
Happy reading 😘😘😘
"Woi, jangan asal nyo-sor lu!" Andrea mendorong Jaenal, hingga tubuh Jaenal luruh ke lantai. Namun tak disangka, Nofia pun turut luruh karena tangannya ditarik oleh Jaenal. Ia terjatuh tepat di atas tubuh Jaenal.
Andrea tidak tinggal diam. Ia bergegas membantu Nofia untuk bangkit, begitu juga Juno. Mereka berdua mengulurkan tangan dan menarik pelan lengan Nofia.
Di saat bangkit dari atas tubuh Jaenal, lutut Nofia tanpa sengaja menekan adik kecil nan imut milik lelaki yang telah meno-dai kesucian bibirnya itu.
Sontak, Jaenal berteriak dan merintih sambil memegangi adik kecil kesayangannya yang terasa cenat-cenut.
"Ma-maaf, Jae. Aku nggak sengaja," ucap Nofia bernada sesal.
Meski teramat sebal bin kesal pada Jaenal, Nofia tidak tega menyaksikan Jaenal yang terlihat sangat kesakitan. Ia pun meluruhkan tubuhnya dan duduk bersimpuh di samping Jaenal.
"Jae, adik kecilmu baik-baik saja 'kan? Dia nggak kenapa-napa 'kan?" Nofia menghujani Jaenal dengan kalimat tanya disertai titik-titik embun yang mulai menganak di pelupuk mata.
Jaenal menerbitkan senyum, lalu membawa tubuhnya bangkit. Hatinya menghangat kala mendapat perhatian dari Nofia.
"Fi, nggak ada yang perlu dimaafin. Kamu nggak salah. Jangan mencemaskan adik kecilku! Dia baik-baik saja dan tak kurang suatu apapun. Percayalah, adik kecilku masih bisa mengukir masa depan cerah untuk kita berdua."
"Maksudmu apa, Jae?" Nofia bertanya heran. Otak cerdasnya tidak mampu memahami perkataan Jaenal yang terkesan ambigu. Entah karena Nofia memang polos, atau mungkin karena otak cerdasnya sedang bermigrasi ke Planet Pluto.
"Maksudku --"
"Ehem, kek gitu aja kaga ngerti, Fi. Hati-hati, ntar lu di modusin lagi ama Si Jaelangkung!" Andrea berdehem dan sengaja memangkas ucapan Jaenal. Ia berharap Nofia tersadar dari mode pi-lon.
__ADS_1
Nofia yang ter-sugesti oleh perkataan Andrea pun bergegas membawa tubuhnya berdiri dan menjauh dari Jaenal. Ia tidak ingin jika Jaenal benar-benar ingin memodusi-nya lagi.
"Fi, percayalah! Sumpah demi apapun, aku nggak bermaksud modusin kamu. Aku hanya ingin menunjukkan rasa cintaku yang teramat besar padamu." Jaenal berusaha meyakinkan Nofia.
Perlahan ia beranjak dari posisi duduk dan membawa tubuhnya berdiri tepat di hadapan sang bidadari hati--Nofia Kahza.
"Fi, aku cinta sama kamu. Teramat sangat cinta." Jaenal memangkas jarak dan bersiap melabuhkan kecupan di bibir ranum Nofia.
Namun tak disangka, di saat bibir Jaenal hampir menyentuh bibir Nofia, seorang waria--wanita setengah pria berpakaian mini muncul dengan tiba-tiba dan secepat kilat menggantikan posisi Nofia.
Andrea, Nofia, dan Juno seketika tergelak. Mereka teramat geli menyaksikan ekspresi wajah Jaenal saat bibirnya bersentuhan dengan bibir seorang waria bernama Neli.
"Woi, kurang asem kau!" Jaenal mendorong tubuh Neli, lalu berlari dengan sangat cepat agar tak terkejar oleh waria itu.
"Jiaaa, Si Jaelangkung kena karma!" seloroh Juno diikuti tawanya yang mengudara.
Puas menertawakan Jaenal, ketiga sahabat itu kembali berbincang. Di sela-sela perbincangan mereka, Andrea menagih Nofia untuk bercerita. Tentu saja bercerita tentang kenekatan Jaenal yang telah berani mencuri kecupan pertama Nofia, sehingga Nofia merasa bibirnya tak lagi suci.
"Fi, katanya lu mo cerita? Gue udah nunggu sampai lumutan. Kalo lu kaga jadi cerita, gue mo cabut sekarang."
"Oh iya, aku sampai lupa, Prab." Nofia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum nyengir--memperlihatkan deretan gigi putihnya yang teramat rapi.
"Buruan gih lu cerita! Gue masih punya waktu dua jam buat dengerin cerita lu."
"Baiklah. Tapi kalau boleh jujur, aku malu, Prab." Nofia menundukkan kepala sambil memilin ujung bajunya.
"Napa lu malu? Jaenal cuma nyium bibir lu pan? Kaga nyium yang lain?"
__ADS_1
"Iya, tapi --"
"Tapi apaan?"
"Tapi --"
"Fi, lu jangan bikin gue ama Andrea makin penasaran!" timpal Juno yang sudah geregetan pada Nofia.
"Maaf, Prab, Jun. A-aku mau bo-ker dulu --"
Nofia bergegas masuk ke dalam rumah dan berlari menuju toilet. Rupanya sedari tadi ia berusaha menahan perutnya yang terasa mulas.
Haduh Fi, kamu kog kebiasaan tuman. Di RL dan di dunia halu hobinya boker--othor said sambil menggeleng kepala.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏
Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍
tabok ❤ untuk favoritkan karya
bijaksana-lah memberi bintang ⭐
beri gift atau vote jika berkenan
__ADS_1
Terima kasih dan love-love sekebon teruntuk Kakak-kakak yang masih setia mengawal kisah 'Muridku, Imamku' 😘🙏