
Happy reading 😘😘😘
Andrea dan Juno tiba di yayasan lima menit sebelum bel tanda berakhirnya pelajaran hari ini berbunyi.
Setelah menaruh sepeda motor di tempat parkir, kedua lelaki itu berjalan menuju ruang guru untuk menemui Cantika.
Sesampainya di depan ruang guru, Andrea dan Juno mengucap salam. Salam yang mereka ucapkan mengalihkan atensi semua guru yang berada di ruangan itu, tak terkecuali Cantika dan Johan yang tengah berbincang.
"Wa'alaikumsalam --" Cantika membalas salam yang diucapkan oleh Andrea dan Juno disertai senyuman yang teramat manis.
Wajah Cantika yang terbingkai senyum tampak semakin cantik, sehingga membuat Johan terpana dan menatap Cantika tanpa berkedip.
Tanpa Johan sadari, ada seorang lelaki yang tidak terima dan terbakar oleh api cemburu saat mendapatinya menatap lekat wajah cantik Cantika. Lelaki itu adalah Andrea Winata, suami Cantika Maharani.
"Sayang, ayo kita ke rumah sakit!" Andrea menginterupsi dengan melontarkan kata-kata yang sukses membuat Johan dan semua guru yang berada di ruangan itu sangat terkejut, hingga mereka tak bisa berucap sepatah kata pun. Penulis kisah ini biasa menyebutnya 'Speechless'.
Ya, Andrea sengaja memanggil Cantika dengan sebutan 'Sayang' sebab ia ingin menunjukkan pada Johan dan rekan Cantika yang lain bahwa Cantika adalah istrinya. Wanita yang sudah menjadi miliknya dan hanya dia saja yang berhak menikmati kecantikannya, bukan Johan ataupun kaum Adam yang lain.
__ADS_1
Johan menggebrak meja. Ia tidak terima jika wanita pujaan hatinya dipanggil 'Sayang' oleh Andrea--muridnya yang dikenal badung.
"Dasar bocah badung! Jaga kesopananmu! Kau tidak pantas memanggil Bu Cantika 'Sayang'!" ujarnya disertai tatapan menghunus.
Andrea menarik satu sudut bibirnya dan melipat kedua tangannya di depan dada. Lalu ia membalas ucapan Johan dengan suaranya yang terdengar lantang. "Siapa bilang saya nggak pantas memanggil istri saya sendiri 'Sayang'? Justru Anda yang nggak pantas menatap istri saya tanpa berkedip."
"Istri? Apa maksudmu?" Johan bertanya heran diikuti tukikan kedua pangkal alisnya.
"Apa perlu saya perjelas? Dengar baik-baik Pak Johan Yang Terhormat! Bu Cantika Maharani adalah istri saya. Kekasih halal saya. Hanya saya yang berhak menatapnya lekat. Hanya saya yang berhak menikmati kecantikannya, bukan Anda ataupun pria lain," tandas Andrea tanpa merasa takut sedikit pun terhadap Johan, gurunya yang terkenal killer.
"Tidak! Tidak mungkin. Bu Cantika tidak mungkin bersedia dinikahi oleh bocah badung sepertimu. Saya yakin, Bu Cantika bukan istrimu. Kau hanya mengaku-ngaku, ya 'kan?" Johan meninggikan intonasi suara dan mencengkram kerah seragam yang dikenakan oleh Andrea seraya meluapkan amarah.
"Lepaskan suami saya, Pak!" Cantika beranjak dari posisi duduk dan membawa tubuhnya berdiri tepat di samping Andrea.
Guru yang terkenal killer itu seketika melepas cengkraman tangannya. Ia terduduk lemas dan menatap hampa wajah cantik Cantika.
Bagi Johan, ucapan Cantika bagai ribuan anak panah yang menghujam ulu hati, hingga segumpal daging yang bersemayam di dalam dadanya itu serasa teramat sakit.
Rupanya, bukan ulu hati Johan saja yang serasa teramat sakit. Namun ulu hati seorang gadis yang tengah berdiri di ambang pintu ruang guru pun juga sama sakitnya.
__ADS_1
"Ndre, ternyata bener dugaan gue. Bini lu adalah Bu Cantika Maharani," monolog gadis itu sembari menekan dadanya seiring air embun yang lolos begitu saja dari kedua sudut netra.
Kini, semua guru dan beberapa murid SMA Nusa Bangsa mengetahui hubungan Andrea dan Cantika yang sebenarnya.
Baik Andrea maupun Cantika pasrah dengan nasib mereka di SMA Nusa Bangsa setelah hubungan mereka diketahui.
Jika Andrea dikeluarkan dari yayasan, maka Cantika akan mengundurkan diri. Dan jika Cantika yang diminta resign oleh kepala sekolah, maka Andrea akan keluar dari yayasan dan pindah ke sekolah yang bersedia menerimanya.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏
Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍
tabok ❤ untuk favoritkan karya
bijaksana-lah memberi bintang ⭐
__ADS_1
beri gift atau vote jika berkenan
Terima kasih dan love-love sekebon teruntuk Kakak-kakak yang masih setia mengawal kisah 'Muridku, Imamku' 😘🙏