
Happy reading ๐๐๐
Cantika menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan membenamkan wajahnya di bantal. Ia luapkan segala rasa yang berkecamuk di dalam jiwa dengan menumpahkan air duka.
Cantika teramat kecewa dan marah. Ia tidak menyangka, Dafa tega mendustai-nya dan mendorong-nya ke palung duka.
Di dalam benak, Cantika merutuki dirinya sendiri yang mudah sekali terpedaya pada penampilan dan mulut manis Dafa, pria yang pernah menjadi raja di hati.
Dafa yang ia kira seorang pria saleh, ternyata gemar berpesta bersama para wanita panggilan di tempat hiburan malam (klub malam).
Dafa yang ia percaya setia, ternyata sering bergonta-ganti teman tidur untuk memuaskan naf-su terlarang.
Ibarat kata, Cangkang yang terlihat bagus, tidak mesti dalam-nya pun bagus. Bahkan bisa saja busuk.
"Sayang --" Andrea memanggil Cantika dan membawa langkahnya masuk ke dalam kamar.
Segumpal daging yang bersemayam di dalam dada lelaki berparas rupawan itu terasa nyeri kala mendengar isak tangis sang tulang rusuk yang menyayat hati.
Andrea lantas mendaratkan bobot tubuhnya di tepi ranjang. Ia labuhkan usapan lembut di punggung Cantika seraya mentransfer energi positif agar kekasih halalnya itu merasa tenang.
__ADS_1
"Yang, maafkan Bang Dafa! Aku tau apa yang kamu rasakan saat ini. Sini aku puk-puk! Luapkan segala rasa yang berkecamuk di dalam hati dan jiwamu agar kamu bisa merasa tenang!" Andrea menarik pelan tubuh Cantika, lalu membawanya ke dalam pelukan.
Cantika membalas pelukan Andrea dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
Sekejap ia pejamkan netra dan menghirup dalam-dalam aroma maskulin yang menguar dari tubuh Andrea.
Damai. Cantika merasakan kedamaian saat tubuhnya berada di dalam pelukan Andrea. Isak tangisnya pun perlahan mereda seiring rasa nyaman yang hadir menghempas sendu yang semula merajai kalbu.
Cantika sedikit mengurai pelukan dan mengangkat wajahnya. Lantas ia tatap lekat manik mata Andrea yang meneduhkan.
"Mas, kenapa Mas Dafa jahat padaku? Sebenarnya, kesalahan apa yang pernah aku perbuat terhadap-nya hingga dia setega itu? Mas Dafa pernah bilang, aku-lah wanita yang sangat dicintai-nya dan tidak akan pernah ada yang lain. Dia juga pernah bilang, akan menjaga kesetiaan dan menyentuhkan bahagia di hidupku. Tetapi kenapa dia malah ingin menghancurkan aku dan mendorongku ke palung duka? Kenapa Mas Dafa tidak bilang bahwa dia mengidap penyakit AI-DS sebelum mengkhitbah-ku? Kenapa --" Pita suara Cantika tercekat. Tubuhnya bergetar seiring air duka yang lolos dari kedua sudut netra.
Andrea kembali membawa Cantika ke dalam pelukan. Ia usap punggung kekasih halalnya itu dengan gerakan naik turun seraya memberi rasa tenang.
"Maafkan, Bang Dafa, Yang! Doakan Bang Dafa supaya dia bisa kembali bugar dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik," sambungnya sembari mengeratkan pelukan.
Cantika sesaat bergeming. Namun sepersekian detik kemudian, ia turut mengeratkan pelukan.
Mesin waktu terus berputar. Tanpa terasa senja telah tiba. Menghadirkan Swastamita yang terlihat sangat indah seiring suara kerinduan Illahi yang mulai diperdengarkan ke seluruh negeri oleh para muazin.
Andrea perlahan mengurai pelukan, lalu menyeka jejak air mata yang membingkai wajah cantik sang bidadari hati dengan jemari tangan.
__ADS_1
"Yang, kita sholat maghrib dulu yuk!" ucap Andrea seraya mengajak Cantika untuk menunaikan ibadah sholat maghrib.
Cantika membalas ucapan Andrea dengan mengangguk pelan, lalu beranjak dari ranjang bersamaan dengan Andrea.
Keduanya lantas mengambil air wudhu untuk mensucikan diri, kemudian bersiap untuk menunaikan ibadah sholat maghrib.
๐น๐น๐น๐น
Bersambung ....
Ctt: Swastamita adalahย pemandangan indah saat matahari terbenam.
Mohon maaf UP nya segini dulu ya Kakak-kakak ter love.
Mohon maaf juga jika ada salah kata dan bertebaran typo. ๐
Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar ๐
tabok โค untuk favoritkan karya
bijaksanalah memberi bintang โญ
__ADS_1
beri gift atau vote jika berkenan
Terima kasih Kakak-kakak terkasih ๐๐