Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Kesal


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Andrea membuka pintu, lalu memandu Cantika untuk masuk ke dalam kamar yang telah dipesan oleh Nasari.


Seisi kamar itu didesain dengan nuansa romantis. Ranjang pengantin terhias rangkain bunga berbentuk love serta taburan kelopak bunga mawar dan didukung lampu kamar yang temaram.


Degup jantung Cantika seketika bertalu saat mendapati lingerie berwarna merah maron di atas ranjang. Terbayang olehnya jika ia mengenakan lingerie itu. Bisa dipastikan, Andrea akan semakin menjadi dan tidak akan puas menyesap madunya hingga esok hari.


"Yang, kamu suka kamar ini?" Andrea memecah hening dengan melontarkan tanya dan memeluk tubuh Cantika dari belakang.


Cantika menghela nafas dan sejenak memejamkan netra. Ia berusaha menahan rasa yang tiba-tiba menyelinap dan menciptakan gelenyar aneh saat Andrea memeluk tubuhnya.


"Eng, iya Mas. A-aku suka," jawabnya sedikit terbata.


"Sayang suka lingerie-nya?" Andrea kembali bertanya dan mengeratkan pelukan.


"Eng, a-aku --"


"Kalau Sayang kurang suka, lingerie-nya nggak usah dipake! Tanpa lingerie itu pun, Sayang sudah terlihat sangat cantik." Andrea memangkas ucapan Cantika, lalu menghujani ceruk leher kekasih halalnya itu dengan kecupan yang meninggalkan jejak semburat merah dan membuat Cantika melantunkan nada-nada merdu.


Andrea menarik kedua sudut bibirnya dan memandu Cantika untuk rebah di atas ranjang. Cantika pun menurut. Ia sungguh tak kuasa menolak.


Jantung Andrea dan Cantika berdegup merdu tatkala jendela hati mereka saling mengunci disertai hembusan nafas hangat yang menyapu wajah.


Cantika memejamkan netra. Ia pasrah dengan apa yang ingin dilakukan oleh Andrea terhadapnya.


Andrea kembali menarik kedua sudut bibirnya dan mengusap wajah Cantika dengan jemari tangan, lalu ia labuhkan kecupan-kecupan kecil di seluruh wajah kekasih halalnya itu.


"Mas, aku ingin --" lirih Cantika saat tangan Andrea bersiap membuka kancing gamis yang dikenakannya.


"Ingin apa, Yang? Ingin segera membuat adonan?" cecar Andrea seraya menggoda Cantika.

__ADS_1


Cantika menggeleng pelan. "Bukan itu, Mas."


"Lalu, Sayang ingin apa?"


"A-aku ingin ke kamar mandi. Aku kebelet."


"Kebelet pi-pis?"


"Iya, Mas," jawab Cantika sambil mengangguk pelan.


"Kita pi-pis bareng di sini aja, Yang."


"Aku ingin pi-pis beneran. Bukan pi-pis yang itu, Mas." Cantika menerbitkan senyum tipis dan mendorong pelan dada bidang Andrea. Lantas ia beranjak dari ranjang dan bergegas membawa langkahnya masuk ke dalam kamar mandi--meninggalkan Andrea yang tengah melongo.


Beuh, napa otak gue jadi o-mes kek gini yak? Kirain bini gue kebelet pingin ntu. Nggak taunya pingin pi-pis beneran. Andrea bermonolog di dalam hati dan menempeleng kepalanya sendiri.


Sembari menunggu Cantika yang masih berada di dalam kamar mandi, Andrea mengganti pakaiannya dengan kaos polos berwarna putih dan bawahan berupa celana pendek berbahan jeans.


Ia mematut diri di depan cermin dan menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh hingga menguarkan aroma maskulin yang teramat wangi.


Lima belas menit telah berlalu. Cantika masih berada di dalam kamar mandi dan belum ada tanda-tanda akan keluar, sehingga membuat Andrea dihinggapi oleh rasa cemas.


Andrea berniat untuk menyusul Cantika. Namun sepersekian detik berikutnya, Cantika muncul dari balik pintu dengan mengenakan linge-rie merah maron yang membuat wanita itu terlihat semakin cantik.


Andrea menelan saliva tatkala tersuguh pemandangan yang sangat indah di hadapannya. Ia tidak menyangka, Cantika mau mengenakan lingerie berwarna merah maroon yang sengaja disiapkan oleh Nasari untuk mendukung ritual mereka.


"Mas --"


Cantika berucap dengan suaranya yang terdengar lembut diiringi sebaris senyum yang membuat Andrea semakin berha-srat ingin segera men-cum-bu.


"Yang, aku ingin --" bisik Andrea tepat di telinga Cantika sembari membawa tubuh kekasih halalnya itu ke dalam pelukan.


"Aku juga, Mas." Cantika melingkarkan tangannya di leher Andrea dan memangkas jarak dengan menyentuhkan hidung mancungnya dengan hidung Andrea.

__ADS_1


Kedua anak manusia yang ingin segera mereguk kenikmatan surga dunia itu saling melabuhkan bibir, mencecap manis yang menjadi candu.


Saat keduanya hampir tenggelam ke dalam asmaraloka, terdengar ketukan pintu yang sukses mengalihkan atensi dan merusak suasana syahdu.


Dengan berat hati, Andrea dan Cantika menyudahi ritual mereka.


Cantika bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Andrea, ia bergegas memungut pakaiannya yang terserak di lantai lalu mengenakannya.


"Selamat siang, Tuan, Nyonya, sudah waktunya makan siang," ucap seseorang dari luar kamar sembari menahan tawa.


"Ya, sebentar!" Andrea membalas ucapan orang itu dengan meninggikan intonasi suara seraya meluapkan rasa kesal. Ia kesal karena ritualnya terganggu.


Andrea lantas memutar knop dan membuka pintu kamarnya dengan malas.


Pemuda berparas rupawan itu terkesiap. Sepasang manik matanya seketika berotasi sempurna saat mendapati dua orang yang sangat familier tengah berdiri di depan kamarnya sambil menahan tawa dengan mengulum bibir.


"Elu --"


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


UP nya segini dulu ya Kakak-kakak ter love. Othornya healling dulu biar nggak oleng β˜ΊπŸ™


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar πŸ‘


tabok ❀ untuk favoritkan karya


bijaksanalah memberi bintang ⭐


beri gift atau vote jika berkenan

__ADS_1


Terima kasih Kakak-kakak terkasih πŸ˜˜πŸ™


__ADS_2