjodoh," ucap Ratih Oma nya Aldo.


"Kamu benar Ningrum, sejujurnya aku sangat menyukai Aldo dan menginginkan dia untuk bisa aku jadikan cucu menantuku tapi sejauh ini aku melihat Zalina hanya menganggapnya sebagai kakak atau lebih tepatnya dia menganggap sebagai sahabatnya, Entahlah ke depannya kalaupun mereka berjodoh Alhamdulillah kalau pun tidak itu tidak mengapa yang paling penting walaupun mereka tidak berjodoh kita tetap seperti sedia kala kita tetap dengan hubungan kita dengan persahabatan kita dan selamanya seperti ini," ucap Nema Zalina.


***


Di lain tempat tepatnya di rumah sakit Zalina yang baru selesai makan siang menerima telepon dari Rindu sahabatnya.


"Kamu Kenapa Rin, apa terjadi sesuatu?"


"Aku pengen curhat sama kamu, ayo kita ketemu," ucap Rindu masih dengan rengekannya.


"Besok boleh ga beb, urgent banget ya? sore ini aku ada kuliah daring Rin. Kalo besok aku libur kerja dan libur kuliah juga, jadi seharian aku bisa sama kamu," ucap Zalina.


"Iya Lin nggak apa-apa besok aja, bukan yang urgent banget kok aku hanya pengen curhat biasa aja," ucap Rindu.


"Beneran kan nggak apa- apa Rin, Maaf ya nggak bisa hari ini," ucap Zalina.


"Beneran nggak apa-apa kok Zalina sayang. Lagian kalau sore ini nggak enak banget cuman sebentar juga sama kamu, nggak puas kita ngobrolnya," ucap Rindu. "Oke deh, kalau begitu sampai ketemu besok ya Zalina, see you Ijal kuu ...."


"See you too."

__ADS_1


Zalina kemudian melanjutkan pekerjaannya hingga tidak terasa jam kepulangannya pun telah tiba Zalina segera berkemas mengambil tasnya dan bersiap untuk pulang. sesampainya di rumah Zalina segera membersihkan diri untuk mempersiapkan kuliah daring. Hingga malam pun tiba kuliah daringnya selesai Zalina segera mengistirahatkan tubuhnya.


Sesuai janjinya kepada Rindu kemarin, Zalina akan bertemu dengan Rindu hari ini di tempat biasa mereka berjumpa yaitu di cafe favorit mereka. sampainya Zalina di cafe ternyata sudah disambut oleh rindu yang terlebih dahulu sudah sampai di Cafe tersebut.


"Udah lama ya Rin, Sorry ya Beb tadi ada urusan dulu ke toko Nema," ucap Zalina.


"Nggak juga kok Lin, aku juga barusan sampai, Yuk kita pesan makanan, Kamu mau makan apa atau aku pesenin seperti biasa aja ya," ucap Rindu.


"Iya seperti biasa aja."


Kemudian rindu memesankan makanan dan minuman untuk mereka berdua.


"Jadi kamu mau curhat apa sampai sedih gitu kedengarannya kemarin bikin aku khawatir tahu nggak sih." ucap Zalina


"Hehehe, maaf ... sebenarnya Aku mau dijodohin sama Mama aku Lin, aku 'kan nggak mau emang ini zamannya Siti Nurbaya, zaman dijodoh-jodohin kayak aku nggak laku aja aku nggak mau Lin," ucap Rindu.


"Nggak apa-apa juga kali mana tahu yang mau dijodohin sama kamu cocok sama selera kamu dilihat juga belum udah nolak aja."


"Kamu nyebelin ih, belain aku kek masa iya udah tahun 2023 gini masih dijodohin," ucap Rindu ngambek. Lagian aku masih mau kerja Lin, belum mau nikah."


"Iya aku paham apa yang kamu rasakan maksud aku, mama kamu itu nggak mungkin mau jodohin kamu dengan sembarang orang, beliau pasti ingin yang terbaik untuk putrinya. Kalau kamu mau terima aja dulu. Maksud aku bilang aja sama Mama kamu kalian berkenalan aja dulu kalau memang ada kecocokan nanti baru dilanjut ke perjodohannya tapi kalau memang tidak cocok Mama kamu nggak bisa maksa kamu," ucap Zalina.


"Sahabat aku ini kalau ngomong emang pintar Eh enggak ding emang pintar beneran tapi kalau giliran kamu di posisi aku gimana, kamu mau nggak nikah cepat," ucap Rindu.


"Sebenarnya Nema juga udah pengen aku segera menikah tapi aku hanya minta Nema mendoakan agar aku dapat pasangan yang memang membuat aku nyaman atau pasangan yang benar-benar bisa menjadi Imamku. Aku ingin menikah hanya sekali Rin, Aku tidak ingin nanti anak-anakku merasakan apa yang aku rasakan Rin, Aku ingin menikah dengan laki-laki yang benar-benar bisa melengkapi segala kekuranganku dan aku bisa melengkapi segala kekurangannya memang tidak ada yang sempurna di dunia ini justru karena kekurangan pasangan kita itu kita harus berani mencintainya Ya intinya yang menjadi pasanganku nanti harus mencintai kekuranganku dan aku pun begitu sebaliknya," ucap Zalina.


"Yang penting sekarang kamu nggak perlu melawan Apapun yang diucapkan oleh Mama kamu ingat Emang kamu mau jadi anak durhaka nggak kan, kamu beruntung ada mama dan papa kamu di samping kamu, dengan mereka berpikir ingin menjodohkan kamu seperti sekarang ini aku yakin itu adalah bentuk kasih sayang mereka terhadap kamu. Mereka merasa orang tua yang sudah berpengalaman dan mereka merasa tahu apa yang terbaik untuk Putri mereka. Ya seperti aku bilang tadi kamu jalanin aja dulu kalau nanti memang tidak cocok Kamu bicara kan baik-baik sama mama kamu. Insyaallah, mereka akan mengerti kok mereka tidak akan mungkin mengorbankan perasaan Putri mereka demi keegoisan mereka sendiri," ucap Zalina.


"Hmmm ... kamu kalau ngasih nasehat udah kayak ustadzah tahu gak, langsung pengen taubat aku jadinya," ucap Rindu. "Tapi Kamu bener sih kalau aku tetap melawan Mama aku bersikukuh dengan pendapatku menolak Perjodohan ini belum tentu juga keputusanku adalah keputusan yang tepat. Baiklah untuk saat ini aku akan mengikuti apa yang kamu sarankan aku akan bicara sama mama terlebih dulu dan bilang kalau aku akan memulai Perjodohan ini dengan perkenalan terlebih dahulu seandainya ada kecocokan baru dilanjutkan dengan perjodohan, oke fine ... " ucap Rindu.


"Naaahhh ... gituuu donk, jangan galau lagi ya bestie," ucap Zalina memainkan kedua alisnya.


"Maacih bestie, semoga kita berdua mendapatkan pasangan yang benar-benar mencintai kita dan mengerti kita ya beb," ucap Rindu.

__ADS_1


"Aamiin ..., sekarang kita makan dulu, habis itu kita lanjut shopping gimana," ucap Zalina.


" Okayyy," ucap Rindu mengangkat dua jempolnya.


__ADS_2