Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Be-nih


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Yang, aku sudah nggak tahan. Aku ke kamar mandi sebentar ya? Nanti kita teruskan lagi bikin adonannya," ucap Andrea sambil menutupi adik kecilnya dengan kedua telapak tangan.


Ia lantas beranjak dari ranjang dan bergegas membawa langkahnya masuk ke dalam kamar mandi sebab sudah tidak sanggup menahan ha-srat ingin buang air kecil.


Ya, Andrea mengira jika yang ingin dikeluarkan oleh adik kecilnya adalah uri-ne (air se-ni) bukan benih ma-ni. Benih yang bisa tumbuh menjadi malaikat kecil.


Cantika berusaha menahan tawa dengan mengulum bibir kala menyaksikan tingkah polah suaminya yang sangat menggelikan.


Ia benar-benar heran, Andrea Winata yang dikenal badung oleh guru dan teman-temannya ternyata sangat polos. Bahkan polosnya kebangetan. Melebihi tetangganya yang masih bocil dan baru saja su-nat.


Di dunia halu penulis skenario sengaja menjadikan Andrea seorang remaja yang badung, tetapi teramat polos dalam hal itu. Berbanding terbalik dengan Andrea Winata di kehidupan nyata yang sudah sangat mumpuni, atau kita bisa menyebutnya 'Suhu'. Buktinya, ia telah berhasil menanam benih di rahim Cantika--istrinya, sehingga mereka dianugerahi seorang anak laki-laki. Dan mungkin akan menyusul 9 atau 10 orang anak laki-laki lagi, supaya bisa menjadi tim kesebelasan. Hahay .... Sorry, Bro!!!


Lanjut ke cerita ....


Cantika yakin, gaya pacaran Andrea dengan sang mantan berbeda dengan gaya pacaran remaja pada umumnya. Tidak afdhol rasanya jika berpacaran tanpa berpelukan, berciu-man, atau melakukan perbuatan terlarang lainnya.


Bisa dipastikan, Andrea dan Ayu tidak pernah melakukan perbuatan yang melanggar norma selama mereka berpacaran, terbukti Andrea masih teramat polos. Ia belum bisa membedakan antara air se-ni dan benih ma-ni.


"Ya Allah, Mas. Kamu memang laki-laki yang unik. Badung tetapi polos dan lugu. Aku bisa awet muda jika sering tertawa karena menyaksikan tingkah polahmu yang seperti bocil," gumam Cantika diiringi seutas senyum. Kemudian ia menarik selimut sampai di atas da-da untuk menutupi tubuh polosnya.


Sepuluh menit telah berlalu. Namun Andrea belum juga keluar dari kamar mandi sehingga membuat Cantika cemas dan bertanya-tanya.


"Mas Andrea kok belum keluar ya? Apa mungkin Mas Andrea mandi? Atau, aku susul saja dia?" Cantika bermonolog lirih dan bersiap untuk membawa tubuhnya beranjak dari ranjang.


Namun sebelum Cantika beranjak, tiba-tiba Andrea muncul dari balik pintu kamar mandi dengan memasang raut wajah sendu.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi pada pemuda itu?


"Mas, kamu kenapa? Apa yang terjadi? Kamu baik-baik saja 'kan?" Cantika menghujani Andrea dengan kalimat tanya. Namun Andrea membisu. Bibirnya seolah terkunci rapat dan enggan mengeluarkan suara meski hanya satu kata.


Melihat keadaan suaminya yang jauh dari kata baik-baik saja, Cantika bergegas melilitkan selimut untuk membalut tubuh polosnya.


Perlahan ia beranjak dari posisi duduk sembari menahan rasa sakit yang masih terasa di bagian sela-put marwah, lalu berjalan menghampiri Andrea dengan langkah pelan.


"Mas, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu terlihat sedih? Bicaralah dan jangan diam saja seperti ini!"


Andrea tetap saja membisu. Ia mengacuhkan Cantika dengan melayangkan tatapan sendu.


"Mas, jangan-jangan kamu kerasukan jin kamar mandi? Atau mungkin jin bencong?" terka Cantika dan sukses memancing Andrea mengeluarkan suara baritonnya.


"Aku nggak kerasukan jin, Yang. Aku hanya sedang bingung," ucap Andrea berterus terang.


"Aku bingung, kenapa air ken-cingku nggak berwarna jernih seperti biasanya. Tapi berwarna bening dan kental."


Cantika tersenyum simpul dan berusaha untuk tidak mengudarakan tawa saat mendengar jawaban Andrea yang teramat polos.


"Mas Andrea tidak usah bingung. Lebih baik kita duduk dulu! Nanti, aku jelaskan kenapa warna air ken-cing Mas Andrea bening dan kental."


"Memangnya Sayang tahu, kenapa air ken-cingku bisa berubah bening dan kental?" tanya Andrea ragu.


"Tentu saja aku tahu, Mas." Cantika kembali tersenyum dan memandu Andrea untuk duduk di bibir ranjang.


Kemudian ia mulai menjelaskan bahwa cairan bening dan kental itu bukanlah air ken-cing ataupun air se-ni, melainkan be-nih mani yang akan tumbuh menjadi segumpal daging yang bernyawa atau disebut dengan ja-nin.


Andrea mengangguk-anggukkan kepala, sebagai pertanda bahwa ia faham dengan penjelasan yang dituturkan oleh Cantika.

__ADS_1


"Berarti, benihku tadi terbuang sia-sia ya, Yang?" Andrea bertanya pada Cantika dengan memasang mimik wajah yang menyiratkan rasa sesal. Ya, Andrea menyesal karena telah membuang benih ma-ninya karena mengira cairan itu adalah air se-ni.


"Iya, Mas. Tapi Mas Andrea tidak perlu menyesali benih ma-ni yang sudah terlanjur terbuang! Kita bisa mengulangi ritual seperti tadi, sehingga Mas Andrea bisa menanam benih di rahimku. Dan benih yang Mas Andrea tanam, insya Allah ... kelak akan tumbuh menjadi janin, calon anak kita," terang Cantika seraya menjawab tanya.


Andrea menarik kedua sudut bibirnya dan menghela nafas lega. Ia berkeinginan untuk melanjutkan ritual yang sempat terjeda karena kekonyolannya.


Tanpa memberi aba-aba, Andrea melabuhkan kecupan di bibir ranum Cantika dan mendorong tubuh pasangan halalnya itu hingga rebah di atas ranjang.


"Kita lanjutkan lagi ritual yang terjeda tadi, Yang!" bisik Andrea sambil mengusap lembut pipi Cantika dengan jemari tangan. Cantika pun membalasnya dengan anggukan disertai lengkungan bibir.


Andrea kembali melabuhkan kecupan di bibir dan membuka selimut yang membalut tubuh Cantika. Lalu ia memulai petualangannya, menjelajah hutan dan menaklukan gunung. Menjamah dan melabuhkan sentuhan lembut yang membuat Cantika pasrah dan terbuai.


Subhanallah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah, yang kamu dustakan? Batin Cantika berbisik saat Andrea menyemburkan benihnya. Ia merasakan kenikmatan yang luar biasa dan tidak bisa diungkap dengan rangkaian kata ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar πŸ‘


tabok ❀ untuk favoritkan karya


bijaksanalah memberi bintang ⭐


beri gift atau vote jika berkenan


Terima kasih Kakak-kakak pembaca terkasih😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2