Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Kemurkaan Airlangga


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Nurma meminta semua orang yang berada di ruangan untuk berdiri menyambut kedatangan pemilik yayasan--Airlangga Winata.


Airlangga tidak hanya datang sendiri. Ia datang bersama istri dan putrinya--Vay dan Nasari.


"Selamat datang Tuan Airlangga, Nyonya Vay, dan juga Nyonya Nasari." Nurma tersenyum ramah, lalu menjabat tangan Airlangga, Vay, dan Nasari secara bergantian, diikuti oleh Akbar beserta rekan guru yang juga menjabat tangan ketiga tamu kehormatan itu.


Nurma lantas mempersilahkan Airlangga beserta istri dan putrinya untuk duduk di kursi yang telah disediakan.


Setelah Airlangga, Vay, dan Nasari mendaratkan bobot tubuh mereka di kursi, Nurma menyampaikan kepada mereka perihal permasalahan intern yang tengah dibicarakan oleh Dewan Guru. Ia juga menyampaikan keputusan sidang yang telah disepakati oleh anggota Dewan Guru.


Namun Nurma tidak mengatakan bahwa ada dua orang anggota Dewan Guru yang menyatakan keberatan. Kedua anggota Dewan Guru itu adalah Akbar dan Mita.


Ya, selama sidang berlangsung, Akbar dan Mita menyampaikan argumen mereka agar Dewan Guru tidak terburu-buru mengambil keputusan. Keduanya beralasan bahwa Cantika adalah sosok guru yang cerdas dan memiliki kinerja yang sangat bagus, sehingga sayang jika Cantika dikeluarkan ataupun keluar dari yayasan.


Mereka juga beralasan bahwa yayasan akan kehilangan salah satu murid yang mampu mengharumkan nama yayasan jika Andrea dikeluarkan ataupun keluar dari yayasan, sebab Andrea merupakan salah satu murid yang berprestasi dan sering memenangkan olimpiade antar SMA.


"Oleh karena itu, kami selaku Dewan Guru meminta kesediaan Tuan Airlangga sebagai pemilik yayasan beserta keluarga untuk menyetujui keputusan sidang yang telah kami sepakati," tutur Nurma di akhir ucapannya.

__ADS_1


Airlangga menghela nafas panjang, lalu mengalihkan pandangan netranya ke arah Andrea dan Cantika yang duduk berdampingan sembari menautkan tangan.


"Anda yakin, seluruh anggota Dewan Guru menyepakati keputusan sidang?" Airlangga bertanya pada Nurma dengan suaranya yang terdengar tegas.


"Sebenarnya ada dua anggota Dewan Guru yang tidak berkenan dengan keputusan sidang, Tuan. Mereka berdua adalah Pak Akbar dan Bu Mita. Baik Pak Akbar maupun Bu Mita keberatan jika Bu Cantika dan Andrea dikeluarkan dari yayasan."


"Apakah mereka memberi alasan?"


"Iya, Tuan. Pak Akbar dan Bu Mita menuturkan bahwa sangat disayangkan jika Bu Cantika dan Andrea dikeluarkan ataupun keluar dari yayasan. Bu Cantika seorang guru yang cerdas dan memiliki kinerja yang sangat bagus. Sementara Andrea merupakan salah satu siswa yang berprestasi dan sering memenangkan olimpiade --"


"Saya sependapat dengan mereka berdua," sahut Airlangga seraya memangkas ucapan Nurma.


"Ya, saya sependapat dengan Akbar dan Mita. Sayang jika guru secerdas Cantika dan murid berprestasi seperti Andrea dikeluarkan dari yayasan hanya karena mereka pasangan suami istri. Ingat, peraturan di yayasan ini menekankan bahwa guru ataupun murid yang dikeluarkan dari yayasan adalah mereka yang telah menyalahi aturan dan berbuat asusila di lingkungan sekolah."


"Tapi Tuan, bagaimana pandangan orang-orang di luar sana jika mereka mengetahui bahwa di yayasan ini ada salah seorang guru yang dinikahi oleh muridnya sendiri, sementara si murid masih berstatus sebagai siswa di yayasan? Mereka mungkin saja mengira, bahwa Andrea dan Bu Cantika menikah karena telah berbuat asusila --"


BRAK


Airlangga menggebrak meja dan beranjak dari posisi duduk.


"Lancang sekali ucapanmu! Asal kalian tahu, Andrea dan Cantika menikah bukan karena mereka telah berbuat asusila. Mereka menikah karena keadaan dan kehendak Sang Penulis Skenario. Jika ada orang yang berani mengatakan ataupun menuduh Andrea dan Cantika telah berbuat asusila sebelum mereka berdua menikah, maka orang itu harus berhadapan dengan saya!" ujar Airlangga meluapkan kemurkaan seiring tatapan nyalang yang ia tujukan pada Nurma--kepala sekolah SMA Nusa Bangsa.

__ADS_1


Seketika Nurma menundukkan wajah. Ia tidak berani membalas tatapan sang pemilik yayasan yang menyiratkan kemurkaan.


Kenapa Tuan Airlangga sangat murka? Kenapa beliau tidak terima jika ada orang yang mengatakan ataupun menuduh Bu Cantika dan Andrea menikah karena mereka telah berbuat asusila? Apa ucapanku tadi salah? Atau mungkin Tuan Airlangga memiliki hubungan dengan Bu Cantika dan Andrea? Jika iya, apa hubungan mereka? Nurma bertanya-tanya di dalam hati. Ia teramat heran dengan sikap Airlangga yang menurutnya berlebihan.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


UP pelan-pelan ya, Kak. Authornya nyambi kerja 😊🙏


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏


Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍


tabok ❤ untuk favoritkan karya


bijaksana-lah memberi bintang ⭐


beri gift atau vote jika berkenan


Terima kasih dan love-love sekebon teruntuk Kakak-kakak yang masih setia mengawal kisah 'Muridku, Imamku' 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2