Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Cemburu


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Afri berjalan dengan langkah lebar ke arah Cantika, diiringi oleh Shelly.


Begitu tiba di hadapan Cantika, sepasang sahabat itu melipat kedua tangan mereka di depan dada dan melayangkan tatapan menghunus.


"Afri, Shelly, kalian kenapa?" Cantika bertanya heran pada kedua muridnya, Afri dan Shelly.


"Gue mo nglabrak elu, Bu," ketus Afri seraya menjawab tanya yang dilontarkan oleh Cantika.


"Nglabrak Ibu? Memangnya, Ibu salah apa sama kamu?" Cantika kembali bertanya diikuti kerutan yang tercetak jelas di antara kedua pangkal alisnya. Ia benar-benar heran dengan sikap yang ditunjukkan oleh Afri padanya.


"Ibu udah berani-beraninya ngedeketin calon pacar gue, Andrea. Bahkan, Ibu juga udah berani-beraninya nge-kep Andrea di depan mata gue," tukas Afri berapi-api.


Cantika menghela nafas dalam dan sejenak berpikir sebelum membalas ucapan Afri. Ia tidak ingin salah bicara dan keceplosan mengakui bahwa Andrea adalah suaminya.


Mungkin, Afri akan pingsan tujuh hari tujuh malam jika ia mengetahui bahwa Andrea Winata--Sang Idola Hati sudah menikah. Seperti Afri di dunia nyata. Ups ... Juskid, Fri! Don't be angry, Bestie!!!!


"Fri, apa yang kamu lihat tadi pagi tidak seperti yang kamu pikirkan. Tadi, Andrea menawari Ibu untuk berangkat ke sekolah bersama-nya. Ibu sudah menolak tawaran Andrea dan ingin memesan ojek online. Tapi Andrea memaksa dan kebetulan Ibu sedang terburu-buru. Karena dalam waktu lima belas menit Ibu harus sampai di sekolah, Ibu pun menerima tawaran Andrea. Ibu ketakutan saat Andrea melajukan sepeda motornya dengan sangat kencang, sehingga Ibu refleks melingkarkan tangan di pinggang Andrea dan membenamkan wajah Ibu di punggungnya," terang Cantika dengan tutur katanya yang terdengar lembut.

__ADS_1


"Ibu berharap, kamu dan semua temanmu tidak berpikiran macam-macam tentang Ibu ataupun Andrea," sambungnya diiringi sebaris senyum dan usapan lembut yang berlabuh di bahu Afri.


Kata-kata yang terlisan dari bibir Cantika dan usapan lembut yang ia labuhkan mampu meredam kemarahan Afri.


Gadis berparas manis itu pun lantas menurunkan kedua tangannya dan menerbitkan seutas senyum.


"Maafin saya, Bu. Saya pikir, Bu Cantika ingin ngedeketin Andrea dan sengaja nge-kep calon pacar saya ntu." Afri meminta maaf pada Cantika dengan merendahkan suara dan meneduhkan tatapan netranya.


"Ibu juga minta maaf karena membuat kamu marah dan salah faham, Fri."


"Sebagai permintaan maaf saya, bagaimana kalau saya mentraktir Bu Cantika? Bu Cantika boleh makan apa saja yang Ibu mau. Sekalian kita ajak Andrea."


"Wah, sayang sekali, Bu. Padahal saya berharap, hari ini adalah hari yang paling bersejarah dan paling membahagiakan di hidup saya. Saya ingin, Bu Cantika menjadi mak comblang antara saya dengan Andrea --"


Ucapan Afri bagaikan sebilah pisau yang menyayat hati dan menciptakan rasa nyeri. Meski saat ini Cantika tidak ingin mengakui bahwa Andrea adalah suaminya, ia sungguh tidak rela jika ada gadis lain yang terlalu berharap menjadi kekasih Andrea, murid sekaligus imamnya itu.


"Mimpi-mu ketinggian, Mbel. Jangan berharap memetik bintang, jika tanganmu saja tidak bisa meraihnya! Jangan berharap mendapat balasan cinta dari Prabu, jika kamu tidak bisa menyentuh hatinya! Dan satu lagi, jangan berkeinginan menjadikan Bu Cantika sebagai mak comblang antara kamu dengan Prabu, karena siapa pun yang menjadi mak comblang, Prabu nggak bakal sudi menjadikan Wewe Gombel sepertimu sebagai pacarnya," cetus Nofia diiringi ayunan kakinya--mendekat ke arah Cantika, Afri, dan Shelly.


"Mimpi gue emang ketinggian. Tapi gue yakin, kelak mimpi gue ntu bakal jadi kenyataan. Andrea pasti bisa membuka hatinya buat gue. Dia bukan cuma jadiin gue pacarnya, tapi jadiin gue sebagai pendamping hidupnya," tandas Afri dengan kepercayaan diri tingkat Dewi.


Kata-kata yang mengalir deras dari bibir Afri sukses membuat Cantika terbakar oleh api cemburu.

__ADS_1


Ingin rasanya Cantika membeberkan status Andrea pada Afri dan semua orang yang berada di tempat itu, agar mereka tahu bahwa Andrea adalah suaminya. Sehingga Afri ataupun gadis-gadis lain yang menaruh hati pada Andrea tidak berharap terlalu jauh dan teramat berambisi pada suaminya itu.


Namun di saat bibir Cantika ingin berucap, sisi hatinya yang lain berbisik dan melarangnya.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


UP nya segini dulu ya Kakak-kakak ter love. 😊


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏


Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍


tabok ❤ untuk favoritkan karya


bijaksanalah memberi bintang ⭐


beri gift atau vote jika berkenan


Terima kasih Kakak-kakak terkasih 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2