Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Masih Tentang Cilok


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Andrea mengayun langkah dan membawa Cantika masuk ke dalam kamar. Ia rebahkan tubuh Cantika di atas ranjang dengan sangat hati-hati, lalu mengungkungnya.


"Yang, malam ini aku bakal memberimu cilok kembar yang kamu inginkan dan kamu bisa menikmati sepuasnya," bisik Andrea tepat di telinga Cantika diikuti kecupan singkat yang ia labuhkan di bibir ranum istri tercintanya itu.


"Sudah selarut ini, mana ada yang berjualan cilok kembar, Mas?" Cantika mencebik dan menoel hidung mancung Andrea.


Andrea mengira jika pertanyaan yang dilontarkan oleh Cantika hanya sekedar candaan, sehingga ia pun menanggapinya dengan tersenyum lebar.


"Nggak usah beli, Yang. Karena cilok kembar spesial untukmu nggak ada yang menjualnya dan bakal aku berikan gratis untuk kamu. Just for you, my wife."


Cantika menautkan kedua pangkal alisnya. Ia berusaha mencerna ucapan Andrea yang bermakna ambigu.


Setelah sejenak terdiam dan meraba makna yang tersirat dari perkataan Andrea, Cantika menerbitkan senyum dan berganti melabuhkan kecupan di bibir Andrea sebagai ungkapan rasa terima kasih. Cantika mengira suami berondongnya itu akan membuat cilok kembar spesial untuknya, jadi mereka tidak perlu keluar rumah untuk mencari penjual cilok kembar.


"Makasih, Mas. Kamu memang yang terbaik."

__ADS_1


Pujian yang terlisan dari bibir Cantika membuat Andrea melayang. Ia semakin yakin bahwa Cantika benar-benar menginginkannya.


Tanpa aba-aba, Andrea menyambar bibir ranum Cantika dan menyesap madu kekasih halalnya itu.


Cantika tak kuasa menolak. Ia menyambut dan membalasnya, sehingga bibir mereka pun saling berpagut. Keduanya mencecap rasa manis yang menjadi candu dan menghantarkan mereka ke dalam asmaraloka.


Sebelum menyatukan cinta, Andrea melabuhkan kecupan dalam di perut Cantika yang masih datar dan melafazkan doa sebelum berseng-gama.


Andrea memperlakukan Cantika dengan sangat lembut dan Cantika pun menikmati perlakuan Andrea yang membuatnya serasa melayang di taman surga.


"Yang, ini cilok kembar untukmu." Andrea berbisik dan memandu tangan Cantika untuk meraih objek yang ia maksud cilok kembar.


Cantika terkesiap saat tangannya meraih objek itu. Seketika wajahnya memerah. Bukan merah karena marah. Namun karena malu. Meskipun mereka sering menunaikan penyatuan cinta, tetapi baru pertama kali Cantika memegangnya.


"Mas, aku --" Cantika urung melanjutkan ucapannya. Ia tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada Andrea bahwa yang diinginkan olehnya bukan cilok kembar milik suaminya itu. Namun cilok kembar yang dijual oleh Ujang Kembar ataupun cilok kembar yang lainnya. Tentu saja cilok yang terbuat dari perpaduan dua tepung. Tepung Tapioka dan tepung terigu.


Lebih dari satu jam Andrea dan Cantika menyatukan cinta, mereguk kenikmatan surga dunia.


Sesuai dengan wejangan yang pernah disampaikan oleh Khanza, keduanya menyatukan cinta dengan posisi yang aman.

__ADS_1


"I Love You, Cantika Maharani." Andrea melabuhkan kecupan dalam di dahi Cantika dan mengusap lembut pipi kekasih halalnya itu.


"I Love you too Andrea Winata." Cantika menerbitkan senyum dan meraih tangan Andrea lalu dikecupnya.


"Makasih, Mas," ucapnya kemudian.


"Makasih untuk apa, Yang?"


"Untuk cilok kembar."


"Owh, Sayang mau lagi?"


Cantika menggeleng pelan dan berusaha menahan tawa dengan mengulum bibir. Ingin rasanya ia tertawa lepas saat menyadari miskomunikasi yang terjadi di antara mereka berdua, sehingga Andrea mengira cilok kembar yang diinginkan olehnya adalah cilok kembar bermakna kias dan menghantarkan mereka ke dalam asmaraloka--mereguk kenikmatan surga dunia bernilai ibadah di malam ini.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf UP nya pelan-pelan ya Kak, karena penulis kisah ini nyambi kerja dan nyambi nginem (menunaikan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga) 🙏

__ADS_1


Mohon maaf juga jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Terima kasih dan banyak cinta untuk Kakak-kakak terkasih yang masih setia mengawal kisah 'Muridku, Imamku'. 😘🙏


__ADS_2