Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Bolehkah?


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Sepasang manik hitam Andrea berotasi sempurna kala pandangan netranya tertuju pada sosok wanita berparas cantik yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun tidur berwarna biru muda dan membiarkan rambutnya terurai. Sosok itu adalah Cantika Maharani, wanita yang telah ditakdirkan oleh Sang Maha Kasih untuk menjadi istrinya.


Cantika tertunduk malu saat Andrea menatapnya tanpa berkedip dan dengan mulut yang sedikit terbuka.


Hening sejenak menyapa dan sepersekian detik kemudian terpecahkan oleh suara deheman.


Ya, Andrea sengaja berdehem untuk menormalkan degup jantungnya yang berdentum-dentum saat tersuguh pahatan sempurna di hadapan.


"Yang, aku wudhu dulu ya!" ucap Andrea tanpa melepas pandangan netranya dari objek yang sukses membuat degup jantungnya berdentum.


"Iya, Mas." Cantika mengangguk pelan dan menyungging seutas senyum.


"Sayang sudah wudhu?"


"Sudah, Mas. Dan sudah siap untuk menunaikan sholat sunah dua rakaat sebelum --"


"Sebelum kita membuat adonan?" Andrea memangkas ucapan Cantika seraya melontarkan kalimat tanya untuk menggoda istrinya itu.


"Ehem, buruan wudhu, Mas! Aku siapkan sajadahnya dulu," balas Cantika tanpa menjawab tanya yang dilontarkan oleh Andrea.

__ADS_1


Andrea mengulas senyum, kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mensucikan diri dengan air wudhu.


Selesai berwudhu, ia membentangkan sajadah yang telah disiapkan oleh Cantika dan bersiap untuk menunaikan sholat sunah dua rokaat sebelum melewati malam ini dengan menunaikan hak serta kewajibannya sebagai seorang suami, memberi istrinya nafkah batin, mereguk kenikmatan surga dunia bernilai ibadah.


"Allahu Akbar." Takbiratul ihram terlafaz dari bibir Andrea sebagai pertanda dimulainya ibadah sholat sunah dua rakaat.


Andrea dan Cantika tampak khusyu'. Keduanya menunaikan ibadah sholat sunah dengan sepenuh hati dan berpasrah pada Illahi.


Setelah mengucap dua salam dan melafazkan hamdalah, Andrea dan Cantika menengadahkan tangan seraya melangitkan pinta pada Illahi, memohon ampunan, keridhoan, dan kemudahan untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah.


Perlahan, Andrea merotasikan tubuh hingga berhadapan dengan Cantika.


Seutas senyum terbit menghiasi wajah Cantika seiring tangannya terulur untuk meraih tangan Andrea. Lalu dikecupnya dalam punggung tangan suaminya itu sebagai tanda bakti seorang istri.


Cantika pun turut memejamkan netra, menyelami rasa hangat yang hadir menenangkan jiwa karena sentuhan lembut bibir Andrea yang berlabuh di dahinya.


Sepasang Adam dan Hawa itu lantas membuka netra diiringi lengkungan bibir.


"Sayang, bolehkah aku meminta hak-ku malam ini? Bolehkah aku menunaikan kewajibanku sebagai seorang suami? Aku ingin memberi nafkah batin dengan mencurahimu kasih sayang," bisik Andrea di telinga Cantika.


Sesaat Cantika membisu karena bisikan Andrea menciptakan gelenyar aneh dan membuatnya seketika membeku. Lisannya serasa sulit berucap saat rasa gugup menguasai diri.


"Sayang, bolehkah?" Andrea kembali berbisik.

__ADS_1


Cantika mengangguk dan menjawab tanya yang dilontarkan oleh Andrea dengan suaranya yang terdengar lirih dan bergetar.


"Boleh, Mas. Insya Allah, aku sudah siap memberikan hak-mu untuk menyentuhku dan menunaikan kewajibanku."


"Terima kasih, Sayang."


Andrea mengulurkan tangan dan menyentuh pucuk kepala Cantika yang masih terbalut mukena. Ia lafazkan doa sebelum berseng-gama dengan sangat fasih sebelum mempraktikkan teori yang telah ia pelajari dari buku yang diberikan oleh Hafidz dan goo-gle mengenai 'kiat sukses malam pertama'.


Lantas, apa yang terjadi pada mereka selanjutnya? Berhasilkah Andrea mencetak gol? Next episode, insya Allah akan terjawab ☺


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar πŸ‘


tabok ❀ untuk favoritkan karya


bijaksanalah memberi bintang ⭐


beri gift atau vote jika berkenan

__ADS_1


Terima kasih Kakak-kakak pembaca terkasih😘😘😘


__ADS_2